Minggu, 22 Januari 2017

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan

Lombok, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Panita Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 mulai mematangkan sejumlah persiapan. Mereka mendesain ruangan setiap lokasi.

Pihak panitia juga bersinergi dengan beberapa pemegang kepentingan seperti Darem 162 NTB, Satpol PP, Dishub, dan polisi. GM Angkasa Pura 1 NTB sudah siap pasang stan dan spanduk di beberapa titik strategis baik di dalam maupun di luar bandara Internasional Lombok.

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan

Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan hadir.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Daerah Munas dan Konbes NU 2017 Lalu Winengan M Yunus pada rapat bersama semua seksi di kediaman H Mahdan, Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Selasa (3/10).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Winengan juga menambahkan, bazar dan panitia shalawat badar menjadi pemeriah acara besar kedua NU setelah muktamar ini.

Pada rapat ini setiap seksi melaporkan hasil rapat internalnya di antaranya seksi acara. Bq Mulinah merencanakan pembacaan shalawat akan dimeriahkan oleh 7000 santri dan pelajar se-pulau Lombok.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Persiapan ini diadakan dalam rangka antara lain menyambut perjalanan Presiden Jokowi dari pendopo gubernur menuju Islamic Center yang menjadi pusat pembukaan Munas dan Konbes NU.

Jokowi akan menggunakan mobil terbuka menuju lokasi pembukaan agar bisa menyapa 7000 pelajar dan santri yang melantukan shalawat. Seksi-seksi lain melaporkan persiapan masing-masing.

Tampak hadir Ketua PWNU NTB dan para tuan rumah di antaranya Pengasuh Pesantren Al-Halimy, Sesele, Lombok Barat, Tgh Munajib Khalid, Hj Wartiah Pesantren Nurul Islam Sekarbele Kota Mataram, Tgh Halisussabri Pesantren Darul Quran, dan puluhan panitia daerah (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 16 Januari 2017

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

Sragen, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ribuan jamaah hadir dalam pengajian Isra’ Mi’raj dan hari jadi Kabupaten Sragen ke-286 di Pendapa rumah dinas bupati, Jum’at (23/5). Dalam kesempatan tersebut mereka mendengarkan ceramah dari budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Cak Nun yang hadir bersama kelompok Kiai Kanjeng, dalam kesempatan itu menyinggung tentang pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) mendatang. mengingatkan kepada para jamaah untuk tetap menjaga kerukunan serta mewaspadai berbagai gerakan yang hendak memecah belah umat.

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun Ingatkan Jamaah Jaga Kerukunan Jelang Pilpres

“Pokoke seng garai gak rukun siji karo sijine (pokonya yang menyebabkan tidak rukun satu dengan lainnya) mesti tidak baik. Hal itu biasanya diawali dari rasa dengki,” tutur Cak Nun.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia berpesan agar masyarakat tetap menjalankan rutinitas dan aktivitas tanpa terpengaruh hiruk-pikuk dan manuver politik yang terjadi di tingkat nasional.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain pilpres, Cak Nun juga mengungkapkan berbagai masalah pemahaman keagamaan di Indonesia yang menurutnya, cenderung semakin rumit, kaku dan intoleran. Ia mencontohkan, adanya sebagian kaum yang menginginkan Arabisasi terhadap umat Islam di Indonesia.

“Jangan samakan Islam dengan Arab. Ingat Islam itu beda dengan Arab,” tegasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Pertandingan, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Januari 2017

Panitia Instruksikan Banser dan Pagar Nusa Jangan Lengah Amankan Muktamar

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 Syaifullah Yusuf perintahkan Banser dan Pagar Nusa untuk mengamankan kelangsungan dan kelancaran Muktamar yang digelar di Jombang 1 hingga 5 Agustus 2015. Banser dan Pagar Nusa bertanggungjawab terhadap pengamanan ke dalam dalam pelaksanaan Muktamar. Sedangkan aparat keamanan, TNI dan kepolisian bertanggungjawab pengamanan ke luar.

Panitia Instruksikan Banser dan Pagar Nusa Jangan Lengah Amankan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Instruksikan Banser dan Pagar Nusa Jangan Lengah Amankan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Instruksikan Banser dan Pagar Nusa Jangan Lengah Amankan Muktamar

Demikian ditegaskan Ketua Panitia Daerah (Panda) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 Syaifullah Yusuf, atau Gus Ipul Jumat (31/7/2015) dihadapan Banser dan Pagar Nusa yang disiagakan dalam pengamanan di seputar alun-alun sebagai lokasi pembukaan Muktamar NU ke-33. Pembukaan Muktamar ke-33 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (1/8) malam oleh Presiden RI Joko Widodo. ? Gus Ipul ? langsung menginstruksikan pentingnya pengamanan yang dilakukan Banser dan Pagar Nusa.

Ditegaskannya, Banser dan pagar Nusa yang diberikan seragam, jaket, rompi dan topi sebagai bagian dari pengamanan pelaksanaan Muktamar ini bukan untuk gagah-gagahan. Bukan untuk menakut-nakuti orang. "Kehadiran Banser dan Pagar Nusa adalah mengamankan kelancaran dari pelaksanaan Muktamar ini," kata Syaifullah yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Syaifullah mantan Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor ini juga menginstruksikan kepada seluruh Banser dan Pagar Nusa, pertama harus taat kepada garis komando. Kedua, Banser dan Pagar Nusa memiliki aturan yang jelas, sehingga semuanya harus taat aturan dan hukum. Untuk itu, kehadiran Banser dan Pagar Nusa di arena Muktamar tidak memiliki kepentingan apa-apa, kecuali kepentingannya bagaimana pelaksanaan Muktamar ke-33 ini sukses dan lancar. Ketiga, jangan lengah dalam menjalankan tugas.

Keempat, lanjutnya, jangan sampai ada Banser dan Pagar Nusa yang meminjamkan atribut seragam, rompi dan topinya ? diberikan kepada orang lain. Hal itu tidak ? benar ? dilakukan ? oleh seorang Banser maupun Pagar Nusa. Jika ada yang menyalahgunakan, resiko ditanggung oleh Banser dan Pagar Nusa bersangkutan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Tidak kalah pentingnya, Banser dan Pagar Nusa harus disiplin. Bagi yang melaksanakan shalat, harus bergantian sehingga tidak ada lokasi pengamanan yang kosong dari Banser dan Pagar Nusa," tambah Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 11 Januari 2017

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren

Mataram, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Komisi VI DPRD NTB, TGH. Muharrar mengatakan, hingga kini belum ada bukti narkoba sudah masuk sampai ke pondok pesantren.

"Memang dalam beberapa tahun terakhir ada sinyalemen bahwa narkoba tidak saja merambah masyarakat perkotaan dan desa tetapi juga sudah masuk pondok pesantren," katanya menjawab pertanyaan berkaitan dengan isu Narkoba masuk pondok pesantren di Mataram, Rabu.

"Boleh saja orang mensinyalir narkoba masuk pondok pesantren, tetapi mana buktinya, dan kita akan jamin Narkoba tidak akan masuk pondok pesantren," katanya.

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren

Untuk menjaga narkoba masuk pondok pesantren perlu adanya seleksi yang ketat bagi calon santri dari luar daerah yang akan belajar di pondok pesantren di NTB, hal itu dimaksudkan untuk menghidari peredaran dan pemakaian narkoba. Bila perlu jika calon santri tersebut meragukan dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah dia pengguna narkoba atau tidak.

Muharrar yang juga pimpinan pondok pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat mengatakan, beberapa tahun lalu pihaknya pernah mendengar dijumpai salah satu pondok pesantren di daerah itu yang santrinya pemakai narkoba.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ternyata setelah ditelusuri santri tersebut berasal dari luar daerah dan dia memang sudah kecanduan, santri pemakai narkoba tersebut setiap kali minta izin keluar ternyata dia keluar untuk mengisap narkoba. "Setelah diketahui, pimpinan pondok pesantren tempat santri itu belajar segera membuat kebijakan dan mengeluarkan santri tersebut dari pondok pesantren," katanya.

Wakil Gubernur NTB  Drs. H.B Thamrin Rayes pada pembukaan Sambung Rasa Pondok Pesantren Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan LSM dalam menangani Narkoba dan Seks Bebas dan HIV/AIDS bebeberapa waktu lalu mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2006 ditemukan tiga orang ibu rumahtangga dinyatakan HIV positif, sehingga kini jumlah penderita HIV di daerah menjadi 42 orang.

"Dengan jumlah kasus HIV bertambah menjadi 42 orang, maka itu sebuah angka yang mengkhawatirkan sekaligus memprihatinkan" katanya.

Sedangkan jumlah kasus AIDS pada periode yang sama tahun 2006 hanya satu kasus, sehingga jumlah kasus AIDS secara keseluruhan di NTB bertambah menjadi 19 orang.

Pemerintah tidak akan mampu menanggulangi masalah tersebut jika tidak mendapat dukungan dari segenap elemen masyarakat, itu merupakan tanggungjawab bersama, kata Wagub yang juga Ketua Badan Narkotika Propinsi (BNP) NTB.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Untuk itu para tokohagama dan masyarakat hendaknya harus perlu menyamakan persepsi mengenai penanggulangan Narkoba, Seks dan HIV/AIDS mengingat mereka berada pada posisi penting dan strategis," katanya. (ant/mad)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Daerah, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 09 Januari 2017

Islam Sebutkan Empat Pilar Perdamaian

Sukoharjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengasuh pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo KH M Dian Nafi’, mengingatkan Islam sebagai agama pembangun perdamaian. Rasulullah SAW di tengah masyarakat berupaya menegakkan kebenaran, keadilan, keluhuran, dan kerukunan dalam rangka mewujudkan perdamaian.

Kiai Dian yang kini diamanahkan sebagai Wakil Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu menyebutkan empat sifat utama dalam Islam, “Yakni agama sebagai wahyu, keilmuan, kemanusiaan, dan kemajuan,” terang Kiai Dian, Jumat (22/8).

Islam Sebutkan Empat Pilar Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Sebutkan Empat Pilar Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Sebutkan Empat Pilar Perdamaian

Islam memihak pada perdamaian dan memprioritaskan semua langkah untuk tujuan jangka panjang. Agama yang mengutamakan perdamaian merupakan agama yang memiliki naluri untuk senantiasa memperbaiki cara pikir dan pranata manusia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Inilah sifat keempat, yakni agama Islam sebagai kemajuan yang visioner,” kata Kiai Dian mengimbau warga untuk memperjuangkan risalah perdamaian Rasulullah SAW. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Nahdlatul Ulama, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 08 Januari 2017

Wapres JK Akan Jadi Inspektur Upacara Pemakaman

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



KH Hasyim Muzadi akan dimakamkan di Pesantren Al-Hikam Depok, Kamis sore. Rencananya Wapres Jusuf Kalla akan menjadi inspektur upacara pemakaman tokoh NU tersebut yang juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut.?

Berikut informasi yang beredar di grup WA para aktivis NU di Jakarta mengenai perkiraan jadwal keberangkatan dari Malang sampai prosesi pemakaman

Wapres JK Akan Jadi Inspektur Upacara Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Akan Jadi Inspektur Upacara Pemakaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Akan Jadi Inspektur Upacara Pemakaman

Jenazah akan berangkat dari bandara Malang pukul. 13.00, perjalanan membutuhkan 1,5 jam dan perkiraan sampai di Bandara Halim pada pukul. 14.30, kemudian dibawa ke Depok dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Diperkirakan 15.30 Jenazah tiba di masjid PP Al-Hikam Depok dan langsung dishalatkan di mesjid Al-Hikam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah usai shalat, jenazah akan dimakamkan di makan keluarga di komplek PP Al-Hikam Depok.?

Saat ini santri, warga dan TNI sedang mempersiapkan segala keperluan untuk prosesi pemakaman tersebut. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Totalitas di NU Kiai Asad Syamsul Arifin

Situbondo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sejarah pendirian Nahdlatul Ulama (NU), peran KH Raden Asad Syamsul Arifin demikian sentral. Isyarah KH Cholil Bangkalan yang menyerahkan tongkat, tasbih serta wiridan “ya qahhar” dan “ya jabbar” kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asyari adalah peran Kiai Asad.

Totalitas di NU Kiai Asad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)
Totalitas di NU Kiai Asad Syamsul Arifin (Sumber Gambar : Nu Online)

Totalitas di NU Kiai Asad Syamsul Arifin

"Kendati peran Kiai Asad demikian penting, namun dalam perjalanannya tidak pernah meminta jabatan di NU," kata KH Muhyiddin Abdusshomad, Kamis (12/1).

Kiai Muhyiddin, sapaan akrabnya, juga memaparkan bagaimana kiprah dari Kiai Asad yang mengawal NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. "Sehingga, gelar pahlawan yang disematkan kepada Kiai Asad sangatlah tepat," kata Rais Syuriah PCNU Jember ini.

Namun demikian, gelar tersebut membawa konsekuensi. "Karena itu, para santri dan juga aktivis NU harus juga mengawal NKRI dan NU ke depan," jelasnya.

Dan yang sangat berbeda dari sosok Kiai Asad adalah keteguhannya dalam memegang prinsip perjuangan. "Termasuk khidmah NU dengan mengawal para kiai yang terhimpun dalam kelompok Situbondo, berhadapan dengan kalangan Cipete," jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Jember tersebut juga menceritakan bagaimana NU kubu Situbondo mampu merangkul kalangan anak muda potensial.?

"Ada KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Slamet Effendi Yusuf, Said Budairi, Masdar Farid Masudi dan sebagainya," ungkapnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perpaduan para kiai kharismatik seperti KH Mahrus Aly, KH Ali Maksum, termasuk Kiai Asad, dan kalangan muda, sangat berpengaruh bagi perubahan di NU, lanjutnya.

Dalam perjalanannya, Kiai Asad juga pernah menyatakan mufarraqah terhadap kepemimpinan NU. "Akan tetapi, kendati melakukan mufarraqah, Kiai Asad tidak pernah membuat kubu, apalagi NU tandingan," sergahnya.

Dalam pandangan Kiai Muhyiddin, kelebihan sikap tersebut terjadi lantaran pribadi tulus atau mukhlis, sederhana dan bersih dari Kiai Asad.

Di akhir paparannya, Kiai Asad juga sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan masyarakat sekitar.?

"Termasuk memperhatikan kajian Aswaja baik saat ceramah, maupun mengenalkan ajaran akidah 50 di masyarakat," terangnya. Sehingga, gubahan syiir tersebut dijadikan sebagai pujian jelang shalat rawatib di sekitar Situbondo, pungkasnya.

Kiai Muhyiddin tampil sebagai narasumber pada Seminar Nasional Refleksi 33 Tahun Khittah NU di aula Mahad Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo. Kegiatan tersebut hasil kerjasama alumni mahad setempat dengan TV9 NUsantara dan PW LTN NU Jatim. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah