Rabu, 20 September 2017

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 19 September 2017

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Semangat merayakan hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU ditunjukkan sejumlah kader Muslimat NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/5), di Alun-alun setempat.

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng

Mereka yang berasal dari berbagai daerah di Kota Santri ini berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan dengan menaiki alat transportasi yang beragam. Sebagian dari mereka memakai sepeda motor sederhana, mobil, pickup, truk, bahkan sebagian yang lain menaiki odong-odong.?

Tak hanya itu, di antara mereka juga ada yang membawa nasi kuning atau yang biasa disebut tumpeng ke lokasi untuk dimakan bersama setelah acara selesai. Tampak di lokasi tumpeng tersebut berjumlah 71 yang memang disesuaikan usia Muslimat NU saat ini. Saat acara dimulai, tumpeng disebar ke beberapa sudut di lokasi guna mempermudah mereka saat mau mengambil tumpeng setelah acara rampung.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan, meski mayoritas Pengurus Muslimat NU sudah berusia lanjut, namun semangat dan ghiroh terhadap organisasi terlihat masih muda. Hal itu dibuktikan dengan upaya mereka saat merayakan harlah Muslimat NU kali ini dengan berbagai inovasi di atas. Hal itu juga tanpa disuruh atau dikomando dirinya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"71 tumpeng kita siapkan sesuai dengan umur Muslimat NU hingga saat ini, ini dari Ibu-ibu Muslimat sendiri agar kita semua terus termotivasi," ungkapnya saat memberikan sambutan singkat kepada ribuan kader Muslimat NU.?

Meski demikian, perayaan resepsi kali ini tampak ada yang kurang dengan batalnya Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara ini. Padahal, kabar Menteri Sosial (Mensos) ini jauh hari telah dipastikan hadir dan ikut memeriahkan resepsi harlah. Kabar ini juga telah dinanti-nanti oleh ribuan kader Muslimat NU di Jombang.

Hal ini disebabkan mertua Khofifah, Djalaluddin Parawansa dikabarkan meninggal dunia di Makassar, Sulawesi Selatan saat ia sedang ingin menuju ke Jombang untuk menghadiri resepsi harlah Muslimat NU.?

"Ibu (Khofifah, red) tidak jadi ke sini (Jombang, red) karena mertuanya beliau wafat di Sulawesi," jelas Nur Hidayah, salah satu Pengurus Muslimat, Sabtu (13/5/2017). (Syamsul Arifin/Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 18 September 2017

PMII Komfakda Ciputat Ziarahi Makam Keramat di Jakarta

Tangerang Selatan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sepuluh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (PMII Komfakda) Cabang Ciputat bersepeda mengunjungi dua makam tua di Jakarta, Kamis (29/10). Mereka menziarahi makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus di Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara dan makam Pangeran Wijaya Kusuma di Jelambar, Jakarta Barat.

PMII Komfakda Ciputat Ziarahi Makam Keramat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Komfakda Ciputat Ziarahi Makam Keramat di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Komfakda Ciputat Ziarahi Makam Keramat di Jakarta

Menurut Wakil Ketua PMII Komfakda Ciputat Ahamdi, acara ini sangat bagus untuk kembali ke khittah Pergerakan. “Sudah saatnya PMII kembali kepada tradisi awalnya,yakni sebagai pemuda yang memiliki kultural Nahdlatul Ulama (NU),” kata Ahamdi.

Sementara koordinator agenda ziarah M Yunus menambahkan, ziarah ini selain wujud pelaksanaan program, juga untuk menumbuhkan rasa cinta serta lebih memperkenalkan para pejuang-pejuang Islam terdahulu kepada kader-kader baru. Tentu juga untuk menjaga tradisi umat Islam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Agenda ini diadakan juga untuk menghargai jasa-jasa ahli kubur, apalagi ulama. Terus juga sebagai pengingat diri bahwa nantinya kita akan mati,” tambah Ketua LSO PMII Komfakda tersebut.

Di dua makam itu mereka membaca tahlil dan Yasin serta memanjatkan doa untuk ahli kubur. Mereka berharap agenda ziarah itu berlangsung istiqomah sepekan sekali atau dwi mingguan.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Semoga ke depannya bisa lebih banyak lagi yang berpartisipasi,” harapnya. (Danny Setiawan R/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Fragmen, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa secara de facto KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah Pahlawan Nasional. Pasalnya seluruh proses mulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) maupun Dewan Gelar sudah selesai.

"Secara de fakto Gus Dur sudah ? pahlawan, ada kemasyhuran dan keluhuran yang melekat pada diri KH Abdurrahman Wahid," ujarnya usai melakukan zaiarah di Makam KH Abdurrahman Wahid di Komplek Pesanren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11) ? siang.

Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos: Secara De Facto Gus Dur Sudah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos: Secara "De Facto" Gus Dur Sudah Pahlawan

Mensos Khofifah juga meyakinkan bahwa tidak ada polemik atau tarik-menarik terkait penganugerahan gelar pahlawan kepada Presiden RI ke-4 ini. Penganugerahan pahlawan kepada Gus Dur itu hanya menunggu waktu yang tepat.

"Seluruh proses untuk pemberian gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur sudah selesai. Namun dari catatan dewan gelar, nama Gus Dur diendapkan dulu. Sambil menunggu saat yang tepat," katanya menjelaskan. Anggota Tim Dewan Gelar di antaranya adalah Prof Jimly Asshiddiqy dan juga Prof Azzumardi Azra.

Masih menurut Khofifah, sosok Gus Gur memiliki kemasyhuran dan keluhuran dalam satu titik yang sama. Ada orang yang dapat kemasyhuran tetapi tidak dapat keluhuran, begitu pula sebaliknya. "Gus Dur mempunyai kemasyhuran dan keluhuran. Dan secara ? de fakto Gus Dur sudah pahlawan, tinggal menunggu saat yang tepat saja. Untuk tahun ini kan sudah selesai penganugerahan pahlawan kemarin," papar Ketua PP Muslimat NU ini.

Meski tidak secara tegas Mensos menyatakan, bahwa pengaugerahan pahlawan Gus Dur tidak bisa diberikan tahun 2015 ini. Namun Khofifah menyatakan bahwa tahun ini penganugerahannnya pahlawan sudah selesai diberikan kepada 5 orang pahlawan nasional oleh presiden Jokowi pada tanggal 5 November 2015 kemarin. "Dua di antaranya dari Jawa Timur, satu Bali, satu dari Jogja, dan satu lagi dari Sulawesi," bebernya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakan Mensos, jumlah Pahlawan Nasional selama ini sudah sebanyak 163 orang, dengan dianugerahkannya 5 pahlawan lagi yang telah dianugerai gelar pahlawan nasional maka jumlah pahlawan nasional kini menjadi 168 orang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Foto: Mensos Khofifah Indar Parawansa (berbusana hijau) saat berziarah ke makam Gus Dur di Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 17 September 2017

Bahtsul Masail NU Soroti Gizi Anak

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) menggelar diskusi halaqah syahriyah (diskusi bulanan) bertajuk ”Pentingnya Gizi dalam Menciptakan Generasi Berkualitas” di gedung PBNU, Lantai 5, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

Bahtsul Masail NU Soroti Gizi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Soroti Gizi Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Soroti Gizi Anak

Secara resmi acara dibuka Sekretaris Jendaral PBNU H Marsudi Syuhud. Turut hadir sebagai pembicara, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, guru besar Fakultas Ekologi Manusia IPB Hardinsyah, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Indra Wardana Ketua KPAI Badriyah Fayumi, Kepala Seksi Standarisasi Bina Konsumsi Makanan Direktorat Bina Gizi Titin Suhartini.

Ketua panitia Zulfa Mustofa mengatakan, persoalan gizi penting mendapat sorotan dari sudut pandang Islam. Ajaran dan lintasan sejarah Islam menunjukkan bahwa agama samawi ini sangat memperhatikan kebutuhan fisik demi terciptanya generasi berkualitas.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Zulfa, masa kecil Rasululah dilalui secara sempurna karena mendapat asupan ibu susuan dari kabilah yang terkenal berkecukupan secara gizi. Umar bin Khattab, saat menjadi khalifah, juga pernah mengeluarkan kebijakan subsidi untuk ibu dan balita usia di bawah dua tahun. Umar menganggap, kebutuhan fisik sejak dini harus tercukupi.

”Karena itu penting pemerintah memperhatikan persoalan gizi,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Marsudi dalam ceramah pembukaannya menggarisbawahi, semua masalah yang dibahas untuk keperluan mencegah aspek bahaya (daf’un dlararah) digolongkan jihad. Hal ini dijelaskan dalam kitab yang lazim dikaji pesantren, Fathul Mu’in.

Forum halaqah ini diikuti oleh sekurangnya 35 peserta yang berasal dari pengurus LMBNU, civitas akademika kampus, anggota Muslimat NU, anggota Fatayat NU. Mereka mendiskusikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, tertauma terkait kesehatan anak, usia ideal pernikahan, reproduksi, dan lain-lain.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Salah seorang anggota DPR RI Fathan Subchi menyambut bulan Ramadan dengan menyantuni seratus anak yatim-piatu di Desa Poncol Kecamatan Bonang, Demak, Kamis (25/5). Acara bertajuk Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim ini dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan silaturahmi pemerintah dan rakyat.

Menurut Fathan, kebaikan dan kesejahteraan terjadi manakala pemerintah, baik itu legislatif, eksekutif, maupun yang lainnya mampu dan mau untuk duduk bersama memecahkan setiap masalah yang ada.

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Anak-anak Yatim Demak Terima Santunan

Alhamdulillah, hari ini kita bisa sedikit mewujudkan itu, silaturrahim dengan warga Bonang. Semoga berkah,” tutur politisi asal Demak itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, Fathan yang juga menjadi pengurus harian Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) itu mengatakan supaya warga menggali potensi ekonomi di desanya. Kesejahteraan adalah capaian yang hanya bisa diraih dengan persatuan dan kesatuan.

“Dengan bersatu kita akan lebih mudah sejahtera dan orang NU harus bisa untuk itu,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bulan Ramadan, lanjut Fathan, merupakan bulan mulia yang harus dimanfaatkan untuk menjalin kebersamaan itu. Dengan prinsip berlomba-lomba untuk kebaikan warga NU dimanapun harus bisa sejahtera.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan, kebersamaan menuju indonesia yang lebih sejahtera,” lanjutnya.

Ia berharap masyarakat akan terus menjalin kebersamaan yang sama di seluruh pelosok tanah air di Indonesia hingga akhirnya sejahtera bersama. Tampak hadir ratusan warga dengan antusiasme yang tinggi. (M Farid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Lomba, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah