Rabu, 13 September 2017

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Beberapa tahun terakhir ini gerakan radikal dan teror yang mengatasnamakan agama di Indonesia semakin hari semakin marak dan menghawatirkan. Hal ini menjadi perbincangan serius Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengadakan pertemuan silaturahmi dengan Kepala BIN Budi Gunawan di kediamannya, Jakarta, Selasa (21/3) pagi.

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini

Dalam kesempatan itu, Kang Said dan Budi Gunawan membahas sejumlah hal termasuk di antaranya pembahasan tentang peran organisasi masyarakat Islam dalam menangkal tindakan radikalisme yang berkembang.

Selain NU, ada juga pimpinan beberapa ormas Islam lain yang turut hadir dalam acara silaturahmi dengan Kepala BIN tersebut seperti Al-Irsyad, Al-Wasliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia, dan lainnya. (Ahmad Muchlishon/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Santri, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Bojonegoro, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Satuan Komunitas (Sako) pramuka Maarif NU Cabang Bojonegoro melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 11 sampai 15 Mei 2014 di Aula Maarif NU setempat.

"Setelah dibentuk kepengurusan beberapa waktu lalu, disepakati pelaksanaan KMD dan ini sekaligus kegiatan yang pertama," kata Ketua Panitia Pelaksana KMD, Slamet kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dikatakan, Sako Pramuka Maarif NU berfungsi untuk mewadahi anggota pramuka di bawah naungan LP Maarif dan diharapkan baik pembina maupun anggota pramuka akan didik dan belajar bersama tentang kepramukaan di organisasi yang dibentuk.

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Meskipun baru pertama, ada puluhan peserta yang mengikuti pelatihan KMD kali ini. "Setidaknya ada 56 peserta, dari pembina pramuka di sekolah-sekolah dibawah naungan LP (Lembaga Pendidikan) Maarif," terang Slamet.

Slamet menjelaskan, KMD merupakan syarat seseorang agar bida disebut pembina pramuka di sekolah. Setelah mendapat sertifikat KMD nanti, mereka sudah diperbolehkan melatih pramuka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Mereka diajarkan tentang kepramukaan, peraturan AD/ART, upacara dan lain sebagainya dalam kepramukaan," sambungnya.

Selama lima hari para peserta akan menerima materi dari Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Bojonegoro. Para peserta dan pemateri diwajibkan mengenakan pakaian pramuka lengkap selama mengikuti KMD. [Yazid/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 12 September 2017

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal

Banjar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pelajar anggota IPNU-IPPNU Kota Banjar menggelar deklarasi penolakan paham radikal di sela-sela pelantikan kepengurusan baru masa khidmat 2017-2018 di Gedung Dakwah Masjid Agung Langensari Kota Banjar, Selasa (13/06/2017).

Acara deklarasi tersebut, dihadiri PMII Kota Banjar, Ketua Aswaja Center Tasikmalaya, Anggota DPRD Kota Banjar, GP Ansor Banjar, Banser serta undangan lainnya.

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal

Dalam kesempatan itu, Azi Muhammad Iqbal, Ketua IPNU Banjar, menegaskan, bahwa penyebaran paham radikal cukup signifikan. Bahkan, mereka memanfaatkan mulai dari anak-anak hingga usia dewasa. Dengan menanamkan pemahaman radikal, tentu tujuannya agar massa pendukungnya semakin banyak.

"Kita sangat khawatir sekali bila paham itu menyusup secara perlahan dan sistematis. Apalagi sarana saat ini seperti internet mudah dijangkau dan digunakan oleh siapapun. Dari itu, kita sebagai benteng Aswaja dari kalangan pelajar berkomitmen untuk mengantisipasinya," tegas Azi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melihat, penyebaran ujaran kebencian melalui berbagai media baik internet, selebaran di tempat umum, masuk ke tempat sentral ibadah, masjid, maupun ke lembaga pendidikan menjadi tugas bersama agar warga Nahdliyin terus mewaspadai dan menghentikannya.?

Bila tak demikian, kata Azi, Indonesia yang menjadi negara Muslim terbesar di dunia akan ternodai karena tak lagi ada kedamaian seperti yang sudah melekat kepada bangsa ini.

"Kongkritnya, diskusi dengan para pelajar soal Islam damai serta pemberian materi keaswajaan dalam berbagai kesempatan jangan sampai terlewatkan. Satu lagi, mendekatkan para pelajar dengan para kiai NU juga tidak kalah penting agar kesan jalan sendiri tak ada," pungkasnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Aswaja Center Tasikmalaya, Yayan Bunyamin, menegaskan langkah sederhana agar masyarakat bisa terhindar paham radikal. Di antara langkah tersebu, Yayan menganjurkan agar masyarakat mendengarkan dan mendekati para kiai di kampung atau di sekitar lingkungan masing-masing. Sebab, dengan itu akan lebih memudahkan masyarakat memahami secara langsung ilmu keagamaan dari sumberny yang kompeten.

"Saran saya juga kita jangan terjebak jargon yang mengatasnamakan Islam tok, jadi harus jelas asal usulnya. Jika kita terjebak di sana, niscaya benih-benih paham radikal yang disusupkan akan menggoyahkan kita dan berujung tindakan radikal atas nama agama," paparnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah disela-sela buka bersama dalam kegiatan tersebut.

Terakhir, lanjut Yayan, masyarakat diharapkan tidak mengakses atau menjadikan rujukan website yang kerap menggunakan bahasa kotor, provokatif serta konten yang menimbulkan kebencian antar sesama. Ia menganjurkan untuk sesering mungkin menyaring informasi agar tidak dikonsumsi mentah-mentah.

"Saya juga prihatin banyak yang menggunakan dalil Al-Quran terjemahan untuk dijadikan hujjah dalam berbagai persoalan. Padahal, untuk memahami ayatnya itu perlu kemampuan dari berbagai bidang ilmu," pungkasnya. (Muhafid/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Nahdlatul Ulama, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di Jerman ada salah satu pendeta yang setiap minggu mendoakan Gus Dur. Pendeta itu sangat mengagumi Gus Dur, kata Alissa Qatrunnada saat ngobrol santai bersama Gusdurian Yogyakarta di Pendopo LKiS Yogyakarta, Senin (22/4) sore kemarin.

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu

Alissa menceritakan bahwa kabar pendeta yang selalu mendoakan Gus Dur tersebut sampai terdengar ke KBRI. Ia juga mengungkapkan, tidak heran bahwa sahabat Gus Dur ada di mana-mana. Baik di Amerika, Jerman, Arab dan lain sebagainya.

“Kalau kita pergi ke luar negeri, kita berbincang-bincang sama akademisi, pasti kebanyakan mereka mengenal Gus Dur. Peringatan meninggalnya Gus Dur juga kerap kali dilaksanakan di luar negeri,” kata putri tertua Gus Dur itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Banyak orang yang mengagumi Gus Dur menurut Alissa, bukan hanya para sahabat atau muridnya. Para pemuda juga banyak yang mengaguminya. Mereka yang tergabung dalam Gus Durian, seringkali mempelajari pemikiran-pemikiran Gus Dur. Diharapkan, Gusdurian muda dapat menjawab realitas sosial yang ada dengan kacamata yang luas.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jaringan Gusdurian merupakan lidi-lidi, jika lidi tersebut terikat maka akan kuat. Gusdurian merupakan bentuk pesantren tanpa bangunan, yang di dalamnya dapat mengkaji pemikiran-pemikiran Gus Dur,” tandasnya. (Nur Sholikhin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jalin Komunikasi, Mahfud MD Kunjungi PBNU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Calon wakil presiden PKB Mahfud MD melakukan kunjungan ke gedung PBNU dan diterima oleh KH Said Aqil Siroj, Kamis (24/4).

Jalin Komunikasi, Mahfud MD Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Komunikasi, Mahfud MD Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Komunikasi, Mahfud MD Kunjungi PBNU

Mahfud menjelaskan, kunjungannya ke PBNU dalam rangka terus menjaga komunikasi dengan PBNU terkait dengan dinamika politik yang terus menghangat dalam pencarian mitra koalisi partai politik dan penentuan pasangan capres-cawapres.

“Sejauh ini, kami terus menjalin komunikasi dengan semua partai politik untuk membuka peluang koalisi,” tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menegaskan, mendapat tawaran menjadi pasangan Aburizal Bakrie, capres Partai Golkar, tetapi karena partai berlambang beringin tersebut meminta jawaban cepat, sementara PKB masih membuka peluang dengan partai lain, maka ia mempersilahkan Golkar mencari mitra koalisi lain.

KH Said Aqil Siroj menjelaskan, PBNU turut mendukung dan mendoakan kadernya menjadi pemimpin bangsa.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga menegaskan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar terus melakukan komunikasi dengan PBNU dalam penentuan kebijakan strategis pemilihan calon pemimpin nasional yang mempengaruhi masa depan bangsa Indonesia. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Ulama, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ada Ludrukan di Raker ISNU Jombang

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Ada yang menarik saat kepengurusan ISNU Jombang masa khidmat 2012 – 2016 menyelenggarakan rapat kerja. Yakni diputarnya tayangan ludrukan yang nota bene sebagai salah satu ciri khas kota santri ini.

Ada Ludrukan di Raker ISNU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Ludrukan di Raker ISNU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Ludrukan di Raker ISNU Jombang

Ludrukan adalah sebuah dialog khas Jombang yang sarat keakraban dan makna. Dan atas kreasi dari Ahmad Zainuddin, ludruk animasi karya PKBM Sanggar Belajar “Ya Latif” ini akan menjadi salah satu kontestan pada acara Literacy International Unesco Addis Abada di Ethiopia 24-28/3 yang akan datang.

Animasi ini sengaja diputar di hadapan peserta rapat kerja dan undangan untuk memberikan pesan bahwa telah ada karya positif dari salah seorang pengurus ISNU Jombang yang mampu berkiprah di dunia internasional. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ludrukan berjudul “rentenir” dengan durasi sekitar 25 menit ini membawa pesan tentang pentingnya semangat belajar bagi masyarakat kendati telah berusia lanjut. Dan kebetulan sang pembuat skenario, Guk Dien adalah koordinator seksi pendidikan dan peningkatan SDM di PC ISNU Jombang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tayangan ini juga menjadi suguhan yang cukup berbeda untuk kegiatan resmi di lingkungan NU. Apalagi kegiatan raker tersebut diselenggarakan di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar. “Wah, ludruk masuk pesantren nih,” kata beberapa hadirin.

Rapat kerja ini dihadiri sejumlah undangan antara lain Wakil Bupati Jombang, Bapak Widjono, Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid, Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, dan Sekretaris PW ISNU Jawa Timur, Muhammad Dawud.

 Untuk kepengurusan PC ISNU Jombang berjumlah 83 yang meliputi pengurus harian, seksi ekonomi dan koperasi, social politik, perempuan, pertanian dan peternakan, hukum dan HAM, pendidikan dan peningkatan SDM, Humas dan penerbitan, keorganisasian serta kesehatan. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 10 September 2017

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tudingan kafir, bidah, syirik, dan sejenisnya, mesti direspon dengan kepala dingan. Jangan menyikapinya dengan tanggapan negatif pula. Namun, lawanlah dengan cara ilmiah.

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Diam, Lawan Tudingan Kafir dengan Cara Ilmiah!

Demikian ditegaskan KH Marzuki Mustamar saat menjadi pemateri Dauroh Aswaja di halaman kantor PCNU di Jalan R Abb Azis Pamekasan, Ahad (22/1). Selain digagas oleh PCNU Pamekasan, acara tersebut melibatkan Pengurus Aswaja Center dan Pengurus MWCNU dari 13 kecamatan.

"Tiap kali kita dituding dengan penilaian negatif, jangan sekali-kali kita diam. Sebab, itu akan membuat mereka kian besar diri. Mereka yang suka mengafirkan atau membidahkan itu, harus diberi pelajaran dengan dalil naqliyah dan dalil aqliyah," tegas Kiai Marzuki di hadapan ribuan warga nadhliyin.

Dari prinsip itu, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang ini menelorkan gagasan yang diabadikan ke dalam karya monumentalnya, kitab Muhtashor al-Muqtathofat li Ahlilbidayat. Kitab ini dibagikan secara gratis kepada peserta Dauroh Aswaja.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Semua amaliyah an-nahdliyah, diurai dalam kitab tersebut beserta dalil-dalilnya. Isinya tidak asal comot, tapi ada dasar autentiknya," tegas Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur ini.

Kitab tersebut menjadi salah satu rujukan utama dalam diskusi keagamaan di Indonesia. Bahkan, telah lama dikaji secara rutin di beberapa masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 bada shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Ketika ditelusuri, kitab al-Muqtathofat menawarkan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syari. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indonesia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, beserta yang lainnya, tidak melenceng dari akidah.

"Bahkan, termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW," tukas Kiai Marzuki Mustamar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk diketahui, Dauroh Aswaja dihadiri para pengurus dan anggota lembaga, badan otonom, muslimat NU, para kiai dari ragam pesantren, pejabat, tokoh masyarakat, para pemuda, dan para pelajar se-Kabupaten Pamekasan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah