Minggu, 04 Maret 2018

Tiga Malam, Peringatan Hari Pahlawan PCNU Mimika

Mimika, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peringatan Hari Pahlawan PCNU Mimika  diisi dengan acara istighosah dan silaturahim ke beberapa titik warga NU Mimika. Acara berlangsung selama tiga malam pada 4, 8, dan 11 Novembember 2017.

Di Kampung Mwuare, Km14, pada Sabtu (4/11), diadakan pembukaan Istighosah An-Nadliyyah, doa untuk pahlawan serta donasi sekitar 45 buku yang kebanyakan buku Pendidikan Agams Islam untuk SD dan SMP. Juga dionasikan buku tajwid 10 buku dan Sirah Nabawiyah Husein Haekal.

Tiga Malam, Peringatan Hari Pahlawan PCNU Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Malam, Peringatan Hari Pahlawan PCNU Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Malam, Peringatan Hari Pahlawan PCNU Mimika

"Kami mengucapkan banyak terimakasih untuk semua bantuan, hanya Allah yang membalasnya," demikian ungkapan tulus Takmir Masjid Nurul Zhikmah, KM14, Ust Hasan.

Sementara itu Wakil Ketua PCNU Kabupaten Mimika, Sugiarso mengajak jamaah untuk meneladani para pejuang kemerdekaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Banyak anak kita tidak paham peran para kiai dalam perang 10 November, maka kita kaji malam ini untuk diceritakan ke anak cucu kita," terangnya

Pada malam kedua, Sabtu (8/11), peringatan Hari Pahlawan diisi dengan silaturahim dan donasi buku ke Pondok Pesantren Hidayatus Sibyan, Timika. Pembacaan Yasin, Tahlil dan Maulid Dibak dipimpin Ustad Hasbullah. Sementara jumlah buku yang disumbangkan sekitar 60 buku dan Al-Quran.

Dalam sambutannya, pengasuh Pesantren Hidayatus Sibyan, Ust Fauzy mengucapkan banyak terima kasih untuk PCNU Mimika atas.sumbangan buku tersebut.

"Buku nanti akan atur penggunaannya oleh ustad," kata Ustad Fauzi

Di lokasi tersebut, Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso mengajak para santri untuk mengenal sosok Rasulullah lewat buku yang didonasikan berupa Sirah Nabawiyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Siapa putra Rasulullah? Siapa nama itu Fatimah?" tanya Sugiarso kepada para siswa SD. Pertanyaan itu untuk memancing para siswa agar mempelajaris sejarah Nabi Muhammad SAW.

Pada malam ketiga, Sabtu (11/11), acara berlangsung di Masjid Baitul Muhajirin SP9. Acara berupa pembukaan Rutinan Istighosah An-Nadliyyah serta pembacaan doa untuk pahlawan bangsa.

"Mohon maaf jika dari masjid belum bisa memberikan konsumsi dan jamaah yang layak," ujar Ketua Takmir Iskandar dengan rendah hati.

Dalam pengantarnya Ustad Hasyim Asyari mengajak jamaah ikut sholat dan dzikiran berjamaah.

"Dzikir membuat kita tenteram dan menjadikan dekat kepada Allah," terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso kembali mengajak jamaah mendendangkan lagu perjuangan yang ngetop pada saat itu, Yalal Wathan.

"Tanpa mereka (ulama dan pejuang) kemerdekaan tak bisa bisa diraih," tegas Sugiarso. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 03 Maret 2018

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Solo,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PC GP Ansor Solo beserta sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi damai long march untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H. Acara tersebut digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi Solo, Ahad (14/6).

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Menurut Ketua GP Ansor Solo, dalam aksi tersebut para peserta menerbangkan balon yang bertuliskan pesan harapan “Damai Ramadhan Surakarta”.

“Ramadhan semoga menjadi momentum untuk saling menghortmati dan, serga untuk menciptakan Kota Solo yang kondusif dan damai,” terang Anwar, di sela acara.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam menciptakan upaya perdamaian.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami bangga dengan apa yang dilakukan para pemuda dalam upya menciptakan kerukunan antarumat beragama ini, Dengan sikap ini semoga berkah Romadhan memberkahi bangsa Indonesia sehingga tidak terjadi konflik yang bernuansa agama,” ujar dia.

Selain berorasi, para peserta aksi juga menampilkan beberapa kolaborasi seni antara lain kesenian hadrah dan barongsai. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 01 Maret 2018

Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina H Marsudi Syuhud mengatakan, Aksi Bela Palestina ini bertujuan untuk membela Palestina dan menolong Masjid Al-Aqsha dari penjajahan Israel dan Amerika Serikat. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa siapa saja yang membela Masjid Al-Aqsha yang berada di Yerusalem Palestina maka akan mendapatkan  berkah dari Allah.

“Allah sudah menjanjikan bahwa baroknya haulahu (diberkahi sekelilingnya). Termasuk kita yang Aksi Bela Palestina ini akan diberkahi Allah,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu di hadapan peserta Aksi Bela Palestina di Area Monas Jakarta, Ahad (17/12).

“Membela Masjid Al-Aqsha adalah membela Palestina,” lanjutnya.

Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Bela Palestina, Ketua Pelaksana: Kita Tolong Masjid Al-Aqsa

Ketua PBNU itu mengajak kepada seluruh umat Islam untuk ikut serta dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina. Sudah seharusnya masyarakat Palestina mendapatkan kehidupan yang layak sebagaimana bangsa-bangsa lainnya yang ada di dunia ini. 

"Mari kita bersama-sama mengajak seluruh bangsa di dunia untuk mewujudkan Palestina merdeka dan berdaulat," ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di dalam orasinya, Ketua Umum MUI KH Maruf Amin juga mendukung penuh kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Ia menolak klaim sepihak Presiden Amerika Serikat yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Kita mendukung Palestina berdaulat, Palestina berdaulat!” seru Rais ‘Aam PBNU itu.

Kiai Maruf juga menyerukan akan membuat petisi boikot Amerika apabila Donald Trump tidak mencabut keputusannya tersebut. 

“Kita akan buat petisi kepada Pemerintah AS di Kedutaan AS di Jakarta,” ujarnya.

Turut hadir dalam Aksi Bela Palestina ini Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan para pimpinan ormas Islam. (Muchlishon Rochmat)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 27 Februari 2018

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa

Tiada seorang pun yang mengetahui kualitas puasa orang lain. Karenanya kita sendiri tidak mengetahui kalau ada orang lain menipu kita dengan mengaku bahwa ia berpuasa. Karena saking rahasianya ibadah puasa, maka Allah menyediakan pahala yang besar untuk mereka yang berpuasa.

Terlepas dari kejujuran atau penipuan, Islam mengajurkan kita untuk berbagi takjil baik makanan maupun minuman. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebaikan terhadap orang-orang yang berpuasa.

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Berbagi Takjil Kepada Orang Berpuasa

Allah SWT menjanjikan ganjaran luar biasa begi merek yang berbagi takjil. Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, “Orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama berdasar pada hadits Rasulullah SAW.

Beliau bersabda, ‘Siapa yang berbagi takjil kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi pahala puasa orang yang ditraktir takjil.’

Kalau selagi berpuasa tadi orang yang ditraktir melakukan hal-hal yang membatalkan pahala puasanya seperti berbuat ghibah, menghasut orang lain, berdusta, memalsukan kesaksian, atau tindakan tercela lainnya, maka semua itu tidak berpengaruh pada pahala orang yang mentraktirnya.”

Keterangan di atas menunjukkan kuatnya anjuran untuk berbagi saat berbuka puasa. Anjuran ini sama sekali terlepas dari bagaimana kualitas puasa orang yang menjadi partner berbagi. Untuk itu kita juga dituntut untuk berbaik sangka terhadap orang lain. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 26 Februari 2018

Mengamati Perburuan Lailatul Qadar di Maroko

Rabat, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Setiap daerah memiliki ciri khasnya dalam menyambut Ramadhan dan lailatul qadar. Praktek Ramadhan dalam kontek Maroko adalah pengalaman yang sangat menyenangkan di mana disana dapat ditemui tradisi khas, masakan lezat, dan semangat solidaritas yang tinggi.

Setiap bulan Ramadhan Maroko mempunyai tradisi unik yang tidak ditemukan di negara-negara lain, diantaranya adalah “pengajian raja” yang disebut dengan durus hasaniyyah hingga saat ini masih tetap eksis. Pengajian tersebut diadakan oleh Raja Maroko yang dilaksanakan seminggu sekali selama bulan Ramadhan. Kali ini ada dua perwakilan dari Indonesia yang menghadiri acara ini. Pertama Dr KH Hamdan Rasyid, MA (ketua MUI DKI Jakarta) dan Prof Dr Amsal Bakhtiar MA (Purek UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Adapun orang Indonesia yang pertama kali menghadiri undangan raja tersebut adalah Dr KH Said Aqil Siroj pada tahun 2010.

Mengamati Perburuan Lailatul Qadar di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengamati Perburuan Lailatul Qadar di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengamati Perburuan Lailatul Qadar di Maroko

Tradisi unik lainnya yang melibatkan semua lapisan masyarakat Maroko adalah tatkala menyambut datangnnya malam lailatul qadar, jutaan orang Maroko mencurahkan sebagian besar waktu mereka untuk memperbanyak doa dan membaca Al-Quran selama lailatul qadar, acara ini diperingati setiap malam ke 27. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Umumnya, para orang tua menyuruh anak-anaknya yang masih berumur 5 sampai 10 tahun untuk memakai pakaian tradisional dan pergi ke negafa. Negafa adalah wanita yang mempersiapkan baju pengantin untuk pernikahan. Dia memiliki semua pakaian jenis tradisional, pakaian lokal dan internasional serta aksesoris untuk menghias pengantin wanita. Setelah didandani layaknya pasangan pengantin kemudian dilanjutkan dengan foto keluarga dan sanak famili.  Saat ini, banyak keluarga cenderung pergi ke studio foto yang sudah menyediakan pakaian tradisional dengan komplit agar tidak mengeluarkan banyak biaya. 

Kegiatan semacam ini untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan dilanjutkan mendatangi tempat kerumunan orang banyak dan tempat-tempat umum lainnya seperti taman-taman yang berada di samping jalan raya sehingga mengakibatkan jalanmya arus lalu lintas menjadi macet.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara ini berlangsung sampai adzan maghrib tiba, setelah buka bersama warga kembali berduyun-duyun mendatangi masjid untuk melaksanakan sholat isya dan taraweh berjamaah. Mulai shaf paling depan hingga kebelakang tak ada satupun yang kosong , banyaknya jamaah malam itu menjadikan pelataran masjid dipenuhi oleh jamaah tarawih, bahkan tidak sedikt yang menjadikan taman-taman di sekitar masjid di jadikan sebagai tempat untuk sholat. 

Setelah selesai sholat taraweh mereka tidak langsung pulang, hanya anak-anak kecil yang disuruh pulang ke rumah, sementara orang tuannya beri’tikaf di masjid sampai jam 02.00 malam. Inilah tradisi orang Maroko saat menyambut malam lailatul qodar.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El Ghezwa 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Umi Tanoh Abe, Pemilik Perpustakaan Tertua di Asia Tenggara Tutup Usia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun… Umi Tanoh Abe atau Hj Romani binti Mahmud tutup usia pada Jumat (1/9) sekitar pukul 22.00 di. Alhmarhumah mengembuskan napas terakhir di RSUZA, Banda Aceh.

Kabar duka tersebut diterima PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari media ssosial. Kemudian mengkonfirmasinya kepada Sekretaris PCNU Aceh Besar Al-Munzir. “Betul, Umi Tanoh Abe meninggal. PCNU Aceh Besar dan segenap warga NU Aceh turut berbela sungkawa,” katanya, Sabtu (2/9). ? ?

Umi Tanoh Abe, Pemilik Perpustakaan Tertua di Asia Tenggara Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Tanoh Abe, Pemilik Perpustakaan Tertua di Asia Tenggara Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Tanoh Abe, Pemilik Perpustakaan Tertua di Asia Tenggara Tutup Usia

Umi Tanoh Abe merupakan istri dari almaghfurlah Abu Dahlan Tanoh Abe, salah seorang tokoh NU Aceh yang tinggal di Kabupaten Aceh Besar.?

Umi Tanoh Abe mewarisi perpustakaan berlimpah dari leluhur suaminya. Perpustakaan itu menyimpan ribuan kitab ulama-ulama Aceh dan ulama luar dari abad ke-16 sampai 19. Peniliti dari sekitar 81 negara telah menyambangi perpustakaan itu.

Menurut Al-Munzir, perpustakaan Umi Tanoh Abe merupakan terbesar dan tertua di Asia Tenggara. Sebab tak ada perpustakaan pribadi setua dan selengkap Tanoh Abe.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada tahun 2016, PBNU mengirimkan tim untuk melacak jejak-jejak Islam di Nusantara. Salah satu tujuan tim itu adalah meneliti perpustakaan itu.?

Semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah dan semoga keturunan Umi Tanoh Abe menjaga perpustakaan yang sangat berharga bagi khazanah Islam Nusantara itu. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 23 Februari 2018

Perdana Menteri Wanita Pakistan

Gus Dur pernah menerima seorang ulama dari negeri Pakistan di kantor PBNU. Di sela-sela pertemuannya dengan Gus Dur, ulama Pakistan itu meminta sesuatu. Apakah itu?

"Tolong Gus, perintahkan kepada umat Anda agar mengirim doa surat Al-Fatihah kepada warga Pakistan. Karena warga Pakistan tengah tertimpa musibah!" kata ulama Pakistan.

Perdana Menteri Wanita Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana Menteri Wanita Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana Menteri Wanita Pakistan

"Inna lillah..... Musibah macam apa yang sedang menimpa negerimu?" tanya Gus Dur.

"Pakistan kini tengah dipimpin oleh Perdana Menteri wanita!" jawabnya sangat serius.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lantas ulama Pakistan itu mengutip Sabda Nabi, bahwa sebuah musibah akan datang jika ada negeri yang dipimpin oleh kaum wanita.

Cerita ini disampaikan Gus Dur di acara seminar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin. Gus Dur tidak sependapat jika wanita tidak boleh memimpin. Menurut Gus Dur, larangan wanita memimpin itu dicanangkan oleh Nabi dengan kondisi saat itu, yang mana seorang pemimpin harus kuat dan perkasa. Kekuasaannya nyaris mutlak. Berbeda dengan saat ini, sebuah kebijakan pemerintahan harus dijalankan berdasarkan sistem, dia tidak sendirian. Banyak diantara kabinet itu rata-rata laki-laki, jadi larangan wanita memimpin tidak lagi mutlak.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kembali ke cerita, mendengar jawaban Gus Dur yang demikian, ulama Pakistan itu tetap ngotot.

"Sudahlah, pokoknya kami minta dikirimi surat al-Fatihah! Gitu saja!"

Gus Dur tersenyum, baiklah, permintaan ulama Pakistan itu pun diturutinya dengan senang hati. Al-Faaatihah...! (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Syariah, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah