Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, sudah saatnya kader GP Ansor bangkit dari segala keterpurukan.

"Ketika hari ini orang lain menilai bahwa kemiskinan itu sebuah isu, saya tegaskan bahwa kemiskinan itu sudah nyata," ujar Deni saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Subang di Pondok Pesantren Al-Istiqamah, Kebondanas, Pusakajaya, Subang, Selasa (29/11).

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar: Kemiskinan Sudah Nyata, Harus Diperangi!

Dikatakan, sebagai organisasi kaderisasi, GP Ansor harusnya tampil untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan bagi para anggotanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Salah satunya dengan penguatan kapasitas dan revitalisasi pemberdayaan kader. Jika itu dijalankan, niscaya GP Ansor menjelma sebagai organisasi yang besar," katanya.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, lanjut Deni, hendaknya bisa memanfaatkan potensi dan peluang yang ada sehingga kader Ansor tidak kesulitan lagi dalam mengembangkan kreativitasnya itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terlebih, kader-kader Ansor sebetulnya memiliki skill individu yang bisa dikembangkan menjadi sebuah hasil karya yang baik. Tentu didorong dengan semangat yang tinggi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ada empat daerah yang belum ada kepengurusan cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa. Empat daerah tersebut adalah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Purbalingga.

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas

Hal itu dilaporkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jateng periode 2009-2014 H Sulatin dalam Konferwil II PSNU Pagar Nusa Jateng di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5) lalu.

Ia mengakui hal itu sebagai utang kepengurusan yang dia pimpin. Karena itu Sulatin mengharap pengurus baru periode 2015-2020 yang terbentuk memprioritaskan pembentukan pimpincan cabang di empat daerah tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Empat daerah yang belum ada kepengurusan Pagar Nusa itu justru basis NU. Pengurus baru nanti perlu memprioritaskan hal itu segera,” tuturnya saat membuka sidang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menerangkan, belum adanya kepengurusan di empat daerah tersebut bukan karena tidak ada pendekar Pagar Nusa. Tetapi karena pengurus lama sudah tidak aktif karena faktor usia tua dan ada yang telah meninggal dunia, tetapi belum ada penggantinya.

Karena itulah ia mengharap Pengurus Cabang NU (PCNU) di empat daerah tersebut membantu memfasilitasi pembentukan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa.

Adem Ayem

Sementara itu Konferensi Wilayah II Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah berlangsung adem-ayem saja. Tak ada kasak-kusuk pencalonan. Tak ada gerakan melobi peserta konferensi untuk mencari dukungan.

Konferensi yang berlangsug di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis-Jumat (14-15/5) lalu menetapkan Heru Harun Supriyanto secara aklamasi Sebagai pemimpin Pagar Nusa Jateng yang baru untuk periode 2015-2020. (Muhammad Ichwan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Kajian Islam, Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Hanya Cabang Terakreditasi Punya Hak Suara

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor sebentar lagi akan menggelar Konres ke-XV di Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, pada 25-26 November mendatang. Menurut tata kelola organisasi, tidak semua cabang yang mempunyai hak suara dalam kongres tersebut.

Hanya Cabang Terakreditasi Punya Hak Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya Cabang Terakreditasi Punya Hak Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya Cabang Terakreditasi Punya Hak Suara

Menurut Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor M. Aqil Irham, salah satu badan otonom NU tersebut menerapkan hal itu karena ingin memperkuat organisasi melalui sistem pengkaderan yang mapan terstruktur dan sistematik.

“Kita enggak ingin organisasi kita hanya sekadar papan nama, hanya ikut kongres, atau munas,” katanya ketika diwawancarai di PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Cabang yang punya hak suara, adalah mereka yang telah lolos akreditasi. Ada lima item yang mencerminkan 3 visi besar GAnsor, yaitu revitalisasi nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jamaah, memerpkuat sistem kaderasai, dan memberdayakan potensi anggota.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketiga item itu, kata dia, diperinci dalam lima item yang jadi variabel akreditasi. Pertama, implementasi visi pertama dengan item majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor. Kedua, konsolidasi organiaasi penguatan struktur dari tingkat pusat sampai ranting dengan variabel keaktifan organisasi bagi Pimpinan Wilayah adalah Pimpinan Cabang, bagi PC adalah Pimpinan Aanak Cabang.

Ketiga, kaderisasi. Keempat, amal usaha produktif yaitu setiap wilayah dan cabang harus memiliki satu unit usaha dan lembaga kursus pelathan. Kelima penguatan Banser.

“Nanti diberi skor. Bukan sekadar lulus. Kita sudah 3 kali pra kongres, mengumukan hasil akreditasi. Ada A, B, C, D, yang C dan C plus. Hal itu disepakati pada Konbes 2012 di Jakarta, di Pondok Pesantren Al-Hamid. Sampai hari ini diperkirakan 370 yang punya hak suara,” terang dia.

Mengingat keaktifan Ansor tidak seragam, Pimpinan Pusat menetapkan 3 kelas akreditasi. Kelas A meliputi Jawa dan Lampung, kelas B, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, sementara kelas C meliputi Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua. Mmasing-masing kelas memiliki tingkat akreditasi berbeda. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Internasional, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Magetan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jamaah pengajian rutin Lintang Songo Kabupaten Magetan memperingati harlah perdana, di halaman gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Magetan Jln. MT. Haryono No. 9 Ahad Pahing (13/4).

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Lintang Songo Magetan Gelar Harlah Perdana

Kegiatan diawali dengan majelis shalawat yang diiringi grup hadrah Ahbabul Musthofa Magetan. Didaulat untuk tausyiah Kiai Marzuki Mustamar, pengasuh Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Karangbesuki Sukun Malang

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur tersebut menjelaskan beberapa amalan Kiai Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yang terbit dengan judul Himpunan Putusan Madlis Tardjih Muhammadijah 1969.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, amalan Kiai Dahlan memiliki banyak kesamaan dengan amaliyah NU, seperti do’a Qunut, shalat memakai “usholi”, adzan 2 kali pada shalat Jum’at, serta dzikir berjamaah.

Pada kegiatan itu panitia memberikan cinderamata berupa hadiah kepada jama’ah serta disiarkan langsung di Radio Aswaja NU Magetan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian Lintang Songo rutin diselenggarakan tiap tanggal 9 bulan Hijriyah. Harla perdana digelar divisi Kiswah (Kajian Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah) Aswaja NU Center Magetan. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Sejarah, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Nganjuk, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di bulan yang penuh dengan rahmat ini IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk berupaya mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Pada Senin (05/06) tidak kurang dari 500 kader pelajar NU se-Kabupaten Nganjuk tumpah ruah di Kantor NU Nganjuk, untuk mengikuti ceramah kebangsaan dan berbuka puasa bersama.?

Para kader pelajar NU yang datang berasal dari PAC, PR dan PK yang ada di Nganjuk. Agenda dilaksanakan juga bertepatan dengan penutupan rutinan khotmil qur’an yang istiqomah dilaksanakan kader IPNU-IPPNU sejak awal puasa kemarin.

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Nganjuk, IPNU-IPPNU Selenggarakan Ceramah Kebangsaan

Agenda ceramah kebangsaan dimulai sejak pukul 16.00 WIB diisi langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Nganjuk, KH Ali Musthofa Said. Ia menyampaikan pentingnya memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air dan peduli kemanusiaan yang sekarang mulai pudar di kalangan pelajar dan remaja.?

“Kita sekarang mengalami tantangan yang tidak mudah. Banyak kekuatan-kekuatan yang ingin menghancurkan Indonesia, baik dari dalam maupun dari luar. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi garda depan dalam penanaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah dan cinta tanah air kepada pelajar dan remaja. IPNU-IPPNU harus jemput bola untuk pendirian komisariat IPNU-IPPNU,” tutur Kiai Ali dalam ceramahnya.

Ceramah kebangsaan berakhir setelah terdengar adzan maghrib. Peserta menikmati berbuka puasa bersama dengan cara santap konsumsi berhadap-hadapan ala pesantren. Sebelumnya peserta melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di sisi lain, lembaga sayap IPNU-IPPNU yakni CBP dan KPP juga tidak mau ketinggalan menyemarakkan buan Ramadhan. Pasukan elit IPNU-IPPNU ini turun ke jalan untuk membagikan takjil dari tempat satu ke tempat lain. Sabtu (03/05) kader korp pelajar NU memulai program turun ke jalan di lampu merah jalan Panglima Soedirman, Kota Nganjuk. Program ini akan dilaksanakan selama empat kali dengan harapan memberikan pendidikan kepada pasukan, untuk peduli sesama dan sebagai sumbangsih kecil korp untuk masyarakat.

“Dalam program ini kami mengajak seluruh dermawan yang berkenan untuk sama-sama berbagi di bulan suci. Program ini bekerja sama dengan Gemasaba Nganjuk dan membuka lebar-lebar donasi yang dapat kami salurkan lewat pembagian takjil kepada masyarakat,” ungkap Nizar selaku Komandan CBP IPNU.

Program-program Ramadhan lain yang juga dilakukan oleh IPNU-IPPNU Nganjuk adalah rutinan khataman khotmil qur’an, mengisi kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah-sekolah dan konsolidasi pendirian PAC dan Komisariat IPNU-IPPNU. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Menteri Agama Lukman Hakim saifuddin bersama ribuan jemaah haji Indonesia menghadiri Silaturahim NU Sedunia di Mahbas Jin, Makkah. Silaturahim ini digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa NU Arab Saudi.

Tampak hadir dalam silaturahim ini, KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri, sejumlah Pengurus PBNU. Di hadapan ribuan warga Nahdliyyin yang hadir, Menag menegaskan kembali tentang komitmen dan kontribusi NU terhadap eksistensi NKRI.?

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Hadiri Silaturahim Warga NU Sedunia di Makkah

“NU sebagai jamiyah diniyyah islamiyyah dikenal paling besar komitmennya terhadap eksistensi NKRI karena ajaran yang dianutnya selama ini,” ujar Menag, Selasa (29/08) sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Menag menilai ajaran pendahulu NU sangat relevan sebagai pondasi dalam membangun peradaban bangsa dan dunia.?

“Nilai yang selama ini diajarkan pendahulu kita semakin relevan. Ajaran tasammuh, tawasuth, tawazun, dan i’tidal semakin dibutuhkan,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehubungan itu, Menag mengajak warga NU untuk terus aktif menebarkan Islam dengan kearifan. Menurutnya, dalam menebarkan nilai-nilai NU, Nahdliyyin jangan ikut tergoda melakukan tindakan yang justru bertolak belakang dengan nilai itu sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Menyebarkan ajaran Islam Nusantara tidak perlu dengan cara menyalah-nyalahkan paham atau ajaran lain yang berbeda dengan kita. Tebarkan ajaran itu sesuai nilai NU itu sendiri,” tandasnya.

Menag menyambut baik agenda tahunan yang diselenggarakan PCI NU Arab Saudi. Menurutnya, kegiatan ini positif. Selain karena temanya relevan dengan perkembangan zaman, yaitu meneguhkan NKRI, pertemuan ini memberi peluang warga NU untuk bersilaturahim dan mendengarkan tausiah dari para ulama. ?

“Alhamdulillah tadi dihadiri KH Maemoen Zubair, KH Shalahuddin Wakhid, KH Agoes Ali Masyhuri dan banyak tokoh ulama selain dari PBNU dan dari berbagai kalangan,” tuturnya. “Ini sesuatu yang penting agar di tengah musim haji, warga NU bisa berkumpul dan bersilaturahim sambil mendoakan bangsa Indonesia senantiasa terjaga keutuhannya sebagai bangsa di tengah kemajemukan,” tandasnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Tampil sebagai narasumber, antara lain: Yahya Cholil Tsaquf dan Rumadi Ahmad. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah