Selasa, 13 Februari 2018

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.

Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.

Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam rangka melestarikan tradisi di kalangan Nahdlatul Ulama, Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMK Maarif NU Talang Kabupaten Tegal melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh Tegal, Ahad (19/11).

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lestarikan Tradisi, Pelajar SMK Maarif NU Ziarahi Ulama

Ziarah berlangsung selama sehari dan diikuti 200 pelajar SMK Maarif NU itu didampingi sejumlah guru pembina.

Kepala SMK Maarif NU Talang, Moh. Hasanudin melalui Pembina IPNU dan IPPNU, Muhamad Royani mengatakan, kegiatan ziarah dimaksudkan untuk melestarikan tradisi para ulama salafus shalihin (orang-orang saleh, red.).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kegiatan ini diikuti oleh anggota IPNU dan IPPNU Komisariat SMK Maarif dengan tujuan untuk tawassul, tafakur dan munajat kepada Allah SWT, melalui perantara waliyullah," ungkap Royani.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, ziarah juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat para pelajar NU untuk lebih mengenal para pendahulunya agar bisa dijadikan uswatun hasanah (teladan baik).

"Harapannya sebagai generasi penerus Nahdliyin, kita dan para pelajar NU mampu melestarikan tradisi dan mempertahankan aqidah Ahlussunah wal-Jama’ah di bumi Nusantara," tandasnya

Para tokoh dan sesepuh Tegal yang diziarahi itu di antaranya KH Miftah Kajen, mantan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal yang menjabat selama 3 periode yang juga ulama ahli falak dan fikih, KH Barmawi Tegalwangi yang merupakan ulama ahli tasawuf pada zamannya.

"Anak-anak juga berziarah ke makam pendiri sekaligus Bupati Tegal, Ki Gede Sebayu yang berlokasi di dekat bendungan Desa Danawarih Kecamatan Balapulang," imbuhnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meresmikan kepengurusan 34 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 294 Pimpinan Ranting sekabupaten, Sabtu (26/12). Sebanyak seribu anggota GP Ansor dari perwakilan anak cabang dan ranting sekabupaten menyaksikan pelantikan ini.

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Mereka mengenakan seragam harian GP Ansor . Tampak hadir seluruh keluarga besar NU dan Bupati Tasikmalaya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep menyatakan, pelantikan ini amerupakan upaya penguatan NU di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Karena, penggerak pembangunan NU dan pembangunan daerah adalah kaum muda khususnya Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya menginginkan pengurus GP Ansor yang dilantik sekarang menjadi pelopor di daerah masing masing,” kata Asep.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada tahun 2015 ini, kata Asep, kita akan melakukan 13 putaran PKD. Kita membangun dan fokus pada Ansor. Pada 2016 kita akan fokus pada Diklatsar.

“Jika ada yang akan menggelar PKD, itu harus dilaksanakan oleh PAC GP Ansor karena 2016 kita ingin mencetak 1000 pasukan Banser di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Asep. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saudagar Nahdliyin Geliatkan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang bertempat di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).

Di dalam sambutannya, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin Abdul Kholik menuturkan, peserta yang hadir adalah para saudagar Nahdlatul Ulama.

Saudagar Nahdliyin Geliatkan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudagar Nahdliyin Geliatkan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudagar Nahdliyin Geliatkan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman

"Rata-rata di level medium para pengusaha ini," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini HPN sedang melakukan konsolidasi secara masif. Hal tersebut dimaksudkan agar warga NU bukan hanya menjadi pangsa pasar belaka, tetapi juga bisa menciptakan pasar itu sendiri.

Dengan adanya HPN ini, ia berharap ke depan akan ada Nahdliyin yang menjadi konglomerat. "Kita harap sepuluh tahun ke depan masuk 10 besar Forbes," cetusnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, ia menjelaskan, ini ada upaya untuk untuk mengurangi kesenjangan yang ada di bidang ekonomi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Cara PBNU merespon bukan dengan memprotes pemerinah karena ada kecemburuan di bidang ekonomi. Tapi kami mencambuk para saudagar," jelasnya.

Acara ini dihadiri oleh para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan pengusaha-pengusaja Nahdliyin dari sepuluh Provinsi. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 12 Februari 2018

Aktivis Matan Kudus Kibarkan Merah Putih di Puncak Merbabu

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka peringatan? hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan ke-69 RI, belasan aktivis? Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (Matan) Kudus, Jawa Tengah, bersama Forum Mahasiswa Islam (Formi) Universitas Muria Kudus (UMK) dan Pramuka Racana Muria Whira Shima UMK melakukan pendakian bersama di Gunung Merbabu, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Menurut Koordinator kegiatan, Danar Ulil, perjalanan kaki dimulai dari pos Cunthel Kopeng Salatiga Sabtu malam (16/8) hingga sampai puncak Merbabu pada Ahad (17/8). “Di salah satu puncak Merbabu dengan tower puncak mencapai 2985 m di atas permukaan laut ini, kami mengadakan upacara bendera kemerdekaan yang diikuti rombongan pendaki lainnya,” tuturnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (18/8).

Aktivis Matan Kudus Kibarkan Merah Putih di Puncak Merbabu (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Matan Kudus Kibarkan Merah Putih di Puncak Merbabu (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Matan Kudus Kibarkan Merah Putih di Puncak Merbabu

Danar mengatakan, pendakian dan pengibaran sang Saka Merah Putih ini merupakan bagian dari refleksi hari kemerdekaan Indonesia yang memasuki usia 69 tahun. Ia sengaja memilih gunung Merbabu karena sejarah membuktikan daerah ini merupakan wilayah perjuangan para patriot bangsa dalam merebut kemerdekaan.

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita mememperingati kemerdekaan sekaligus napak tilas daerah yang pernah menjadi medan perjuangan patriot bangsa,” ujar Mahasiswa yang juga pengurus Departemen Kaderisasi Matan Kudus.

Kegiatan memperingati hari kemerdekaan di puncak Merbabu ini membawa kesan tersendiri bagi peserta. Menurut salah seorang anggota, Anita Rahmawati, momen upacara 17 Agustus 2014 ini sangat luar biasa sebab biasanya hanya dilakukan di sekolah atau kampus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Namun pada tahun ini dengan perjuangan sekuat tenaga bisa melaksanakannya di Gunung Merbabu. Subhanallah, penuh haru dan bangga,” tutur anggota Pramuka Racana Muria Whira Shima UMK. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Siswa Kelas XI Bahasa SMA Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Muhammad Taufiqurahman akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi Chinese Britke di Beijing, Tiongkok mulai 14 hingga 30 Oktober mendatang.?

Motivasinya berangkat ke Tiongkok karena ingin mengangkat derajat orang tuanya dan derajat santri. Sebab selama ini dirinya mengaku tidak sependapat dengan anggapan bahwa santri itu hanya bisa mengaji saja. Pasalnya santri bisa menguasai berbagai ilmu, termasuk penguasaan bahasa asing.

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Nurul Jadid Ini Ikuti Kompetisi Chinese Britke di Tiongkok

Sebelum berangkat ke negeri tirau bambu tersebut, Taufik dilepas secara khusus oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (4/10).

Dalam kesempatan tersebut, secara khusus anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini unjuk kebolehan dengan berpidato menggunakan Bahasa Mandarin. Dengan fasih dia berpidato yang intinya ingin memperkenalkan diri dan pamit. Selama kurang lebih 2 (dua) menit, dia berpidato tanpa ada rasa canggung.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai berpidato, Tantri meminta agar dalam yang diikuti oleh 60 negara lainnya di dunia ini Taufik juga memperkenalkan potensi dan ikon yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Kenalkan Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan bahasa Mandarin. Sampaikan kalau disini ada Gunung Bromo,” katanya.

Taufik bercerita bahwa dalam lomba nanti ada 4 (empat) hal yang harus diikuti selama berada di Tiongkok. Meliputi, tes tulis, pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dan penampilan kebudayaan daerah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tiga hari pertama di Beijing, nantinya akan dilakukan pengenalan lingkungan dan kunjungan ke KBRI. Selanjutnya akan diadakan lomba individu, lomba antar negara dan lomba antar benua,” jelasnya.

Sebagai persiapan ke Beijing ini, Taufik mengaku jauh-jauh hari sebelumnya sudah melakukan persiapan baik latihan maupun pemantapan. Terlebih dengan makanan yang ada di Beijing. “Tetapi disana sekarang sudah banyak makanan yang halal,” tambahnya.

Keikutsertaannya dalam lomba ini bagi Taufik adalah ingin mengangkat derajat orang tua dan santri. Sebab banyak isu beredar jika santri banyak yang kurang terampil dan tak meyakinkan, baik dari segi komunikasi maupun lainnya. “Makanya dengan ini kami ingin membuktikan kalau santri juga mampu dan tak kalah dengan lainny. Saya ingin mengangkat derajat para santri,” tegasnya.?

Sementara Kepala SMA Nurul Jadid Faizin Syamwil mengatakan bahwa saat ini sudah ada 58 anak didiknya yang sudah menjadi mahasiswa di Tiongkok. “Memang di sekolah kami sudah menerapkan program unggulan bahasa,” katanya.

Faizin mengharapkan agar keberangkatan Taufik ke Tiongkok ini bisa memberikan motivasi kepada siswa yang lain di Kabupaten Probolinggo bahwa tidak ada yang tidak mungkin kalau mau belajar dan berusaha. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 11 Februari 2018

Santri Pesantren SAQA Dilatih Buat Batik Ikat Celup

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka menciptakan santri wirausahawan di lingkungan pesantren, sedikitnya 30 santri Pesantren Syech Abdul Qodir Al Jaelani (SAQA) di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengikuti pelatihan kerajinan pembuatan batik ikat celup dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/3).

Santri Pesantren SAQA Dilatih Buat Batik Ikat Celup (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren SAQA Dilatih Buat Batik Ikat Celup (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren SAQA Dilatih Buat Batik Ikat Celup

Selain santri, pelatihan yang digelar di asrama KH Aminuddin ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar lingkungan pesantren. Mereka tampak sangat antusias menyimak materi sekaligus praktik yang dipandu oleh pelaku Batik Tulis Prabu Linggih dari Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan Satimin.

Kasi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo Totok Suyanto mengungkapkan pelatihan ini digelar sebagai upaya untuk mendidik santri pesantren supaya menjadi seorang santri entrepreneurship.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pelatihan ini digelar dengan tujuan agar santri memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan serta termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah,” ungkapnya.

Dengan adanya pelatihan ini Totok mengharapkan agar mampu menggugah bagi para santri lain supaya berminat menjadi seorang wirausaha sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan dapat menciptakan lapangan usaha baru.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memberikan semacam motivasi dan dorongan semangat kepada para santri lain agar mampu mengembangkan dan mengolah kemampuan yang dimilikinya untuk dapat menciptakan usaha baru baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” harapnya.

Sementara Pengasuh Asrama KH Aminuddin Hj. Sa’diyah Aminuddin menyambut baik pelatihan bagi santrinya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan cita-cita pesantren untuk mencetak kader muda yang handal dan berkualitas berbekal ilmu agama dan keterampilan yang dimilikinya selama mondok di pesantren.

“Paling tidak setelah lulus dari pesantren, santri bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapatnya di tengah-tengah masyarakat sehingga mampu menjadi kebanggaan keluarganya,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah