Minggu, 11 Februari 2018

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Makkah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Raja Arab Saudi, Gubernur wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat menegaskan bahwa pihak kerajaan menolak semua tuduhan adanya politisasi dan internasionalisasi haji. Menurutnya, haji adalah ibadah dan perilaku yang beradab.

Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi berita yang beredar bahwa Arab Saudi melarang jemaah haji dari Qatar, negara yang putus diplomasi dengan Arab Saudi Juni lalu.

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Saudi Bantah Tudingan Politisasi Haji

Khalid Al-Faisal, seperti dilansir kantor berita Arab Saudi, SPA, Senin, menyatakan pemerintah dan warga negaranya sangat antusias menyediakan semua potensi untuk melayani jemaah haji dan umrah untuk melakukan melakukan ritual mereka dengan mudah. Pihaknya meminta para jemaah untuk menjadi teladan Muslim yang beretika dan beradab.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Jenderal Cabang Kemeterian Urusan, Panggilan, dan Bimbingan Islam di wilayah Makkah, Ali bin Salem Al-Abdali, Selasa, juga mengutuk tudingan politisasi atau internasionalisas haji. Dia menegaskan bahwa ritual haji hanya untuk Allah SWT, jauh dari segala nafsu, partai, dan afiliasi politik.

Sebelumnya, mengutip surat kabar Al Sharq yang berpusat di Doha, Aljazeera pada 11 Juni lalu melaporkan, Pemerintah Saudi mencegah warga Qatar memasuki Masjidil Haram di Mekah. Peristiwa ini lantas berlanjut dengan protes keras Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kementerian Wakaf Agama Suriah, Selasa (1/7), sebagaimana dilansir AP, melancarkan protes ke Arab Saudi lantaran warga negaranya dilarang ke Tanah Suci. Ia mengkritik dan menyebut kebijakan ini sebagai "eksploitasi politik dan finansial" Riyadh atas ritual ziarah tahunan itu. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Pesantren, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia H Anwar Abbas mengatakan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi saat ini mampu memengaruhi pola pikir masyarakat. Walaupun suasana semangat keberislaman semakin marak diberbagai media, harus diwaspadai konten-konten negatif yang juga mengiringi fenomena ini.

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan

"Kalau tidak hati-hati, masyarakat bisa terpengaruh dari apa yang dibaca dan didengar dimedia," katanya saat memberikan sambutan pada Silaturahmi Nasional Stakeholders Konten Keislaman dengan Tema Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Konten Keislaman untuk Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Persaudaraan Kebangsaan Ukhuwah Wathoniyah di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (7/12).

Ia menilai saat ini ada pihak tertentu yang memiliki niatan merusak Islam dengan menjauhkan agama dari sendi-sendi kehidupan umat Islam di Indonesia. Salah satunya, menurutnya, disebarkan melalui konten-konten pemberitaan dan buku-buku bacaan.

Kondisi ini menjadi salah satu tugas MUI melalui Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) untuk meneliti dan mengkritisi konten-konten buku dan media informasi lainnya yang akan merusak pola fikir masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dengan mengkritisi, diharapkan LPBKI-MUI mampu mengubah citra Islam yang saat ini ada sebagian kelompok mencoba merusaknya," ungkapnya.

Langkah-langkah ini merupakan usaha konkrit MUI dalam rangka menjaga dan berkhidmah kepada umat. Lebih lanjut ia menjabarkan tugas MUI diantaranya lihimayatiddin (menjaga agama), lihimayatil ummah (menjaga Ummat) dan lihimayatid daulah (menjaga negara).

"Bangsa Indonesia sepakat bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi was Syahadah. Negara yang dibangun dengan kesepakatan. Oleh karenanya kita wajib menjaga Negara Indonesia, ideologi Pancasila, dan UUD 1945," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Pengamat ISIS dari Universitas Vienna, Dr Nico Prucha, mengatakan, ISIS menggunakan media sosial sebagai strategi komunikasi untuk merekrut dan menyebarkan pahamnya.

"Mereka merekrut anggota baru dari video dan jaringan media sosial yang mereka sebarluaskan," kata ? Prucha, pada International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil), di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Selasa.

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

Oleh sebab itu, paham ISIS gampang tersebar karena sebagian besar penyebaran pemahaman mereka menggunakan pendekatan berbasis sosial.

Hal ini juga berdampak pada wajah Islam di mata dunia yang mengaggap ISIS adalah Islam sebenarnya.

Dia mengatakan ISIS mengunggah dua video dalam sehari, menggunakan bahasa Arab dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa lainnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jadi sebanyak 95 persen menggunakan bahasa Arab dan sebanyak lima persen menggunakan bahasa lain, seperti Jerman, Belanda, Inggris," kata Nico.

Dia mengatakan ISIS mempunyai simpatisan atau anggota di berbagai negara Eropa yang masuk sebagai imigran.

Kejadian ini berdampak pada penolakan negara-negara Eropa atas imigran Muslim di negaranya.

Dia mengatakan ISIS mengklaim dirinya sebagai Islam yang paling benar sesuai Al-Qur’an dan sunnah Rasul, mereka juga menolak Islam yang berbeda dari paham mereka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Seperti mereka menolak Islam yang ada di Indonesia, mereka menganggap Islam Nusantara salah karena menjunjung toleransi kepada umat beragama," kata dia.

Selain itu, ISIS juga menguasai tanah seperti di Suriah dan di Irak. Prucha mengatakan gerakan ISIS ini berbahaya karena menggunakan pendekatan kekerasan dan perang. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa shalat Jumat di jalan raya tidak sah, bahkan bisa haram jika menggangu ketertiban umum dan masalah sosial.

"NU melalui Lembaga Bahtsul Masail sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

(Baca: Ini Pandangan Fiqih PBNU Soal Shalat Jumat di Jalanan)

Kiai Said menjelaskan kembali kepada awak media usai memberikan sambutan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir. Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafii dan Maliki.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Madzhab Maliki dan Syafii itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Menurut kedua madzhab tersebut, lanjutnya, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa. Madzhab tersebut patut diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Seperti diinformasikan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Mereka kembali melakukan aksi tersebut karena Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sampai saat ini belum ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kebebasan dan keterbukaan yang seakan tanpa batas sejak era reformasi memberi jalan bagi masuknya berbagai macam ideologi dari luar ke Indonesia. Celakanya, ideologi-ideologi yang umumnya tak memiliki akar budaya setempat itu masuk tanpa kontrol dari bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara utama pada Sosialisasi Peraturan Bersama Menag-Mendagri No 9 dan 8 Tahun 2006 yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/5) kemarin.

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi

“Tumbuh dari situasi makro Indonesia, reformasi. Reformasi yang ultrademokrasi dengan kebebasan yang begitu terbuka. Pengaruh asing masuk, seperti fundamentalisme, ekstrimisme, ateisme, liberalisme, dan sebagainya,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Ia menjelaskan, pengaruh-pengaruh asing yang masuk ke Indonesia itu dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok gerakan, terutama kelompok gerakan keagamaan Islam. Pertama adalah kelompok Islam yang menolak sikap saling menghargai atau tidak toleran. “Kelompok ini cirinya mudah sekali mengkafirkan orang lain,” katanya.

Umumnya, kata Hasyim, mereka mengikuti gerakan politik dari kelompok-kelompok di Timur Tengah (Timteng), seperti Hizbut Tahrir, Majelis Mujahidin, Jaulah, Al-Qaeda, dan lain-lain. Sehingga, tampak seakan-akan segala sesuatu yang diperjuangkan di negara-negara Timteng itu juga harus diterapkan di Indonesia.

“Padahal, kelompok-kelompok (di Timteng) itu, di negaranya saling bertentangan. Tidak hanya bertentangan antar-kelompok, tetapi juga pada negara atau pemerintahnya. Kalau kita mengikuti mereka, maka kita akan jadi bagian masalah mereka,” papar Presiden World Conference of Religions for Peace itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan, kelompok kedua adalah kelompok yang mengusung dan menyebarkan paham kebebasan atau liberalisme. “Kelompok ini, kerjaannya atau cirinya membongkar akidah dan fanatisme orang beragama,” pungkasnya.

“Dididiklah anak-anak NU bahwa abortus (pengguguran kandungan, Red) itu halal. Sebetulnya tidak hanya anak-anak NU, tapi juga anak-anak Muhammadiyah juga kena,” tambah mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu.

Menurut Hasyim, dua paham yang saling bertentangan yang dibawa masing-masing kelompok itu kemudian menjadi pemicu berbagai konflik antar-agama maupun intra agama. Belakangan muncul kasus-kasus pelecehan terhadap agama Islam di Batu (Malang). Kasus terbaru ditemukannya Kitab Suci Al-Quran yang disisipi Injil di Jombang, Jatim. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik

Bandung Barat, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus PP IPNU melantik pengurus IPNU Bandung Barat di pesantren Miftahul Hasanah Al-Mursi asuhan KH Ade Komarudin, kecamatan Cililin, Sabtu (25/10) pagi. Tampak hadir dalam pelantikan ini Rais Syuriyah KH AA Maulana, Ketua Fatayat Bandung Barat Teh Iis, pengurus IPNU Jabar Irfan Mujahid, IPPNU, GP Ansor, organisasi siswa intera sekolah (OSIS) dan pengurus pesantren, organisasi kepemudaan sekabupaten Bandung Barat.

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik

Ketua IPNU Bandung Barat Restu Faturahman mengatakan, program unggulannya ialah kaderisasi dan menciptakan soliditas kader terhadap organisasi.

“Kami menargetkan program unggulan untuk bisa membentuk pimpinan anak cabang IPNU sekabupaten Bandung Barat,” ujar Restu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Maulana menyatakan dukungannya atas pelantikan IPNU Bandung Barat setelah konferensi Juni lalu. “Saya harap IPNU bergerak lebih progresif dalam kaderisasi karena 25 tahun ke depan yang memegang NU ialah IPNU, IPPNU, GP Ansor dan Fatayat.” (Aris PA/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PBNU akan proaktif melakukan komunikasi dan mediasi dengan kekuatan jaringan yang dimiliki untuk mencegah terjadinya adu domba sesama umat Islam.?

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Hal ini merupakan salah satu rekomendasi ? rapat pleno PBNU yang dibacakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di pesantren Unsiq, Kalibeber Wonosobo, Ahad (8/9).

PBNU juga berharap agar umat Islam menghindari politik adu domba yang dimainkan oleh kekuatan adi daya yang bertujuan untuk kepentingan ekonomi (eksploitasi sumber daya alam dan minyak), dan tetap mempertahankan kekuatan hegemoni negara Israel di Timur Tengah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, PBNU mendorong pemerintah untuk proaktif melakukan diplomasi, melalui OKI dan PBB agar kedua organisasi internasional itu sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan terjadinya konflik dan agresi militer.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Secara spiritual, PBNU menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan umat Islam di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah dan istighotsah agar konflik segera berakhir dan perdamaian segera terwujud. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah