Sabtu, 10 Februari 2018

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa shalat Jumat di jalan raya tidak sah, bahkan bisa haram jika menggangu ketertiban umum dan masalah sosial.

"NU melalui Lembaga Bahtsul Masail sudah mengeluarkan fatwa, Jumatan di jalan tidak sah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat memberikan sambutan dalam Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/11).

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Tegaskan Shalat Jumat di Jalanan Tidak Sah

(Baca: Ini Pandangan Fiqih PBNU Soal Shalat Jumat di Jalanan)

Kiai Said menjelaskan kembali kepada awak media usai memberikan sambutan bahwa fatwa itu didasarkan pada kajian kiai dan ulama NU selama beberapa waktu terakhir. Para ulama dan kiai NU mendasarkan fatwa itu kepada mazhab Imam Besar Syafii dan Maliki.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Madzhab Maliki dan Syafii itu kalau imamnya di masjid, makmumnya keluar-keluar di jalan enggak apa-apa, tetapi kalau sengaja keluar rumah mau shalat Jumat di jalanan, shalatnya enggak sah," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Menurut kedua madzhab tersebut, lanjutnya, Jumatan harus di dalam bangunan yang sudah diniati untuk shalat Jumat di sebuah kota atau desa. Madzhab tersebut patut diterapkan di Indonesia saat ini. Sebab, jika shalat dilakukan di sembarang tempat, apalagi di tempat umum, mengurangi kekhusyukan ibadah itu sendiri sekaligus mengganggu ketertiban umum.

Seperti diinformasikan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016. Mereka kembali melakukan aksi tersebut karena Gubernur DKI Jakarta Nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sampai saat ini belum ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kebebasan dan keterbukaan yang seakan tanpa batas sejak era reformasi memberi jalan bagi masuknya berbagai macam ideologi dari luar ke Indonesia. Celakanya, ideologi-ideologi yang umumnya tak memiliki akar budaya setempat itu masuk tanpa kontrol dari bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara utama pada Sosialisasi Peraturan Bersama Menag-Mendagri No 9 dan 8 Tahun 2006 yang digelar Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU, di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (15/5) kemarin.

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Ideologi Transnasional Masuk Sejak Reformasi

“Tumbuh dari situasi makro Indonesia, reformasi. Reformasi yang ultrademokrasi dengan kebebasan yang begitu terbuka. Pengaruh asing masuk, seperti fundamentalisme, ekstrimisme, ateisme, liberalisme, dan sebagainya,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Ia menjelaskan, pengaruh-pengaruh asing yang masuk ke Indonesia itu dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok gerakan, terutama kelompok gerakan keagamaan Islam. Pertama adalah kelompok Islam yang menolak sikap saling menghargai atau tidak toleran. “Kelompok ini cirinya mudah sekali mengkafirkan orang lain,” katanya.

Umumnya, kata Hasyim, mereka mengikuti gerakan politik dari kelompok-kelompok di Timur Tengah (Timteng), seperti Hizbut Tahrir, Majelis Mujahidin, Jaulah, Al-Qaeda, dan lain-lain. Sehingga, tampak seakan-akan segala sesuatu yang diperjuangkan di negara-negara Timteng itu juga harus diterapkan di Indonesia.

“Padahal, kelompok-kelompok (di Timteng) itu, di negaranya saling bertentangan. Tidak hanya bertentangan antar-kelompok, tetapi juga pada negara atau pemerintahnya. Kalau kita mengikuti mereka, maka kita akan jadi bagian masalah mereka,” papar Presiden World Conference of Religions for Peace itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan, kelompok kedua adalah kelompok yang mengusung dan menyebarkan paham kebebasan atau liberalisme. “Kelompok ini, kerjaannya atau cirinya membongkar akidah dan fanatisme orang beragama,” pungkasnya.

“Dididiklah anak-anak NU bahwa abortus (pengguguran kandungan, Red) itu halal. Sebetulnya tidak hanya anak-anak NU, tapi juga anak-anak Muhammadiyah juga kena,” tambah mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu.

Menurut Hasyim, dua paham yang saling bertentangan yang dibawa masing-masing kelompok itu kemudian menjadi pemicu berbagai konflik antar-agama maupun intra agama. Belakangan muncul kasus-kasus pelecehan terhadap agama Islam di Batu (Malang). Kasus terbaru ditemukannya Kitab Suci Al-Quran yang disisipi Injil di Jombang, Jatim. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik

Bandung Barat, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus PP IPNU melantik pengurus IPNU Bandung Barat di pesantren Miftahul Hasanah Al-Mursi asuhan KH Ade Komarudin, kecamatan Cililin, Sabtu (25/10) pagi. Tampak hadir dalam pelantikan ini Rais Syuriyah KH AA Maulana, Ketua Fatayat Bandung Barat Teh Iis, pengurus IPNU Jabar Irfan Mujahid, IPPNU, GP Ansor, organisasi siswa intera sekolah (OSIS) dan pengurus pesantren, organisasi kepemudaan sekabupaten Bandung Barat.

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Bandung Barat Resmi Dilantik

Ketua IPNU Bandung Barat Restu Faturahman mengatakan, program unggulannya ialah kaderisasi dan menciptakan soliditas kader terhadap organisasi.

“Kami menargetkan program unggulan untuk bisa membentuk pimpinan anak cabang IPNU sekabupaten Bandung Barat,” ujar Restu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Maulana menyatakan dukungannya atas pelantikan IPNU Bandung Barat setelah konferensi Juni lalu. “Saya harap IPNU bergerak lebih progresif dalam kaderisasi karena 25 tahun ke depan yang memegang NU ialah IPNU, IPPNU, GP Ansor dan Fatayat.” (Aris PA/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PBNU akan proaktif melakukan komunikasi dan mediasi dengan kekuatan jaringan yang dimiliki untuk mencegah terjadinya adu domba sesama umat Islam.?

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Hal ini merupakan salah satu rekomendasi ? rapat pleno PBNU yang dibacakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di pesantren Unsiq, Kalibeber Wonosobo, Ahad (8/9).

PBNU juga berharap agar umat Islam menghindari politik adu domba yang dimainkan oleh kekuatan adi daya yang bertujuan untuk kepentingan ekonomi (eksploitasi sumber daya alam dan minyak), dan tetap mempertahankan kekuatan hegemoni negara Israel di Timur Tengah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, PBNU mendorong pemerintah untuk proaktif melakukan diplomasi, melalui OKI dan PBB agar kedua organisasi internasional itu sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan terjadinya konflik dan agresi militer.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Secara spiritual, PBNU menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan umat Islam di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah dan istighotsah agar konflik segera berakhir dan perdamaian segera terwujud. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara

Pasuruan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Usai perhelatan Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Islam Nusantara menjadi pembicaraan di berbagai forum. Bahkan dunia internasional turut mengapresiasi keberadaan Islam khas Indonesia tersebut. Islam Nusantara mengedepankan jejaring ulama.

"Islam Nusantara adalah menghidupkan semangat silaturahmi, toleran, akan tetapi berani tegas pada kemungkaran," kata penulis buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milal Bizawie, Sabtu (14/5).

Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok Ngaji Jaringan Ulama Nusantara

Menurut Milal, Silaturahmi Nasional Gerakan Ayo Mondok yang digagas Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU adalah mengulang kembali bagaimana ulama Nusantara membangun jejaring keilmuan dan potensi di masa lalu. "Silatnas adalah pengulangan untuk saling bertemu dan mengirimkan energi positif pegiat pesantren," katanya.

Baginya, kegiatan ini menghidupkan kembali semangat spiritualitas yang pernah hendak dipatahkan para penjajah. "Karena dari transmisi intelektualitas dan spiritualitas akhirnya Islam Nusantara bisa bertahan dan menjadi kekuatan yang diperhitungkan," katanya saat live di salah satu TV swasta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghafar Rozin mengapresiasi buku karya Zainul Milal ini. "Sudah saatnya fakta sejarah terkait kiprah para ulama ditulis dalam bentuk buku, bukan semata mitos," kata Gus Rozin.

Salah seorang penulis Munawir Aziz mengemukakan bahwa nilai lebih dari jejaring pesantren adalah komitmennya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Hal tersebut terejawantah dalam lagu hubbul wathan minal iman," kata pembanding dari bedah buku tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan keberadaan pesantren yang mencapai tiga ribu lebih, dan jutaan santri yang ada di dalamnya, komitmen keindonesiaan pesantren sangat tinggi. "Kalau pesantren mengajarkan terorisme, tidak akan ada NKRI," ungkapnya yang disambut aplaus hadirin.

Bedah buku Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri (1830-1945) yang dipandu Yulia Kamila tersebut berlangsung meriah. Ratusan gus dan ning serta peserta Silatnas Gerakan Ayo Mondok memadati pendopo Candra Wilwatikta. Antusias peserta kian tinggi lantaran panitia menyediakan buku gratis bagi lima penanya terbaik. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Palembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Drs H Mal’an Abdullah resmi menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pria yang juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel itu dilantik oleh Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman MM, di Aula Bina Praja Provinsi Sumsel, pada Rabu (7/3) lalu.

Kepada kontributor PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Palembang Hamzah Jajak, Mal’an mengatakan, dalam periode kepemimpinannya, ia berjanji akan untuk menjalankan amanat dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi di tubuh lembaga yang dipimpinnya saat ini.

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Pimpin Kanwil Depag Sumsel

Pernyataan itu disampaikan Mal’an pada acara pisah sambut dan serah terima jabatan dari Kakanwil sebelumnya yang digelar di Gedung PSSB Madrasah Aliyah 3 Palembang.

Korupsi, menurut Mal’an, adalah permasalahan yang mengakar yang sangat sulit untuk diberantas. Namun demikian, ia yakin penyakit masyarakat tersebut dapat teratasi jika mengamalkan yang dimiliki Depag, yakni ikhlas beramal.

“Dengan ikhlas beramal kita akan bisa memperbaiki moral bangsa ini sedikit-demi sedikit,” tutur mantan Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah, Palembang itu. (hmz/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, AlaSantri, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menghadapi Ujian Nasional (UN) awal April 2016, seluruh guru dan siswa kelas akhir SMAN 1 Jombang dibekali dengan motivasi spiritual. Bentuk kegiatan yang digelar mengikuti berbagai amaliyah nahdliyah. Mereka melangsungkan shalat dhuha, shalat hajat, istighotsah, tahlil dan shalawatan di lapangan basket sekolah setempat, Jumat (1/4).

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

"Karena meskipun kalian belajar giat dan rajin, tapi melupakan Allah, itu kosong," kata Kepala SMAN 1 Sih Wihartini. Ia mendorong semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan serius mulai dari awal sampai akhir.

"Kepada siapa lagi kita akan memohon pertolongan jika tidak kepada Allah," ujarnya di depan para peserta.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh guru agama Islam. Naskah istighotsah yang dibaca adalah susunan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang KH Muhammad Romli Tamim yang juga dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah. ?

Kegiatan seperti ini secara rutin digelar di SMAN 1 Jombang. "Biasanya kita gelar menjelang ujian, baik UN, UAS maupun UTS," kata Mukani, guru agama Islam sekolah tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Amaliyah nahdliyah ini dipilih, lanjutnya, karena terbukti sesuai dengan kultur masyarakat Jombang. "Juga diharapkan membekali mereka saat di peguruan tinggi nanti, karena di sana pasti banyak gempuran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kerangka NKRI," ujarnya.

Alumni Pesantren Seblak Jombang ini menjelaskan bahwa untuk siswa yang nonmuslim juga digelar peribadatan sesuai agama masing-masing. "Tempatnya di ruang perpustakaan," katanya.

Hal ini merupakan wujud dari sikap toleransi yang sudah menjadi kultur SMAN 1 Jombang. "Sikap ini sejalan dengan ajaran tasamuh dalam budaya NU," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain. Di level SMA se-Jombang, kegiatan serupa sudah digelar di Masjid Agung Jombang, Selasa (29/3). Pesertanya adalah seluruh siswa akhir dari SMA se-Jombang baik negeri maupun swasta.

"Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Wakil Bupati Jombang saat memberikan sambutan. Bahkan Wakil Bupati Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang juga Ketua Muslimat NU Jombang meminta kegiatan positif ini dilanjutkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah