Rabu, 24 Januari 2018

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penyair masyhur D. Zawawi Imron, yang sekarang berumur 69 tahun, datang ke Munas-Konbes NU 2012 dengan semangat tinggi. Ia sudah datang di Pesantren Kempek, Jumat dini hari (14/9).

Di arena Munas, penyair yang sudah menelorkan 14 buku antologi puisi dan dua buku berisi esai-esai kebudayaan serta keislaman, mendatangi diskusi dadakan yang diselenggarakan santri-santri Cirebon.

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Pada acara pembukaan kemarin (Sabtu, 15/9), Zawawi ketemu banyak orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan Gus Mus ia berpelukan di tengah ribuan orang. Bertemu KH Malik Madani dan KH Panji Taufik yang juga asal Madura, diajak foto-foto oleh peserta dan santri-santri.

"Sore nanti yang akan ke Pesantren Babakan sebentar, diminta ceramah dadakan," jawabnya ketika ditanya agenda di Cirebon hari ini." 

"Saya di sini menyerap rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Kebersamaan itu bukan hanya makan bersama, tapi juga dialog-dialog untuk mendengarkan suara-suara kebenaran secara berjamaah," kata D Zawawi Imron yang selalu mengenaan kopyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia merasakan bahwa Munas ulama sangat penting dan tepat untuk kembali mencanangkan akal sehat secara kolektif. "Akal Sehat kolektif itu artinya kebenaran dan keberuntungan menjadi milik bersama," terangnya.

"Kita semua berangkat dari qolbun salim, hati yang lurus. Ini harus dijalin dalam bentuk rasa persaudaraan yang inten, bahwa yang melahirkan kesadaran betapa pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan masing-masing orang," lanjutnya.

Zawawi memberi catatan, kebersamaan yang sudah terjalin pada NU belum banyak ditegaskan dalam tindakan nyata di masyaraat.

"Saya datang ke sini karena saya percaya ulama itu kalangan yang dapat melakukan rekayasa dalam pengertian positif, agar umat itu nantinya tidak hanya obyek dari kekuasaan atau permainan politik," ujarnya.

Penyair yang mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak tahun 1973 ini mengusulkan agar Ulama bekerja sama dengan kaum intelektual guna memecahkan masalah. "Ulama dan intelektual itulah yang diharapkan kesadarannya pada realita kehidupan umat."

D. Zawawi Imron mengaku datang ke Cirebon tidak dari kampungnya, di Batangbatang, Sumenep. Ia baru saja datang dari Pontianak-Kalimantan Barat. Dia diundang pengurus NU Cabang Kota Pontianak untuk berceramah di hadapan mahasiswa-mahasiswa di tiga perguruan tinggi.

Ia tiba di Jakarta Jumat pagi (14/9). Lalu langsung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dari PBNU ia berangkat ke Cirebon bersama Ahmad Mauladi, Muhammad Syafi, dan saya. 

"Perjalanan dengan orang tua bernama D. Zawawi Imron itu menyengangkan sekali. Terasa terang walaupun di jalan malam hari. Merasa menjadi santri karena diberi nasihat-nasihat. Nasihatnya indah sekali karena disampaikan melaui puisi-puisinya. Humor Madura yang dilontarkan bikin kawa tertawa," cerita Mauladi. 

Sementara itu, Muhammad Syafi berkomentar, "Saya senang sekali jalan bersama dengan beliau. Tapi ini juga tantangan, agar sesampai di Cirebon, tempat Munas ulama lebih menyenangkan lagi, bukan menyenangkan kita, tapi umat dan saudara-saudara sebangsa yang sedang murung ini."

D. Zawawi Imron berencana meninggalkan Cirebon Senin pagi (17/9). Ia akan ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon. Empat hari, ia akan berceramah di depan para guru.

"Saya sudah seminggu meninggalkan rumah, dan baru tiba di rumah lagi minggu depan."

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, IMNU, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, banyak kegiatan yang tidak dipraktikkan Rasulullah SAW bernilai sunnah di zaman sekarang. Tak semua perkara baik sejak masa Nabi hingga kini secara langsung dilaksanakan oleh Nabi.

Kiai Ishom mencotohkan, model peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jamak ditemukan di Tanah Air tidak serta merta berstatus bid’ah. Maulid Nabi secara substansial memiliki landasan yang kuat, meski dalam detail pelaksanaannya belum ada di zaman Rasulullah.?

Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami

Rasulullah sendiri, sambungnya, memperingati dan menyukuri hari lahirnya dengan cara berpuasa. Hal ini dapat dirujuk dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi.?

”Artinya, diwujudkan dengan perbuatan yang baik. Dan perbuatan yang baik itu tentu tidak hanya puasa. Boleh dengan mengundang orang berkumpul memakmurkan masjid, kemudian diisi bacaan shalawat, bacaan Al-Qur’an, menghadirkan kiai untuk memberikan mau’idhah hasanah tentang akhlak Nabi, kemudian ditutup dengan doa,” ulas Kiai Ishom saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/1).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mengacu pada pandangan Sayyid Muhammad al-Maliki dalam Mafahim Yajib An Tushahhah, ia menjelaskan, model peringatan Maulid Nabi di Indonesia tergolong adat atau kebiasaan. Hal itu bagus dilaksanakan selama muatannya positif dan tidak mensyari’atkan perkara yang terlarang.

Qul bifadllillah wa birahmatihi fabidzalika falyafrahu. Jadi upaya kegembiraan umat Islam diwujudkan dalam bentuk peringatan maulid Nabi SAW,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, Maulid Nabi adalah bagian dari upaya umat Islam dalam menghargai sejarah. Rasulullah sendiri termasuk orang yang sangat peduli terhadap sejarah nabi-nabi terdahulu.

”Silakan ekspresikan cinta kepada Rasulullah SAW setinggi-tingginya selama tidak seperti orang Nasrani memuji Nabi Isa sebagai anak Tuhan,” katanya.

?

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Islam Nusantara menjadi tema utama dalam muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, yang dilaksanakan di Jombang, 1-5 Agustus 2015. Beragam kajian tentang Islam Nusantara telah dilaksanakan oleh beberapa lembaga, baik lembaga keagamaan maupun universitas. Dalam hal ini, rumusan kajian Islam Nusantara perlu dilakukan dengan kembali mengaji khazanah pesantren.

Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozien: Pesantren itu Benteng Islam Nusantara

Ketua Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) NU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghoffar Rozien, M.Ed mengungkapkan bahwa basis tradisi dan khazanah keilmuan pesantren menjadi pondasi utama Islam Nusantara.

“Pesantren menjadi basis kajian Islam Nusantara. Mengkaji Islam Nusantara, perlu diawali dengan mengkaji kembali khazanah pesantren. Nah, saat ini, RMI mengajak jaringan pesantren untuk berbenah, dengan menyegarkan kembali system pesantren untuk bersiap menghadapi tantangan global,” ungkap Gus Rozien, pada Musyarawah Kaum Muda NU, di Universitas Wahab Hasbullah, Tambakberas, Jombang, Ahad (2/8) kemarin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Rozien menilai, saat ini perlu ada penyelamatan tradisi pesantren yang pada waktu dulu menjadi ciri khas tapi saat ini ditinggalkan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pesantren memiliki khazanah yang lengkap, dari kebudayaan, supranatural, hingga pengetahuan. Ilmu supranatural kiai-kiai pesantren dulu banyak manfaatnya, dan terbukti di tengah masyarakat. Akan tetapi, saat ini justru ditinggalkan dan bahkan dipakai untuk dikemas ulang oleh kelompok lain, menjadi rukyah. Contoh lain masih sangat banyak,” terang Gus Rozien.

Untuk itu, Gus Rozien berharap dengan #Gerakan Ayo Mondok, kiai-kiai dari pesantren-pesantren di seluruh Indonesia dapat bergerak bersama untuk memperbaiki kembali beberapa masalah krusial yang dihadapi pesantren.

“Ada beberapa tantangan yang dihadapi pesantren, di antaranya yakni persoalan manajemen, kurikulum, infrastruktur, kemandirian hingga masalah ideologi. Inilah yang perlu kita garap bersama untuk menyegarkan kembali pesantren, sebagai basis Islam Nusantara,”ungkapnya. (Munawir Aziz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peredaran narkotika dan obat terlarang atau Narkoba sangat memprihatinkan, bahkan masuk kategori darurat karena masuk ke semua lini. Keberadaan Laskar Anti Narkoba (LAN) yang digawangi Muslimat NU menjadi angin segar bagi pemberantasannya.

?

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati

Di Jombang, keberadaan LAN telah merambah sejumlah kecamatan. Beberapa waktu lalu telah dikukuhkan kepengurusan LAN Muslimat NU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gudo. Pengukuhan laskar dilakukan oleh Ketua PC Muslimat NU Jombang, Nyai Hj Mundjidah Wahab yang dilanjutkan deklarasi dan ikrar serta penyematan pin.

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sangat mengapresiasi keberadaan laskar. "Dengan deklarasi ini, merupakan sebuah reaksi yang sangat cepat bagi perubahan jaman dan ini sangat positif sebagai upaya memerangi narkoba," katanya, Rabu (10/8/2016).

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati memaparkan, bahaya narkotika saat ini kian tak terbendung dan masif. Karena itu, butuh komitmen bersama menanggulanginya. Sedangkan keluarga, merupakan pertahanan pertama agar anak tidak terjerembab di lembah narkoba. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak.

"Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita untuk memahami budi pekerti dan sopan santun. Saya hargai, dalam hal ini, ibu Muslimat NU besar perannya bagi bangsa ini," jelasnya.

?

Bupati mengajak Muslimat NU untuk bersatu padu melawan sekaligus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Melalui laskar anti narkoba ini, mari kita bersama memberantas peredaran narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa," ajak bupati.

?

Nyai Hj Mundjidah Wahab sangat prihatin dengan peredaran narkoba. "Oleh karena itu Muslimat NU harus membantu tugas aparat dalam memberantas peredaran narkoba ini lewat pengukuhan laskar," kata perempuan yang juga Wakil Bupati Jombang ini.

?

Dibentuknya LAN, menurutnya sebagai tindak lanjut pengukuhan laskar serupa oleh Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa pada puncak peringatan HUT Muslimat NU di Stadion Gajayana Malang beberapa waktu lalu.

?

Menurut putri pahlawan nasional ini, LAN merupakan wujud keseriusan Muslimat NU Jombang untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di semua lapisan masyarakat yang dimulai dari keluarga. "Dan nantinya akan kita kukuhkan laskar anti narkoba di semua kecamatan," katanya.

?

Dalam praktiknya, LAN berperan aktif dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba yakni melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat baik melalui pengajian rutin Muslimat maupun kegiatan lain.

?

"Untuk ikut mengurangi bahaya peredaran narkoba, tentu kita akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik kepolisian, Badan Narkotika Kabupaten atau lainnya," terangnya.

?

Sedangkan tugas dari laskar ini adalah ? mendorong para ibu memastikan lingkungan terdekatnya terbebas dari narkoba utamanya keluarga. Apabila mengetahui ada korban narkoba, lanjutnya maka pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait membantu merehabilitasi.

?

Bahkan Muslimat NU Jombang sangat mendukung pemberian hukuman berat bagi pengedar narkoba. "Narkoba ini sangat merugikan masyarakat dan bangsa, maka sangat pantas apabila para pengedarmya diberikan hukungan berat," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Tiada hari tanpa prestasi. Tampaknya hal itu melekat pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sumber Bungur, Desa dan Kecamatan Pakong, Pamekasan. Madrasah itu sudah bertahun-tahun berlangganan juara dalam ajang kompetisi lokal, regional, nasional, dan bahkan internasional.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Sumber Bungur tersebut, baru-baru ini meraih juara Olimpiade Agama dan Sains tingkat SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Timur. Lomba tersebut digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

"Alhamdulillah, siswi kami juara dalam kompetisi tersebut," kata Kepala MTs.N Sumber Bungur Mohammad Holis, Selasa (24/1).

Siswi tersebut bernama Ananda Farhatun. Dia juara III. Farhatun berhasil menumbangkan ratusan peserta se-Jawa Timur pada Kamis (19/1) lalu. Peserta dari Malang, Kediri, Surabaya, Jombang, dan sebagainya dapat dia kalahkan.

Jenis mata pelajaran yang dilombakan oleh panitia meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Total peserta yang berpartisipasi sebanyak 651 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sejatinya, MTsN Sumber Bungur mengirimkan 6 peserta untuk berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Rinciannya, satu peserta di mata pelajaran PAI, 2 peserta IPA, 2 peserta di Bahasa Arab, dan 1 peserta Bahasa Inggris.

Bagi Ananda Farhatun, kompetisi yang dilakoninya itu adalah pengalaman yang paling berkesan. Sebab, kali pertama yang yang diikutinya. Bimbingan dan pendampingan dari guru mapel PAI selama persiapan lomba adalah salah satu kunci sukses keberhasilannya, di samping semangat dan ketekunan dalam belajar.

"Satu hal yang Ananda inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi MTsN Sumber Bungur, lembaga pendidikan yang telah memberikan banyak hal berharga selama ini dalam hidup kami," terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, para peserta didik didampingi oleh Mohammad Holis, M.PdI, Fawaid Arifin, S.PdI, dan Achmad Muhlis, S.Pd. Holis dan Fawaid merupakan guru pembimbing. Sementara Achmad Muhlis adalah Koordinator Bina Prestasi MTsN Sumber Bungur Pamekasan.

"Ini prestasi awal tahun yang manis. Akhir tahun lalu, MTsN Sumber Bungur berhasil mengumpulkan 22 juara dalam lomba Aksioma yang digelar Kementerian Agama Pamekasan," tukas Fawaid. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada momen Ramdhan ini, Lembaga Dakwah PBNU berkesempatan mengadakan ngaji bareng dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj atau Kang Said. Kegiatan ini dilaksnakan, Jumat (30/6) lalu di Ma’had Tahfidzul Qur’an Nurani Ciganjur, Jakarta Selatan pimpinan KH Ilyas Marwal.?

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Dalam kegiatan bertajuk Islam Nusantara, Menebar Rahmat Meneguhkan Tasamuh ini, Sekretaris LD PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq berharap bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan keagamaan, dan memperkokoh ukhuwah di antara umat muslim.

“Kesempatan ini sangat berharga karena semua hadir bisa berdialog langsung secara terbuka dengan Kang Said, termasuk isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Nurul Yaqin.

Menurutnya, secara umum Kang Said menjelaskan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan kegamaan seperti aqidah, fiqih, Islam Nusantara, soal kepemimpinan yang adil, manhaj pendidikan NU, sumber amaliyah NU, dan lain sebagainya.

Hadir dalam kesempatan ini di antaranya, pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah, para Asatidz Jabodetabek, FKPP DKI Jakarta, FUHAB Jakarta, tokoh masyarakat dan alim ulama Ciganjur, dan beberapa pengurus LD PBNU. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Liga Santri Nasional 2017 terus bergulir diberbagai daerah. Salah satu Diantaranya adalah Region DKI Jakarta yang diikuti 32 Pesantren se-DKI. Liga Santri DKI Jakarta kali ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta sebagai piala tetap, Piala NU Cup sebagai piala bergilir, Piala Indonesia Muda sebagai tim paling fair play dan Piala PWNU untuk pemain yang meraih top scorrer.

Dalam perhelatan Liga Santri tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung pada medio akhir Oktober nanti, DKI Jakarta menargetkan sebagai Juara Nasional.

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Region DKI Jakarta Sumarsono ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan rapat teknis di Gedung Pertemuan GOR Pertamina Simprug Jakarta Selatan, Jumat (25/8).

"Setelah tiga tahun bergulir, Liga Santri DKI Jakarta pada tahun 2017 ini semakin meningkat kualitasnya baik kualitas penyelenggaranya maupun kualitas sarana penunjangnya," kata Sumarsono.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kick off akan dilaksanakan di Stadion Pertamina Simprug Jakarta Selatan pada Senin 4 September 2017) yang rencananya akan dibuka oleh Agum Gumelar. Ia akan ikut serta mengikuti pertandingan eksibisi antara NU Allstar versus Celebritis Allstar, kata Koordinator Bidang Olahraga PW RMI-NU DKI Jakarta ini.

"Tahun ini, kita menggandeng Indonesia Muda dan tokoh-tokoh legenda sepakbola Indonesia seperti Agum Gumelar, Dede Sulaiman, Bambang Tetuko dan lain-lain untuk membesarkan turnamen sepak bola santri di DKI Jakarta ini," kata Sumarsono.

Setiap pertandingan, lanjut Marsono, akan dipantau oleh tim “talent scouting” dari PSSI dan Tim Kompas menggunakan statistik. Dengan demikian diharapkan di akhir kompetisi akan diperoleh Squad tim ideal secara maksimal yang akan mewakili DKI Jakarta di ajang LSN tingkat nasional nanti.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Jajarannya serta perusahaan-perusahaan baik BUMD maupun dari swasta yang memiliki semangat tinggi sehingga turnamen sepakbola santri yang terbesar di DKI Jakarta ini dapat berjalan baik," kata Sumarsono. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah