Rabu, 24 Januari 2018

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peredaran narkotika dan obat terlarang atau Narkoba sangat memprihatinkan, bahkan masuk kategori darurat karena masuk ke semua lini. Keberadaan Laskar Anti Narkoba (LAN) yang digawangi Muslimat NU menjadi angin segar bagi pemberantasannya.

?

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Jombang Diapresiasi Bupati

Di Jombang, keberadaan LAN telah merambah sejumlah kecamatan. Beberapa waktu lalu telah dikukuhkan kepengurusan LAN Muslimat NU Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Gudo. Pengukuhan laskar dilakukan oleh Ketua PC Muslimat NU Jombang, Nyai Hj Mundjidah Wahab yang dilanjutkan deklarasi dan ikrar serta penyematan pin.

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko sangat mengapresiasi keberadaan laskar. "Dengan deklarasi ini, merupakan sebuah reaksi yang sangat cepat bagi perubahan jaman dan ini sangat positif sebagai upaya memerangi narkoba," katanya, Rabu (10/8/2016).

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati memaparkan, bahaya narkotika saat ini kian tak terbendung dan masif. Karena itu, butuh komitmen bersama menanggulanginya. Sedangkan keluarga, merupakan pertahanan pertama agar anak tidak terjerembab di lembah narkoba. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak.

"Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita untuk memahami budi pekerti dan sopan santun. Saya hargai, dalam hal ini, ibu Muslimat NU besar perannya bagi bangsa ini," jelasnya.

?

Bupati mengajak Muslimat NU untuk bersatu padu melawan sekaligus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Melalui laskar anti narkoba ini, mari kita bersama memberantas peredaran narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa," ajak bupati.

?

Nyai Hj Mundjidah Wahab sangat prihatin dengan peredaran narkoba. "Oleh karena itu Muslimat NU harus membantu tugas aparat dalam memberantas peredaran narkoba ini lewat pengukuhan laskar," kata perempuan yang juga Wakil Bupati Jombang ini.

?

Dibentuknya LAN, menurutnya sebagai tindak lanjut pengukuhan laskar serupa oleh Ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa pada puncak peringatan HUT Muslimat NU di Stadion Gajayana Malang beberapa waktu lalu.

?

Menurut putri pahlawan nasional ini, LAN merupakan wujud keseriusan Muslimat NU Jombang untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di semua lapisan masyarakat yang dimulai dari keluarga. "Dan nantinya akan kita kukuhkan laskar anti narkoba di semua kecamatan," katanya.

?

Dalam praktiknya, LAN berperan aktif dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba yakni melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat baik melalui pengajian rutin Muslimat maupun kegiatan lain.

?

"Untuk ikut mengurangi bahaya peredaran narkoba, tentu kita akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik kepolisian, Badan Narkotika Kabupaten atau lainnya," terangnya.

?

Sedangkan tugas dari laskar ini adalah ? mendorong para ibu memastikan lingkungan terdekatnya terbebas dari narkoba utamanya keluarga. Apabila mengetahui ada korban narkoba, lanjutnya maka pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait membantu merehabilitasi.

?

Bahkan Muslimat NU Jombang sangat mendukung pemberian hukuman berat bagi pengedar narkoba. "Narkoba ini sangat merugikan masyarakat dan bangsa, maka sangat pantas apabila para pengedarmya diberikan hukungan berat," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 23 Januari 2018

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Tiada hari tanpa prestasi. Tampaknya hal itu melekat pada Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sumber Bungur, Desa dan Kecamatan Pakong, Pamekasan. Madrasah itu sudah bertahun-tahun berlangganan juara dalam ajang kompetisi lokal, regional, nasional, dan bahkan internasional.

Lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Sumber Bungur tersebut, baru-baru ini meraih juara Olimpiade Agama dan Sains tingkat SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Timur. Lomba tersebut digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

MTsN Sumber Bungur Raih Prestasi di Olimpiade Agama dan Sains

"Alhamdulillah, siswi kami juara dalam kompetisi tersebut," kata Kepala MTs.N Sumber Bungur Mohammad Holis, Selasa (24/1).

Siswi tersebut bernama Ananda Farhatun. Dia juara III. Farhatun berhasil menumbangkan ratusan peserta se-Jawa Timur pada Kamis (19/1) lalu. Peserta dari Malang, Kediri, Surabaya, Jombang, dan sebagainya dapat dia kalahkan.

Jenis mata pelajaran yang dilombakan oleh panitia meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Total peserta yang berpartisipasi sebanyak 651 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sejatinya, MTsN Sumber Bungur mengirimkan 6 peserta untuk berpartisipasi dalam olimpiade tersebut. Rinciannya, satu peserta di mata pelajaran PAI, 2 peserta IPA, 2 peserta di Bahasa Arab, dan 1 peserta Bahasa Inggris.

Bagi Ananda Farhatun, kompetisi yang dilakoninya itu adalah pengalaman yang paling berkesan. Sebab, kali pertama yang yang diikutinya. Bimbingan dan pendampingan dari guru mapel PAI selama persiapan lomba adalah salah satu kunci sukses keberhasilannya, di samping semangat dan ketekunan dalam belajar.

"Satu hal yang Ananda inginkan adalah memberikan yang terbaik bagi MTsN Sumber Bungur, lembaga pendidikan yang telah memberikan banyak hal berharga selama ini dalam hidup kami," terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, para peserta didik didampingi oleh Mohammad Holis, M.PdI, Fawaid Arifin, S.PdI, dan Achmad Muhlis, S.Pd. Holis dan Fawaid merupakan guru pembimbing. Sementara Achmad Muhlis adalah Koordinator Bina Prestasi MTsN Sumber Bungur Pamekasan.

"Ini prestasi awal tahun yang manis. Akhir tahun lalu, MTsN Sumber Bungur berhasil mengumpulkan 22 juara dalam lomba Aksioma yang digelar Kementerian Agama Pamekasan," tukas Fawaid. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada momen Ramdhan ini, Lembaga Dakwah PBNU berkesempatan mengadakan ngaji bareng dengan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj atau Kang Said. Kegiatan ini dilaksnakan, Jumat (30/6) lalu di Ma’had Tahfidzul Qur’an Nurani Ciganjur, Jakarta Selatan pimpinan KH Ilyas Marwal.?

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Adakan Ngaji Bareng Kang Said

Dalam kegiatan bertajuk Islam Nusantara, Menebar Rahmat Meneguhkan Tasamuh ini, Sekretaris LD PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq berharap bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan keagamaan, dan memperkokoh ukhuwah di antara umat muslim.

“Kesempatan ini sangat berharga karena semua hadir bisa berdialog langsung secara terbuka dengan Kang Said, termasuk isu-isu yang berkembang saat ini,” ujar Nurul Yaqin.

Menurutnya, secara umum Kang Said menjelaskan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan persoalan kegamaan seperti aqidah, fiqih, Islam Nusantara, soal kepemimpinan yang adil, manhaj pendidikan NU, sumber amaliyah NU, dan lain sebagainya.

Hadir dalam kesempatan ini di antaranya, pimpinan pondok pesantren dari beberapa daerah, para Asatidz Jabodetabek, FKPP DKI Jakarta, FUHAB Jakarta, tokoh masyarakat dan alim ulama Ciganjur, dan beberapa pengurus LD PBNU. (Fathoni)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Liga Santri Nasional 2017 terus bergulir diberbagai daerah. Salah satu Diantaranya adalah Region DKI Jakarta yang diikuti 32 Pesantren se-DKI. Liga Santri DKI Jakarta kali ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta sebagai piala tetap, Piala NU Cup sebagai piala bergilir, Piala Indonesia Muda sebagai tim paling fair play dan Piala PWNU untuk pemain yang meraih top scorrer.

Dalam perhelatan Liga Santri tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung pada medio akhir Oktober nanti, DKI Jakarta menargetkan sebagai Juara Nasional.

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Region DKI Jakarta Sumarsono ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan rapat teknis di Gedung Pertemuan GOR Pertamina Simprug Jakarta Selatan, Jumat (25/8).

"Setelah tiga tahun bergulir, Liga Santri DKI Jakarta pada tahun 2017 ini semakin meningkat kualitasnya baik kualitas penyelenggaranya maupun kualitas sarana penunjangnya," kata Sumarsono.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kick off akan dilaksanakan di Stadion Pertamina Simprug Jakarta Selatan pada Senin 4 September 2017) yang rencananya akan dibuka oleh Agum Gumelar. Ia akan ikut serta mengikuti pertandingan eksibisi antara NU Allstar versus Celebritis Allstar, kata Koordinator Bidang Olahraga PW RMI-NU DKI Jakarta ini.

"Tahun ini, kita menggandeng Indonesia Muda dan tokoh-tokoh legenda sepakbola Indonesia seperti Agum Gumelar, Dede Sulaiman, Bambang Tetuko dan lain-lain untuk membesarkan turnamen sepak bola santri di DKI Jakarta ini," kata Sumarsono.

Setiap pertandingan, lanjut Marsono, akan dipantau oleh tim “talent scouting” dari PSSI dan Tim Kompas menggunakan statistik. Dengan demikian diharapkan di akhir kompetisi akan diperoleh Squad tim ideal secara maksimal yang akan mewakili DKI Jakarta di ajang LSN tingkat nasional nanti.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Jajarannya serta perusahaan-perusahaan baik BUMD maupun dari swasta yang memiliki semangat tinggi sehingga turnamen sepakbola santri yang terbesar di DKI Jakarta ini dapat berjalan baik," kata Sumarsono. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tiga Amalan Sunah Sebelum Shalat Id

Menyemarakkan hari raya Idul Fitri merupakan bagian dari sunah. Setiap orang dianjurkan untuk menyambut kedatangannya dengan penuh kebahagiaan dan kesenangan. Sebab itu, pada hari Idul Fitri, orang-orang diwajibkan membayar zakat sebelum melaksanakan shalat agar orang-orang miskin bisa berbahagia pada hari yang mulia tersebut.

Di antara kesunahan Idul Fitri adalah mengerjakan shalat Id secara berjamaah. Shalat Id dapat dilakukan di masjid, lapangan, atau tempat terbuka lainnya. Laiknya shalat Jum’at, sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Jumat dianjurkan melakukan tiga hal.

Tiga Amalan Sunah Sebelum Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Amalan Sunah Sebelum Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Amalan Sunah Sebelum Shalat Id

Ketiga hal ini, menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majemu‘ Syarhul Muhadzdzab sebagai berikut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pertama, disunahkan makan sekalipun sedikit sebelum pergi ke masjid atau sebelum melaksanakan shalat Id. Makanan yang disunahkan untuk dikonsumsi ketika itu adalah kurma sebanyak bilangan ganjil. Saking sunahnya makan sebelum shalat ‘id, Imam As-Syafi’i dalam Al-Umm menegaskan, “Kami memerintahkan setiap orang yang ingin shalat ‘id untuk makan sebelum berangkat ke masjid. Bila dia belum makan, kami meminta mereka makan pada saat dalam perjalanan ke masjid ataupun ketika sampai di masjid jika memungkinkan. Tidak ada dosa bagi orang yang tidak makan sebelum shalat Id, tetapi dimakruhkan meninggalkannya.”

Kedua, disunahkan mandi sebelum shalat Id sebagaimana kesunahan mandi sebelum shalat Jum’at, sebab pada hari itu, seluruh umat Islam berkumpul di masjid untuk beribadah. Kesunahan ini diperkuat oleh atsar dari Sayyidina ‘Ali bin Abu Thalib dan Abdullah bin Umar yang membiasakan mandi sebelum shalat Id.? Terkait waktu kesunahan mandi, para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan disunahkan mandi setelah fajar dan ada pula yang berpendapat disunahkan setelah pertengahan malam.

Ketiga, disunahkan memotong rambut dan kuku, menghilangkan bau badan, serta memakai wangi-wangian. Usahakan pada saat shalat tubuh dalam kondisi segar dan wangi agar tidak menganggu kefokusan ibadah orang lain. Sebuah hadits riwayat Ali bin Abu Thalib menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menyuruh untuk menggunakan wangi-wangian yang paling bagus dari yang kita temui atau miliki pada hari Id.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketiga kesunahan di atas memiliki hikmah dan tujuannya masing-masing. Salah satunya agar memberi kenyaman dan ketenteraman dalam ibadah. Apalagi pada hari Id, mayoritas umat Islam berbondong-bondang ke masjid untuk beribadah. Semoga kesunahan ini dapat kita amalkan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sistem pendidikan pesantren berusaha mencetak anak yang pandai dan cerdas. Selain itu, mengarahkan pola hidup anak dalam rangka menjalani hidupnya di masa mendatang.

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

“Menentukan pendidikan anak sangat vital termasuk pendidikan yang berlandaskan agama. Cerdas kalau tidak dasari agama maka anak manusia akan mengandalkan logika akal itu rentan dengan aqidahnya,” kata KH Buchori Masruri saat memperingati 1000 hari wafatnya Ibu Nyai Hj Mujahadah Musyafak, pengasuh Pesantren Nurul hikmah Merbotan Bintoro Demak, Selasa malam 10/3.

Mantan ketua PWNU Jateng tersebut mengapresiasi perjuangan almarhumah yang peduli pada pendidikan anak lewat dunia pesantren. Menurutnya pesantren memiliki karakter, watak dan tradisi tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, pesantren memiliki keunikan sendiri dalam aspek-aspek kehidupannya pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri. Kitab-kitab rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad dalam bentuk kitab kuning dan sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas dan dianggap mampu mengajarkan pendidikan dan tidak mudah kena dengan budaya negatif

“Jangan menyesal memasukkan anak ke pesantren karena di sini anak akan menerima pendidikan dengan sistim kehidupan berdasarkan agama, mereka disiapkan untuk masa depan maka anak tidak akan ketinggalan jaman,” jelas kiai Buchori. (A.Shiddiq Sugiarto/Anam)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Nahdlatul, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Para penyelenggara negara melakukan sesuatu yang membuat jengkel banyak orang, termasuk NU. Dunia perpajakan di Indonesia membuat jemu masyarakat banyak.

Bagaimana bisa? Dirjen Perpajakan memang sudah mengamalkan Pasal 23 UUD 1945 yang merupakan dasar hukum pemungutan pajak.

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Negara Tidak Bermain-main dengan Pajak

Pasal tersebut berbunyi “Segala pajak-pajak untuk kegunaan kas negara berdasarkan undang-undang.” Dirjen Pajak sampai kini terus memungut pajak dari wajib pajak yang ditentukan dalam undang-undang. Hanya saja hasil pungutan pajak tidak masuk sepenuhnya ke dalam kas negara. Penyebabnya tentu rupa-rupa, antara lain pengemplangan pajak oleh pengusaha menengah sampai kakap. Kebocoran ini membuat banyak orang susah tidur nyenyak.

Mengingat tetangga dan warga NU banyak yang mengigau sewaktu tidur, bahkan ada yang penyakit Asmanya kambuh karena kenyataan itu, PBNU memasukkan persoalan perpajakan dalam Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September lalu di Pesantren Kempek, Cirebon.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam sidang khusus yang terbentuk dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Alwaqi’iyah, permasalahan pajak dikupas serius oleh syuriah PWNU se-Indonesia. Pertanyaan ”Bagaimana hukum penerapan pajak di Indonesia?” mengapung di ruang sidang. Dua kelas pondok yang dibobol menjadi lorong panjang, sementara dijadikan ruang sidang oleh para kiai NU se-Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara bangku panjang jajaran ketua panitia sidang komisi, tepat berada di bawah sebuah banner bertuliskan ”Komisi Bahtsul Masa’il Diniyah Alwaqi’iyah, Munas-Konbes NU 2012, 14-18 September 2012, Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon.” Di saat yang sama, empat baris kitab fikih masing-masing bertumpuk setinggi 1,3 meter di sisi kanan meja ketua komisi sidang.

Usai membahas sejumlah persoalan, masalah perpajakan dibahas tepat pada pukul 11.00 Sabtu (15/9) siang. Sementara itu dua santri Pesantren Kempek membagikan minuman kaleng untuk menyegarkan peserta sidang dari sengatan matahari Cirebon. Selain panasnya bumi Cirebon, pajak adalah satu persoalan yang cukup menyita waktu dan keseriusan para peserta sidang. Karena persoalan pajak menyangkut kas negara yang menjadi urat nadi kehidupan semua warga.

Berdasarkan fikih, peserta sidang memutuskan bahwa pada dasarnya pajak adalah bukan merupakan kewajiban agama yang harus dibayar oleh semua orang Islam. Pajak sebagai satu sumber pendapatan negara, bisa dihapus sejauh negara mampu mengongkosi pengeluarannya sendiri.

Tetapi kalau negara sudah mengelola kekayaan alam dengan benar dan maksimal, sementara kas negara tetap tidak mampu mengongkosi dirinya, maka negara boleh mewajibkan pajak kepada semua rakyatnya yang mampu.

Bagaimana dengan rakyat miskin? Peserta sidang komisi mengharamkan negara memungut pajak dari mereka. Peserta sidang khawatir menarik syaraf ketersinggungan negara karena dianggap selain tidak mengurangi kesusahan orang miskin, justru membanduli punggung mereka dengan aneka pungutan.

Meskipun banyak penyelewangan dan pengemplangan pajak di sana-sini oleh konglomerat dan petugas pajak, peserta yang datang ke ruang sidang tetap memiliki kewarasan yang utuh walau tanpa tes kejiwaan sebelumnya. Peserta sidang tetap mewajibkan pemungutan pajak dari wajib pajak. Kiai NU tidak mau menutup satu pendaringan negara; pajak.

Di saat yang sama, para kiai NU yang mengikuti sidang mendesak pemangkasan korupsi dan kebocoran di kanan-kiri baik lewat pintu depan atau jendela belakang rumah pajak. Kalau negara masih bercanda dalam menyiangi penggelapan pajak dan tidak mengalirkannya untuk kesejahteraan rakyat, maka kewajiban rakyat untuk membukakan pintu bagi petugas pajak dipertimbangkan. (Alhafiz Kurniawan / Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah