Selasa, 23 Januari 2018

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Balikpapan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan Kalimantan Timur menyatakan penolakannya terhadap keberadaan ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) atau Negara Islam Irak dan Syam di daerah tersebut.

"NU Balikpapan tolak ISIS. Kita tolak keberadaannya dan penyebarannya di Kota Balikpapan. PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga telah menegaskan penolakannya terhadap ISIS," kata Sekretaris PCNU Kota Balikpapan Drs. Imam Warosy (26/8).

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Balikpapan Tolak Keberadaan ISIS

Menurutnya, ISIS merupakan organisasi berpaham radikal yang bertentangan dengan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), bahkan bertolak belakang dengan ajaran Islam yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mengimbau agar umat Islam, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan agar tidak perngaruh oleh ISIS dan paham radikal lainnya. "Kita menghimbau agar umat Islam tidak terpengaruh ISIS, khususnya umat Islam di Kota Balikpapan. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS dan paham-paham radikal lainnya", imbaunya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ustadz Warosy, panggilan akrabnya, mengatakan keberadaan ISIS menimbulkan keresahan dan bisa memperkeruh hubungan antarumat beragama. Ia mengajak masyarakat tetap mempertahankan kondusivitas Kota Balikpapan yang sudah terkenal sebagai kota yang aman, tentram dan nyaman.  

"Kita pertahankan kondusifitas kota Balikpapan. Jangan biarkan ISIS dan paham radikal lainnya menganggu keamanan dan ketenteraman Kota Balikpapan," pungkasnya. (Abdurrahman/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 22 Januari 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pesantren Al-Badri FC tidak bisa dianggap remeh. Buktinya, Nuris United FC harus bersusah payah untuk menaklukkan tim yang bermarkas di Pesantren Al-Badri, Kotok, Kalisat, Jember itu. Sang juara bertahan tersebut baru bisa memastikan kemenangan di injury time babak kedua. Gol semata wayang itu terjadi lewat tendangan penalti.

Kedua tim menyajikan pertandingan menarik dalam babak perempat final Liga Santri Nasional (LSN) Region V Jawa Timur? yang dihelat di lapangan Pesantren Darussalam, Blok Agung, Banyuwangi, Sabtu (3/9) tersebut.

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuris United FC Susah Payah Taklukkan Al-Badri FC

Serangan silih berganti dilakukan. Sejumlah peluang juga sama-sama diperoleh. Namun tidak berhasil dikonversi jadi gol. Kendati Al-Badri FC sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, tapi hingga 30 menit babak pertama usai, tak sebuah gol pun tercipta.

Di babak kedua, penampilan Nuris United tetap menawan. Namun serangan yang bertubi-tubi dilakukan? barisan depan Nuris United tak mampu menggetarkan jala gawang Al-Badri FC. Pertandingan pun diprediksi akan berlanjut dalam adu tendangan penalti. Tapi memasuki injury time, pemain belakang Al-Badri dinyatakan hands ball oleh wasit saat menyundul bola di kotak penalti sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wasitpun tanpa ragu? mengusir pemain tersebut dengan kartu merah sekaligus memberi hadiah penalti kepada Nuris United FC. Meski sempat terjadi protes yang keras dari para pemain Al-Badri FC, namun wasit bergeming. Richard Rahmad yang menjadi algojo berhasil menunaikan? tugasnya dengan baik.

Di pertandingan lain, Al-Qodiriyah FC berhasil menaklukkan Bustanul Makmur FC dengan skor 2-0. Sementara tuan rumah, Darussalam FC memastikan maju ke semifinal setelah mengelontor Mambaul Huda dengan 4 gol tanpa balas. Sedangkan Al-Mubarok menang tipis atas? Persatuan? Sepak Bola Nurul Jadid (PSNJ),? Probllinggo dengan angka 1-0.

"Babak semifinal insya Allah semakin seru," tukas Wakil RMI Jember kepada? PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sambungan telepon seluler. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, PonPes, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aktivis Lakpesdam NU Jawa Barat, Asep Salahudin (41), menulis tujuh artikel mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid nabi dengan 7 cara pandang berbeda. Tujuh artikel tersebut dimuat di 7 media nasional dan daerah di hari yang sama pada Rabu (23/01).

Ketujuh artikel tersebut adalah Maulid Politik Kenabian (Kompas), Religiositas Maulid Nabi (Republika), Spirit Budaya Kenabian (Republika rubrik Kabar Jabar), Maulid Kita (Pikiran Rakyat), Tarekat Kultural Maulid (Tribun Jabar), Maulid dan Paradoks Keberagamaan (PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dan Semiotika Berkat Maulid (Jurnal Nasional).

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran (Sumber Gambar : Nu Online)
Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran (Sumber Gambar : Nu Online)

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran

Insya Allah, Jumat (25/1) harian Galamedia akan memuat pula artikel berjudul Banjir, Sangkuriang, dan Ekomaulid,” ungkap pria kelaharian Limbangan, Garut, Jawa Barat, ketika dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu, (23/01).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Asep, yang juga Dekan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, dimuatnya tulisan di berbagai media massa Ini adalah berkah maulid.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih jauh doktor dengan disertasi tipologi komunikasi orang-orang tarekat di Pesantren Suryalaya dan pesantren-pesantren Tatar Sunda tersebut mengatakan, bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad tidak bid’ah. Yang mengatakan demikian adalah reproduksi kalangan “Islam modernis” yang memahami muludan secara harfiah, tekstualis, dan cara pandang “hitam-putih”.

Membid’ahkan peringatan maulid adalah keinginan mereka untuk memutus umat Islam dengan masa silamanya (sejarah). “Padahal, kita tidak bisa berdiri tanpa adanya masa silam,” tambah pemeroleh anugerah “Rucita Aksara” dari Universitas Padjajaran dalam kategori mahasiswa (S3) tahun 2012. Anugerah tersebut diberikan kepada dosen dan mahasiswa yang paling produktif menulis di media massa.

Ucapan selamat kepada Asep, datang dari penulis senior Jawa Barat, H Usep Romli HM. Ia mengatakan, tulisan Asep tentang maulid Nabi, dalam ungkapan dan sudut pandang berbeda, memperkaya wawasan pembaca serta membanggakan kalangan pesantren.

“Disertai ucapan Alhamdulillah, saya haturkan selamat kepada ananda Dr. H. Asep Salahudin, yang hari ini berhasil memuat 7 artikel pada suratkabar Bandung dan Jakarta,” ungkap Usep yang pernah aktif di GP Ansor Garut dan PWNU Jawa Barat.

Usep berharap kiprah kreativitas dan produktivitas Asep Salahudin di bidang dakwah bil qolam, menjadi pertanda kebangkitan kembali tradisi menulis di dunia pesantren. Juga sebagai bagian kejayaan khazanah literatur Islam warisan masa lampau.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 21 Januari 2018

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), ratusan guru madrasah diniyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara, Selasa (25/3).

Setelah pelatihan, kata ketua panitia H Miftahuddin, peserta diharapkan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Menurutnya, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan nonformal seperti madrasah diniyah sangat potensial untuk berinovasi dan memajukan pendidikan.

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan mencari tenaga guru produktif semisal bidang otomotif dan elektro. Padahal, terang ketua pengurus pesantren Balekambang Kiai Mustamir, Unnes setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di luar itu, muncul usulan dari sebuah pertemuan SMK Pesantren agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia dijatah 1.000 mahasiswa. “Kalau ini disepakati Rektor Unnes pak Fathur, nanti jadi problem. Solusinya insya Allah akan kami sowankan kepada Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas, mereka setelah lulus akan mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan itu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 H Achmad Slamet. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, IMNU, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menyayangkan kemelut yang melibatkan para elite yang duduk di lembaga-lembaga penting negara. Menurut Gus Mus, sikap kekanakan-kanakan para elite yang tidak kunjung usai menjadi tontonan utama di mata publik. Kecuali itu, kemelut ini menyandera langkah pemerintah itu sendiri.

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan

Gus Mus menilai akar persoalan yang memicu kemelut di kalangan elite itu terutama lingkaran KPK, Polri, dan Istana Kepresidenan, tampak kabur. Mestinya, persoalan ini diselesaikan secara bertanggung jawab dan penuh kesadaran.

“Kegaduhan tak jelas demi apa ini. Semoga itu menyadarkan dan mengingatkan kita terutama pemimpin-pemimpin kita akan Indonesia dan kepentingannya,” kata Gus Mus dalam akun twitternya, Rabu (4/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Taat asas dan iktikad baik menjadi penting untuk menyelesaikan persoalan para elite yang berlarut-larut itu. Ego kelembagaan mesti disingkirkan. Kunci-kunci itu sangat diperlukan untuk segera meredam saling serang antara dua lembaga penegak hukum yang hingga kini belum juga berkesudahan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Para elite tidak perlu mempertontonkan kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu dan tampak tidak elok di publik, tandas Gus Mus. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah