Senin, 22 Januari 2018

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aktivis Lakpesdam NU Jawa Barat, Asep Salahudin (41), menulis tujuh artikel mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid nabi dengan 7 cara pandang berbeda. Tujuh artikel tersebut dimuat di 7 media nasional dan daerah di hari yang sama pada Rabu (23/01).

Ketujuh artikel tersebut adalah Maulid Politik Kenabian (Kompas), Religiositas Maulid Nabi (Republika), Spirit Budaya Kenabian (Republika rubrik Kabar Jabar), Maulid Kita (Pikiran Rakyat), Tarekat Kultural Maulid (Tribun Jabar), Maulid dan Paradoks Keberagamaan (PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dan Semiotika Berkat Maulid (Jurnal Nasional).

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran (Sumber Gambar : Nu Online)
Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran (Sumber Gambar : Nu Online)

Asep Salahudin Menulis 7 Perspektif Maulid di 7 Koran

Insya Allah, Jumat (25/1) harian Galamedia akan memuat pula artikel berjudul Banjir, Sangkuriang, dan Ekomaulid,” ungkap pria kelaharian Limbangan, Garut, Jawa Barat, ketika dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu, (23/01).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Asep, yang juga Dekan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, dimuatnya tulisan di berbagai media massa Ini adalah berkah maulid.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih jauh doktor dengan disertasi tipologi komunikasi orang-orang tarekat di Pesantren Suryalaya dan pesantren-pesantren Tatar Sunda tersebut mengatakan, bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad tidak bid’ah. Yang mengatakan demikian adalah reproduksi kalangan “Islam modernis” yang memahami muludan secara harfiah, tekstualis, dan cara pandang “hitam-putih”.

Membid’ahkan peringatan maulid adalah keinginan mereka untuk memutus umat Islam dengan masa silamanya (sejarah). “Padahal, kita tidak bisa berdiri tanpa adanya masa silam,” tambah pemeroleh anugerah “Rucita Aksara” dari Universitas Padjajaran dalam kategori mahasiswa (S3) tahun 2012. Anugerah tersebut diberikan kepada dosen dan mahasiswa yang paling produktif menulis di media massa.

Ucapan selamat kepada Asep, datang dari penulis senior Jawa Barat, H Usep Romli HM. Ia mengatakan, tulisan Asep tentang maulid Nabi, dalam ungkapan dan sudut pandang berbeda, memperkaya wawasan pembaca serta membanggakan kalangan pesantren.

“Disertai ucapan Alhamdulillah, saya haturkan selamat kepada ananda Dr. H. Asep Salahudin, yang hari ini berhasil memuat 7 artikel pada suratkabar Bandung dan Jakarta,” ungkap Usep yang pernah aktif di GP Ansor Garut dan PWNU Jawa Barat.

Usep berharap kiprah kreativitas dan produktivitas Asep Salahudin di bidang dakwah bil qolam, menjadi pertanda kebangkitan kembali tradisi menulis di dunia pesantren. Juga sebagai bagian kejayaan khazanah literatur Islam warisan masa lampau.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 21 Januari 2018

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), ratusan guru madrasah diniyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara, Selasa (25/3).

Setelah pelatihan, kata ketua panitia H Miftahuddin, peserta diharapkan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Menurutnya, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan nonformal seperti madrasah diniyah sangat potensial untuk berinovasi dan memajukan pendidikan.

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan mencari tenaga guru produktif semisal bidang otomotif dan elektro. Padahal, terang ketua pengurus pesantren Balekambang Kiai Mustamir, Unnes setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di luar itu, muncul usulan dari sebuah pertemuan SMK Pesantren agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia dijatah 1.000 mahasiswa. “Kalau ini disepakati Rektor Unnes pak Fathur, nanti jadi problem. Solusinya insya Allah akan kami sowankan kepada Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas, mereka setelah lulus akan mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir dalam kesempatan itu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 H Achmad Slamet. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, IMNU, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menyayangkan kemelut yang melibatkan para elite yang duduk di lembaga-lembaga penting negara. Menurut Gus Mus, sikap kekanakan-kanakan para elite yang tidak kunjung usai menjadi tontonan utama di mata publik. Kecuali itu, kemelut ini menyandera langkah pemerintah itu sendiri.

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Para Elite Harusnya Beri Contoh Teladan

Gus Mus menilai akar persoalan yang memicu kemelut di kalangan elite itu terutama lingkaran KPK, Polri, dan Istana Kepresidenan, tampak kabur. Mestinya, persoalan ini diselesaikan secara bertanggung jawab dan penuh kesadaran.

“Kegaduhan tak jelas demi apa ini. Semoga itu menyadarkan dan mengingatkan kita terutama pemimpin-pemimpin kita akan Indonesia dan kepentingannya,” kata Gus Mus dalam akun twitternya, Rabu (4/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Taat asas dan iktikad baik menjadi penting untuk menyelesaikan persoalan para elite yang berlarut-larut itu. Ego kelembagaan mesti disingkirkan. Kunci-kunci itu sangat diperlukan untuk segera meredam saling serang antara dua lembaga penegak hukum yang hingga kini belum juga berkesudahan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Para elite tidak perlu mempertontonkan kegaduhan-kegaduhan yang tidak perlu dan tampak tidak elok di publik, tandas Gus Mus. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ribuan Muslimat Kudus Hadiri Puncak Harlah ke-67

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ribuan anggota Muslimat NU Kudus menghadiri puncak acara Harlah ke-67 yang diadakan PC Muslimat NU setempat Sabtu (29/3) siang. ?

Ribuan Muslimat Kudus Hadiri Puncak Harlah ke-67 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Muslimat Kudus Hadiri Puncak Harlah ke-67 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Muslimat Kudus Hadiri Puncak Harlah ke-67

Mereka yang berasal dari berbagai ranting itu memadati tempat pelaksanaan di halaman SD unggulan Muslimat NU Jl Pramuka Kudus.

Diantara mereka yang berseragam Muslimat, banyak yang duduk lesehaan tanpa kursi namun tidak mengurangi kekhidamatan dalam mengikuti acara tersebut. Kegiatan yang dikemas pengajian umum, istighotsah dan tahlil ini dihadiri Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Panitia Hj Hidayati mengatakan PC Muslimat NU Kudus dalam memperingati harlah ke-67 mengadakan ragam kegiatan yang dilaksanakan mulai 10 hingga 29 ? Maret ini. Kegiatannya berupa lomba khitobah, lomba mars Muslimat, lomba administrasi yang diikuti PAC ? Muslimat se-Kudus dan lomba-lomba anak-anak ? PAUD/Kelompok bermain/RA/TK Muslimat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami juga mengadakan seminar penguatan aswaja, pelayanan KB gratis, manaqiban, ziarah ke makam tokoh NU dan Muslimat di Kudus. Dan ditutup dengan acara pengajian umum yang dihadiri ribuan anggota Muslimat NU ini,” ujar Hj Hidayati.

Ketua PC Muslimat NU Kudus Hj Chumaidah Hamim menambahkan pada usia 67 tahun, Muslimat ? NU mengalami kemajuan yang pesat. Ia melaporkan organisasi yang dipimpinnya ini memiliki dan menaungi lembaga pendidikan pada tingkatan sekolah dasar (SD) unggulan 3 Sekolah, 30 TK Muslimat, 84 Raudhatul Athfal (RA) 16 Kelompok Bermain dan 4 tempat penitipan Anak.?

“Kami mohon doa restu, pada acara ini akan diresmikan SD unggulan Muslimat NU sekaligus juga akan melanjutkan pembangunan gedung tahap kedua,” harapnya.

Mendikbud M Nuh yang hadir beserta rombongan termasuk Ketua Umum ? PP GP Ansor H Nusron Wahid, Rektor Undip dan Unnes Semarang ini meresmikan gedung SD dan meletakkan batu pertama pembangunan tahap kedua SD unggulan yang baru berdiri satu tahun lalu. Sedangkan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi menyampaikan mauidhah hasanah dan doa.?

Disamping ribuan anggota Muslimat NU Kudus, hadir juga PW Muslimat NU Jawa Tengah Hj Munawaroh Noorhadi, ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms dan tamu undangan lainnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penguatan Ideologi Aswaja akan Dibarengi dengan Kemandirian Jam’iyah

Tenggarong, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Pelaksana Program Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik menekankan bahwa penguatan kembali ideologi Ahlussunnah wal Jamaah yang sekarang dilakukan melalui Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU pada saatnya harus dibarengi dengan pemandirian jamiyyah dan jamaah NU.

Penguatan Ideologi Aswaja akan Dibarengi dengan Kemandirian Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Ideologi Aswaja akan Dibarengi dengan Kemandirian Jam’iyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Ideologi Aswaja akan Dibarengi dengan Kemandirian Jam’iyah

KH Masyhuri Malik menyampaikan hal itu Ahad (31/5) sore di hadapan 43 kader NU, termasuk dari utusan badan otonom NU, perguruan tinggi dan pesantren. Mereka berasal dari Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Pasir Utara, Pasir, Bontang, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, dan Balikpapan. Kegiatan kaderisasi ini dilaksanakan oleh PWNU Kaltim dan dipusatkan di kantor PCNU Kutai Kartanegara, sejak Jum’at (30/5) kemarin.

Menurut Masyhuri Malik yang juga ketua PP LAZISNU, kemandirian organisasi bisa diwujudkan dengan memaksimalkan potensi warga sendiri. NU tetap menjalin kerjasama dengan pihak luar, namun kontribusi warga di berbagai tingkatan menjadi kunci dari kemandirian.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kontribusi warga NU dalam bentuk penyaluran harta atau tenaga untuk kepentingan organisasi ini pada gilirannya justru akan meningkatkan partisipasi untuk terus menggerakkan organisasi,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Masyuri Malik yang disebut-sebut sebagai salah satu calon ketua umum PBNU pada Muktamar NU di Jombang nanti juga menekankan pola penataan organisasi, termasuk pembentukan struktur sampai ke tingkat ranting, perapian admisistrasi kepengurusan sampai pendataan dan pengelolaan semua potensi yang dimiliki organsasi.

PKPNU di Kaltim yang dihadiri para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta ditutup Sabtu malam disertai dengan prosesi pembaiatan. Sebelumnya, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Ghufron Yusuf yang mengaku sebagai warga NU menyampaikan harapannya agar para kader NU menunjukkan keteladanan sebagai kader Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah-tengah masyarakat.

Sementara Ketua PWNU Kaltim menyampaikan bahwa kaderisasi penting dilakukan dan terus dilakukan untuk menguatkan organisasi. “NU adalah sarana perjuangan umat, karena itu semua struktur harus dikuatkan,” katanya

Proses kaderisasi juga penting dalam rangka menyeimbangkan antara kekuatan kultural dan kekuatan struktural. Ia mengingatkan, silaturrahim harus senantiasa diakukan oleh para kader yang aktif dalam berbagai peran baik di dalam maupun di luar struktur kepengurusan NU. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 20 Januari 2018

Ikatan Asrama Pesantren Buntet Kukuhkan Ketua Baru

Cirebon,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ikatan Asrama-Asrama Pondok Buntet Pesantren (IKAPB) Cirebon mengukuhkan ketua umum baru melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang diselenggarakan di ruang pertemuan Gedung Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pesantren Buntet, Cirebon, Jumat (15/8).

Ikatan Asrama Pesantren Buntet Kukuhkan Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Asrama Pesantren Buntet Kukuhkan Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Asrama Pesantren Buntet Kukuhkan Ketua Baru

Dalam agenda dua tahunan ini, Muhammad Majdi, terpilih sebagai ketua umum IKAPB untuk priode 2014-2016. Melalui sidang pleno yang dihadiri puluhan pengurus tersebut, ketua umum baru diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik, terutama menjaga silaturrahmi keluarga besar Pesantren Buntet Cirebon.

“IKAPB merupakan wadah silaturrahmi bagi ribuan santri yang tersebar di sebanyak 55 asrama yang terdapat di Pesantren Buntet. Maka ketua diharapkan bisa menjaga hubungan kekeluargaan ini agar tetap hangat,” ungkap Ahmad Rofahan, salah satu pengurus IKAPB yang turut serta dalam Mubes.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masih menurut Rofahan, secara struktural, IKAPB berada di dalam bidang kepesantrenan yang dikelola oleh pihak yayasan. Tanggung jawab IKAPB antara lain menyiapkan data yang akurat para santri serta memfasilitasi berbagai kegiatan keilmuan dan keorganisasian mereka.

“Untuk periode lalu telah banyak kegiatan yang digelar, seperti halnya pelatihan jurnalistik 1000 santri, pembuatan film dokumenter bekerjasama dengan salah satu stasiun TV swasta nasional, diskusi rutinan dan bahtsul kutub, serta masih banyak lagi,” tambahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain diagendakan untuk memilih ketua umum baru, dalam Mubes IKAPB ini juga digelar beberapa sidang pleno untuk membahas kembali Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Pedoman Kerja Organisasi serta mentapkan Garis Besar Haluan Kerja Organisasi. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah