Sabtu, 20 Januari 2018

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Diakui atau tidak, militansi kader IPNU-IPPNU? semakin lama semakin surut menyusul kian riuhnya kegiatan? politik yang kerap kali menyeret-nyeret dan memperebutkan suara NU. Akibatnya, kader-kader IPNU-IPPNU tak jarang terjebak dalam pusaran arus permainan politik pihak-pihak tertentu. Dan ketika itu terjadi maka militansi mereka juga menjadi rapuh.

Demikian diungkapkan salah seorang pengurus PW LPPNU Jawa Timur, Islah saat menjadi pemateri dalam acara “Upgrading IPNU-IPPNU Jember Masa Khidmat 2017-2019” akhir pekan lalu.

Menurut Islah, godaan-godaan politik bagi kader NU sudah biasa, dan harus disikapi secara bijaksana. “Jangan sampai semua dipertimbangkan dengan uang. Kita tidak boleh terpecah belah karena kepentingan di luar NU,” ungkapnya.

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua

Hal yang sama juga diakui Ketua IPPNU Jember, Shelly Nur Wahyuni. Menurutnya, IPNU IPPNU cukup lama berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Keberadaannya mulai dulu tersebar di seluruh pelosok tanah air. Namun diakuinya,? lambat laun kepercayaan dari masyarakat mulai menurun. “Karena itu, kita harus berintropeksi diri dan terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Acara yang berlangsung di aula Kantor NU Cabang Jember tersebut diikuti oleh 36 peserta? yang berasal dari berbagai lembaga IPNU-IPPNU, mulai dari tingkat kampus, anak cabang, ranting dan pimpinan komisariat.

Menurut Ketua IPNU Jember, Aris Dermawan, upgrading tersebut dimaksudkan untuk menyatukan tujuan dan cita-cita bersama antar pengurus IPNU-IPPNU, sesuai dengan amanat konferensi cabang IPNU-IPPNU Jember? Desember 2016. Yaitu membentuk 15 PAC (pimpinan anak cabang) dan 20 PK (pimpinan komisariat) se-Jember.

“Ini amanat yang harus kita penuhi. Saya sangat yakin dan optimis jika melihat kesolidan antar pengurus tetap seperti ini, maka dalam dua tahun kedepan PC IPNU IPPNU Jember akan lebih baik,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?


PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Jepara Ali Maftuh meresmikan Bank Mini Syariah “Walisongo” di Pecangaan, Jepara, Kamis (27/11) pagi. Pelepasan balon dan pengguntingan pita menandai peresmian bank milik SMK Walisongo yang hadir untuk kepentingan praktik pelajar SMK Walisongo jurusan perbankan syariah.

Kepala SMK Walisongo Sutarwi Samsul Maarif menyampaikan, bank mini berjargon “Amanah Ummah” itu merupakan sarana praktik peserta didik jurusan Perbankan Syariah.

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Dengan pengalaman demikian, siswa terbiasa dengan kegiatan perbankan. “Bank ini juga merupakan sarana untuk merangsang anak didik terbiasa menabung,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal senada disampaikan pengawas SMK Walisongo Inti Murdaningarso. Menurut Inti, sarana itu menjadi sarana pembelajaran praktis peserta didik. Kehadiran bank diharapkan merangsang anak-anak rajin menabung dan terbiasa merancang kebutuhannya sehari-hari.

Sutarwi menambahkan, bank mini membuka tiga jenis simpanan, Simpanan Siswa (Simawa), Simpanan Karyawan (Simarwan), dan Simpanan Ujian Nasional (Siunas).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk Simawa, pembukaan awalnya sebesar Rp.10.000. “Selanjutnya boleh menabung Rp.2.000 dan seterusnya. Boleh menabung setiap hari maupun setiap bulan,” lanjutnya.

Demikian halnya dengan Siuna. Tabungan berikutnya mulai Rp. 2.000. sedangkan Simarwan mulai Rp.5.000 untuk tabungan setelah pembukaan awal. “Khusus Siunas tidak boleh diambil oleh siswa sebab untuk pembayaran Ujian Nasional,” ujar Sutarwi.

Bank mini itu memang untuk praktik 62 siswa Perbankan Syariah. Namun manfaat dari lembaga itu mencakup untuk semua elemen siswa dan karyawan di lingkungan unit SMK Walisongo Pecangaan, Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 telah usai. Banyak bermunculan pemain santri berbakat yang melesatkan banyak gol di kompetisi yang dimainkan di enam stadion di kota Bandung. Dari sekian nama yang bersinar, sosok Aldi Hamid kini tercatat dalam sejarah sebagai Top Skor Liga Santri Nusantara di tahun ke-3 ini dengan torehan 7 gol.

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan

Dari perolehan 7 gol tersebut, Aldi Hamid hasilkan dalam 3 pertandingan di fase grup, melalui 5 kali tendangan terdari dari 2 gol kaki kiri dan 3 gol kaki kanan. Sedangkan 2 gol disarangkan lewat sundulan kepala. Sayangnya, timnya yakni Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Kaballangan Pinrang terhenti di babak 16 besar setelah dikandaskan 1-2 oleh Al Kahfi Kebumen. Sampai laga final usai, tidak ada satu pemain pun yang bisa mengejar perolehan golnya. 

Pemain bernomor punggung 9 ini lahir di Pekkabata pada 10 April 2000 dari pasangan Lantong dan Dia. Aldi merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Saat ini duduk di kelas 2 Madrasah Aliyah (MA) yang bernaung di pesantren DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Untuk pengalaman bermain bola, Aldi sudah beberapa kali ikut turnamen tingkat kampung dan kacamatan, bahkan sebelum mengikuti Liga Santri ia pernah bermain sampai ke wilayah Sulawesi Barat. Menariknya, timnya sering melakukan pertandingan uji coba melawan seniornya di pesantren setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat diwawancara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Aldi mengungkapkan rasanya senangnya bisa menjadi top skor di Liga Santri Nusantara. “Bisa membanggakan kedua orang tua,” ungkap Aldi, Senin (30/10). 

Di balik kelincahannya menendang si kulit bundar, Aldi ternyata mengagumi sosok Cristiano Ronaldo. Ada hal menarik yang dikagumi dari pemain asal Portugal yang bermain di club Real Madrid itu. Ia menilai Ronaldo termasuk pemain yang mempunyai sifat kedermawanan membantu orang lain apalagi bagi umat muslim.

Di mata Aldi, Ronaldo sering menampakkan kedekatan dan kepeduliannya terhadap muslim dunia. Dalam segi permainan dan teknik, Ronaldo salah satu pemain yang luar biasa. “Walaupun terkadang sulit dalam melakukan persaingan dengan Lionel Messi, namun Ronaldo sering dengan baik menemukan jalan menuju suksesnya,” terang Aldi yang juga mengidolakan pemain Timnas Bambang Pamungkas. 

Aldi juga membeberkan rahasia latihannya selama ini mengapa bisa tajam dalam mencetak gol. Ia sering berlatih terus menerus terutama untuk menjaga stamina agar stabil, dan ia memperbanyak belajar melatih tendangan bola ke gawang dari luar kotak penalti, memperbanyak skill, dan penguasaan bola.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia berharap setelah selesai turnamen Liga Santri Nusantara, bisa memberikan kontribusi kepada tim nasional Indonesia. “Impian saya bisa bergabung ke skuad timnas U-19,” pungkas Aldi. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tradisi peuphon kitab (memulai kitab) menjadi salah satu bukti penghormatan santri terhadap ilmu dan pemiliknya. Kebiasaan ini dilakukan di hampir seluruh dayah atau pesantren tradisional di Aceh. Seperti yang berlangsung di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Santri kelas III Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Rabu (24/12), menggelar kegiatan tersebut bersama Abi Zahrul Mubarrak, putra Abu MUDI Mesra Samalanga. Peuphon kitab dimulai dengan pemberian hadiah bacaan surat al-Fatihah untuk pengarang kitab.

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Kitab pertama yang dimulai dalam tradisi rutin yang bertujuan mengharap keberkahan (tabaruk) kali ini adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Al Malibari, Syarh Waraqat karya Syekh Jalal al-Mahalli yang merupakan uraian dari kitab ushul fiqih karangan Imam Haramain, dan Kitab Nazam Sulam Munauraq karya Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam siaran pers yang diterima PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abi Zahrul memperkenalkan kitab tersebut satu persatu kepada santri lengkap dengan biografi singkat pengarangnya. Salah satu pelajaran penting yang dapat dipedomani, menurut Abi, adalah pentingnya sebuah nama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kitab Qurratul Ain, misalnya, bermakna penyejuk jiwa. Nama ini menjadi salah satu doa tersirat sang pengarang (mushannif) agar menarik bagi pembacanya. “Bek sampe kitab baro geubuka, santri kadipreh-preh pajan su lonceng,” kata Abi yang disambut tawa santri Batee Iliek.

Abi juga heran ada sebagian orang yang terkadang memberikan nama anaknya terlebih dahulu, baru mencari tahu arti belakangan. Padahal, dalam Islam nama adalah perkara yang sangat penting dan bagian dari doa.

Ia menguraikan panjang lebar tentang perbedaan fiqih, ushul fiqih dan qaidah fiqih saat mengawali pembelajaran kitab Waraqat. Ushul fiqih merupakan sekumpulan teori yang digunakan oleh para mujtahid untuk menggali hukum fiqih, jadi secara teori ushul fiqih lahir sebelum fiqih, sedangkan qaidah fiqih justru lahir setelah fiqih.

Satu hal lain yang menarik dari kitab ini adalah hasyiah-nya (penjabaran atas syarah) yang dikarang orang Indonesia, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Abi menceritakan bahwa dulu banyak ulama Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengajar di Masjidil Haram sebelum Arab Saudi dikuasai oleh kalangan Wahabi.

Dalam mengomentari kitab Sulam Munauraq dalam fan mantiq, salah satu hal yang disampaikan oleh Abi adalah letak perbedaan antara filsafat Islam dan filsafat barat. “Filsafat Islam berangkat dari keyakinan, sedangkan filsafat barat berangkat dari keraguan,"

Kemudian dalam hal pencapaian ilmu, filsafat barat hanya berorientasi pada mahsus (indrawi) dan al-‘aqlu (rasio), sedangkan filsafat Islam dalam pencapaian ilmu diklasifikasikan dalam tiga hal, mahsus, al-‘aqlu dan tawatur yaitu sesuatu yang bersumber dari Alquran dan hadis dengan periwayatan dalam jumlah ramai.

Di akhir pengajian muqaddimah Mantiq, Abi Zahrul menceritakan sosok Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari yang mengarang kitab Mantiq ini pada usia 21 tahun. Namun, ternyata masih ada pengarang yang lebih muda dari Syekh al-Ahdhari yaitu Ibnu Hajib yang mengarang nazam Jamal al-Khawanji pada usianya yang masih 6 tahun. Acara peuphon kitab ini diakhiri dengan salam-salaman yang dipandu dengan shalawat badar. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. HIPSI atau Himpunan Pengusaha Santri Indonesia, sebuah lembaga yang dibentuk di bawah Rabithah al-Maahid al-Islamiyyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia, menempuh jalur dakwah lewat jalur wirausaha. Menurut HIPSI, nilai-nilai kejujuran dan kerja keras bisa didakwahkan lewat entrepreneurship.

Demikian disampaikan Mohammad Gozali, Ketua Umum HIPSI, di sela Munas-Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin (17/9) lalu.

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

“Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah. Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI  menjadi institusi yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jatim, Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain seperti Jabar berikut DKI menjadi target berikutnya. 

Menurut Gozali, seminar dan deklarasi HIPSI sudah dilakukan kepada santri dari ratusan, salah satunya di  pesantren Alqurthuby Bondowoso, dikumpulkan 300-an santri yang dididik targetnya agar mereka memiliki jiwa wirausaha. Diharapkan mereka setelah lulus dari pesantren, tidak lagi bingung mencari, melainkan justru bisa membuka lapangan pekerjaan.

HIPSI berdiri awal 2012, tepatnya bulan Februari. Waktu itu sekitar 2008 dirinya dan beberapa teman santri, sudah gandrung berbicara tentang bisnis. Melihat semangat sekelompok  anak muda itu, maka RMI mengakomodasinya dalam sebuah lembaga resmi, maka berdirilah HIPSI.

RMI membawahi 23.000 pondok pesantren se-Indonesia, tapi rata-rata, mereka ini lebih fokus ke ilmu agama jarang sekali yang menyentuh ekonomi. Secara legalitasnya HIPSI di bawah RMI atau menginduk ke RMI, organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri. 

Mochammad Ghozali menegaskan, target ke depan HIPSI menjadi organisasi wadah pengkaderan pengusaha  dan jejaring ekonomi di kalangan nahdiyyin. Beralamat kantor di Jl Kayun 38-40 Surabaya, sampai saat ini telah memiliki hampir 1000-an santri pengusaha anggota yang tersebar merata di Jawa Timur dan beberapa di daerah lain. 

Menurutnya, HIPSI yang berada di bawah RMI sebagai organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri, Targetnya 1 juta pengusaha santri dalam 10 tahun kedepan.

Misi lainnya adalah menyinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau," kata Gozali.

Sekretaris Pengurus Pusat RMI Miftah Fakih, dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, HIPSI diharapkan menjadi wadah untuk memunculkan sebanyak mungkin pengusaha dari kalangan pesantren. 

“RMI sudah berpesan bahwa HIPSI ini anggotanya harus NU atau warga pesantren, lebih khusus lagi harus punya background pesantren atau pernah nyantri di pesantren,” katanya. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita!

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Abdul Kholik menilai, jumlah warga NU yang begitu banyak merupakan potensi ekonomi yang sangat besar bagi diri mereka sendiri. Potensi tersebut akan sangat menguntungkan bila pasar terkonsolidasi dengan dengan baik.

Karena itu HPN mengajak kepada seluruh warga NU untuk bersama-sama memperkuat jaringan bisnis, saling membeli produk dan jasa dari kalangan Nahdliyin sendiri. Dengan begitu, pergerakan ekonomi akan kian berkembang.

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita!

“Mari kita bangun ukhuwah bisnis kita,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium Lantai 5 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/11). Diskusi ini dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara HPN Yayasan Absindo Desa Emas di bidang pemberdayaan desa.

Kholik mengungkapkan, deretan orang-orang terkaya di Indonesia tak lepas dari kontribusi Nahdliyin baik sebagai konsumen, produsen, maupun tenaga kerja. Ini adalah potensi yang harus diarahkan kepada pembangunan peluang bisnis di kalangan sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir pula Dianta Sebayang, dosen Universitas Negeri Jakarta, yang berbicara tentang UMKM. Menurutnya, saat ini 90 persen usaha di Indonesia masuk kategori UMKM, dan mayoritas ada di desa utamanya di sektor pertanian.

Menurutnya, bisnis yang paling relevan saat ini adalah e-commerce atau perdagangan melalui sistem elektronik. Data jumlah telepon pintar kini yang mencapai 103 juta buah di Indonesia mendorong setiap penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa lebih efektif apabila dilakukan secara elektronik. (Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah