Sabtu, 20 Januari 2018

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Diakui atau tidak, militansi kader IPNU-IPPNU? semakin lama semakin surut menyusul kian riuhnya kegiatan? politik yang kerap kali menyeret-nyeret dan memperebutkan suara NU. Akibatnya, kader-kader IPNU-IPPNU tak jarang terjebak dalam pusaran arus permainan politik pihak-pihak tertentu. Dan ketika itu terjadi maka militansi mereka juga menjadi rapuh.

Demikian diungkapkan salah seorang pengurus PW LPPNU Jawa Timur, Islah saat menjadi pemateri dalam acara “Upgrading IPNU-IPPNU Jember Masa Khidmat 2017-2019” akhir pekan lalu.

Menurut Islah, godaan-godaan politik bagi kader NU sudah biasa, dan harus disikapi secara bijaksana. “Jangan sampai semua dipertimbangkan dengan uang. Kita tidak boleh terpecah belah karena kepentingan di luar NU,” ungkapnya.

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jangan Masuk Riuh Politik Orang Tua

Hal yang sama juga diakui Ketua IPPNU Jember, Shelly Nur Wahyuni. Menurutnya, IPNU IPPNU cukup lama berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Keberadaannya mulai dulu tersebar di seluruh pelosok tanah air. Namun diakuinya,? lambat laun kepercayaan dari masyarakat mulai menurun. “Karena itu, kita harus berintropeksi diri dan terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Acara yang berlangsung di aula Kantor NU Cabang Jember tersebut diikuti oleh 36 peserta? yang berasal dari berbagai lembaga IPNU-IPPNU, mulai dari tingkat kampus, anak cabang, ranting dan pimpinan komisariat.

Menurut Ketua IPNU Jember, Aris Dermawan, upgrading tersebut dimaksudkan untuk menyatukan tujuan dan cita-cita bersama antar pengurus IPNU-IPPNU, sesuai dengan amanat konferensi cabang IPNU-IPPNU Jember? Desember 2016. Yaitu membentuk 15 PAC (pimpinan anak cabang) dan 20 PK (pimpinan komisariat) se-Jember.

“Ini amanat yang harus kita penuhi. Saya sangat yakin dan optimis jika melihat kesolidan antar pengurus tetap seperti ini, maka dalam dua tahun kedepan PC IPNU IPPNU Jember akan lebih baik,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?


PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 19 Januari 2018

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Jepara Ali Maftuh meresmikan Bank Mini Syariah “Walisongo” di Pecangaan, Jepara, Kamis (27/11) pagi. Pelepasan balon dan pengguntingan pita menandai peresmian bank milik SMK Walisongo yang hadir untuk kepentingan praktik pelajar SMK Walisongo jurusan perbankan syariah.

Kepala SMK Walisongo Sutarwi Samsul Maarif menyampaikan, bank mini berjargon “Amanah Ummah” itu merupakan sarana praktik peserta didik jurusan Perbankan Syariah.

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Mini Syariah SMK Walisongo Beroperasi Sebelum Diresmikan

Dengan pengalaman demikian, siswa terbiasa dengan kegiatan perbankan. “Bank ini juga merupakan sarana untuk merangsang anak didik terbiasa menabung,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal senada disampaikan pengawas SMK Walisongo Inti Murdaningarso. Menurut Inti, sarana itu menjadi sarana pembelajaran praktis peserta didik. Kehadiran bank diharapkan merangsang anak-anak rajin menabung dan terbiasa merancang kebutuhannya sehari-hari.

Sutarwi menambahkan, bank mini membuka tiga jenis simpanan, Simpanan Siswa (Simawa), Simpanan Karyawan (Simarwan), dan Simpanan Ujian Nasional (Siunas).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk Simawa, pembukaan awalnya sebesar Rp.10.000. “Selanjutnya boleh menabung Rp.2.000 dan seterusnya. Boleh menabung setiap hari maupun setiap bulan,” lanjutnya.

Demikian halnya dengan Siuna. Tabungan berikutnya mulai Rp. 2.000. sedangkan Simarwan mulai Rp.5.000 untuk tabungan setelah pembukaan awal. “Khusus Siunas tidak boleh diambil oleh siswa sebab untuk pembayaran Ujian Nasional,” ujar Sutarwi.

Bank mini itu memang untuk praktik 62 siswa Perbankan Syariah. Namun manfaat dari lembaga itu mencakup untuk semua elemen siswa dan karyawan di lingkungan unit SMK Walisongo Pecangaan, Jepara. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 telah usai. Banyak bermunculan pemain santri berbakat yang melesatkan banyak gol di kompetisi yang dimainkan di enam stadion di kota Bandung. Dari sekian nama yang bersinar, sosok Aldi Hamid kini tercatat dalam sejarah sebagai Top Skor Liga Santri Nusantara di tahun ke-3 ini dengan torehan 7 gol.

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aldi Hamid, Top Skor Liga Santri 2017 dari Pesantren DDI Kaballangan

Dari perolehan 7 gol tersebut, Aldi Hamid hasilkan dalam 3 pertandingan di fase grup, melalui 5 kali tendangan terdari dari 2 gol kaki kiri dan 3 gol kaki kanan. Sedangkan 2 gol disarangkan lewat sundulan kepala. Sayangnya, timnya yakni Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Kaballangan Pinrang terhenti di babak 16 besar setelah dikandaskan 1-2 oleh Al Kahfi Kebumen. Sampai laga final usai, tidak ada satu pemain pun yang bisa mengejar perolehan golnya. 

Pemain bernomor punggung 9 ini lahir di Pekkabata pada 10 April 2000 dari pasangan Lantong dan Dia. Aldi merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Saat ini duduk di kelas 2 Madrasah Aliyah (MA) yang bernaung di pesantren DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. 

Untuk pengalaman bermain bola, Aldi sudah beberapa kali ikut turnamen tingkat kampung dan kacamatan, bahkan sebelum mengikuti Liga Santri ia pernah bermain sampai ke wilayah Sulawesi Barat. Menariknya, timnya sering melakukan pertandingan uji coba melawan seniornya di pesantren setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat diwawancara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Aldi mengungkapkan rasanya senangnya bisa menjadi top skor di Liga Santri Nusantara. “Bisa membanggakan kedua orang tua,” ungkap Aldi, Senin (30/10). 

Di balik kelincahannya menendang si kulit bundar, Aldi ternyata mengagumi sosok Cristiano Ronaldo. Ada hal menarik yang dikagumi dari pemain asal Portugal yang bermain di club Real Madrid itu. Ia menilai Ronaldo termasuk pemain yang mempunyai sifat kedermawanan membantu orang lain apalagi bagi umat muslim.

Di mata Aldi, Ronaldo sering menampakkan kedekatan dan kepeduliannya terhadap muslim dunia. Dalam segi permainan dan teknik, Ronaldo salah satu pemain yang luar biasa. “Walaupun terkadang sulit dalam melakukan persaingan dengan Lionel Messi, namun Ronaldo sering dengan baik menemukan jalan menuju suksesnya,” terang Aldi yang juga mengidolakan pemain Timnas Bambang Pamungkas. 

Aldi juga membeberkan rahasia latihannya selama ini mengapa bisa tajam dalam mencetak gol. Ia sering berlatih terus menerus terutama untuk menjaga stamina agar stabil, dan ia memperbanyak belajar melatih tendangan bola ke gawang dari luar kotak penalti, memperbanyak skill, dan penguasaan bola.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia berharap setelah selesai turnamen Liga Santri Nusantara, bisa memberikan kontribusi kepada tim nasional Indonesia. “Impian saya bisa bergabung ke skuad timnas U-19,” pungkas Aldi. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tradisi peuphon kitab (memulai kitab) menjadi salah satu bukti penghormatan santri terhadap ilmu dan pemiliknya. Kebiasaan ini dilakukan di hampir seluruh dayah atau pesantren tradisional di Aceh. Seperti yang berlangsung di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Santri kelas III Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Batee Iliek, Rabu (24/12), menggelar kegiatan tersebut bersama Abi Zahrul Mubarrak, putra Abu MUDI Mesra Samalanga. Peuphon kitab dimulai dengan pemberian hadiah bacaan surat al-Fatihah untuk pengarang kitab.

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Peuphon Kitab di Dayah Jam’iyah Al-Aziziyah

Kitab pertama yang dimulai dalam tradisi rutin yang bertujuan mengharap keberkahan (tabaruk) kali ini adalah Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Al Malibari, Syarh Waraqat karya Syekh Jalal al-Mahalli yang merupakan uraian dari kitab ushul fiqih karangan Imam Haramain, dan Kitab Nazam Sulam Munauraq karya Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam siaran pers yang diterima PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abi Zahrul memperkenalkan kitab tersebut satu persatu kepada santri lengkap dengan biografi singkat pengarangnya. Salah satu pelajaran penting yang dapat dipedomani, menurut Abi, adalah pentingnya sebuah nama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kitab Qurratul Ain, misalnya, bermakna penyejuk jiwa. Nama ini menjadi salah satu doa tersirat sang pengarang (mushannif) agar menarik bagi pembacanya. “Bek sampe kitab baro geubuka, santri kadipreh-preh pajan su lonceng,” kata Abi yang disambut tawa santri Batee Iliek.

Abi juga heran ada sebagian orang yang terkadang memberikan nama anaknya terlebih dahulu, baru mencari tahu arti belakangan. Padahal, dalam Islam nama adalah perkara yang sangat penting dan bagian dari doa.

Ia menguraikan panjang lebar tentang perbedaan fiqih, ushul fiqih dan qaidah fiqih saat mengawali pembelajaran kitab Waraqat. Ushul fiqih merupakan sekumpulan teori yang digunakan oleh para mujtahid untuk menggali hukum fiqih, jadi secara teori ushul fiqih lahir sebelum fiqih, sedangkan qaidah fiqih justru lahir setelah fiqih.

Satu hal lain yang menarik dari kitab ini adalah hasyiah-nya (penjabaran atas syarah) yang dikarang orang Indonesia, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Abi menceritakan bahwa dulu banyak ulama Indonesia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah yang mengajar di Masjidil Haram sebelum Arab Saudi dikuasai oleh kalangan Wahabi.

Dalam mengomentari kitab Sulam Munauraq dalam fan mantiq, salah satu hal yang disampaikan oleh Abi adalah letak perbedaan antara filsafat Islam dan filsafat barat. “Filsafat Islam berangkat dari keyakinan, sedangkan filsafat barat berangkat dari keraguan,"

Kemudian dalam hal pencapaian ilmu, filsafat barat hanya berorientasi pada mahsus (indrawi) dan al-‘aqlu (rasio), sedangkan filsafat Islam dalam pencapaian ilmu diklasifikasikan dalam tiga hal, mahsus, al-‘aqlu dan tawatur yaitu sesuatu yang bersumber dari Alquran dan hadis dengan periwayatan dalam jumlah ramai.

Di akhir pengajian muqaddimah Mantiq, Abi Zahrul menceritakan sosok Syekh Abdurrahman Al-Ahdhari yang mengarang kitab Mantiq ini pada usia 21 tahun. Namun, ternyata masih ada pengarang yang lebih muda dari Syekh al-Ahdhari yaitu Ibnu Hajib yang mengarang nazam Jamal al-Khawanji pada usianya yang masih 6 tahun. Acara peuphon kitab ini diakhiri dengan salam-salaman yang dipandu dengan shalawat badar. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. HIPSI atau Himpunan Pengusaha Santri Indonesia, sebuah lembaga yang dibentuk di bawah Rabithah al-Maahid al-Islamiyyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia, menempuh jalur dakwah lewat jalur wirausaha. Menurut HIPSI, nilai-nilai kejujuran dan kerja keras bisa didakwahkan lewat entrepreneurship.

Demikian disampaikan Mohammad Gozali, Ketua Umum HIPSI, di sela Munas-Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin (17/9) lalu.

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

“Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah. Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI  menjadi institusi yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jatim, Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain seperti Jabar berikut DKI menjadi target berikutnya. 

Menurut Gozali, seminar dan deklarasi HIPSI sudah dilakukan kepada santri dari ratusan, salah satunya di  pesantren Alqurthuby Bondowoso, dikumpulkan 300-an santri yang dididik targetnya agar mereka memiliki jiwa wirausaha. Diharapkan mereka setelah lulus dari pesantren, tidak lagi bingung mencari, melainkan justru bisa membuka lapangan pekerjaan.

HIPSI berdiri awal 2012, tepatnya bulan Februari. Waktu itu sekitar 2008 dirinya dan beberapa teman santri, sudah gandrung berbicara tentang bisnis. Melihat semangat sekelompok  anak muda itu, maka RMI mengakomodasinya dalam sebuah lembaga resmi, maka berdirilah HIPSI.

RMI membawahi 23.000 pondok pesantren se-Indonesia, tapi rata-rata, mereka ini lebih fokus ke ilmu agama jarang sekali yang menyentuh ekonomi. Secara legalitasnya HIPSI di bawah RMI atau menginduk ke RMI, organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri. 

Mochammad Ghozali menegaskan, target ke depan HIPSI menjadi organisasi wadah pengkaderan pengusaha  dan jejaring ekonomi di kalangan nahdiyyin. Beralamat kantor di Jl Kayun 38-40 Surabaya, sampai saat ini telah memiliki hampir 1000-an santri pengusaha anggota yang tersebar merata di Jawa Timur dan beberapa di daerah lain. 

Menurutnya, HIPSI yang berada di bawah RMI sebagai organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri, Targetnya 1 juta pengusaha santri dalam 10 tahun kedepan.

Misi lainnya adalah menyinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau," kata Gozali.

Sekretaris Pengurus Pusat RMI Miftah Fakih, dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, HIPSI diharapkan menjadi wadah untuk memunculkan sebanyak mungkin pengusaha dari kalangan pesantren. 

“RMI sudah berpesan bahwa HIPSI ini anggotanya harus NU atau warga pesantren, lebih khusus lagi harus punya background pesantren atau pernah nyantri di pesantren,” katanya. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita!

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Abdul Kholik menilai, jumlah warga NU yang begitu banyak merupakan potensi ekonomi yang sangat besar bagi diri mereka sendiri. Potensi tersebut akan sangat menguntungkan bila pasar terkonsolidasi dengan dengan baik.

Karena itu HPN mengajak kepada seluruh warga NU untuk bersama-sama memperkuat jaringan bisnis, saling membeli produk dan jasa dari kalangan Nahdliyin sendiri. Dengan begitu, pergerakan ekonomi akan kian berkembang.

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum HPN: Nahdliyin, Mari Bangun Ukhuwah Bisnis Kita!

“Mari kita bangun ukhuwah bisnis kita,” katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) di Auditorium Lantai 5 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (30/11). Diskusi ini dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara HPN Yayasan Absindo Desa Emas di bidang pemberdayaan desa.

Kholik mengungkapkan, deretan orang-orang terkaya di Indonesia tak lepas dari kontribusi Nahdliyin baik sebagai konsumen, produsen, maupun tenaga kerja. Ini adalah potensi yang harus diarahkan kepada pembangunan peluang bisnis di kalangan sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir pula Dianta Sebayang, dosen Universitas Negeri Jakarta, yang berbicara tentang UMKM. Menurutnya, saat ini 90 persen usaha di Indonesia masuk kategori UMKM, dan mayoritas ada di desa utamanya di sektor pertanian.

Menurutnya, bisnis yang paling relevan saat ini adalah e-commerce atau perdagangan melalui sistem elektronik. Data jumlah telepon pintar kini yang mencapai 103 juta buah di Indonesia mendorong setiap penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa lebih efektif apabila dilakukan secara elektronik. (Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ahad, (31/1) merupakan hari bersejarah bagi Nahdliyyin di Nusantara. Hal itu bertepatan dengan 90 tahun kelahiran Nahdlatul Ulama. Tepatnya di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 silam. Di tempat inil pula PBNU berkantor untuk pertama kali.

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Beragam cara dilakukan Nahdliyyin dalam menyambut hari lahir ke-90 dari jam’iyyah ini. Begitu pula dengan yang dilakukan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember ITS Surabaya.

Dalam menyambut harlah ini, PMII ITS yang dikomandani Muhammad Iqbal El-Ghiffary ini melakukan napak tilas dan Istighotsah di kantor PBNU pertama yang saat ini menjadi gedung PCNU Surabaya itu. Dipimpin langsung oleh sahabat Iqbal, Istighotsah berlangsung khusyuk dan khidmat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Alhamdulillah, telah terlaksana agenda napak tilas dan doa bersama sahabat PMII ITS. Semoga dengan dengan napak tilas ini, sahabat-sahabat bisa menghayati perjuangan serta mendoakan para masyayikh NU, dan tetap membawa semangat Sepuluh Nopember di setiap geraknya. Tentunya ini menjadi sebuah bentuk perwujudan kami untuk tetap berada di barisan para ulama,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di akhir kegiatan ini, mahasiswa Teknik Geomatika ITS angkatan 2012 ini juga berharap Nahdlatul Ulama bisa tetap menjadi perekat bagi warga seluruh element bangsa di Indonesia. “Selain itu, besar harapannya NU tetap dapat menjadi pengayom bagi semua elemen golongan dan tentunya bisa tetap menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara,” tuturnya. (Ahmad Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah