Rabu, 17 Januari 2018

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aktivis senior yang juga mantan Menteri Sekretaris Negara era Presiden KH Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan memberikan motivasi kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk menyatu kembali dalam satu organisasi Nahdlatul Ulama.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan orasi di hadapan para kader PMII dalam acara peringatan hari pahlawan yang digelar Pengurus Cabang PMII Jakarta Pusat di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (12/11) malam. Ia mendorong PMII Jakpus mendukung hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2014.

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bondan Gunawan Dorong PMII Kembali ke NU

”Sudah saatnya PMII sebagai organisasi kemahasiswaan kembali kepangkuan NU, karena apapun keputusan yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh NU merupakan suatu bentuk perhatian orang tua terhadap anaknya. Sebab tidak bisa dipungkiri PMII lahir dari rahim NU,” tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Umum PMII DKI Jakarta, PMII Jakarta Timur, PMII Jakarta Utara, dan PMII Jakarta Selatan, serta beberapa perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat yang secara bergantian menyampaikan orasi kebangsaan.

Peringatan hari pahlawan berlangsung khidmat, diawali dengan musikalisasi puisi, dan doa bersama. dan orasi kebangsaan.? Selain Bondan Gunawan, hadir pula menyampaikan orasi anggota Majelis Pembina Nasional PB PMII, Amsar A. Dulmanan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Amsar mengajak seluruh kader PMII untuk memaknai kembali peringatan hari pahlawan ini. Bukan sekadar mengingat dan mengenang, tetapi menjiwai setiap perjuangan yang telah memakan ribuan jiwa yang rela mengorbankan tumpah darah mereka demi bangsa Indonesia.

”Hidup harus belajar dari masa lalu, dengannya kita akan memahami masa kini untuk membaca masa depan. Menghargai para pahlawan berarti menggali pondasi-pondasi nation building. Jadi, hiduplah untuk masa depan, dengan memahami masa kini, dan menghargai masa lalu,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Cabang PMII Jakarta Pusat Daud Gerung mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat pergerakan kader-kader PMII dalam merefleksikan dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela dan mempertahankan tanah air.

“Kader PMII sudah seharusnya mampu untuk mengaktualisasikan semangat juang para pahlawan nasional, terutama kiai NU dan laskar santri sehingga apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dengan mudah direalisasikan demi menegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” kata Daud. (Rico K. Sanjaya/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Ulama, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 16 Januari 2018

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa

Pandeglang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menyikapi maraknya aksi teror di Indonesia, Laskar Aswaja merumuskan langkah-langkah strategis sekaligus memberikan rekomendasi guna memperteguh dan mengawal NKRI. Hal ini mengemuka pada acara Pelantikan Pengurus Laskar Aswaja se-Provinsi Banten dan Rapat Kerja Wilayah pada 30 April-1 Mei 2016.

Ketua DPP Laskar Aswaja Adhi Thobink Permana mengatakan bahwa saat ini kondisi Indonesia sangat memprihatinkan, meskipun aparat Kepolisian Indonesia dikenal paling sukses dalam menagkap para teroris. Menurutnya, Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang melahirkan banyak kaum radikal dan teroris kelas dunia, termasuk Banten di dalamnya. Ini sebuah paradok yang membanggakan sekaligus memalukan.

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Aswaja Siap Lawan Perongrong Keutuhan Bangsa

Selain itu, Lukman Hakim, Ketua Laskar Aswaja Provinsi Banten mengatakan, optimisme merupakan kata yang harus dimiliki segenap komponen bangsa. Terlebih dalam menyikapi berbagai gerakan yang akan memperlemah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi Laskar Aswaja, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Terorisme dan gerakan radikal atas nama agama harus dilawan, karena ia akan merongrong bangsa dan merusak citra Islam di mata dunia. Merupakan komitmen kami di Laskar Aswaja untuk turut serta menjaga keutuhan bangsa dan lestarinya nilai-nilai Islam yang rahmatan lil aalamiin (rahmat untuk semua),” sambungnya sebagaimana siaran pers yang diterima PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menyikapi banyaknya aksi teror dan maraknya kaum radikal, Panglima Brigade Laskar Aswaja Muhidir A. Kodir mengatakan bahwa Polri dan TNI harus tegas dalam menyikapi organisasi atau gerakan ideologis yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Penafsiran agama yang kaku dan ditambah ekonomi yang timpang adalah penyebab utama maraknya kelompok radikal di Indonesia. Perlu ada gerakan secara menyeluruh mengenai pentingnya memahami agama dengan baik dan benar,” papar pria kelahiran Tangerang ini.

Pantauan di lokasi acara, Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah ini dilaksanakan di Villa Karoeng Kabupaten Pandeglang. Dihadiri oleh sekitar 180 orang, terdiri dari Pengurus Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Banten.

Selaku Ketua Panitia Indra Irawan mengucapkan terima kasih kepada Adhi Thobink Permana selaku Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Dewan Pembina, Beberapa Pengurus Pusat, Ketua DPC se-Kota/Kabupaten, dan para pengurus yang telah mengikuti jalannya acara ini. “Semoga kegiatan kali ini mampu mengeluarkan beberapa keputusan dan rekomendasi yang berguna bagi Provinsi Banten, dan Indonesia,” sambungnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdhatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015. Peringatan dihelat di Pondok Pesantren KH Wahab Hasbullah, Tambakberas.

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren

Ketua RMI NU Jombang Shobih mengatakan, Hari Santri Nasional itu diperlukan sebagai kesadaran sejarah perjuangan pesantren pada zamannya. Dulu mereka berperang fisik melawan penjajah, mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih.

Sekarang, kata dia, santri tetap harus berjuang, yaitu mengisi kemerdekaan dengan penguatan pemahaman keislamannya. “Perlu adanya penguatan pemahaman para santri melalui setiap lembaga pondok pesantrennya, khususnya yang beraliran dengan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja),” ungkapnya di kediamannya Jumat (9/10).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Target peringatan Hari Santri Nasional, kata dia, adalah menguatkan ukhwah islamiyah antar-lembaga pesantren. Ia menilai kontribusi Pondok Pesantren sangat menentukan perkembangan NU ke depan.

“Sekarang kan ada istilah NU itu sebagai pondok pesantren besar, sementara pondok pesantren itu adalah NU kecil,” ujarnya sambil tersenyum dan mempersilahkan hidangan yang sudah disediakan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari silaturahim itu RMI NU dapat membedakan pondok pesantren Aswaja NU dan bukan. Karena, sekarang banyak pesantren mengaku Aswaja yang bukan NU. Makanya pada pertemuan itu, akan dilakukan pendataan pesantren se-Jombang.

Masih dalam merayakan Hari Santri, akan diluncurkan website RMI NU yang berisi profil-profil pesantren se-Jombang. “Pondok Pesantren yang sudah didata sebelumnya kami masukkan ke sana,” tutupnya. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, atas nama pemerintah, dirinya meminta maaf terkait layanan mudik pada 2016 ini, terutama terjadinya musibah kemacetan panjang di Brebes yang merenggut korban jiwa.

"Terjadinya musibah sebagian warga masyarakat pada saat kemacetan di Pantura daerah Kabupaten Brebes, Saya Mendagri atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf," katanya seperti diinformasikan oleh Puspen Kemendagri yang diunggah dalam laman kementerian tersebut, Sabtu.

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes

Seperti diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes telah merilis 17 orang yang meninggal dunia saat mudik lebaran 2016 mulai dari 29 Juni - 5 Juli 2016.

Penyebab meninggalnya dalam musibah mudik tersebut beragam, diantaranya selain karena kecelakaan lalu lintas, juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan akibat kemacetan yang panjang dan kelelahan.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan ke masyarakat saat mudik. Mulai dari mempercepat proses pembayaran jalan tol hingga perbaikan jalan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk itu, menurut dia, kejadian tersebut akan menjadi evaluasi pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri. "Adanya musibah, kekurangnyamanan dalam perjalanan menjadi evaluasi kami, pemerintah khususnya Kemendagri, sekali lagi sebagai Mendagri saya mohon maaf," kata Tjahjo.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tjahjo menjelaskan, Kemendagri sebelumnnya juga telah mengirimkan radiogram ke sejumlah kepala daerah wilayah Pantura, dimana menjadi perlintasan arus mudik dan balik lebaran.

Para kepala daerah tersebut antara lain Bupati Pemalang, Bupati Tegal, Wali Kota Tegal, Bupati Brebes, dan Bupati Cirebon. Dan khususnya adalah di Kabupaten Brebes.

Dalam radiogram tersebut, Mendagri meminta perbantuan siaga 24 jam untuk Satpol PP, aparat kecamatan, aparat desa dan dinas terkait di sepanjang Jalan Pantura dan puskesmas.

Mereka harus siap membantu kelancaran masyarakat arus balik ke arah Barat dan Timur melalui tol dan Pantura. Mendagri menekankan kepala daerah segera berkoordinasi untuk melakukan kesiapan tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-61 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo menggelar seminar kewirausahaan di Gedung Djoyolelono, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (21/3).

Seminar yang mengambil tema “Hijrah Mindset, Dari Kuli Menjadi Bos” ini diikuti 300 peserta dari Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, lembaga, lajnah, santri, siswa dan badan otomom (banom) NU. Hadir juga Perwakilan GP Ansor, MWCNU, Pergunu dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Asy’ari. Dalam sambutannya, Asy’ari mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai sesuai dengan program pemerintah daerah tentang pengembangan ekonomi rakyat melalui Usaha Kecil Menengah (UKM).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program untuk mencetak entrepreneur atau wirausahawan baru sebanyak-banyaknya dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono mengungkapkan, seminar kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang dunia usaha dan menjadi seorang pengusaha terhadap pelajar dan santri. “Sehingga bisa meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir sebagai Narasumber H. Sulaiman, seorang pengusaha barang-barang bekas dan H. Wijianto seorang pengusaha kuliner bakso sukses di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut keduanya banyak memberikan motivasi kepada para santri dan siswa agar bisa mencetak jiwa wirausahawan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini sekolah dan pesantren dapat memberikan kegiatan wirausaha untuk menyiapkan generasi muda yang siap menjadi pengusaha-pengusaha luar biasa terlebih nilai ekonomi masyarakat bisa meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengintruksikan kepengurusan kadaluwarsa di semua tingkatan segera melakukan reorganisasi. Hal ini sebagai upaya penataan organisasi agar tertib sesuai AD/ART.

Ketua PC GP Ansor Kudus Abdul Ghofar mengatakan, eksistensi organisasi GP Ansor baik di level pimpinan ranting maupun anak cabang berjalan dengan baik di sembilan kecamatan. Namun, sebagian besar masa periode kepengurusannya sudah habis.

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

“Oleh karenanya, kami minta semua pengurus yang sudah habis masa periodenya segara mengadakan pembaharuan (melalui) konferensi atau rapat Anggota,” tandasnya dalam acara koordinasi PC dan PAC Ansor se-Kudus di kediamannya di Desa Temulus,? Kecamatan Mejobo, Kudus, Sabtu (28/12) lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penataan kepengurusan GP Ansor ini, tambah Ghofar, sebagai upaya menciptakan organisasi ini lebih dinamis dan tetap berjalan secara berkesinambungan. “Sebab, tanpa adanya reorganisasi atau kaderisasi organisasi akan mati,”tegasnya lagi.

Ghofar menjelaskan, kepengurusan yang sudah mati tidak? bisa mengikuti rapat permusyawaratan seperti kongres, konferensi di tingkatan atasnya. Di samping itu, kepengurusan masih aktif menjadi persyaratan untuk mengikuti dan mengggunakan hak suaranya dalam acara konferensi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami instruksikan, PAC yang sudah kadaluarsa segera mengadakan konferensi sehingga bisa menjadi peserta konferensi wilayah Ansor Jawa tengah bulan Mei 2014 mendatang,” pintanya.

Terakit kegiatan apel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) GP Ansor di Surabaya, pihaknya memberangkatkan? 150 pasukan dengan menggunakan tiga bus pada Sabtu (4/1)? pukul 05.30 dari depan Gedung DPRD Kudus.

“Kita berangkat Sabtu 05.30 WIB karena pukul 08.00 nanti berangkat bareng-bareng bersama pasukan banser se-karesidenan di Rembang,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Meme Islam, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), K.H Nuril Huda mengaku kecewa dengan sejumlah elite partai politik (Parpol) yang berupaya mengintervensi Kongres PMII ke XVIII, dengan praktik politik uang. Kongres PMII XVIII berlangsung di Asrama Haji Jambi, Jumat 30 Mei-Kamis 5 Juni.

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII

“Bangsa ini sedang krisis moral. Bukan krisis ekonomi. Kalau generasi mudanya dirusak juga sangat disayangkan. PMII ini anak-anak muda yang masih bersih, idealis. Kalau ada Parpol yang mengintervensi Kongres apalagi mengajari money politik, pertanggungjawabannya sampai akhirat,” tandas Kiai Nuril, Sabtu (31/5).

Keprihatinan pendiri PMII itu disampaikan saat mendengar adanya indikasi intervensi Parpol melalui calon tertentu dengan menghalalkan politik transaksional. Menurut Kiai Nuril, Parpol dan elite politik lain hanya boleh membantu pelaksanaan kongres, sebatas bantuan kepada panitia. Bantuan itu pun harus tanpa syarat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mengajak para alumni dan simpatisan PMII yang berada di lintas Parpol dan lintas profesi, untuk menyadari pentingnya regenerasi di tubuh organisasi Mahasiswa penggerak ahlu sunnah wal jam’ah (Aswaja) itu dan membantu pelaksanaan kongres, tanpa harus mengintervensi apalagi mengajarkan praktik money politik yang? bertentantang dengan prinsip Aswaja.

“Kalau sekedar membantu, tanpa syarat tak mengapa. Tapi kalau mengintervensi ini merusak.? PMII ini tempat latihan para calon pemimpin nasional. Ini satu-satunya organisasi Mahasiswa yang konsisten memperjuangkan nilai Aswaja, toleran, berkeadilan, moderat dan yang terpenting kejujuran. Jangan merusak idealism anak-anak muda ini,” paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Nuril mengungkapkan, selama ini ia bersama para kiai sepuh, pendiri PMII dan sejumlah alumni yang memilih melanjutkan perjuangan di ranah akademik dan pesantren,? selalu mendoakan PMII, lahir dan bathin.

“Lahir bathin kami selalu berdoa agar generasi muda Aswaja ini bisa melanjutkan estafet keulamaan, yang arif, bijaksana dan bermanfaat bagi ummat dan bangsa ini. Di manapun alumni PMII berkiprah harus berpikir untuk kemaslahatan ummat. Jangan malah melanggar nilai etis dan menghancurkan ummat,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Addin Jauharuddin, menyerukan agar para peserta Kongres tidak terjebak pada politik transaksional dan melanggar nilai idealisme Aswaja.

“Kontestan calon ketua umum harus bersaing secara sportif dengan mengunggulkan prestasi, gagasan dan program kerja bagi seluruh kader PMII di berbagai kampus di Indonesia. Hilangkan praktik-praktik transaksional dan politik uang yang diback up oleh partai-partai politik tertentu, terutama partai politik yang selalu mengklaim mengatasnamakan pejuang ahlu sunnah wal jamaah," tandas Addin, seperti dikutip Fajar Online, Jumat (30/5).

Addin mengungkapkan, kader PMII tidak dibenarkan mendukung calon ketua umum PB PMII yang terindikasi terlibat praktik politik uang dan disokong oleh partai politik tertentu. Terutama partai politik yang mengklaim pejuang Islam ahlu sunnah wal jamaah.

Addin juga menyadari, pelaksanaan Kongres PMII kali ini berada dalam momentum yang cukup riskan, karena berlangsung beriringan di antara Pemilu dan Pilpres. Oleh karenanya, cukup banyak godaan serta intervensi pihak-pihak luar yang berkepentingan terhadap organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini.

"Namun kami mempunyai sikap yang jelas, bahwa kami merupakan organisasi mahasiswa yang independen. Kongres ke XVIII di Jambi, akan menghasilkan rekomendasi berupa gagasan, pemikiran terbaik mahasiswa yang akan kami tawarkan kepada capres-cawapres terbaik. Sebagai uji kelayakan dan kecakapan mereka sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara Indonesia," tambahnya.

PMII menyerukan kepada kader-kadernya di seluruh Indonesia untuk tidak memilih capres-cawapres yang di dukung oleh politisi busuk dan terbukti melakukan intervensi dengan agenda-agenda politiknya pada kongres PMII XVIII di Provinsi Jambi.

Untuk menghindari berbagai intervensi tersebut, PMII akan menyiapkan langkah-langkah antisipatif serta respon gerakan terhadap setiap usaha intervensi agenda politik pihak-pihak luar, baik perseorangan maupun dari lembaga dan partai politik.

"Kepada semua pihak dan seluruh elemen bangsa Indonesia agar saling menghormati dan menjunjung etika dalam setiap proses berbangsa dan bernegara, khususnya dalam pilpres 2014," ujar Addin. (Abdel Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah