Selasa, 16 Januari 2018

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-61 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo menggelar seminar kewirausahaan di Gedung Djoyolelono, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (21/3).

Seminar yang mengambil tema “Hijrah Mindset, Dari Kuli Menjadi Bos” ini diikuti 300 peserta dari Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, lembaga, lajnah, santri, siswa dan badan otomom (banom) NU. Hadir juga Perwakilan GP Ansor, MWCNU, Pergunu dan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Gelar Seminar Kewirausahaan

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Asy’ari. Dalam sambutannya, Asy’ari mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai sesuai dengan program pemerintah daerah tentang pengembangan ekonomi rakyat melalui Usaha Kecil Menengah (UKM).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program untuk mencetak entrepreneur atau wirausahawan baru sebanyak-banyaknya dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono mengungkapkan, seminar kewirausahaan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang dunia usaha dan menjadi seorang pengusaha terhadap pelajar dan santri. “Sehingga bisa meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir sebagai Narasumber H. Sulaiman, seorang pengusaha barang-barang bekas dan H. Wijianto seorang pengusaha kuliner bakso sukses di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut keduanya banyak memberikan motivasi kepada para santri dan siswa agar bisa mencetak jiwa wirausahawan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini sekolah dan pesantren dapat memberikan kegiatan wirausaha untuk menyiapkan generasi muda yang siap menjadi pengusaha-pengusaha luar biasa terlebih nilai ekonomi masyarakat bisa meningkat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengintruksikan kepengurusan kadaluwarsa di semua tingkatan segera melakukan reorganisasi. Hal ini sebagai upaya penataan organisasi agar tertib sesuai AD/ART.

Ketua PC GP Ansor Kudus Abdul Ghofar mengatakan, eksistensi organisasi GP Ansor baik di level pimpinan ranting maupun anak cabang berjalan dengan baik di sembilan kecamatan. Namun, sebagian besar masa periode kepengurusannya sudah habis.

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus: Segera Reorganisasi Kepengurusan Kadaluarsa

“Oleh karenanya, kami minta semua pengurus yang sudah habis masa periodenya segara mengadakan pembaharuan (melalui) konferensi atau rapat Anggota,” tandasnya dalam acara koordinasi PC dan PAC Ansor se-Kudus di kediamannya di Desa Temulus,? Kecamatan Mejobo, Kudus, Sabtu (28/12) lalu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penataan kepengurusan GP Ansor ini, tambah Ghofar, sebagai upaya menciptakan organisasi ini lebih dinamis dan tetap berjalan secara berkesinambungan. “Sebab, tanpa adanya reorganisasi atau kaderisasi organisasi akan mati,”tegasnya lagi.

Ghofar menjelaskan, kepengurusan yang sudah mati tidak? bisa mengikuti rapat permusyawaratan seperti kongres, konferensi di tingkatan atasnya. Di samping itu, kepengurusan masih aktif menjadi persyaratan untuk mengikuti dan mengggunakan hak suaranya dalam acara konferensi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami instruksikan, PAC yang sudah kadaluarsa segera mengadakan konferensi sehingga bisa menjadi peserta konferensi wilayah Ansor Jawa tengah bulan Mei 2014 mendatang,” pintanya.

Terakit kegiatan apel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam rangka peringatan hari lahir (harlah) GP Ansor di Surabaya, pihaknya memberangkatkan? 150 pasukan dengan menggunakan tiga bus pada Sabtu (4/1)? pukul 05.30 dari depan Gedung DPRD Kudus.

“Kita berangkat Sabtu 05.30 WIB karena pukul 08.00 nanti berangkat bareng-bareng bersama pasukan banser se-karesidenan di Rembang,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Meme Islam, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), K.H Nuril Huda mengaku kecewa dengan sejumlah elite partai politik (Parpol) yang berupaya mengintervensi Kongres PMII ke XVIII, dengan praktik politik uang. Kongres PMII XVIII berlangsung di Asrama Haji Jambi, Jumat 30 Mei-Kamis 5 Juni.

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril: Elite Parpol Jangan Rusak PMII

“Bangsa ini sedang krisis moral. Bukan krisis ekonomi. Kalau generasi mudanya dirusak juga sangat disayangkan. PMII ini anak-anak muda yang masih bersih, idealis. Kalau ada Parpol yang mengintervensi Kongres apalagi mengajari money politik, pertanggungjawabannya sampai akhirat,” tandas Kiai Nuril, Sabtu (31/5).

Keprihatinan pendiri PMII itu disampaikan saat mendengar adanya indikasi intervensi Parpol melalui calon tertentu dengan menghalalkan politik transaksional. Menurut Kiai Nuril, Parpol dan elite politik lain hanya boleh membantu pelaksanaan kongres, sebatas bantuan kepada panitia. Bantuan itu pun harus tanpa syarat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mengajak para alumni dan simpatisan PMII yang berada di lintas Parpol dan lintas profesi, untuk menyadari pentingnya regenerasi di tubuh organisasi Mahasiswa penggerak ahlu sunnah wal jam’ah (Aswaja) itu dan membantu pelaksanaan kongres, tanpa harus mengintervensi apalagi mengajarkan praktik money politik yang? bertentantang dengan prinsip Aswaja.

“Kalau sekedar membantu, tanpa syarat tak mengapa. Tapi kalau mengintervensi ini merusak.? PMII ini tempat latihan para calon pemimpin nasional. Ini satu-satunya organisasi Mahasiswa yang konsisten memperjuangkan nilai Aswaja, toleran, berkeadilan, moderat dan yang terpenting kejujuran. Jangan merusak idealism anak-anak muda ini,” paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Nuril mengungkapkan, selama ini ia bersama para kiai sepuh, pendiri PMII dan sejumlah alumni yang memilih melanjutkan perjuangan di ranah akademik dan pesantren,? selalu mendoakan PMII, lahir dan bathin.

“Lahir bathin kami selalu berdoa agar generasi muda Aswaja ini bisa melanjutkan estafet keulamaan, yang arif, bijaksana dan bermanfaat bagi ummat dan bangsa ini. Di manapun alumni PMII berkiprah harus berpikir untuk kemaslahatan ummat. Jangan malah melanggar nilai etis dan menghancurkan ummat,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Addin Jauharuddin, menyerukan agar para peserta Kongres tidak terjebak pada politik transaksional dan melanggar nilai idealisme Aswaja.

“Kontestan calon ketua umum harus bersaing secara sportif dengan mengunggulkan prestasi, gagasan dan program kerja bagi seluruh kader PMII di berbagai kampus di Indonesia. Hilangkan praktik-praktik transaksional dan politik uang yang diback up oleh partai-partai politik tertentu, terutama partai politik yang selalu mengklaim mengatasnamakan pejuang ahlu sunnah wal jamaah," tandas Addin, seperti dikutip Fajar Online, Jumat (30/5).

Addin mengungkapkan, kader PMII tidak dibenarkan mendukung calon ketua umum PB PMII yang terindikasi terlibat praktik politik uang dan disokong oleh partai politik tertentu. Terutama partai politik yang mengklaim pejuang Islam ahlu sunnah wal jamaah.

Addin juga menyadari, pelaksanaan Kongres PMII kali ini berada dalam momentum yang cukup riskan, karena berlangsung beriringan di antara Pemilu dan Pilpres. Oleh karenanya, cukup banyak godaan serta intervensi pihak-pihak luar yang berkepentingan terhadap organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia ini.

"Namun kami mempunyai sikap yang jelas, bahwa kami merupakan organisasi mahasiswa yang independen. Kongres ke XVIII di Jambi, akan menghasilkan rekomendasi berupa gagasan, pemikiran terbaik mahasiswa yang akan kami tawarkan kepada capres-cawapres terbaik. Sebagai uji kelayakan dan kecakapan mereka sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara Indonesia," tambahnya.

PMII menyerukan kepada kader-kadernya di seluruh Indonesia untuk tidak memilih capres-cawapres yang di dukung oleh politisi busuk dan terbukti melakukan intervensi dengan agenda-agenda politiknya pada kongres PMII XVIII di Provinsi Jambi.

Untuk menghindari berbagai intervensi tersebut, PMII akan menyiapkan langkah-langkah antisipatif serta respon gerakan terhadap setiap usaha intervensi agenda politik pihak-pihak luar, baik perseorangan maupun dari lembaga dan partai politik.

"Kepada semua pihak dan seluruh elemen bangsa Indonesia agar saling menghormati dan menjunjung etika dalam setiap proses berbangsa dan bernegara, khususnya dalam pilpres 2014," ujar Addin. (Abdel Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Ma’had Aly for Islamic Studies Raudlatul Muhibbin KH Luqman Hakim mengatakan, karya-karya Al-Ghazali terus dikaji hingga hari ini meski kitab-kitabnya tersebut ditulis pada delapan abad lalu. 

“Kita tidak pernah melihat karya di luar dunia Islam atau di dalam dunia Islam yang sehidup karya Al-Ghazali,” kata Kiai Luqman usai mengisi acara Seminar Internasional Pemikiran Imam Al-Ghazali di Jakarta Pusat, Jumat (19/1).

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup

Menurut Kiai Luqman, salah satu alasan mengapa kitab-kitabnya terus dikaji hingga hari ini adalah karena Al-Ghazali menulis berdasarkan kebutuhan pembacanya. Seperti membuat klasifikasi kitab mulai dari yang paling dasar hingga yang paling tinggi. 

“Anak remaja kalau belajar tasawuf kitabnya Bidayatul Hidayah. Naik dikit ada kitab Ayyuhal Walad, Kimyatus Sa’adah, dan Ihya’ Ulumiddin. Ketika orang hendak menjalani dunia sufi, kitabnya apa. Ia menulis utuh,” terangnya.

Kiai Luqman menambahkan, ada kitab Al-Ghazali yang bersifat amaliyah dan ada juga yang filosofis. Sehingga setiap kitabnya memiliki konsumennya masing-masing. Di samping itu, Al-Ghazali menulis suatu kitab dengan bahasa dan pembahasan yang menyentuh akar persoalan orang. Inilah yang menyebabkan kitab-kitab Al-Ghazali terus hidup. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kalau bahasa anak muda sekarang, orang mengatakan; ini (kitab-kitab Al-Ghazali) gue banget,” lanjutnya. 

Al-Ghazali adalah satu dari sedikit ulama yang sangat produktif. Ia menulis banyak sekali kitab dengan berbagai macam genre, mulai dari fikih hingga tasawuf dan filsafat. Salah satu kitabnya yang paling masyhur dan fenomenal adalah Ihya Ulumiddin. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menilai pendidikan nasional masih menitikberatkan pada pengajaran. Hal demikian, menurutnya, hanya menghasilkan generasi cendekia atau pandai saja, padahal seharusnya pendidikan itu membentuk akhlakul karimah.

"Pendidikan akhlakul karimah sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi unggulan 2045. Bahkan bila ditekankan betul, insya Allah akan menjadi generasi unggulan sampai hari qiyamat," katanya dalam kuliah umum tahun akademik 2014/2015 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di Gedung Haji Tahunan Jepara, Rabu (29/10) kemarin.

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah

Kiai yang sering disapa Gus Mus ini menekankan pendidikan harus membentuk lingkungaan yang mencintai pengetahuan sekaligus mengamalkan ilmu dan akhlakul karimah. Ia merasa prihatin melihat sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, tetapi prilakunya tidak mencerminkan nilai dan ajaran agama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

"Tidak ada generasi unggul kecuali dengan akhlakul karimah," tandas Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin Leteh Rembang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepada Unisnu, Gus Mus mengharapkan perguruan tinggi milik NU ini mempunyai ciri khas sendiri dengan menciptakan cendikia berakhlakul karimah. Tidak hanya mengembangkan pengajaran di kuliah saja tetapi menekankan pendidikan akhlak.

Di hadapan ribuan civitas akademika Unisnu ini, Gus Mus juga mengajak belajar memahami banyaak bahasa. Dalam masyarakat terdapat ragam bahasa yang mengemuka sesuai komunitasnya masing-masing seperti bahasa intelektual, akademisi, sarjana bahkan bahasa alay atau gaul.

"Dengan semakin memahami banyak bahasa, kita akan semakin arif bijaksana dan tidak kagetan," tegas Gus Mus yang juga menjadi dewan penyantun Unisnu Jepara ini.

Kuliah umum bertema "Membangun Atmosfir Akademik dan Generasi yang Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045" diikuti ribuan mahasiswa Unisnu. Tampak hadir dalam acara ini, rektor Unisnu H. Muhtarom, ketua umum Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YAPTINU) H. Ali Irfan dan tamu undangan lainnya.(Qomarul Adib/Abdullalh Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang

Tangerang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Forum konferensi PCNU kota Tangerang mengamanahkan pengasuh pesantren Roudlotussalam Cimone KH Abdul Mu’thi (Kiai Utin) sebagai Rais Syuriyah PCNU Tangerang. Peserta forum ini juga menunjuk KH Bunyamin untuk menggerakkan NU di kota Tangerang untuk 5 tahun ke depan.

Sedikitnya 1000 warga NU menghadiri pembukaan forum yang dibuka salah seorang pengurus PWNU Banten KH Makmur Mahsyar di pondok pesantren Nurul kelurahan Neroktog, Pinang, Rabu (20/5). Tampak hadir WalikotaTangerang H Arief R Wismansyah dan Wakilnya.

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang

Arief yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan mengatakan bahwa NU merupakan organisasi Islam yang terbesar di Indonesia dan diakui eksistensinya di dunia. “Itu bisa terjadi karena kemoderatan NU yang mengusung asas tawazun, tawasuth, tasamuh, dan Itidal, sehingga NU mudah diterima.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga berharap NU mampu membentengi masyarakat dari paham radikal yang tidak sesuai dengan ajaran syariat Islam yang rahmatan lil alamin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir di konferensi ini menyampaikan materi kepada jamaah perihal Islam Nusantara. “Sebagai kita ketahui bahwa perkembangan Islam di Indonesia yang disebarkan oleh Wali Songo disampaikan dengan cara-cara yang santun, dengan tidak melakukan kekerasan, dan akulturasi budaya.”

Dengan cara seperti itu Islam di Nusantara diterima warga Indonesia dan berkembang pesat. Bagaimana kita bisa diterima masyarakat kalau dalam dakwah menyampaikan hal-hal yang tidak baik, yang akan menyebabkan terjadinya permusuhan dan kebencian?” kata Kang Said. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah