Selasa, 16 Januari 2018

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Ma’had Aly for Islamic Studies Raudlatul Muhibbin KH Luqman Hakim mengatakan, karya-karya Al-Ghazali terus dikaji hingga hari ini meski kitab-kitabnya tersebut ditulis pada delapan abad lalu. 

“Kita tidak pernah melihat karya di luar dunia Islam atau di dalam dunia Islam yang sehidup karya Al-Ghazali,” kata Kiai Luqman usai mengisi acara Seminar Internasional Pemikiran Imam Al-Ghazali di Jakarta Pusat, Jumat (19/1).

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Alasan Kenapa Kitab Al-Ghazali Terus Hidup

Menurut Kiai Luqman, salah satu alasan mengapa kitab-kitabnya terus dikaji hingga hari ini adalah karena Al-Ghazali menulis berdasarkan kebutuhan pembacanya. Seperti membuat klasifikasi kitab mulai dari yang paling dasar hingga yang paling tinggi. 

“Anak remaja kalau belajar tasawuf kitabnya Bidayatul Hidayah. Naik dikit ada kitab Ayyuhal Walad, Kimyatus Sa’adah, dan Ihya’ Ulumiddin. Ketika orang hendak menjalani dunia sufi, kitabnya apa. Ia menulis utuh,” terangnya.

Kiai Luqman menambahkan, ada kitab Al-Ghazali yang bersifat amaliyah dan ada juga yang filosofis. Sehingga setiap kitabnya memiliki konsumennya masing-masing. Di samping itu, Al-Ghazali menulis suatu kitab dengan bahasa dan pembahasan yang menyentuh akar persoalan orang. Inilah yang menyebabkan kitab-kitab Al-Ghazali terus hidup. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kalau bahasa anak muda sekarang, orang mengatakan; ini (kitab-kitab Al-Ghazali) gue banget,” lanjutnya. 

Al-Ghazali adalah satu dari sedikit ulama yang sangat produktif. Ia menulis banyak sekali kitab dengan berbagai macam genre, mulai dari fikih hingga tasawuf dan filsafat. Salah satu kitabnya yang paling masyhur dan fenomenal adalah Ihya Ulumiddin. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menilai pendidikan nasional masih menitikberatkan pada pengajaran. Hal demikian, menurutnya, hanya menghasilkan generasi cendekia atau pandai saja, padahal seharusnya pendidikan itu membentuk akhlakul karimah.

"Pendidikan akhlakul karimah sangat penting dalam rangka menyiapkan generasi unggulan 2045. Bahkan bila ditekankan betul, insya Allah akan menjadi generasi unggulan sampai hari qiyamat," katanya dalam kuliah umum tahun akademik 2014/2015 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di Gedung Haji Tahunan Jepara, Rabu (29/10) kemarin.

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pendidikan Harus Tekankan Pembentukan Akhlakul Karimah

Kiai yang sering disapa Gus Mus ini menekankan pendidikan harus membentuk lingkungaan yang mencintai pengetahuan sekaligus mengamalkan ilmu dan akhlakul karimah. Ia merasa prihatin melihat sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, tetapi prilakunya tidak mencerminkan nilai dan ajaran agama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

"Tidak ada generasi unggul kecuali dengan akhlakul karimah," tandas Pengasuh Pesantren Raudlatuth Thalibin Leteh Rembang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepada Unisnu, Gus Mus mengharapkan perguruan tinggi milik NU ini mempunyai ciri khas sendiri dengan menciptakan cendikia berakhlakul karimah. Tidak hanya mengembangkan pengajaran di kuliah saja tetapi menekankan pendidikan akhlak.

Di hadapan ribuan civitas akademika Unisnu ini, Gus Mus juga mengajak belajar memahami banyaak bahasa. Dalam masyarakat terdapat ragam bahasa yang mengemuka sesuai komunitasnya masing-masing seperti bahasa intelektual, akademisi, sarjana bahkan bahasa alay atau gaul.

"Dengan semakin memahami banyak bahasa, kita akan semakin arif bijaksana dan tidak kagetan," tegas Gus Mus yang juga menjadi dewan penyantun Unisnu Jepara ini.

Kuliah umum bertema "Membangun Atmosfir Akademik dan Generasi yang Unggul Menyongsong Indonesia Emas 2045" diikuti ribuan mahasiswa Unisnu. Tampak hadir dalam acara ini, rektor Unisnu H. Muhtarom, ketua umum Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (YAPTINU) H. Ali Irfan dan tamu undangan lainnya.(Qomarul Adib/Abdullalh Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang

Tangerang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Forum konferensi PCNU kota Tangerang mengamanahkan pengasuh pesantren Roudlotussalam Cimone KH Abdul Mu’thi (Kiai Utin) sebagai Rais Syuriyah PCNU Tangerang. Peserta forum ini juga menunjuk KH Bunyamin untuk menggerakkan NU di kota Tangerang untuk 5 tahun ke depan.

Sedikitnya 1000 warga NU menghadiri pembukaan forum yang dibuka salah seorang pengurus PWNU Banten KH Makmur Mahsyar di pondok pesantren Nurul kelurahan Neroktog, Pinang, Rabu (20/5). Tampak hadir WalikotaTangerang H Arief R Wismansyah dan Wakilnya.

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Utin dan Kiai Bunyamin Pimpin PCNU Kota Tangerang

Arief yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan mengatakan bahwa NU merupakan organisasi Islam yang terbesar di Indonesia dan diakui eksistensinya di dunia. “Itu bisa terjadi karena kemoderatan NU yang mengusung asas tawazun, tawasuth, tasamuh, dan Itidal, sehingga NU mudah diterima.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga berharap NU mampu membentengi masyarakat dari paham radikal yang tidak sesuai dengan ajaran syariat Islam yang rahmatan lil alamin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir di konferensi ini menyampaikan materi kepada jamaah perihal Islam Nusantara. “Sebagai kita ketahui bahwa perkembangan Islam di Indonesia yang disebarkan oleh Wali Songo disampaikan dengan cara-cara yang santun, dengan tidak melakukan kekerasan, dan akulturasi budaya.”

Dengan cara seperti itu Islam di Nusantara diterima warga Indonesia dan berkembang pesat. Bagaimana kita bisa diterima masyarakat kalau dalam dakwah menyampaikan hal-hal yang tidak baik, yang akan menyebabkan terjadinya permusuhan dan kebencian?” kata Kang Said. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1)

Guru Madrasah Ibtidaiyah Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati ini tergolong pemberani. Pasalnya, ketika terjadi ketidakadilan menimpa salah satu anak didiknya, ia tanpa ragu mendobrak birokrasi. Dengan  percaya diri, guru muda ini menghadapi pejabat yang melakukan diskriminasi.

Siapa gerangan guru muda pemberani itu? Dialah Ratih Agnityas Wulandari, guru yang selama 12 tahun telah jatuh bangun dalam mendidik anak bangsa. Perempuan kelahiran Pati, 5 Agustus 1983 ini mengajar di MI tersebut sejak 2004 hingga kini. Bagaimana kisah ibu guru yang menginspirasi ini melawan tindak diskriminasi?

Ratih, sapaan akrabnya, memulai kisahnya melawan ketidakadilan sejak tahun 2013. Ketika itu, ia memiliki anak didik yang hobi berolahraga. Saking rajinnya berlatih, siswi ini sejak usia dini berprestasi di cabang bulutangkis tunggal putri. Beberapa kali ia menggondol piala juara pertama. Dialah, Faza Mantasya.

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1)

“Saat itu, siswi kami yang hobi main badminton ini ingin ikut serta di ajang POPDA dan O2SN. Lalu, saya cari tau untuk bisa daftar lomba tersebut. Ketika kami mau mendaftar, kami ditolak panitia,” ujar Ratih saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah pekan ini.

Alasannya, lanjut Ratih, siswa MI tidak bisa ikut lomba lantaran tidak tertera dalam petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga. “Kami pun diam,” ujarnya pilu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setahun kemudian, tepatnya pada 2014, Ratih mendaftarkan kembali anak didiknya tersebut. Rupanya, aral masih saja melintangi langkahnya. Pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPT Disdik) Kecamatan Tayu mengatakan, jika ingin ikut POPDA harus membayar iuran terlebih dahulu.

“Kami pun bayar kepada Ketua K3S Kecamatan Tayu sebesar 550.000 rupiah. Lagi-lagi kami kaget. Sebab, begitu sampai di ruang seleksi, kami tidak diperbolehkan ikut lomba. Mereka bilang, MI belum iuran. Lalu kami tunjukkan kuitansi. Mereka berkilah lagi, ini khusus SD katanya,” ungkap Ratih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia bersama timnya pun pulang dengan tangan hampa. Tahun ketiga, tepatnya pada Mei 2015, Ratih kembali mendaftar pada seleksi O2SN. Meski ditolak panitia, tetapi Kepala UPT Disdik Kecamatan Tayu, Diyono, memberi kesempatan kepadanya untuk mendaftar.

Lalu, pada Oktober 2015, panitia POPDA Kecamatan Tayu mengadakan seleksi POPDA tingkat kecamatan. “Kami pun mendaftar kembali dengan membawa uang iuran. Tapi ditolak. Kali ini dengan alasan harus bayar 12.000 rupiah kali jumlah siswa kali seluruh MI se-kecamatan,” paparnya.

Jika MI-nya saja yang membayar, kata Ratih, maka tidak boleh. Harus se-kecamatan. “Tentu, itu membebani kami dan sulit dipenuhi. Akhirnya gagal lagi. Tapi saya nggak putus asa. Saya lobby terus. Saya memohon kepada ketua panitia lomba, tapi saya tetap ditolak,” ujarnya tegar. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Penghentian bantuan dana hibah APBD Jember untuk Masjid Jami’ Al-Baitul Amin? mengundang simpati sejumlah elemen masyarakat, antara lain wartawan dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam grup WhatsApp Tokoh Masyarakat Jember. Mereka sejak lama sudah menggalang dana untuk renovasi masjid kebanggaan warga Jember itu. Aksi galang dana ini menggunakan tagar #MasjidJamikku.

Seperti diketahui, Pemkab Jember memutuskan untuk menghentikan kucuran dana hibah untuk masjid Jami’ Al-Baitul Amin mulai tahun ini. Alasannya adalah terbitnya peraturan bahwa dana hibah tidak boleh diberikan berulang-ulang kepada ormas, masjid maupun kelompok masyarakat.

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Tahun lalu, bantuan dana hibah sudah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jember. Tetapi ternyata tidak bisa cair. Tahun ini, DPRD Jember kembali menganggarkan bantuan hibah untuk masjid tersebut.Tapi belakangan Pemkab Jember justru menegaskan bantuan itu tidak bisa dicairkan karena tahun-tahun sebelumnya, Masjid Jami’ Al-Baitul Amin sudah pernah menerima dana hibah.

Hal ini juga berlaku bagi PCNU Jember, DPD Muhammadiah dan lembaga lainnya yang? sebelumnya pernah menerima dana hibah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Simpatipun bermunculan. Sejumlah elemen yang sudah memberikan bantuan tagar #MasjidJamikku antara lain adalah Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Komandan Kodim? 0824 Rudianto, Kapolres Musi Banyuasin Rahmat Hakim, Wakil Dirlantas Polda Jawa Timur Sabilul Alif, Kajari Jember Ponco Hartanto, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni, Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, Rektor IAIN Jember Babun Suharto, dan Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin Hasin Syafrawi menyambut baik upaya penggalangan dana tersebut. Menurut Hasin, renovasi dan perawatan masjid ini memang membutuhkan dana besar. Setiap tahun sejak masa khidmat Bupati Abdul Hadi hingga MZA Djalal, Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin selalu mendapat bantuan dana dari Pemkab Jember.

"Sekarang, katanya sudah distop. Walaupun masjid ini milik pemkab, kita coba mandiri. Saya yakin bisa," jelasnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jember, Sabtu (8/7).

Donasi untuk #MasjidJamikku bisa disalurkan ke rekening Yayasan Masjid Jami Al-Baitu Amien Jember, di Bank Muamalat Cabang Jember, dengan nomor rekening 7310023054. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Berita, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia

Pekalongan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya mendukung sepenuhnya pemerintahan Indonesia yang ada saat ini agar kondisi negara tetap aman, tenteram, dan dijauhkan dari berbagai godaan.?

Demikian disampaikan Habib Luthfi di hadapan ratusan ribu jamaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan, Ahad (8/1). Pada kesempatan tersebut, ia meminta jamaah untuk berdoa bersama demi keselamatan bangsa.?

“Niat baca Alfatihah untuk Indonesia, khusus, supaya negara kita aman, tenteram, dijauhkan dari segala godaan-godaan, dan semua yang ada pada pundak presiden kami ini, yang saya banggakan. Presiden Jokowi," ujar Habib Luthfi.

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia

Habib Luthfi menegaskan, dirinya mengenal Jokowi bukan kali ini saja, tetapi sejak Presiden RI Ke-7 ini menjadi Walikota Solo. Ditegaskannya, keberadaan Indonesia yang kokoh bisa terus berlangsung jika di antara umara dan ulama saling dekat.

“Sekarang sudah waktunya kita bangga, ternyata pemerintah Indonesia, tidak bisa dipisah-pisahkan dengan para ulama. Pemerintah Indonesia, ulama tidak bisa dipisah-pisahkan dengan TNI dan Polri... NKRI harga mati. Bukan basa basi. Inilah kekuatan Indonesia, ulama duduk dengan presiden, ulama duduk dengan panglima TNI, Polri, Kasad. Inilah benteng-benteng yang ada di Indonesia,” ujarnya. ?

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jokowi menyempatkan hadir secara khusus pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan Habib Luthfi karena dirinya diundang. Kegiatan peringatan Maulid Nabi yang digelar setiap tahun ini baru bisa dihadiri pada tahun ketiga Jokowi menjabat sebagai presiden.

Sebelum hadir di acara maulid di Kanzus Sholawat, pagi harinya Jokowi menyempatkan hadir di Pondok Pesantren At-Taufiqy asuhan KH Taufiq Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Sedangkan sore harinya usai bertemu Habib Luthfi Jokowi menemui masyarakat Pekalongan di Gedung Juned untuk berbagi sembako.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat memberikan kata sambutan, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada khodimul maulid Habib Luthfi bin Yahya yang telah memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila.

"Saya mengucapkan terima kasih di awal acara ada menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila. Itu saya temukan di sini di acara maulid nabi di Pekalongan," ujar Jokowi sambil melirik Habib Luthfi yang berdiri di sampingnya.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, Panglima TNI Jend TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jend Polisi Tito Karnavian, Gubernur Jateng, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Bupati dan Walikota se-Jawa Tengah. (Iz/Alhafiz K)

Catatan: Berita ini mengalami perbaikan karena adanya kesalahan penulisan kutipan dari Habib Luthfi. PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta maaf atas kekeliruan tersebut.?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah