Selasa, 16 Januari 2018

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1)

Guru Madrasah Ibtidaiyah Thoriqotul Islamiyah Desa Luwang, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati ini tergolong pemberani. Pasalnya, ketika terjadi ketidakadilan menimpa salah satu anak didiknya, ia tanpa ragu mendobrak birokrasi. Dengan  percaya diri, guru muda ini menghadapi pejabat yang melakukan diskriminasi.

Siapa gerangan guru muda pemberani itu? Dialah Ratih Agnityas Wulandari, guru yang selama 12 tahun telah jatuh bangun dalam mendidik anak bangsa. Perempuan kelahiran Pati, 5 Agustus 1983 ini mengajar di MI tersebut sejak 2004 hingga kini. Bagaimana kisah ibu guru yang menginspirasi ini melawan tindak diskriminasi?

Ratih, sapaan akrabnya, memulai kisahnya melawan ketidakadilan sejak tahun 2013. Ketika itu, ia memiliki anak didik yang hobi berolahraga. Saking rajinnya berlatih, siswi ini sejak usia dini berprestasi di cabang bulutangkis tunggal putri. Beberapa kali ia menggondol piala juara pertama. Dialah, Faza Mantasya.

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Guru MI Melawan Ketidakadilan Birokrasi (1)

“Saat itu, siswi kami yang hobi main badminton ini ingin ikut serta di ajang POPDA dan O2SN. Lalu, saya cari tau untuk bisa daftar lomba tersebut. Ketika kami mau mendaftar, kami ditolak panitia,” ujar Ratih saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah pekan ini.

Alasannya, lanjut Ratih, siswa MI tidak bisa ikut lomba lantaran tidak tertera dalam petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga. “Kami pun diam,” ujarnya pilu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setahun kemudian, tepatnya pada 2014, Ratih mendaftarkan kembali anak didiknya tersebut. Rupanya, aral masih saja melintangi langkahnya. Pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan (UPT Disdik) Kecamatan Tayu mengatakan, jika ingin ikut POPDA harus membayar iuran terlebih dahulu.

“Kami pun bayar kepada Ketua K3S Kecamatan Tayu sebesar 550.000 rupiah. Lagi-lagi kami kaget. Sebab, begitu sampai di ruang seleksi, kami tidak diperbolehkan ikut lomba. Mereka bilang, MI belum iuran. Lalu kami tunjukkan kuitansi. Mereka berkilah lagi, ini khusus SD katanya,” ungkap Ratih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia bersama timnya pun pulang dengan tangan hampa. Tahun ketiga, tepatnya pada Mei 2015, Ratih kembali mendaftar pada seleksi O2SN. Meski ditolak panitia, tetapi Kepala UPT Disdik Kecamatan Tayu, Diyono, memberi kesempatan kepadanya untuk mendaftar.

Lalu, pada Oktober 2015, panitia POPDA Kecamatan Tayu mengadakan seleksi POPDA tingkat kecamatan. “Kami pun mendaftar kembali dengan membawa uang iuran. Tapi ditolak. Kali ini dengan alasan harus bayar 12.000 rupiah kali jumlah siswa kali seluruh MI se-kecamatan,” paparnya.

Jika MI-nya saja yang membayar, kata Ratih, maka tidak boleh. Harus se-kecamatan. “Tentu, itu membebani kami dan sulit dipenuhi. Akhirnya gagal lagi. Tapi saya nggak putus asa. Saya lobby terus. Saya memohon kepada ketua panitia lomba, tapi saya tetap ditolak,” ujarnya tegar. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 15 Januari 2018

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Penghentian bantuan dana hibah APBD Jember untuk Masjid Jami’ Al-Baitul Amin? mengundang simpati sejumlah elemen masyarakat, antara lain wartawan dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam grup WhatsApp Tokoh Masyarakat Jember. Mereka sejak lama sudah menggalang dana untuk renovasi masjid kebanggaan warga Jember itu. Aksi galang dana ini menggunakan tagar #MasjidJamikku.

Seperti diketahui, Pemkab Jember memutuskan untuk menghentikan kucuran dana hibah untuk masjid Jami’ Al-Baitul Amin mulai tahun ini. Alasannya adalah terbitnya peraturan bahwa dana hibah tidak boleh diberikan berulang-ulang kepada ormas, masjid maupun kelompok masyarakat.

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Tahun lalu, bantuan dana hibah sudah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jember. Tetapi ternyata tidak bisa cair. Tahun ini, DPRD Jember kembali menganggarkan bantuan hibah untuk masjid tersebut.Tapi belakangan Pemkab Jember justru menegaskan bantuan itu tidak bisa dicairkan karena tahun-tahun sebelumnya, Masjid Jami’ Al-Baitul Amin sudah pernah menerima dana hibah.

Hal ini juga berlaku bagi PCNU Jember, DPD Muhammadiah dan lembaga lainnya yang? sebelumnya pernah menerima dana hibah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Simpatipun bermunculan. Sejumlah elemen yang sudah memberikan bantuan tagar #MasjidJamikku antara lain adalah Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Komandan Kodim? 0824 Rudianto, Kapolres Musi Banyuasin Rahmat Hakim, Wakil Dirlantas Polda Jawa Timur Sabilul Alif, Kajari Jember Ponco Hartanto, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni, Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, Rektor IAIN Jember Babun Suharto, dan Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin Hasin Syafrawi menyambut baik upaya penggalangan dana tersebut. Menurut Hasin, renovasi dan perawatan masjid ini memang membutuhkan dana besar. Setiap tahun sejak masa khidmat Bupati Abdul Hadi hingga MZA Djalal, Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin selalu mendapat bantuan dana dari Pemkab Jember.

"Sekarang, katanya sudah distop. Walaupun masjid ini milik pemkab, kita coba mandiri. Saya yakin bisa," jelasnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jember, Sabtu (8/7).

Donasi untuk #MasjidJamikku bisa disalurkan ke rekening Yayasan Masjid Jami Al-Baitu Amien Jember, di Bank Muamalat Cabang Jember, dengan nomor rekening 7310023054. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Berita, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia

Pekalongan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya mendukung sepenuhnya pemerintahan Indonesia yang ada saat ini agar kondisi negara tetap aman, tenteram, dan dijauhkan dari berbagai godaan.?

Demikian disampaikan Habib Luthfi di hadapan ratusan ribu jamaah yang menghadiri peringatan Maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan, Ahad (8/1). Pada kesempatan tersebut, ia meminta jamaah untuk berdoa bersama demi keselamatan bangsa.?

“Niat baca Alfatihah untuk Indonesia, khusus, supaya negara kita aman, tenteram, dijauhkan dari segala godaan-godaan, dan semua yang ada pada pundak presiden kami ini, yang saya banggakan. Presiden Jokowi," ujar Habib Luthfi.

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Dukung Sepenuhnya Pemerintah Indonesia

Habib Luthfi menegaskan, dirinya mengenal Jokowi bukan kali ini saja, tetapi sejak Presiden RI Ke-7 ini menjadi Walikota Solo. Ditegaskannya, keberadaan Indonesia yang kokoh bisa terus berlangsung jika di antara umara dan ulama saling dekat.

“Sekarang sudah waktunya kita bangga, ternyata pemerintah Indonesia, tidak bisa dipisah-pisahkan dengan para ulama. Pemerintah Indonesia, ulama tidak bisa dipisah-pisahkan dengan TNI dan Polri... NKRI harga mati. Bukan basa basi. Inilah kekuatan Indonesia, ulama duduk dengan presiden, ulama duduk dengan panglima TNI, Polri, Kasad. Inilah benteng-benteng yang ada di Indonesia,” ujarnya. ?

?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jokowi menyempatkan hadir secara khusus pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan Habib Luthfi karena dirinya diundang. Kegiatan peringatan Maulid Nabi yang digelar setiap tahun ini baru bisa dihadiri pada tahun ketiga Jokowi menjabat sebagai presiden.

Sebelum hadir di acara maulid di Kanzus Sholawat, pagi harinya Jokowi menyempatkan hadir di Pondok Pesantren At-Taufiqy asuhan KH Taufiq Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Sedangkan sore harinya usai bertemu Habib Luthfi Jokowi menemui masyarakat Pekalongan di Gedung Juned untuk berbagi sembako.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat memberikan kata sambutan, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada khodimul maulid Habib Luthfi bin Yahya yang telah memulai acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila.

"Saya mengucapkan terima kasih di awal acara ada menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila. Itu saya temukan di sini di acara maulid nabi di Pekalongan," ujar Jokowi sambil melirik Habib Luthfi yang berdiri di sampingnya.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, Panglima TNI Jend TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jend Polisi Tito Karnavian, Gubernur Jateng, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Bupati dan Walikota se-Jawa Tengah. (Iz/Alhafiz K)

Catatan: Berita ini mengalami perbaikan karena adanya kesalahan penulisan kutipan dari Habib Luthfi. PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta maaf atas kekeliruan tersebut.?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk kesekian kalinya Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) SMK NU Ma’arif 2 Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, mengadakan agenda Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Acara diikuti oleh 289 peserta kelas X dan dipandu oleh tim instruktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Jekulo. Selama dua? hari acara ini berlokasi di madrasah setempat dalam pembagian dua ruang terpisah, pada Kamis-Jum’at (14-15).

Wakil Kepala Urusan Kurikulum Madrasah, Mohammad Badawi, mengatakan, Makesta ini diadakan untuk menguatkan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah dan moral pelajar. Terdapat peningkatan jumlah peserta didik SMK NU Ma’arif 2, namun berasal tak hanya dari latar belakang NU. Karenanya, Makesta dirasa cukup penting untuk mengajarkan ihwal ke-NU-an pada para calon teknisi mesin, komputer dan jaringan ini.

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah

“Kami tidak pernah pilih-pilih pelajar. Yang NU maupun selainnya, kami terima. Melihat semakin banyak gerakan-gerakan yang menggerogoti NU dan Aswaja, maka mereka perlu mengikuti IPNU-IPPNU. Apalagi gerakan Islam radikal juga meluas, mereka benar-benar perlu penyelamatan sejak dini,” terang Badawi yang juga mantan aktivis PMII semasa kuliahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Moral juga yang kami tekankan di sini. Sekarang ini, PR terbesar para pendidik adalah soal moralitas pelajar. Terutama lagi untuk pelajar putri, mereka sangat rawan. Dibutuhkan penekanan aspek moral, agar selain pandai otomotif, juga berakhlakul karimah,” lanjut Badawi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Badawi juga mengatakan, pihaknya menjalin komunikasi dengan pengurus ranting. Ini dilakukan di antaranya untuk koordinasi agar peserta didiknya juga aktif dalam IPNU-IPPNU di desanya masing-masing.

Madrasah ini tengah berusaha menekankan peran Pimpinan Komisariat (PK). Sejak semula berdiri, madrasah memang telah menyelenggarakan agenda Makesta yang wajib bagi peserta didik baru. Namun sejauh ini, peran PK belum begitu optimal.

“Sejak berdiri, tahun 2009, madrasah telah mengadakan Makesta setiap tahun ajaran baru. Namun karena tergolong baru, Pimpinan Komisariat masih belum dapat aktif optimal dalam program kerjanya. Para pengurus cenderung lebih menginduk pada instruksi dari pihak madrasah. Ke depan, kami ingin agar Pimpinan Komisariat bisa lebih optimal lagi dalam menyusun dan melaksanakan progam kerjanya sendiri, tanpa harus menunggu instruksi,” terang Badawi.

Beberapa materi yang disampaikan saat Makesta berlangsung, yakni Ahlussunnah Waljama’ah, Ke-NU-an, Ke-IPNU-IPPNU-an, serta Keorganisasian. Selain IPNU-IPPNU, para peserta didik SMK NU Ma’arif 2 Kudus ini juga aktif dalam kegiatan ekstra pencak silat, Pagar Nusa. Setelah ini, rencananya mereka segera mengadakan diklat jurnalistik dan menerbitkan majalah. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah melalui hari pertama munas dengan acara pembukaan, sidang tata tertib dan laporan pertanggungjawaban presidium nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) selama satu tahun kepengurusan, acara di hari kedua dilanjutkan dengan qiyamul lail sampai tiba waktu shubuh. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama dan sambutan dari KH Moch Mansyur.

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal

KH Moch. Mansyur dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjuangan NU adalah perjuangan kedekatan lillahi ta’ala. Perjuangan kita adalah untuk ridha Allah SWT, karena perjuangan kita hanyalah untuk Allah maka beliau memberikan “dawuh” kepada peserta munas yang kita minta adalah dari Allah, biar Allah yang memberikan jalannya kepada kita.

Pengasuh pesantren Nurul Huda Ciumbeluit yang santrinya dari golongan yatim piatu ini menjelaskan bahwa sejak berdirinya pesantren tersebut hingga sekarang belum pernah mengajukan satu pun proposal permintaan dana.

“Dahulu pernah ada pemerintah menawarkan dana Rp300.000.000 untuk bantuan kepada pondok, tapi syaratnya harus menulis proposal. Saya nggak mau, kita minta itu pada Allah, doa sepenuh hati kepada Allah, hingga akhirnya ada donatur yang sukarela memberikan rezekinya, yang jumlahnya lebih dari itu. Santri itu jangan sering–sering nulis proposal. Minta sama Allah, karena mintanya sama Allah, tidak mengandalkan proposal jadi mintanya sepenuh hati kepada Allah, Insyaallah ada jalan.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dawuh pak Kiai ini selaras dengan apa yang disampikan oleh KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan sebelumnya di Auditorium FPMIPA UPI yang dengan gaya khasnya, ia mengatakan “Kiai sekarang doanya kurang “mandi”, karena keseringan nulis proposal”. Tentu saja kalimat ini ditanggapi dengan gelak tawa dari peserta munas. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Quote, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta (DIY) KH Azhari Abta berharap Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sebagai organisasi intelektual kampus tetap mampu mempertahankan idealisme. “ISNU harus tetap pada idealisme. Jangan mau digiring ke sana ke mari,” tuturnya.

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Demikian disampaikan Kiai Azhari Abta pada acara pelantikan PW ISNU DIY Ahad malam (30/6) lalu di gedung Wanitatama.

Banyaknya oknum yang mencoba memanfaatkan massa NU yang banyak, juga menjadi keresahan salah satu pengasuh Pesantren Krapyak ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini tampak dalam imbauannya kepada pengurus ISNU dan intelektual NU secara umum agar mereka tidak memanfaatkan jumlah massa NU yang mayoritas di Indonesia ini demi kepentingan pribadi, lebih-lebih dalam ranah politik. Justru yang perlu dilakukan, menurutnya, adalah sebaliknya. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita akan memberi kepada massa, bukan memanfaatkan massa. Kita berbakti kepada massa. Kita memberi kepada massa, bukan meminta-minta pada mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menghimbau agar ISNU tidak seperti mayoritas organisasi yang ada. “Karena ini organisasi orang pintar, cerdas, maka jangan seperti mayoritas kita.”

Di akhir sambutannya, pihaknya berharap agar NU menjadi organisasi yang professional serta solid. “Saya berharap NU akan menjadi organisasi yang baik, yang solid. Bukan hanya organisasi yang bisa tahlilan saja,” imbuhnya.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniayah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Kyai, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah