Senin, 15 Januari 2018

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk kesekian kalinya Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) SMK NU Ma’arif 2 Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, mengadakan agenda Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Acara diikuti oleh 289 peserta kelas X dan dipandu oleh tim instruktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Jekulo. Selama dua? hari acara ini berlokasi di madrasah setempat dalam pembagian dua ruang terpisah, pada Kamis-Jum’at (14-15).

Wakil Kepala Urusan Kurikulum Madrasah, Mohammad Badawi, mengatakan, Makesta ini diadakan untuk menguatkan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah dan moral pelajar. Terdapat peningkatan jumlah peserta didik SMK NU Ma’arif 2, namun berasal tak hanya dari latar belakang NU. Karenanya, Makesta dirasa cukup penting untuk mengajarkan ihwal ke-NU-an pada para calon teknisi mesin, komputer dan jaringan ini.

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Moral, Wajibkan Makesta IPNU-IPPNU di Sekolah

“Kami tidak pernah pilih-pilih pelajar. Yang NU maupun selainnya, kami terima. Melihat semakin banyak gerakan-gerakan yang menggerogoti NU dan Aswaja, maka mereka perlu mengikuti IPNU-IPPNU. Apalagi gerakan Islam radikal juga meluas, mereka benar-benar perlu penyelamatan sejak dini,” terang Badawi yang juga mantan aktivis PMII semasa kuliahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Moral juga yang kami tekankan di sini. Sekarang ini, PR terbesar para pendidik adalah soal moralitas pelajar. Terutama lagi untuk pelajar putri, mereka sangat rawan. Dibutuhkan penekanan aspek moral, agar selain pandai otomotif, juga berakhlakul karimah,” lanjut Badawi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Badawi juga mengatakan, pihaknya menjalin komunikasi dengan pengurus ranting. Ini dilakukan di antaranya untuk koordinasi agar peserta didiknya juga aktif dalam IPNU-IPPNU di desanya masing-masing.

Madrasah ini tengah berusaha menekankan peran Pimpinan Komisariat (PK). Sejak semula berdiri, madrasah memang telah menyelenggarakan agenda Makesta yang wajib bagi peserta didik baru. Namun sejauh ini, peran PK belum begitu optimal.

“Sejak berdiri, tahun 2009, madrasah telah mengadakan Makesta setiap tahun ajaran baru. Namun karena tergolong baru, Pimpinan Komisariat masih belum dapat aktif optimal dalam program kerjanya. Para pengurus cenderung lebih menginduk pada instruksi dari pihak madrasah. Ke depan, kami ingin agar Pimpinan Komisariat bisa lebih optimal lagi dalam menyusun dan melaksanakan progam kerjanya sendiri, tanpa harus menunggu instruksi,” terang Badawi.

Beberapa materi yang disampaikan saat Makesta berlangsung, yakni Ahlussunnah Waljama’ah, Ke-NU-an, Ke-IPNU-IPPNU-an, serta Keorganisasian. Selain IPNU-IPPNU, para peserta didik SMK NU Ma’arif 2 Kudus ini juga aktif dalam kegiatan ekstra pencak silat, Pagar Nusa. Setelah ini, rencananya mereka segera mengadakan diklat jurnalistik dan menerbitkan majalah. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 14 Januari 2018

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah melalui hari pertama munas dengan acara pembukaan, sidang tata tertib dan laporan pertanggungjawaban presidium nasional Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) selama satu tahun kepengurusan, acara di hari kedua dilanjutkan dengan qiyamul lail sampai tiba waktu shubuh. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama dan sambutan dari KH Moch Mansyur.

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Moch Mansyur : Santri Jangan Sering-Sering Nulis Proposal

KH Moch. Mansyur dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjuangan NU adalah perjuangan kedekatan lillahi ta’ala. Perjuangan kita adalah untuk ridha Allah SWT, karena perjuangan kita hanyalah untuk Allah maka beliau memberikan “dawuh” kepada peserta munas yang kita minta adalah dari Allah, biar Allah yang memberikan jalannya kepada kita.

Pengasuh pesantren Nurul Huda Ciumbeluit yang santrinya dari golongan yatim piatu ini menjelaskan bahwa sejak berdirinya pesantren tersebut hingga sekarang belum pernah mengajukan satu pun proposal permintaan dana.

“Dahulu pernah ada pemerintah menawarkan dana Rp300.000.000 untuk bantuan kepada pondok, tapi syaratnya harus menulis proposal. Saya nggak mau, kita minta itu pada Allah, doa sepenuh hati kepada Allah, hingga akhirnya ada donatur yang sukarela memberikan rezekinya, yang jumlahnya lebih dari itu. Santri itu jangan sering–sering nulis proposal. Minta sama Allah, karena mintanya sama Allah, tidak mengandalkan proposal jadi mintanya sepenuh hati kepada Allah, Insyaallah ada jalan.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dawuh pak Kiai ini selaras dengan apa yang disampikan oleh KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan sebelumnya di Auditorium FPMIPA UPI yang dengan gaya khasnya, ia mengatakan “Kiai sekarang doanya kurang “mandi”, karena keseringan nulis proposal”. Tentu saja kalimat ini ditanggapi dengan gelak tawa dari peserta munas. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Quote, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta (DIY) KH Azhari Abta berharap Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sebagai organisasi intelektual kampus tetap mampu mempertahankan idealisme. “ISNU harus tetap pada idealisme. Jangan mau digiring ke sana ke mari,” tuturnya.

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Demikian disampaikan Kiai Azhari Abta pada acara pelantikan PW ISNU DIY Ahad malam (30/6) lalu di gedung Wanitatama.

Banyaknya oknum yang mencoba memanfaatkan massa NU yang banyak, juga menjadi keresahan salah satu pengasuh Pesantren Krapyak ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini tampak dalam imbauannya kepada pengurus ISNU dan intelektual NU secara umum agar mereka tidak memanfaatkan jumlah massa NU yang mayoritas di Indonesia ini demi kepentingan pribadi, lebih-lebih dalam ranah politik. Justru yang perlu dilakukan, menurutnya, adalah sebaliknya. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita akan memberi kepada massa, bukan memanfaatkan massa. Kita berbakti kepada massa. Kita memberi kepada massa, bukan meminta-minta pada mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menghimbau agar ISNU tidak seperti mayoritas organisasi yang ada. “Karena ini organisasi orang pintar, cerdas, maka jangan seperti mayoritas kita.”

Di akhir sambutannya, pihaknya berharap agar NU menjadi organisasi yang professional serta solid. “Saya berharap NU akan menjadi organisasi yang baik, yang solid. Bukan hanya organisasi yang bisa tahlilan saja,” imbuhnya.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniayah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Kyai, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengingatkan kepada orang yang diikuti banyak orang awam, semestinya berhati-hati bertindak dan berbicara di hadapan publik. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menyebutkan hal itu adalah sindirian untuk dirinya sendiri.?

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri

“Kataku, suatu ketika, menyindir diriku: ‘Mereka yang memiliki potensi dikuti oleh orang banyak (orang awam), sudah semestinya lebih berhati-hati dalam bertindak, termasuk dalam berbicara di hadapan publik’,” ungkapnya melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (21/7).?

Status itu, ketika dibuka PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah dikomentari sekitar 114 akun lain, 441 dibagikan dan 9 ribu yang menyukai.?

Akun Timur Suprabana ? mengomentari status tersebut: eyangKakung Ahmad Mustofa Bisri...mestinya sindiran panjenengan terhadap panjenengan menjadi PERINGATAN halus bagi siapapun... karena siapapun memiliki potensi dikuti oleh orang banyak (orang awam). dan tentu saja juga menjadi PERINGATAN bagi saya... ? maturNuwun... insyaallah TIDAK akan saya lupakan..

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akun Ernawaty mengomentari: Leres sanget, Gusyai.. ini peringatan halus bagi saya pribadi atau siapapun terutama publik figur agar tdk berbicara sembarangan.. Matur nuwun, Gus..

Serta komentar beragam dari akun-akun lain yang mendukung status kiai yang dikenal sebagai pelukis dan penyair kelahiran Rembang, Jawa Tengah tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Hikmah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

Karanganyar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Rais Syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya meminta alumni Kader Penggerak Nahdlatul Ulama untuk terus membentengi paham Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdiyah yang sekarang sedang diserang secara masif oleh golongan yang tidak suka dengan NU melalui dunia maya. Selain itu Kader Penggerak NU harus memahami dan mengamalkan khittah NU 1926.

“Masifnya fitnahan kepada Pengurus Besar NU, dalam hal ini Kiai Said Aqil Siroj terus mendapat fitnahan yang luar biasa baik dari media sosial maupun pemberitaan media online. Untuk itu sebagai kader harus cepat mengklarifikasinya, agar fitnahan tersebut tidak menjadi sebuah ‘kebenaran’,” katanya? saat bertausiyah pada temu kader alumni Penggerak NU di gedung PCNU Karanganyar, Ahad (30/1).

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

"Karena berita-berita yang tidak benar atau hoax jika terus menerus disebarkan, maka akan dianggap menjadi sebuah kebenaran, dan ini sangat berbahaya" imbuhnya

Selain itu juga, Kiai Hudaya mengingatkan kepada kader NU untuk benar-benar memahami dan mengamalkan khittah NU 1926 dengan cara membaca sejarah pertumbuhan dan perkembangan NU dari masa-kemasa, karena garapan NU luas seperti sosial keagamaan, pendidikan dan lain sebagainya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sebagai Kader Penggerak tidak boleh kehabisan energi dalam berkhidmat di tubuh NU, berjuang dan berkhidmat adalah proses, dan hasil dari perjuangan tersebut bukan wilayah kita, tapi wilayah Allah SWT," pesannya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, Pendidikan, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Para kiai khos yang tergabung dalam Majelis Mustasyar (Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hadir di lantai 5 gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Rabu (16/4) siang.

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU

Kedatangan para kiai sepuh ini dalam rangka memenuhi undangan Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Para pengurus harian PBNU meminta nasehat kepada kiai sepuh tersebut.

Sebelum para kiai sepuh tersebut memberikan nasehat dan pandangannya, Gus Mus memberikan sambutan selaku pejabat Rais Aam. “Tugas mustasyar memang menasehati PBNU. Pada kesempatan berbahagia ini, saya berharap para kiai yang duduk di mustasyar untuk memberikan nasehat,” ujar Gus Mus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berturut-turut para angggota mustasyar diminta memberi pandangan dan nasehat. Mereka adalah Prof Dr KH Tholchah Hasan, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, Prof Dr KH Ridhwan Lubis Medan Sumatra Utara, Prof Dr KH Khotibul Umam Jakarta, KH Syatibi Banten, KH Abdurrahman Latukao Manado Sulawesi Utara, KH Abdurrahim Musthofa Kupang Nusa Tenggara Timur. Kemudian, KH Dimyathi Rois Kendal Jawa Tengah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir pula para mustasyarin lainnya, yakni HM Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dari jajaran Syuriah tampak KH Masdar Farid Mas’udi, dan Prof Dr H Machasin, MA. Dari jajaran Katib Syuriah KH Afifuddin Muhajir, dan KH Yahya Cholil Staquf. Sementara dari Tanfidziyah Ketua PBNU H Iqbal Sullam, Abdul Mun’im DZ, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra.

Dalam masing-masing pandangan dan nasehatnya, para mustasyarin menyatakan gembira dengan acara yang digelar di PBNU ini kendati ada beberapa kritik yang membangun bagi pengurus harian.?

Nasaruddin Umar, misalnya, sangat risau dengan makin kencangnya golongan minoritas Islam yang cenderung garis keras memonopoli media.

“Andaikan acara seperti ini sering diadakan, niscaya banyak memberi manfaat dan inspirasi bagi umat. Saya sendiri merasa senang ketika mendengar suara lembut para kiai apalagi melihat wajahnya yang bersinar itu,” ujar mantan Katib Aam yang juga Wakil Menteri Agama ini.

Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memberikan pandangannya tentang Ke-NU-an. Masukan-masukan dan kritikannya kerap mengundang tawa para kiai dan hadirin lainnya. Kedatangan MJK kali ini menjadi bintang pada “Hari Mustasyar” yang telah dicanangkan Katib Aam KH Malik Madani ini. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah