Minggu, 14 Januari 2018

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengingatkan kepada orang yang diikuti banyak orang awam, semestinya berhati-hati bertindak dan berbicara di hadapan publik. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menyebutkan hal itu adalah sindirian untuk dirinya sendiri.?

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Menyindir Dirinya Sendiri

“Kataku, suatu ketika, menyindir diriku: ‘Mereka yang memiliki potensi dikuti oleh orang banyak (orang awam), sudah semestinya lebih berhati-hati dalam bertindak, termasuk dalam berbicara di hadapan publik’,” ungkapnya melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (21/7).?

Status itu, ketika dibuka PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah dikomentari sekitar 114 akun lain, 441 dibagikan dan 9 ribu yang menyukai.?

Akun Timur Suprabana ? mengomentari status tersebut: eyangKakung Ahmad Mustofa Bisri...mestinya sindiran panjenengan terhadap panjenengan menjadi PERINGATAN halus bagi siapapun... karena siapapun memiliki potensi dikuti oleh orang banyak (orang awam). dan tentu saja juga menjadi PERINGATAN bagi saya... ? maturNuwun... insyaallah TIDAK akan saya lupakan..

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akun Ernawaty mengomentari: Leres sanget, Gusyai.. ini peringatan halus bagi saya pribadi atau siapapun terutama publik figur agar tdk berbicara sembarangan.. Matur nuwun, Gus..

Serta komentar beragam dari akun-akun lain yang mendukung status kiai yang dikenal sebagai pelukis dan penyair kelahiran Rembang, Jawa Tengah tersebut. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Hikmah, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

Karanganyar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Rais Syuriyah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya meminta alumni Kader Penggerak Nahdlatul Ulama untuk terus membentengi paham Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdiyah yang sekarang sedang diserang secara masif oleh golongan yang tidak suka dengan NU melalui dunia maya. Selain itu Kader Penggerak NU harus memahami dan mengamalkan khittah NU 1926.

“Masifnya fitnahan kepada Pengurus Besar NU, dalam hal ini Kiai Said Aqil Siroj terus mendapat fitnahan yang luar biasa baik dari media sosial maupun pemberitaan media online. Untuk itu sebagai kader harus cepat mengklarifikasinya, agar fitnahan tersebut tidak menjadi sebuah ‘kebenaran’,” katanya? saat bertausiyah pada temu kader alumni Penggerak NU di gedung PCNU Karanganyar, Ahad (30/1).

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Karanganyar: Kader Harus Halau Fitnah Masif atas PBNU

"Karena berita-berita yang tidak benar atau hoax jika terus menerus disebarkan, maka akan dianggap menjadi sebuah kebenaran, dan ini sangat berbahaya" imbuhnya

Selain itu juga, Kiai Hudaya mengingatkan kepada kader NU untuk benar-benar memahami dan mengamalkan khittah NU 1926 dengan cara membaca sejarah pertumbuhan dan perkembangan NU dari masa-kemasa, karena garapan NU luas seperti sosial keagamaan, pendidikan dan lain sebagainya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sebagai Kader Penggerak tidak boleh kehabisan energi dalam berkhidmat di tubuh NU, berjuang dan berkhidmat adalah proses, dan hasil dari perjuangan tersebut bukan wilayah kita, tapi wilayah Allah SWT," pesannya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, Pendidikan, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Para kiai khos yang tergabung dalam Majelis Mustasyar (Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hadir di lantai 5 gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Rabu (16/4) siang.

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Undang Mustasyar Beri Nasehat NU

Kedatangan para kiai sepuh ini dalam rangka memenuhi undangan Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Para pengurus harian PBNU meminta nasehat kepada kiai sepuh tersebut.

Sebelum para kiai sepuh tersebut memberikan nasehat dan pandangannya, Gus Mus memberikan sambutan selaku pejabat Rais Aam. “Tugas mustasyar memang menasehati PBNU. Pada kesempatan berbahagia ini, saya berharap para kiai yang duduk di mustasyar untuk memberikan nasehat,” ujar Gus Mus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berturut-turut para angggota mustasyar diminta memberi pandangan dan nasehat. Mereka adalah Prof Dr KH Tholchah Hasan, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, Prof Dr KH Ridhwan Lubis Medan Sumatra Utara, Prof Dr KH Khotibul Umam Jakarta, KH Syatibi Banten, KH Abdurrahman Latukao Manado Sulawesi Utara, KH Abdurrahim Musthofa Kupang Nusa Tenggara Timur. Kemudian, KH Dimyathi Rois Kendal Jawa Tengah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir pula para mustasyarin lainnya, yakni HM Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dari jajaran Syuriah tampak KH Masdar Farid Mas’udi, dan Prof Dr H Machasin, MA. Dari jajaran Katib Syuriah KH Afifuddin Muhajir, dan KH Yahya Cholil Staquf. Sementara dari Tanfidziyah Ketua PBNU H Iqbal Sullam, Abdul Mun’im DZ, dan Bendahara Umum H Bina Suhendra.

Dalam masing-masing pandangan dan nasehatnya, para mustasyarin menyatakan gembira dengan acara yang digelar di PBNU ini kendati ada beberapa kritik yang membangun bagi pengurus harian.?

Nasaruddin Umar, misalnya, sangat risau dengan makin kencangnya golongan minoritas Islam yang cenderung garis keras memonopoli media.

“Andaikan acara seperti ini sering diadakan, niscaya banyak memberi manfaat dan inspirasi bagi umat. Saya sendiri merasa senang ketika mendengar suara lembut para kiai apalagi melihat wajahnya yang bersinar itu,” ujar mantan Katib Aam yang juga Wakil Menteri Agama ini.

Mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla memberikan pandangannya tentang Ke-NU-an. Masukan-masukan dan kritikannya kerap mengundang tawa para kiai dan hadirin lainnya. Kedatangan MJK kali ini menjadi bintang pada “Hari Mustasyar” yang telah dicanangkan Katib Aam KH Malik Madani ini. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Komandan Kodim Semarang Kolonel Zainul Bahar menginstruksikan jajarannya untuk menyukseskan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016.

“Kegiatan Hari Santri adalah sekaligus memperingati Resolusi Jihad yang diletuskan oleh Hadratus Syaih KH Hasyim Asy’ari yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan,” katanya ketika menerima silaturahmi Panitia HSN 2016 Kota Semarang di ruang kerjanya, Selasa.

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional

Dari Resolusi Jihad tersebut akhirnya tergeraklah para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk mengangkat senjata melepaskan diri dari penindasan penjajah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Nilai-nilai kejuangan itu yang harus kita warisi dan dipelihara sampai kapan pun,” kata mantan Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro itu. Silaturahmi dipimpin Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom dan Ketua Panitia HSN 2016 Agus Fathuddin Yusuf.

Yang istimewa adalah di tengah-tengah silaturahim tersebut, Komandan Kodim kedatangan tamu Kapolres Kota Surakarta Kombes Pol M Lutfi yang tidak lain kakak kandung Kolonel Zainul Bahar. “Wah ini ada dua komandan: satu Kolonel satu Kombes Polisi, kakak beradik lagi,” kata Kiai Anasom.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dandim berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan HSN dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga pelaksananya berjalan aman tertib dan lancar. Dia berjanji, sebagai santri akan mendukung penuh untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua PCNU KH Anasom menjelaskan, meski ide dan gagasan Hari Santri Nasional berasal dari Nahdlatul Ulama tetapi setelah Terbit Keppres 22/2015 tentang Hari Santri Nasional menjadi milik bangsa dan negara Indonesia.

Ketua Panitia HSN Agus Fathuddin Yusuf melaporkan, rangkaian kegiatan di Kota Semarang tidak kurang dari 15 kegiatan. Yakni lokakarya jurnalistik santri, lomba menyanyi mars lagu Subbanul Wathan karya KHA Wahab Chasbullah, lomba menulis surat untuk Mas Hendy (Wali Kota Semarang), lomba Liga Futsal Santri, lomba baca kitab kuning, bedah buku Kiai Sholeh Darat, donor darah dan pameran kartun santri dan ziarah kubur ke makam para pejuang dan pendiri Nahdlatul Ulama.



Sepak Bola Api


Menurut Agus, sebagai ungkapan syukur Hari Santri Nasional akan diselenggaran Istighotsah Kebangsaan pada Jumat malam besok (21/10) pukul 19.00? di halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang. Para jamaah diharapkan sudah berwudlu dari rumah dan shalat Isya berjamaah di MAJT.

Kegiatan tersebut sekaligus digabung dengan rangkaian dzibaan dan barzanji para profesor dan doktor di Kota Semarang. Pengunjung akan dihibur dengan atraksi Sepak Bola Api oleh para santri PP Daarun Najah Jrakah Semarang pimpinan KH Ahmad Izzuddin, PP Azzuhri Ketileng Semarang dan PP Al-Itqon Bugen Tlogosari Semarang.

Selain itu hadirin akan disuguhi Tari Saman dari Aceh dan kolaborasi musik terbangan, gamelan Jawa, Drum Band dan berbagai alat music lainnya yang dimainkan oleh murid-murid SMP-SMA Nasima. Setelah itu mereka akan bersama-sama membaca shalawat nariyah. Sedang Pidato Hari Santri akan disampaikan KH Kharis Shodaqoh pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Semarang.

Pada Sabtu pagi (22/10) dimulai pukul 07.00 akan digelar Upacara Hari Santri di halaman Balai Kota Jalan Pemuda 148 Semarang. Irup Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama peserta upacara akan memakai kain sarung dan baju koko dalam kegiatan tersebut. Setelah itu seluruh peserta upacara akan berjalan kaki melewati Jalan Pemuda, Tugumuda, Jalan Pandanaran, Simpanglima dan Jalan Pahlawan untuk mengikuti ziarah massal dan tahlilan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang . Mereka akan disuguhi drumband dari TK Muslimat, drumband MTs Hidayatusubban Genuk Semarang, drumband MTs Al-Wathoniyah Bugen, dan drumband Baladhika Arhanudse-15 Semarang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Sejarah, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengamanahkan ketua kepada Ahmad Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Ummat.

Pada Rakerancab (25/8) di pondok pesantren yang diasuhnya, pria yang akrab disapa Gus Faqih tersebut, memperoleh 11 dukungan dari pengurus Ranting? hadir di acara tersebut.

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi

"Saya terpilih merupakan amanah yang berat menjadi salah satu pimpinan di organisasi yang terbesar di Indonesia bahkan dunia,” katanya selepas terpilih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga, sambungnya, perlu langkah dan strategi untuk menggerakkan roda organisasi agar stabil serta dinamis agar semua elemen yang ada bisa bersama-sama beribadah dan berjuang untuk membesarkan organisasi dan NKRI.

Menurut dia, membangun militansi kader adalah prioritas yang harus dilaksanakan secepatnya. Hal itu akan dicapai dengan segera mengadakan pengkaderan baik untuk Ansor maupun Bansernya sesuai dengan visi dan misi GP Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah Rakerancab yang dilaksanakan sampai malam hari tersebut, kemudian dibentuk tim formatur yang akan segera membentuk susunan pengurus maksimal dalam waktu 7 hari.

Perwakilan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Wonosobo yang hadir dan memimpin sidang, Topo, mengatakan,Rakerancab ini dilaksanakan sesuai dengan PD/PRT dan Peraturan Organisasi yang ada, sehingga harus dilaksanakan untuk menjalankan roda organisasi ke depan yang tantangannya semakin besar baik internal maupun eksternal.

“Kita tidak boleh lengah terhadap siapa pun yang ingin merongrong Aswaja dan NKRI," katanya.

Ia berrharap PAC Kecamatan Wonosobo ke depan lebih baik baik pada penataan organisasi dan pengkaderan sehingga bisa menghasilkan organisasi yang mandiri dan kader yang militan.

Tim Formatur juga telah berhasil menyusun susunan pengurus Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), yang terdiri dari Nimun Romli (Kasatkoryon), Nasib Sucipto (Wakasatkoryon), Waluyo (Kasetma) serta dibantu oleh Biro-biro.

"Kami harap kepengurusan Banser yang dipilih dari anggota yang ada di Satkorkel se-Kecamatan Wonosobo bisa menjadi leader sekaligus jembatan informasi, komunikasi dan kebijakan yang dilaksanakan PAC sampai ke tingkat Ranting. Sehingga bisa dibangun kesinambungan dan kebersamaan," ungkap Nimun Romli. (Herry BH/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Bahtsul Masail, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta konsep Ahlul Halli wal Aqdi jangan dulu dipakai dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur yang akan digelar akhir Mei nanti. AD/ART NU yang telah disepakati dalam Muktamar Makassar 2010 lalu sebagai forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan NU belum mengesahkan konsep itu.

“Jika ada yang menghendaki Ahlul Halli wal Aqdi diterapkan dalam Konferwil NU Jatim, PBNU meminta ditunda dulu pelaksanaannya sampai ada pembahasannya dalam Muktamar mendatang,” kata Wakil Sekjen PBNU H. Sulthon Fathani kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PBNU Jakarta, Rabu (15/5).

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda

Keputusan itu diambil dalam Rapat ? Harian Syuriyah dan Tanfidziyah awal Mei lalu dan ditegaskan kembali dalam Rapat Harian tanfidziyah, Selasa (14/5) tadi malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Sulthon, di kalangan PBNU sendiri para pengurus mempunyai pandangan yang berbeda mengenai Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah oleh semacam dewan khusus yang dibentuk.

Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf misalnya, menyatakan, konsep tersebut sudah tidak pas jika diterapkan sekarang. Ia adalah salah seorang yang terlibat aktif dalam Muktamar NU di Situbondo 1984 yang menerapkan konsep ini dan menetapkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Waktu itu kita membutuhkan konsep itu, tapi sekarang tidak pas lagi diterapkan sekarang. Alasan Pak Slamet, saat ini kita kesulitan menentukan siapa-siapa tokoh yang bisa jadi referensi untuk menunjuk ketua umum,” kata Sulthon.

Namun terkait dinamika yang terjadi di daerah-daerah, PBNU sendiri telah menyiapkan rumusan Ahlul Halli wal Aqdi untuk dibahas dalam Munas atau Muktamar mendatang. Rapat juga telah menunjuk Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali untuk mematangkan konsep itu.

“Jadi ahlul Halli wal Aqdi belum bisa diterapkan sampai dibahas dan disetujui dalam Muktamar. Namun PBNU tetap merekomendasikan konsep Ahlul Halli wal Aqdi ini diterapkan secara kultural, misalnya PCNU atau PWNU (pemegang suara: red) menemui beberapa kiai-kiai atau tokoh di beberapa daerah jika memungkinkan untuk dimintai pertimbangan mengenai siapa yang pantas memimpin NU,” pungkas Sulthon.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Kajian Sunnah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah