Minggu, 14 Januari 2018

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Komandan Kodim Semarang Kolonel Zainul Bahar menginstruksikan jajarannya untuk menyukseskan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) 2016.

“Kegiatan Hari Santri adalah sekaligus memperingati Resolusi Jihad yang diletuskan oleh Hadratus Syaih KH Hasyim Asy’ari yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan,” katanya ketika menerima silaturahmi Panitia HSN 2016 Kota Semarang di ruang kerjanya, Selasa.

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim Semarang Instruksikan Sukseskan Hari Santri Nasional

Dari Resolusi Jihad tersebut akhirnya tergeraklah para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk mengangkat senjata melepaskan diri dari penindasan penjajah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Nilai-nilai kejuangan itu yang harus kita warisi dan dipelihara sampai kapan pun,” kata mantan Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro itu. Silaturahmi dipimpin Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom dan Ketua Panitia HSN 2016 Agus Fathuddin Yusuf.

Yang istimewa adalah di tengah-tengah silaturahim tersebut, Komandan Kodim kedatangan tamu Kapolres Kota Surakarta Kombes Pol M Lutfi yang tidak lain kakak kandung Kolonel Zainul Bahar. “Wah ini ada dua komandan: satu Kolonel satu Kombes Polisi, kakak beradik lagi,” kata Kiai Anasom.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dandim berpesan agar seluruh rangkaian kegiatan HSN dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga pelaksananya berjalan aman tertib dan lancar. Dia berjanji, sebagai santri akan mendukung penuh untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Ketua PCNU KH Anasom menjelaskan, meski ide dan gagasan Hari Santri Nasional berasal dari Nahdlatul Ulama tetapi setelah Terbit Keppres 22/2015 tentang Hari Santri Nasional menjadi milik bangsa dan negara Indonesia.

Ketua Panitia HSN Agus Fathuddin Yusuf melaporkan, rangkaian kegiatan di Kota Semarang tidak kurang dari 15 kegiatan. Yakni lokakarya jurnalistik santri, lomba menyanyi mars lagu Subbanul Wathan karya KHA Wahab Chasbullah, lomba menulis surat untuk Mas Hendy (Wali Kota Semarang), lomba Liga Futsal Santri, lomba baca kitab kuning, bedah buku Kiai Sholeh Darat, donor darah dan pameran kartun santri dan ziarah kubur ke makam para pejuang dan pendiri Nahdlatul Ulama.



Sepak Bola Api


Menurut Agus, sebagai ungkapan syukur Hari Santri Nasional akan diselenggaran Istighotsah Kebangsaan pada Jumat malam besok (21/10) pukul 19.00? di halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang. Para jamaah diharapkan sudah berwudlu dari rumah dan shalat Isya berjamaah di MAJT.

Kegiatan tersebut sekaligus digabung dengan rangkaian dzibaan dan barzanji para profesor dan doktor di Kota Semarang. Pengunjung akan dihibur dengan atraksi Sepak Bola Api oleh para santri PP Daarun Najah Jrakah Semarang pimpinan KH Ahmad Izzuddin, PP Azzuhri Ketileng Semarang dan PP Al-Itqon Bugen Tlogosari Semarang.

Selain itu hadirin akan disuguhi Tari Saman dari Aceh dan kolaborasi musik terbangan, gamelan Jawa, Drum Band dan berbagai alat music lainnya yang dimainkan oleh murid-murid SMP-SMA Nasima. Setelah itu mereka akan bersama-sama membaca shalawat nariyah. Sedang Pidato Hari Santri akan disampaikan KH Kharis Shodaqoh pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Bugen Tlogosari Semarang.

Pada Sabtu pagi (22/10) dimulai pukul 07.00 akan digelar Upacara Hari Santri di halaman Balai Kota Jalan Pemuda 148 Semarang. Irup Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama peserta upacara akan memakai kain sarung dan baju koko dalam kegiatan tersebut. Setelah itu seluruh peserta upacara akan berjalan kaki melewati Jalan Pemuda, Tugumuda, Jalan Pandanaran, Simpanglima dan Jalan Pahlawan untuk mengikuti ziarah massal dan tahlilan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang . Mereka akan disuguhi drumband dari TK Muslimat, drumband MTs Hidayatusubban Genuk Semarang, drumband MTs Al-Wathoniyah Bugen, dan drumband Baladhika Arhanudse-15 Semarang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Sejarah, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengamanahkan ketua kepada Ahmad Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Ummat.

Pada Rakerancab (25/8) di pondok pesantren yang diasuhnya, pria yang akrab disapa Gus Faqih tersebut, memperoleh 11 dukungan dari pengurus Ranting? hadir di acara tersebut.

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin PAC GP Ansor Wonosobo, Gus Faqih Prioritaskan Kaderisasi

"Saya terpilih merupakan amanah yang berat menjadi salah satu pimpinan di organisasi yang terbesar di Indonesia bahkan dunia,” katanya selepas terpilih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga, sambungnya, perlu langkah dan strategi untuk menggerakkan roda organisasi agar stabil serta dinamis agar semua elemen yang ada bisa bersama-sama beribadah dan berjuang untuk membesarkan organisasi dan NKRI.

Menurut dia, membangun militansi kader adalah prioritas yang harus dilaksanakan secepatnya. Hal itu akan dicapai dengan segera mengadakan pengkaderan baik untuk Ansor maupun Bansernya sesuai dengan visi dan misi GP Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah Rakerancab yang dilaksanakan sampai malam hari tersebut, kemudian dibentuk tim formatur yang akan segera membentuk susunan pengurus maksimal dalam waktu 7 hari.

Perwakilan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Wonosobo yang hadir dan memimpin sidang, Topo, mengatakan,Rakerancab ini dilaksanakan sesuai dengan PD/PRT dan Peraturan Organisasi yang ada, sehingga harus dilaksanakan untuk menjalankan roda organisasi ke depan yang tantangannya semakin besar baik internal maupun eksternal.

“Kita tidak boleh lengah terhadap siapa pun yang ingin merongrong Aswaja dan NKRI," katanya.

Ia berrharap PAC Kecamatan Wonosobo ke depan lebih baik baik pada penataan organisasi dan pengkaderan sehingga bisa menghasilkan organisasi yang mandiri dan kader yang militan.

Tim Formatur juga telah berhasil menyusun susunan pengurus Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), yang terdiri dari Nimun Romli (Kasatkoryon), Nasib Sucipto (Wakasatkoryon), Waluyo (Kasetma) serta dibantu oleh Biro-biro.

"Kami harap kepengurusan Banser yang dipilih dari anggota yang ada di Satkorkel se-Kecamatan Wonosobo bisa menjadi leader sekaligus jembatan informasi, komunikasi dan kebijakan yang dilaksanakan PAC sampai ke tingkat Ranting. Sehingga bisa dibangun kesinambungan dan kebersamaan," ungkap Nimun Romli. (Herry BH/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Bahtsul Masail, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 13 Januari 2018

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta konsep Ahlul Halli wal Aqdi jangan dulu dipakai dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur yang akan digelar akhir Mei nanti. AD/ART NU yang telah disepakati dalam Muktamar Makassar 2010 lalu sebagai forum permusyawaratan tertinggi di lingkungan NU belum mengesahkan konsep itu.

“Jika ada yang menghendaki Ahlul Halli wal Aqdi diterapkan dalam Konferwil NU Jatim, PBNU meminta ditunda dulu pelaksanaannya sampai ada pembahasannya dalam Muktamar mendatang,” kata Wakil Sekjen PBNU H. Sulthon Fathani kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PBNU Jakarta, Rabu (15/5).

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta “Ahlul Halli wal Aqdi” Ditunda

Keputusan itu diambil dalam Rapat ? Harian Syuriyah dan Tanfidziyah awal Mei lalu dan ditegaskan kembali dalam Rapat Harian tanfidziyah, Selasa (14/5) tadi malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Sulthon, di kalangan PBNU sendiri para pengurus mempunyai pandangan yang berbeda mengenai Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah oleh semacam dewan khusus yang dibentuk.

Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf misalnya, menyatakan, konsep tersebut sudah tidak pas jika diterapkan sekarang. Ia adalah salah seorang yang terlibat aktif dalam Muktamar NU di Situbondo 1984 yang menerapkan konsep ini dan menetapkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Waktu itu kita membutuhkan konsep itu, tapi sekarang tidak pas lagi diterapkan sekarang. Alasan Pak Slamet, saat ini kita kesulitan menentukan siapa-siapa tokoh yang bisa jadi referensi untuk menunjuk ketua umum,” kata Sulthon.

Namun terkait dinamika yang terjadi di daerah-daerah, PBNU sendiri telah menyiapkan rumusan Ahlul Halli wal Aqdi untuk dibahas dalam Munas atau Muktamar mendatang. Rapat juga telah menunjuk Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali untuk mematangkan konsep itu.

“Jadi ahlul Halli wal Aqdi belum bisa diterapkan sampai dibahas dan disetujui dalam Muktamar. Namun PBNU tetap merekomendasikan konsep Ahlul Halli wal Aqdi ini diterapkan secara kultural, misalnya PCNU atau PWNU (pemegang suara: red) menemui beberapa kiai-kiai atau tokoh di beberapa daerah jika memungkinkan untuk dimintai pertimbangan mengenai siapa yang pantas memimpin NU,” pungkas Sulthon.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Kajian Sunnah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Waktu itu, di "Pulau Banser"

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seperti judul sebuah film atau novel, yang menarik untuk ditelusuri dan diikuti. Berawal dari latihan gabungan Banser Garung, Kaliwiro, wadaslintang dan Kalibawang yang berisi materi pemantapan ke-Ansor-an dan ke-Banser-an serta Aswaja di alam terbuka ditambah dengan simulasi rescue.

Waktu itu, di Pulau Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu itu, di Pulau Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu itu, di "Pulau Banser"

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumber sari Kecamatan Wadaslintang ini diikuti 70 peserta, dan ber-home base di balai desa setempat, yang disambut antusias warga setempat. Pada Sabtu 30 Maret peserta dibekali materi oleh Kasatkorcab M. Kurniyanto, Kasetma, jajaran PAC dan lain-lain juga dari Instruktur Rescue.

Di malam harinya kegiatan diisi dengan pemantapan materi Aswaja yang dihadiri seluruh Ranting dan Satkorpok yang ada di Wadaslintang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Banser harus multi fungsi, dan berparadigma Positif, sehingga bisa ditempatkan dimana saja dan dalam situasi apapun, terlebih dalam hal memberikan bantuan dan pertolongan di masyarakat," papar M. Kurniyanto. “Jangan mudah terpecah-belah dan gampang dikotak-kotakkan,” lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dibutuhkan kemampuan yang lebih, sehingga Banser bisa berdaya guna di masyarakat. "One For All, All For One," papar Kasetma.

"Bahwa Banser harus menjiwai bahwa kita hidup di lingkungan yang majemuk sehingga sikap pluralisme harus dikembangkan terlebih terhadap siapa yang membutuhkan bantuan. Kita ini harus sering terjun dimasyarakat, berbaur dan diharapkan bisa membantu permasalahan yang dihadapi," tambahnya.

Paginya diadakan simulasi, dengan dibantu oleh 3 buah perahu motor nelayan. Dengan 5 orang wisatawan mengalami kerusakan perahu dan tenggelam, sehingga membutuhkan bantuan untuk penyelamatan. Setelah waktu berlalu dan berhasil menyelamatkan ke 5 korban, diadakan penanaman Pohon Alpokat Mentega, yang diserahkan secara simbolis oleh jajaran Satkorcab x23 kepada kepala desa setempat, di Sebuah pulau di tengah waduk seluas 3,6 Ha. Pohon Alpokat ini diharapkan menjadi Ikon Pariwisata Waduk Wadaslintang.

Mewakili masyarakat setempat, Kepala Desa Sumbersari menginginkan pulau itu dinamai "Pulau Banser". Katanya, kepedulian dari sahabat Ansor dan Banser, untuk mengembangkan Masyarakat desa Sumbersari, yang diharapkan ke depan bisa berdampak bagi masyarakat khususnya Wadaslintang, dan pariwisata Wonosobo.

“Nantinya diharapkan juga akan dikembangkan kelinci yang akan di biarkan lepas di alam liar, sehingga kealamian dan keasrian Pulau Banser bisa menarik minat masyarakat," katanya.

“Kami harap sahabat Ansor dan Banser ikut menjaga dan merawat bersama masyarakat, sehingga Pulau ini bisa dinikmati bukan hanya sekarang tapi juga yang akan datang. Hidup Ansor, hidup Banser!" tambah Perwakilan dari Kecamatan.

M. Hanif Nurhidayat mengatakan, yang dilakukan baru permulaan. “Langkah awal kita akan membuat, papan nama “Pulau Banser" dipasang di pintu masuk. Selanjutnya kita akan mencari bibit kelinci yang akan dilepaskan di alam liar. Mari sahabat kita satukan langkah, persepsi dan barisan untuk Ansor/Banser yang lebih maju," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Herry Bh (Kasetma Banser X23 Wonosobo)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 12 Januari 2018

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Telah terbukti secara faktual maupun ilmiah, permainan yang mengandung nilai pendidikan (edukatif) terbukti membuat anak menjadi pintar dan kreatif. Karena itu setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) didorong untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam mendidik dan menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE).

Salah satu lembaga yang konsen mengabdi pada peningkatan mutu PAUD di Indonesia, Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia, kemarin, Sabtu (30/4) mengundang para guru PAUD se-Kabupaten Demak dan Kota Semarang untuk memamerkan APE hasil buatan mereka dalam acara bertajuk Galeri APE.?

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Permainan Edukatif Hasilkan Anak Pintar dan Kreatif

Bertempat di gedung BKPP Kabupaten Demak, sebanyak 212 guru yang hadir mewakili lembaga PAUD dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI). APE yang mereka bawa dinilai oleh tim AMURT, dan para guru saling mengunjungi galeri pamer APE mereka, saling memberi masukan dan saran perbaikan.?

Meriah sekali suasananya, aneka rupa dan warna ratusan APE yang dipamerkan tak hanya memenuhi ruangan gedung, melainkan hingga di halaman gedung pelatihan tersebut, hingga meluber ke luar tempat yang diberi tenda, sampai di lapangan dan di bawah pepohonan.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terlebih APE yang berwujud alat permainan untuk menstimulasi otot dan syaraf motorik kasar anak, ditempatkan di lapangan gedung karena membutuhkan ruang yang cukup luas. Seperti APE berbentuk terowongan yang terbuat dari anyaman bambu, dilengkapi sebuah miniatur sarana publik yaitu terminal dan pasar.?

Ada pula ban-ban motor bekas yang disanggga dengan potongan bambu, digunakan untuk melatih anak merangkak menyusuri lubang ban atau melangkahi ban-ban tersebut dalam jarak tertentu untuk melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh. Semua dicat warna-warni dan dihias bendera, ronce, boneka dan aneka pernak-pernik yang menarik minat anak-anak.?

Dipamerkan pula alat permainan engklek versi modern. Jika engklek model tradisional hanya garis-garis kotak atau lingkaran di atas tanah atau lantai keras, engklek versi modern ini berupa lembaran plastik MMT yang dibuat warna-warni yang bisa dipakai di dalam ruangan, bisa dimainkan siang atau malam hari. Di dalam bidang garis-garisnya ada gambar binatang, pepohonan, angka dan huruf, dilengkapi pula dengan dadu besar untuk dilempar di kotak sesuai angka yang keluar dari lemparan dadu.?

Riuh sekali para guru saling berkunjung, melihat-lihat dan mendiskusikan ratusan APE yang dipamerkan tersebut. Para pembuat APE juga tampak sumringah memberi penjelasan atas pertanyaan dari para guru yang mengunjungi stand pamerannya. Tanya jawab tentang bagaimana cara membuatnya, berapa biayanya, dan minta diberi contoh cara memainkannya serta apa manfaat dari permainan itu. Aneka masukan dijadikan bahan merevisi atau membuat APE versi berikutnya yang lebih bagus tentunya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Fasilitator AMURT Indonesia Tika Amalia Fitriani (22) menyatakan puas atas suksesnya Galeri APE tersebut. Ia bersama para leader AMURT Indonesia yang memang biasa mendampingi PAUD di beberapa wilayah, menjadikan acara itu untuk memberi penilaian, evaluasi serta sekaligus memotivasi para guru PAUD untuk terus berkarya dan mendidik generasi terbaik Indonesia di masa terbaik mereka, yaitu usia dini.?

"Kami mengajak setiap guru PAUD dan orang tua untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak di usia emas mereka. Kami tadi bagikan poster bergambar tentang tahapan perkembangan anak dan berbagai model APE. Terima kasih untuk para guru PAUD yang luar biasa pengabdiannya, tutur gadis lulusan Jurusan PAUD Universitas Negeri Jakarta ini.?

Ia tambahkan, gelar APE ini akan dilanjutkan dengan lomba APE pada 11 Mei mendatang.?

Pemerintah Perlu Diingatkan Tanggungjawabnya

Pelayanan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab pemerintah. Di setiap Pemerintah Daerah maupun di Pemerintah Pusat, sudah ada unit yang membidangi PAUD. Anggarannya juga besar dan setiap tahun selalu bertambah. Namun layanan dari pemerintah itu belum dirasakan maksimal oleh para pengabdi PAUD. Baik lembaga PAUD maupun guru-guru PAUD, masih sedikit yang terlayani program dari Dinas yang membidangi PAUD. Baik pelatihan, pemberian fasilitas pendidikan, maupun pembangunan sarananya.?

Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Semarang Rr Evi Trisnowati, S.Pd menyampaikan aspirasi para guru PAUD tersebut saat menghadiri Pembukaan Galeri APE. Ia mengatakan, program pemerintah selain masih sedikit, juga kualitasnya perlu ditingkatkan. Misal dalam memberi pelatihan, umumnya hanya kegiatan pelatihan di suatu tempat, setelah itu lepas tanpa ada pendampingan.?

Sedangkan yang dikerjakan AMURT Indonesia, dia memberi perbandingan, tidak hanya memberi pelatihan di suatu tempat dalam waktu satu atau dua hari, melainkan terus mendampingi sampai setiap PAUD dampingan betul-betul menerapkan materi pelatihan, lengkap beserta kemampuan para gurunya mendidik murid-murid dengan metode yang telah dilatihkan. Juga evaluasi atas hasilnya dengan mengukur perubahan kemampuan para peserta didiknya. Plus mengukur kreativitasnya dalam kemampuan membuat APE dari barang-barang bekas.?

Pemerintah punya unit yang membidangi PAUD dan memiliki anggaran besar. Perlu didorong agar menjalankan kewajibannya melayani PAUD secara bagus dalam kualitas maupun kuantitasnya, tutur pengabdi PAUD selama 4 tahun ini.?

Sementara itu, Kasi Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Demak Sarwadi, M.Pd saat memberikan sambutan menyampaikan, pemerintah punya semangat dan jiwa yang sama dengan para guru PAUD dalam memberi layanan pendidikan terbaik untuk para putra putri bangsa. Ia katakan, masa depan negara tergantung pada masa depan generasi mudanya. Masa depan generasi mudanya tergantung pada hasil pendidikan di usia dini mereka. Maka satu satunya cara mempersiapkan generasi terbaik bangsa adalah membina PAUD yang sebagus bagusnya.?

Ia juga memberi penghargaan atas segala kebaikan para guru PAUD yang tulus mengabdi, ikhlas mendidik. Benar-benar wujud pahlawan tanpa tanda jasa.?

Ciri guru PAUD itu kreatif. Guru selain PAUD, bahkan dosen, tidak dituntut kreatif setinggi guru PAUD. Dan guru PAUD itu pasti orang-orang yang tulus, ikhlas mengabdikan ilmunya. Salut untuk Ibu-ibu semua, tuturnya kepada hadirin yang semuanya kaum ibu.?

Sarwadi yang humoris dan suka mengajak senyum menutup pidatonya dengan meneriakkan yel-yel semangat khas anak PAUD. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sekolah Lima Hari, Vakum Dua Hari Mudharatnya Besar

Setelah setahun lalu menggulirkan kebijakan Full Day School (FDS) lalu mendapat penolakan dari berbagai kalangan, kali ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membungkus FDS dengan label sekolah lima hiari.

Kebijakan yang kabarnya akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2017/2018 ini juga mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, tak terkecuali stakeholder pendidikan.

Sekolah Lima Hari, Vakum Dua Hari Mudharatnya Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Lima Hari, Vakum Dua Hari Mudharatnya Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Lima Hari, Vakum Dua Hari Mudharatnya Besar

?

Untuk mendapatkan pandangan yang lebih jernih terkait dengan kebijakan sekolah lima hari tersebut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkesempatan mewawancarai Ketua UmumPengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Dr KH Asep Saifuddin Chalim, Senin (12/6) di Jakarta.

Saat ini Kiai Asep mengelola sejumlah lembaga pendidikan Islam dan umum unggulan berbasis pesantren di bawah Yayasan Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Cabangnya saat ini juga ada di Surabaya. Murid dan santrinya ada yang mukim di pondok dan ada juga yang tidak. Total santri Kiai Asep berkisar 5500 santri belum termasuk yang ada di Surabaya.

Berikut wawancara Fathoni Ahmad dari PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan KH Asep Saifuddin Chalim yang saat ini juga mengelola Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto terkait rencana kebijakan sekolah lima hari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bagaimana menurut kiai soal rencana kebijakan sekolah lima hari?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hari-hari ini jangan menerapkan sekolah lima hari. Anak-anak SMP dan SMA itu belum mampu menguasai diri nanti kalau libur dua hari, itu sangat berbahaya sekali. Kalau memang untuk menghilangkan kelelahan belajar selama lima hari, cukup sehari, karena hari keduanya punya potensi untuk nakal.

Bisa dijelaskan detailnya, kiai?

Ya, anak-anak tidak akan bisa pandai karena ada kevakuman sebab libur dua hari itu, mengangkat kembali untuk memaulai belajar, itu berat sekali kalau tiap minggu vakum semacam ini.

?

Sekarang itu ada HP gadget yang sedang melanda generasi bangsa Indonesia. Gadget itu lebih ganas daripada sabu-sabu. Kalau sabu-sabu menghasilkan khayalan, kalau HP menghasilkan gambar konkret. Sekarang ini banyak anak-anak yang tidak bisa berpisah dengan HP-nya dengan jarak 10 meter. Ini sangat luar biasa, tidak bisa berpisah dengan HP-nya selama 10 menit.?

Kalau seandainya libur sampai dua hari, kemudian hari itu tidak cukup digunakan untuk melepas lelah, tetapi sekaligus setelah lelahnya lepas punya potensi hura-hura lagi. Itu bagaiman dengan keberadaan HP yang sekarang, sementara mereka belum bisa menjadi pengendali terhadap HP itu sendiri.

Bagaimana konsekuensi logis jika kebijakan ini diterapkan?

Kemendikbud mengeluarkan aturan full day school untuk memberi peluang sekolah menarik SPP bulanan. Dengan menarik peluang itu, maka anak-anak mendapatkan biaya yang cukup mahal. Sementara sekolah negeri wali muridnya kan nggak kaya-kaya, kecuali sekolah favorit.

Seperti biaya apa saja, kiai?

Kalau sekolah sampai jam tiga maka perlu makan siang. Makan siang yang efektif dikoordinir sekolah. Ketika dikoordinir sekolah panitianya pasti mengambil fee. Sekolah menariknya akan lebih besar dari selama ini ditolerir.

?

Kalau di Jawa Timur kan ditolerir 250.000. dengan full daya school, maka akan lebih besar untuk membiayai jam-jam oleh guru honorer. Akibatnya akan banyak wali murid yang kesusahan membiayai anak-anaknya.

?

Itu berat sekali, untuk membiayai makan siang, makan siang yang dikoordinir yang nantinya juga ada fee. Kemudian sekolah yang telah mendapatkan perlindungan juga diperkenankan menarik SPP oleh peraturan menteri, itu pasti menarik banyak, karena apa? Untuk membiayai jam-jam tambahan oleh guru-guru tambahan atau pun honorer.

Sejumlah kalangan mengkhawatirkan terbengkalainya Madrasah Diniyah, menurut kiai?

Yang jelas akan mengganggu keberadaan madrasah diniyah di mana anak juga butuh belajar agama. Madrasah diniyah itu kan masuk jam 14.00 sampai jam 16.00. Sekarang kalalu pulang saja jam empat, kapan mau mulai pendidikan keagamaannya.

?

Artinya?

Ini namanya melakukan sesuatu yang belum tentu dengan menghilangkan kemapanan yang sudah baik. Tidak boleh itu, kalau istilah NU kan al-akhdzu bil jadidil aslah, mengambil sesuatu yang baik tetapi dengan tidak menghancurkan sesuatu yang sudah baik. Orang itu harus menjaga yang sudah bagus.

?

Boleh melahirkan sesuatu yang lebih bagus. Tetapi membuat sesuatu yang lebih bagus tentu baik tetapi yang sudah baik dihancurkan, itu tidak boleh. Berat ini Kemendikbud.

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah