Kamis, 11 Januari 2018

Hentikan Eksploitasi NU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keresahan warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama) atas polemik politik yang seakan semakin tak terkendali belakangan ini tampaknya tak bisa disembunyikan lagi. Ketua Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj pun turut komentar. Ia meminta, eksploitasi terhadap NU segera dihentikan dan berharap agar para kiai yang terlibat dalam konflik segera bersatu kembali.

“Saya berharap para kiai berekonsiliasi (islah),” kata Kang Said, demikian panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, saat berbicara pada acara halal bi halal yang digelar Pengurus Pusat Muslimat NU di Hotel Bumikarsa, Jakarta, belum lama ini.

Kiai Said juga berharap agar perbedaan pilihan politik tidak sampai mengabaikan komunikasi dan saling memahami antara satu dan lainnya. “Bolehlah pilihan politik berbeda, tapi kita kan tetap NU. Tetap Ahlussunah, jadi harus menjaga ukhuwah dan persaudaraan,” tuturnya.

Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Eksploitasi NU

Jika memang perbedaan mekanisme perjuangan itu tidak bisa dihindari, Kang Said berharap semua elemen NU tetap bisa menjadi team work yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya akan tetap menghormati kebebasan masing-masing individu untuk melakukan afiliasi politik. Termasuk sikap politik para anggota Muslimat NU.

“Tidak harus sama dengan saya, itu merupakan bagian dari perwujudan freedom of expression,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Khofifah menolak jika dirinya dikait-kaitkan dengan keberadaan kendaraan politik baru, PKNU. Dia berharap supaya eksistensi PKNU itu dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bersama di internal NU untuk menciptakan rekonsolidasi kadernya guna membangun NU ke depan. Karena itu, Khofifah berharap NU bisa memosisikan diri sebagai pengayom yang baik.

Yang perlu dilakukan partai-partai berbasis NU itu adalah memperhatikan kebutuhan peningkatan pelayanan umat. “Jangan sampai umat dijadikan sasaran eksploitasi dan kooptasi dalam politik praktis, tapi bagaimana umat bisa mendapatkan akses dan manfaat dari semua itu,” tegasnya.

Selain halal bi halal, dalam kesempatan itu ditandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Bringin Life Syariah terkait program asuransi jiwa melalui kartu tanda anggota Muslimat NU. (gpa/rif)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Nasional, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

MKQ Nasional, Jaring Mahasiswa Ahli Kaligrafi

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Demi terjalinnya silaturahim antarkaligrafer dari kalangan mahasiswa serta menjaring mahasiswa yang ahli dalam desain kaligrafi, panitia festival seni Al-Qur’an menyelenggarakan Musabaqah Khatil Qur’an (MKQ) nasional, Senin (18/2).?

MKQ Nasional, Jaring Mahasiswa Ahli Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
MKQ Nasional, Jaring Mahasiswa Ahli Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

MKQ Nasional, Jaring Mahasiswa Ahli Kaligrafi

MKQ yang diselenggarakan di gedung rektorat lama lantai dua UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diikuti oleh 17 peserta putra serta 12 peserta putri.?

Mereka merupakan delegasi dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Di antaranya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Syarif Hidayatullah, Universitas Gajah Mada serta berbagai perguan tinggi lainnya. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai juri dalam lomba tersebut, hadir Robet Nasrullah, Saiful Adnan, serta Humaidi Ilyas yang mereka merupakan kaligrafer tingkat nasional. ?

Menurut Mustofa, penanggungjawab MKQ ini pada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, peserta diberi alokasi waktu sebanyak delapan jam, yaitu dari jam 09.00-16.00 waktu setempat. Lomba dimulai dengan pengundian maqro (teks yang akan ditulis, red.). Kemudian dilanjutkan dengan sesi pertama, yaitu pembentukan desain, serta sesi kedua, yaitu menulis maqro’ dan hiasannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mutofa juga menuturkan bahwa lima besar dari putra dan putri akan dipamerkan ketika malam penutupan serta pengumuman para pemenang pada nanti malam, Selasa (19/2).?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ribuan Santri Sumber Bungur Pusing Lewati Jalan Hancur

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ribuan santri Pesantren Sumber Bungur, Pakong, dibuat pusing tujuh keliling tiap kali turun hujan. Pasalnya, mereka dihadapkan pada jalan hancur. Jalan tersebut merupakan jalan umum dan menjadi rute satu-satunya ke sekolah dan pesantren.

Ribuan Santri Sumber Bungur Pusing Lewati Jalan Hancur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Sumber Bungur Pusing Lewati Jalan Hancur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Sumber Bungur Pusing Lewati Jalan Hancur

Seperti terlihat pada Hari Selasa (22/4), santri, dan masyarakat umum kelimpungan tiap kali hendak lewat di jalan tersebut. Mereka jalan menepi. Jika malam hari, tak sedikit yang jadi korban. Pejalan kaki banyak yang terperosok dan jatuh lantaran becek sekaligus licin.

Perbaikan jalan tersebut sudah mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Rencananya, akan dipaving. Pemerintah telah mendatangkan material atau bahan untuk mem-paving jalan utama tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sudah lebih seminggu bahan-bahan paving yang dihadirkan. Namun, dibiarkan begitu saja oleh CV atau pelaksana proyek. Ini jalan menuju MTs Model dan MA Sumber Bungur, serta Pesantren Sumber Bungur. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kasihan sekali ribuan murid dan santri di sini,” terang Kepala Sekolah MTs.N Model Sumber Bungur, H Mohammad Holis.

Kekesalan juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Pakong H Imam Nahrowi. Menurutnya, pemerintah setempat harus bisa bersikap tegas atas kelalaian pelaksana proyek. Sebab, pembiaran tersebut telah melahirkan banyak dampak negatif bagi pengguna jalan, utamanya murid dan santri yang menjalankan tugasnya sebagai penimba ilmu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami heran pada pelaksana proyek jalan tersebut. Sudah lebih seminggu material paving didatangkan, tapi hingga kini tak juga dilaksanakan. Itu sangat mengecewakan,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Pamekasan Totok Hartono, tampak terkejut mendengar kabar jalan hancur menuju pesantren tersebut. Juga meradang dan sangat kecewa.

“Jika kabar tersebut memang benar, kami akan segera tindaklanjuti. Kami tidak akan melakukan pembiaran. Jika terbukti menyalahi aturan, pelaksananya pasti kami sanksi,” ancamnya serius.

Tidak hanya itu, Totok berjanji, jika nantinya pelaksana proyek terbukti melakukan pembiaran, pihaknya tidak segan-segan akan mem-blacklist CV yang menangani proyek tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Membendung Radikalisme Melalui Radio Komunitas

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebuah sikap radikalisme di tengah masyarakat bisa disebabkan beragam hal, di antaranya adalah penyajian informasi yang salah dan bersifat provokatif. 

Membendung Radikalisme Melalui Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Membendung Radikalisme Melalui Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Membendung Radikalisme Melalui Radio Komunitas

Di sinilah radio komunitas mendapatkan peran penting, harus tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat, sarat dengan pesan perdamaian, dan penyampaian informasi yang tidak berpotensi menebar kebencian dan permusuhan, termasuk dalam konten dakwah keagamaan, radio komunitas harus tetap mempertimbangkan tiga prinsip tersebut. 

Demikian disampaikan Ahmad Rovahan, Ketua Jaringan Radio Komunitas (JARiK) se-wilayah III Cirebon saat temu pegiat radio komunitas di Taman Bima, Cirebon. Kamis (9/5).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Radio komunitas harus mempelopori gerakan dakwah keagamaan yang ramah dan damai, tidak bersifat provokatif, dan jangan sampai memicu tindak radikalisme di tengah masyarakat,” jelas Rovahan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal senada juga disampaikan oleh Nana, ketua Badan Pengurus Penyiaran Komunitas (BPPK) radio Buana FM, Desa Cangkoak Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Dia mengungkapkan, selama ini radio komunitas yang dipimpinnya lebih memilih untuk mengemas konten keagamaan yang bersumber dari kebutuhan masyarakat, tidak mengacu pada informasi yang dinilai dapat mengabaikan dan mengganggu tradisi dan budaya setempat.

“Kami memiliki acara keagamaan yang diberi nama Ingbar, atau Indahnya Ngaji Bareng, dalam acara ini kami menghadirkan kiai yang dipanuti oleh masyarakat sendiri, bukan orang lain, sehingga pembicara tidak hanya berbicara tentang agama, tapi sistem nilai dan tradisi masyarakat,” papar Nana.

Sementara itu, Maman Rohman, ketua BPPK radio Q-Lan FM Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon mengungkapkan bahwa radio komunitas harus menjadi benteng bagi masyarakatnya masing-masing dari pelbagai informasi dan penyampaian konten keagamaan yang provokatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.

“Selain tidak boleh provokatif, radio komunitas juga harus hadir sebagai benteng yang akan membendung masyarakat dari informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab,  terutama dalam konten keagamaan, hal ini biasanya rawan sekali,” tambah Maman.

JARiK merupakan sebuah paguyuban yang membawahi 21 radio komunitas di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan. Selain melakukan pemberdayaan masyarakat dan proteksi sosial, jaringan radio komunitas ini juga kerap mengkampanyekan pesan-pesan perdamaian dan melakukan perlawanan terhadap tindak anarkisme atas nama agama. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Syariah, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 10 Januari 2018

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap kelompok ektremis atas nama agama atau politik. Negara, menurut Kiai Amin, tidak boleh bersikap abai terhadap mereka yang melanggar komitmen kebangsaan. Pasalnya, negara ini memiliki prinsip-prinsip dasar yang mesti dipatuhi setiap warga di Indonesia.

Kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (22/7), Kiai Ma’ruf menyebut tahapan sikap negara. Pertama, negara perlu kembali mengingatkan mereka bahwa kita menyepakati etika dan komitmen berbangsa.

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Negara antara lain mendorong dialog-dialog kebangsaan. Mereka, Kiai Ma’ruf melanjutkan, mesti diberi tahu bahwa di dalam negara ada etika dan konsensus bernegara yang harus dipenuhi. Kalau ada perbedaan pandangan sejauh itu di dalam koridor, saya kira tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar koridor, negara harus memperingatkan dan mengambil tindakan terhadap mereka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Empat pilar ini konsensus kita bersama. Sejauh mereka berbeda dalam implementasi, kita bisa berdialog. Tetapi kalau sifatnya menggungat empat pilar, ini sudah pelanggaran konsensus. Negara berkewajiban untuk mengambil pendekatan tertentu,” tegas Kiai Ma’ruf.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kita mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Kalau mereka melanggar komitmen itu, tentu negara harus menggunakan haknya, bertindak. Negara mesti tegas, tandas Kiai Ma’ruf. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren

Mataram, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Komisi VI DPRD NTB, TGH. Muharrar mengatakan, hingga kini belum ada bukti narkoba sudah masuk sampai ke pondok pesantren.

"Memang dalam beberapa tahun terakhir ada sinyalemen bahwa narkoba tidak saja merambah masyarakat perkotaan dan desa tetapi juga sudah masuk pondok pesantren," katanya menjawab pertanyaan berkaitan dengan isu Narkoba masuk pondok pesantren di Mataram, Rabu.

"Boleh saja orang mensinyalir narkoba masuk pondok pesantren, tetapi mana buktinya, dan kita akan jamin Narkoba tidak akan masuk pondok pesantren," katanya.

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Belum Ada Bukti Narkoba Masuk Pondok Pesantren

Untuk menjaga narkoba masuk pondok pesantren perlu adanya seleksi yang ketat bagi calon santri dari luar daerah yang akan belajar di pondok pesantren di NTB, hal itu dimaksudkan untuk menghidari peredaran dan pemakaian narkoba. Bila perlu jika calon santri tersebut meragukan dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah dia pengguna narkoba atau tidak.

Muharrar yang juga pimpinan pondok pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat mengatakan, beberapa tahun lalu pihaknya pernah mendengar dijumpai salah satu pondok pesantren di daerah itu yang santrinya pemakai narkoba.

Ternyata setelah ditelusuri santri tersebut berasal dari luar daerah dan dia memang sudah kecanduan, santri pemakai narkoba tersebut setiap kali minta izin keluar ternyata dia keluar untuk mengisap narkoba. "Setelah diketahui, pimpinan pondok pesantren tempat santri itu belajar segera membuat kebijakan dan mengeluarkan santri tersebut dari pondok pesantren," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Gubernur NTB  Drs. H.B Thamrin Rayes pada pembukaan Sambung Rasa Pondok Pesantren Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan LSM dalam menangani Narkoba dan Seks Bebas dan HIV/AIDS bebeberapa waktu lalu mengatakan, sejak Januari hingga Desember 2006 ditemukan tiga orang ibu rumahtangga dinyatakan HIV positif, sehingga kini jumlah penderita HIV di daerah menjadi 42 orang.

"Dengan jumlah kasus HIV bertambah menjadi 42 orang, maka itu sebuah angka yang mengkhawatirkan sekaligus memprihatinkan" katanya.

Sedangkan jumlah kasus AIDS pada periode yang sama tahun 2006 hanya satu kasus, sehingga jumlah kasus AIDS secara keseluruhan di NTB bertambah menjadi 19 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pemerintah tidak akan mampu menanggulangi masalah tersebut jika tidak mendapat dukungan dari segenap elemen masyarakat, itu merupakan tanggungjawab bersama, kata Wagub yang juga Ketua Badan Narkotika Propinsi (BNP) NTB.

"Untuk itu para tokohagama dan masyarakat hendaknya harus perlu menyamakan persepsi mengenai penanggulangan Narkoba, Seks dan HIV/AIDS mengingat mereka berada pada posisi penting dan strategis," katanya. (ant/mad)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Muslimat NU Jember akan melebarkan kontribusinya di bidang layanan kesehatan menyusul diserahkannya pengelolaan rumah sakit (RS) Munaparahita kepada organisasi yang dipimpin Nyai Emi Kusminarni itu. Secara simbolis, penyerahan ini dilakukan oleh Gus Firjoun Barlaman, berupa sertifikat gedung kepada Muslimat NU yang diwakili Emi Kusminarni di kompleks Pesantren Ash-shiddiqi Putra, Talangsari, Kabupaten Jember, Jumat (17/6).

Menurut Emi, hal tersebut merupakan sejarah baru bagi Muslimat NU Jember. "Ini amanah, semoga bermanfaat untuk umat dan kita semua," ujar Emi kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Sebelumnya, RS Munaparahita dikelola oleh kelompok Talangsari. Dengan segala keterbatasan dana dan daya, pengelolaan Munaparahita berjalan lamban dan tertatih-tatih. Muslimat NU di bawah kepemimpinan Emi Kusminarni mendapat amanah untuk mengelola rumah sakit milik Muslimat NU Jember itu. Dengan demikian, ke depan RS. Munaparahtia secara otonom akan dikelola oleh Muslimat NU.

"Bagi saya, ini Munaparahita era baru. Kami minta dukungan semua pihak agar Munaparahita bisa melayani umat sesuai harapan," ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Emi menambahkan, secara administrasi RS Muanaparahita berada di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Jember. Saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Stikes dr. Soebandi Jember untuk mensuplay sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat. "Semua kita perbarui, termasuk izin operasional karena ini lama tidak jalan, sehingga mati izinnya," terangnya.

Saat ini RS Munaparahita memiliki 4 perawat dan 1 dokter. Lokasinya cukup stategis, hanya 250 meter ke arah selatan jalan protokol Jember. Tepatnya di jl. Imam Bonjol, Kelurahan Kaliwates. Luas tanahnya mencapai sekitar 4.700 M2. Dengan luas yang demikian, memungkinkan adanya pengembangan sarana? penunjang lainnya. (Aryudi AR/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Kajian Islam, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah