Minggu, 07 Januari 2018

Inilah Rangkaian Acara Peringatan Hari Santri di Yaman

Yaman, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PPI Hadhramaut dan PCI NU Yaman yang tergabung dalam Panitia Hari Santri Yaman mengagendakan rangkaian acara untuk menyambut dan memeriahkan peringatan kedua Hari Santri & Hari Pahlawan tahun 2016.?

Secara garis besar rangkaian acara sudah dimulai sejak awal Oktober s/d 30 November mendatang dengan mengusung tema besar Revitalisasi Jihad Santri dan Nasionalisme.

Inilah Rangkaian Acara Peringatan Hari Santri di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Rangkaian Acara Peringatan Hari Santri di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Rangkaian Acara Peringatan Hari Santri di Yaman

Setidaknya ada lima agenda yang akan menghiasi momen akbar santri tahun ini, pertama, Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI) IX 2016, yang sudah bergulir mulai tanggal 1 Oktober lalu hingga 15 November nanti dengan mengangkat 3 topik berbeda, sedangkan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 30 November.

Kedua, lomba status dan fotografi di media sosial, Facebook, yang berlangsung selama satu minggu, yaitu mulai hari Kamis (13/10) sampai Kamis (20/10). Pemenang dalam lomba ini diumumkan pada malam acara Indonesia Santri Club (21/20).

Ketiga, seminar ilmiah internasional yang digelar pada hari Selasa, 18 Oktober, pukul 20:00 KSA di Auditorium Univ. al Ahgaff dengan mendatangkan dua narasumber mumpuni, Dr Muhammad bin Abdul Qodir al ‘Idrus dan Dr Zeid Abdurrahman bin Yahya. Tema yang akan dibahas adalah al Islam wa Hubbu al Wathon.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keempat, pembacaan Shalawat Nariyah dan Tahlil untuk para pahlawan, yang dilakukan di Asrama Dakhili Univ. al Ahgaff pada hari Rabu, 19 Oktober, pukul 18:00 KSA. Agenda ini merupakan instruksi resmi dari PBNU untuk semua cabang dan ranting NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kelima, ISC (Indonesia Santri Club), acara yang bertemakan Aktualisasi Subtansi Jihad di Era Modern ini disajikan pada malam Hari Santri Nasional II, yaitu pada tanggal 21 Oktober, pukul 20:00 KSA di Auditorium Univ. al Ahgaff. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bus Haram

Saat baru tiba di tanah suci Makkah, Marno ingin menjalankan ibadah sunnah di Masjidil Haram. Karena jarak antara pemondokan dan masjid sangat jauh, ia harus menaiki bus umum untuk yang pertama kalinya di Makkah.

Marno pun menghadang bus jurusan Masjidil  Haram di pinggir jalan. Setiap bus yang menuju arah jalur masjidil haram, sang kernet bus menawarkan kepada calon penumpang termasuk Marno.

 “Haram, haram...” kata kernet bus kepada pada penumpang di pinggir jalan.

Ditawari demikian, Marno hanya geleng-geleng kepala. Begitu pula bus lainnya dengan jurusan yang sama, Marno tetap enggan menaikinya.

Bus Haram (Sumber Gambar : Nu Online)
Bus Haram (Sumber Gambar : Nu Online)

Bus Haram

Mendengar kalimat ‘haram’, Marno jadi ragu. “Masa iya naik bus haram,” katanya dalam hati.

Karena ragu, akhirnya Marno kembali ke pemondokan. Ia pun ditanya temen-temennya satu kamar,”kenapa tidak jadi ke Masjidil Haram?.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Bus-nya haram semua,” katanya jengkel. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Islam Nusantara Respon Tepat atas Ekstremisme Global

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ektremisme agama tidak hanya menjadi persoalan di sebuah negara, namun ia merupakan masalah global yang harus diselesaikan melalui kerja sama antar negara. Hal itu yang kerja sama antar pemerintah Denmark dan Wahid Foundation dalam menyelenggarakan Tur Dialog Lintas Agama ke Denmark pekan lalu.?

Salah satu pertanyaan yang kerap mengemuka di dalam pertemuan-pertemuan di Denmark adalah bagaimana cara menghentikan laju ektrimisme agama di dunia.?

Islam Nusantara Respon Tepat atas Ekstremisme Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara Respon Tepat atas Ekstremisme Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara Respon Tepat atas Ekstremisme Global

Dalam hal itu, Direktur Utama Wahid Founation, Yenny Wahid mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia termasuk negara yang berhasil membendung laju ektremisme agama.?

Keberhasilan tersebut tidak hanya mengangkat nama Indonesia sebagai negara damai, namun sekaligus membantah persepsi dunia tentang agama Islam, yang selalu diidentikkan dengan agama teror dan kebencian.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Yenny mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan Indonesia adalah kerja sama yang baik antara pemerintah dan kelompok agama dalam mengatasi masalah keagamaan termasuk ektrimisme agama.?

“Kerja sama dengan komunitas agama atau masyarakat sipil dengan pemerintah adalah kunci mengatasi radikalisme agama di Indonesia,” kata Yenny Wahdi di Denmark beberapa waktu lalu.?

Tanpa keterlibatan masyarakat sipil terutama melalui lembaga keagamaan, pemerintah akan kewalahan menghadapi gelombang ekstrimisme agama.

Islam model Indonesia atau dikenal luas dengan Islam Nusantara merupakan sebuah sistem ajaran keislaman yang moderat dan tidak ekstrim. Ajaran Islam ini sudah teruji sepanjang Indonesia, bahkan sebelum Indonesia dikenal sebagai sebuah negara.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gagasan global?

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Stafuq, yang juga ikut berkunjung ke Denmark. Lebih lagi, Islam Nusantara dengan konsep Islam berkemajuan dianggap dapat menjadi model gagasan Islam yang paling pas untuk merespon radikalisme dunia.?

“Islam Nusantara ini perlu dijadikan percontohan untuk melawan radikalisme oleh masyarakat dunia,” ujar Gus Yahya, sapaanya.?

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge menganggap bahwa Indonesia merupakan mitra yang penting bagi Denmark untuk memperkuat dan memperdalam hubungan kerjasama di berbagai aspek termasuk penanggulangan terorisme agama.

“Di dunia dimana agama, sayangnya, dijadikan alat untuk memicu konflik, Indonesia menjadi suara yang penting bagi keberagaman, toleransi beragama dan dialog lintas agama,” ujar Casper Klynge.?

Sebelumnya, Kedutaan Besar Denmark di Indonesia bekerja sama dengan Wahid Foundation menyelenggarakan Tur Dialog Lintas Agama ke Denmark pada 20-24 Maret 2017 lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan hubungan antar individu Indonesia dan Denmark, mempromosikan keberagaman, dialog lintas agama dan toleransi.?

Yenny Wahid dan Yahya Cholis Staquf merupakan dua dari delegasi Indonesia yang berkunjung ke Denmark selain KH Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), Frans Magnis Suseno (Pastor dan Direktur Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara), Abdul Mu’ti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), dan Sakdiyah Ma’ruf (Komikus).

Selama di Denmark, tim mengunjungi kota Kopenhagen dan Aarhus. Kendati Denmark sedang musim dingin, namun tak menyurutkan niat tim untuk mengunjungi pemerintah Denmark, akademisi di Aarhus University, Copenhagen University, kelompok Islam setempat, hingga siswa sekolah untuk mempromosikan Islam Nusantara. (Ahmad Rozali/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 06 Januari 2018

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau lebih dikenal dengan Yenny Gus Dur, dijadwalkan pada Jumat (16/6) ini bermalam di pengungsian korban luapan lumpur panas dari proyek PT Lapindo Brantas Inc. di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Yenni Gus Dur ketika mengunjungi Pos Komando (Posko) Gus Dur di lokasi pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jumat.

Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan bahwa dirinya ingin melihat secara langsung kehidupan korban luapan lumpur Lapindo di pengungsian, serta ikut menikmati makan nasi bungkus, mengusir kerubutan nyamuk dan berkomunikasi dengan mereka.

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo

Dalam kesempatan itu, Yenni juga menjelaskan kembali tentang pengunduran dirinya sebagai staf khusus bidang komunikasi politik Presiden, dan akan berkonsentrasi untuk kepentingan masyarakat dalam posisinya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut Yenny, pengunduran dirinya sudah diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah dirinya bertemu Presiden dan membicarakan masalah tersebut di Jakarta hari ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pertemuan itu, Yenny menjelaskan bahwa posisinya sebagai Sekjen PKB akan membuatnya sulit untuk bekerja secara penuh sebagai staf khusus presiden.

"Sulit bagi saya untuk merangkap jabatan, karena tidak akan adil bagi keduanya. Untuk mengabdi pada masyarakat tidak perlu berada di Istana," ucapnya.

Presiden, menurut dia, menerima pengunduran dirinya dan berpesan agar tetap menjaga hubungan silaturahmi. "Presiden juga menyampaikan salam kepada Gus Dur dan Ibu saya. Beliau tetap minta komunikasi selalu ada. Saya akan tetap datang ke Istana," ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah pengunduran dirinya itu merupakan dorongan ayahnya Gus Dur, Yenni menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan pilihan pribadi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pengunduran diri ini merupakan keputusan saya, yang sudah meminta restu Gus Dur sebagai orang tua, dan pemimpin saya dalam partai," tegasnya.

Sebelumnya, Yenni diangkat sebagai staf khusus presiden pada Januari 2006, untuk membantu presiden di bidang komunikasi politik.

Pada 25 Mei lalu, dalam rapat DPP PKB, Yenny ditunjuk menjadi Sekjen PKB menggantikan Lukman Edy yang diangkat Presiden menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Munculnya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Surabaya tentang minuman keras (Miras) oleh DPRD Kota Surabaya (5/2) yang membebaskan penjualan miras di minimarket sontak menjadi perhatian publik. Begitu juga dengan warga Nahdliyin di Surabaya.?

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket

"Kami menolak keras pembahasan Raperda Mihol (Minuman Beralkohol). Meskipun itu masih rancangan. Jelas kami menolak keras," kata H A Muhibbin Zuhri, Ketua PCNU Surabaya, Sabtu (6/2).

Kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah ia mengatakan, pada prinsipnya NU menginginkan Surabaya bebas dari minuman keras, apapun jenis minuman itu. Kalau sudah memabukkan, jelas kami tolak, imbuhnya.

Kalau sampai Raperda itu disahkan maka peredaran miras di Surabaya akan terjadi semakin luas dan bebas karena bisa dibeli oleh siapa saja. "Dengan alasan apapun peredaran minuman keras merupakan ancaman serius bagi integritas moral dan masa depan bangsa ini," tegas mantan Ketua PW GP Ansor Jatim itu.

Apalagi miras itu nantinya diberi ruang penjualannya di gerai minimarket yang terbuka untuk masyarakat umum. "Ini secara implisit melegalisasikan minuman keras. Menghalalkan sesuatu yang haram," tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pada saat ini, yang menjadi keperluan masyarakat adalah raperda yang berisi penegasan menggenai pelarangan produksi, impor, peredaran serta konsumsi minuman keras dan disertai hukuman yang jelas bagi pelakunya," pungkas Muhibbin. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

Kendal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ulama dituntut tidak hanya paham agama tetapi juga harus bisa mengendalikan masyarakat. Untuk itu ulama harus juga memahami masalah ekonomi, budaya maupun politik.

Demikian dikatakan Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan PCNU Kendal di Pendopo kabupaten Kendal, Ahad (2/9) kemarin.

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

Dicontohkan, di Timur Tengah, ulama sukses memahami agama tapi gagal mengendalikan masyarakat. Akibatnya ketika terjadi krisis di Syuriah, Mesir maupun Irak, mereka tidak bisa berbuat banyak. Ini berbeda dengan di NU, yang ulamanya relatif masih mampu mengendalikan masyarakat sehingga NU sering menjadi rujukan berbagai pihak dalam menangani berbagai krisis.

“Ulama mempunyai tanggung jawab berat tidak hanya dalam persoalan pemahaman agama namun  juga dalam mengendalikan masyarakat. Dalam masalah agama ulama dituntut mampu memahami agama dengan benar sekaligus memberikan pemahaman yang benar tentang agama kepada masyarakat,” kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di tengah masyarakat, ulama juga dituntut bisa mewarnai berbagai lini kehidupan. Disini ulama juga harus paham berbagai persoalan di luar bidang agama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ulama juga perlu tahu bursa saham, perbankan dan seterusnya, tidak hanya diberi bagian bicara pada acara yang kelima , yakni pembacaan do’a,” celetuk Kiai Said.

Ditegaskan pula ulama juga dituntut tidak sekedar bisa bicara. Sebab menurutnya saat ini jamanya ketika bicara tidak mudah dipercaya ketika belum ada bukti dan hasil penelitian yang meyakinkan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fahroji 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga

Ngawi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj menghimbau kepada segenap pengurus NU di daerah agar tidak terbawa arus politik.

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga

Hal tersebut beliau ungkapkan saat melakukan silaturrahim ke Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, Ahad (10/11) kemarin.

"Usai mengisi pengajian di PCNU Magetan pada malam harinya, Kang Said berkunjung ke MWC NU Ngrambe Ahad pagi sekitar pukul 08.00," ujar Rihan kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga anggota GP Anshor Ngawi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam turba ke Ngrambe kali ini, Kang mengimbau secara khusus untuk segenap kader NU terutama di daerah agar tidak terbawa arus politik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jangan sampai NU terbawa arus kepentingan politik, bukan kepentingan sosial. NU harus dijaga netralitasnya karena NU bukanlah organisasi politik," ujar Ketum PBNU.

Selain itu dalam kesempatan kali ini, kang Said juga menekankan agar para pengurus maupun anggota badan otonom tidak membawa-membawa NU untuk mendukung salah satu calon atau secara langsung melibatkan organisasi menjadi kendaraan dalam politik praktis.

"Jangan sampai membawa NU untuk "ngasak" ke caleg atau menjadikannya sebagai kendaraan politik," pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Tokoh, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah