Sabtu, 06 Januari 2018

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau lebih dikenal dengan Yenny Gus Dur, dijadwalkan pada Jumat (16/6) ini bermalam di pengungsian korban luapan lumpur panas dari proyek PT Lapindo Brantas Inc. di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Yenni Gus Dur ketika mengunjungi Pos Komando (Posko) Gus Dur di lokasi pengungsian Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jumat.

Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengatakan bahwa dirinya ingin melihat secara langsung kehidupan korban luapan lumpur Lapindo di pengungsian, serta ikut menikmati makan nasi bungkus, mengusir kerubutan nyamuk dan berkomunikasi dengan mereka.

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Gus Dur Bermalam di Pengungsian Korban Lumpur Lapindo

Dalam kesempatan itu, Yenni juga menjelaskan kembali tentang pengunduran dirinya sebagai staf khusus bidang komunikasi politik Presiden, dan akan berkonsentrasi untuk kepentingan masyarakat dalam posisinya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut Yenny, pengunduran dirinya sudah diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah dirinya bertemu Presiden dan membicarakan masalah tersebut di Jakarta hari ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pertemuan itu, Yenny menjelaskan bahwa posisinya sebagai Sekjen PKB akan membuatnya sulit untuk bekerja secara penuh sebagai staf khusus presiden.

"Sulit bagi saya untuk merangkap jabatan, karena tidak akan adil bagi keduanya. Untuk mengabdi pada masyarakat tidak perlu berada di Istana," ucapnya.

Presiden, menurut dia, menerima pengunduran dirinya dan berpesan agar tetap menjaga hubungan silaturahmi. "Presiden juga menyampaikan salam kepada Gus Dur dan Ibu saya. Beliau tetap minta komunikasi selalu ada. Saya akan tetap datang ke Istana," ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah pengunduran dirinya itu merupakan dorongan ayahnya Gus Dur, Yenni menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan pilihan pribadi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pengunduran diri ini merupakan keputusan saya, yang sudah meminta restu Gus Dur sebagai orang tua, dan pemimpin saya dalam partai," tegasnya.

Sebelumnya, Yenni diangkat sebagai staf khusus presiden pada Januari 2006, untuk membantu presiden di bidang komunikasi politik.

Pada 25 Mei lalu, dalam rapat DPP PKB, Yenny ditunjuk menjadi Sekjen PKB menggantikan Lukman Edy yang diangkat Presiden menjadi Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Munculnya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Surabaya tentang minuman keras (Miras) oleh DPRD Kota Surabaya (5/2) yang membebaskan penjualan miras di minimarket sontak menjadi perhatian publik. Begitu juga dengan warga Nahdliyin di Surabaya.?

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Surabaya Tolak Keras Raperda Miras Bebas Dijual di Minimarket

"Kami menolak keras pembahasan Raperda Mihol (Minuman Beralkohol). Meskipun itu masih rancangan. Jelas kami menolak keras," kata H A Muhibbin Zuhri, Ketua PCNU Surabaya, Sabtu (6/2).

Kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah ia mengatakan, pada prinsipnya NU menginginkan Surabaya bebas dari minuman keras, apapun jenis minuman itu. Kalau sudah memabukkan, jelas kami tolak, imbuhnya.

Kalau sampai Raperda itu disahkan maka peredaran miras di Surabaya akan terjadi semakin luas dan bebas karena bisa dibeli oleh siapa saja. "Dengan alasan apapun peredaran minuman keras merupakan ancaman serius bagi integritas moral dan masa depan bangsa ini," tegas mantan Ketua PW GP Ansor Jatim itu.

Apalagi miras itu nantinya diberi ruang penjualannya di gerai minimarket yang terbuka untuk masyarakat umum. "Ini secara implisit melegalisasikan minuman keras. Menghalalkan sesuatu yang haram," tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pada saat ini, yang menjadi keperluan masyarakat adalah raperda yang berisi penegasan menggenai pelarangan produksi, impor, peredaran serta konsumsi minuman keras dan disertai hukuman yang jelas bagi pelakunya," pungkas Muhibbin. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

Kendal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ulama dituntut tidak hanya paham agama tetapi juga harus bisa mengendalikan masyarakat. Untuk itu ulama harus juga memahami masalah ekonomi, budaya maupun politik.

Demikian dikatakan Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan pengarahan pada acara pelantikan PCNU Kendal di Pendopo kabupaten Kendal, Ahad (2/9) kemarin.

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Harus Bisa Kendalikan Masyarakat

Dicontohkan, di Timur Tengah, ulama sukses memahami agama tapi gagal mengendalikan masyarakat. Akibatnya ketika terjadi krisis di Syuriah, Mesir maupun Irak, mereka tidak bisa berbuat banyak. Ini berbeda dengan di NU, yang ulamanya relatif masih mampu mengendalikan masyarakat sehingga NU sering menjadi rujukan berbagai pihak dalam menangani berbagai krisis.

“Ulama mempunyai tanggung jawab berat tidak hanya dalam persoalan pemahaman agama namun  juga dalam mengendalikan masyarakat. Dalam masalah agama ulama dituntut mampu memahami agama dengan benar sekaligus memberikan pemahaman yang benar tentang agama kepada masyarakat,” kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di tengah masyarakat, ulama juga dituntut bisa mewarnai berbagai lini kehidupan. Disini ulama juga harus paham berbagai persoalan di luar bidang agama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ulama juga perlu tahu bursa saham, perbankan dan seterusnya, tidak hanya diberi bagian bicara pada acara yang kelima , yakni pembacaan do’a,” celetuk Kiai Said.

Ditegaskan pula ulama juga dituntut tidak sekedar bisa bicara. Sebab menurutnya saat ini jamanya ketika bicara tidak mudah dipercaya ketika belum ada bukti dan hasil penelitian yang meyakinkan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Fahroji 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga

Ngawi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj menghimbau kepada segenap pengurus NU di daerah agar tidak terbawa arus politik.

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Netralitas NU Harus Dijaga

Hal tersebut beliau ungkapkan saat melakukan silaturrahim ke Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, Ahad (10/11) kemarin.

"Usai mengisi pengajian di PCNU Magetan pada malam harinya, Kang Said berkunjung ke MWC NU Ngrambe Ahad pagi sekitar pukul 08.00," ujar Rihan kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga anggota GP Anshor Ngawi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam turba ke Ngrambe kali ini, Kang mengimbau secara khusus untuk segenap kader NU terutama di daerah agar tidak terbawa arus politik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jangan sampai NU terbawa arus kepentingan politik, bukan kepentingan sosial. NU harus dijaga netralitasnya karena NU bukanlah organisasi politik," ujar Ketum PBNU.

Selain itu dalam kesempatan kali ini, kang Said juga menekankan agar para pengurus maupun anggota badan otonom tidak membawa-membawa NU untuk mendukung salah satu calon atau secara langsung melibatkan organisasi menjadi kendaraan dalam politik praktis.

"Jangan sampai membawa NU untuk "ngasak" ke caleg atau menjadikannya sebagai kendaraan politik," pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, Tokoh, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Azis kembali mengimbau kalangan anak muda untuk mengikuti kompetisi film pendek dokumenter. Kompetisi yang diluncurkan di PBNU Jakarta, (27/5) lalu tersebut, akan ditutup 10 Juli 2015 nanti.

Menurut salah seorang Ketua PBNU ini, film di NU bukanlah barang baru. Tokoh-tokoh film nasional merupakan aktivis Lesbumi NU seperti Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani, Misbach Yusa Biran. “Belakangan Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Komang, juga dari NU,” katanya.

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Itu artinya, kata dia, NU sedari awal sangat sadar bahwa film adalah efektif untuk dakwah, untuk menyampaikan sesuatu, untuk sosialisasi paham Islam Nusantara yang menebarkan rahmat, bukan kekerasan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sayangnya, menurut dia, alat yang efektif untuk dakwah tersebut tidak diperhatikan dengan baik. NU tidak menciptakan generasi pelanjut dalam bidang itu. Kalaupun ada, tidak atas nama NU.

Oleh karena itu, kata dia, Panitia Muktamar mengharapkan supaya anak-anak muda NU di pesantren atau dimana saja untuk mengikuti kompetisi tersebut. (Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Persyaratan mengikuti kompetisi tersebut:

Kompetisi terbuka  untuk warga  negara Indonesia. Usia sutradara dan penulis naskah minimal 15 tahun, maksimal 35 tahun. Bebas tahun produksi. Film tidak berupa profit lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik. Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan. Materi film (obyek, musik, stock shoot, dan lain—lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompeflsi ada diluar tanggungjawab panifla. Format materi  karya yang dikirim berupa DVD Video  PAL atau dalam  bentuk sohcopy file minimal  120 x720 H264 (Bit rate minimum 6 Mbps). Durasi film maksimal 30 menit termasuk end credit title. Hak Cipta tetap dimiliki oleh peserta.

Ketentuan lebih lengkap bisa diunduh di sini



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aktivis Muda NU Pati Gelar Expo Kampus

Pati, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aktivis muda Nahdlatul Ulama’ yang tergabung dalam alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Mata Air Pati menggelar ekspo kampus untuk para pelajar khususnya kelas XII MA ataupun SMA se kabupaten Pati. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Jum’at (30/01).

“Ekspo ini bertujuan untuk memberikan informasi bagaimana caranya masuk ke kampus-kampus favorit. Karena kebanyakan pelajar-pelajar yang di desa tidak mempunyai akses informasi yang cukup untuk masuk ke kampus favorit,” ungkap Afif, Koordinator Majelis Alumni Sanlat dan BPUN (MAS BPUN) Pati.

Aktivis Muda NU Pati Gelar Expo Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Muda NU Pati Gelar Expo Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Muda NU Pati Gelar Expo Kampus

Ia juga mengungkapkan bahwa selain memberikan informasi cara masuk ke kampus favorit, MASBPUN juga memberikan motivasi kepada para pelajar Pati, agar nantinya banyak pelajar Pati yang mengenyam pendidikan Tinggi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kalau banyak yang mengenyam pendidikan tinggi, nantinya juga akan bisa membangun daerahnya sendiri.” ungkap Afif, mahasiswa dari UGM.

Lebih Lanjut, Afif juga mengatakan, MAS BPUN Pati ingin mengubah mindset para siswa MA, bahwa belajar tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga perlu belajar ilmu umum.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita membantu siswa-siswi yang kurang mampu, yaitu dengan memberikan strategi agar masuk Perguruan Tinggi favorit, baik melalui beasiswa ataupun yang lain.” ujarnya.

“Selain memberikan motivasi dan informasi, Ekspo Kampus ini juga sebagai ajang untuk mempererat alumni MASBPUN Pati. Adapun pesertanya terdiri dari berbagai siswa yang ada di sekolah Pati." Ungkap Sofyan, ketua panitia yang juga mahasiswa Unair. (nur sholikhin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 05 Januari 2018

Gus Mus Ungkap 2 Ijazah Sanad dari Sejumlah Gurunya

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta tiba di Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (24/1) malam asuhan KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Gus Mus Ungkap 2 Ijazah Sanad dari Sejumlah Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Ungkap 2 Ijazah Sanad dari Sejumlah Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Ungkap 2 Ijazah Sanad dari Sejumlah Gurunya

Setelah menginap di tempat yang telah di sediakan oleh para santri, Rabu (25/1) pagi rombongan berziarah ke makam KH Bisri Mustofa dan keluarga.

Selesai ziarah, rombongan langsung sowan ke ndalem Gus Mus di ruang tamu sebuah rumah sederhana yang biasa ia gunakan untuk menerima berbagai tamu. Tidak ada yang dibedakan Gus Mus, baik tamu warga maupun tokoh-tokoh nasional diterima di tempat yang sama.

Obrolan berlangsung dalam suasana santai dan gayeng sembari menyeruput kopi. Renungan Gus Mus selalu dinanti dalam berbagai persoalan bangsa. Hingga tibalah rombongan meminta ijazah sanad.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dari ijazah yang diberikan guru-guru saya intinya dua, yaitu istighfar dan sholawat," ujar Gus Mus.

Mustasyar PBNU itu mengungkapkan guru-guru yang memberikan ijazah tersebut, yaitu KH Bisri Mustofa, KH Mahrus Ali, KH Ali Maksum, Syekh Abdul Hamid Mahmud, dan Syekh Yasin Al-Fadany.

Rais Aam PBNU 2014-2015 itu menerangkan, istighfar tentu tujuannya selalu meminta petunjuk dan ampunan kepada Allah dari perbuatan yang setiap hari dilakukan manusia.

"Sedangkan sholawat tentu mengharapkan syafaat kepada Kanjeng Nabi Muhammad," jelas kiai yang juga budayawan itu.

Di tengah obrolan, Gus Mus kedatangan tamu seorang ibu paruh baya. Setelah diterima salah seorang putrinya, ia pun menemui ibu tersebut dengan penuh perhatian.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia berusaha mendengar problem-problem yang dikemukakan ibu itu. Akhirnya, 2 ijazah tersebut diberikan kepada ibu tersebut dengan menyarankan sejumlah sekian bacaan.

Menelusuri ijazah dan sanad keilmuan memang menjadi fokus kegiatan Anjangsana Islam Nusantara yang dilakukan oleh para akademisi Pascasarjana STAINU Jakarta.?

Selain itu, rombongan juga terus berusaha menelusuri kitab dan manuskrip karya para ulama pesantren selain melakukan ziarah ke petilasan dan makam ke sejumlah tokoh penyebar Islam di Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah