Jumat, 05 Januari 2018

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah? . PC Fatayat NU Jember menyelenggarakan Halalbihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat. Acara yang diselenggarakan di kantor NU, ? Jl Imam Bonjol No 41 A Jember, Jawa Timur. Hadir pada kesempatan ini, seluruh Pengurus Cabang Fatayat Jember, dan Anak Cabang serta ranting.

Dalam tausiyahnya, Katib Syuriyah PCNU Jember, Dr KH MN Harisudin yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan pentingnya memaafkan dalam kehidupan, terutama organisasi.?

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Halalbihalal, Fatayat Jember Gelar Pelatihan Pendataan Anggota

“Memaafkan ini adalah pilar kerukunan dan juga kesatuan. Memaafkan ini dalam Islam meneladani apa yang dilakukan oleh Abu Bakar terhadap Mistah bin Utsasah yang hampir tidak mau memberi makan padanya. Karena Mistah ikut melakukan provokasi bahwa Aisyah berselingkuh dengan Sofwan bin Muattal. Akhirnya, Abu Bakar memaafkan seperti disebut dalam QS Al-Baqarah 134,” kata Kiai yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Jember tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, acara dibuka oleh Kiai Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates. “Dengan bacaan bismillah, acara Halalbihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat resmi kami buka,” katanya yang langsung disambut tepuk meriah oleh peserta yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut.

Pada sesi selanjutnya, acara inti pelatihan pendataan anggota Fatayat NU yang dipandu oleh Dewi Masyitah, MPdI dan drg Rina, MKes. Halal bihalal dan Pelatihan Pendataan Anggota Fatayat ini diakhiri dengan mushafahah (salam-salaman) seluruh panitia dan peserta pelatihan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Santri, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rapat Pleno PP Fatayat NU Dorong Kemandirian Perempuan Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama mengadakan Rapat Pleno dengan mengusung kemandirian perempuan Indonesia. Kegiatan bertajuk Khidmah Fatayat NU Menuju Kemandirian Perempuan Indonesia ini? dilaksanakan di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Jumat (19/8). Rapat yang diikuti oleh seluruh pengurus pusat Fatayat ini juga menghadirkan Ketua PBNU H Robikin Emhas.

Rapat Pleno PP Fatayat NU Dorong Kemandirian Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PP Fatayat NU Dorong Kemandirian Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PP Fatayat NU Dorong Kemandirian Perempuan Indonesia

Dalam pengarahannya, Robikin Emhas menjelaskan bahwa kemandirian perempuan lahir dari pelajaran berharga di lingkungan keluarga. Menurutnya, jika tidak ada perempuan, mustahil ada sebuah keluarga. Karena perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga.

“Jiwa kemandirian ini harus tertanama lebih dini untuk membangun ketahanan keluarga. Saya pastikan jika kemandirian berhasil terbangun di keluarga, maka kemandirian di berbagai aspek kehidupan akan berjalan dengan sendirinya,” ujar Robikin.

Dalam hal inilah, lanjut Robikin, peran Fatayat NU cukup penting sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam membangun atau mendorong terwujudnya ketahanan keluarga. Hal itu berangkat dari kenyataan bahwa perempuan mempunyai kemampuan yang dahsyat dalam keluarga sebagai pintu awal kehidupan sebuah generasi.

“Semakin bagus pola pendidikan di keluarga, maka semakin baik pula ketahanan keluarga yang akan mewujudkan kemandirian seseorang. Karena semua tercermin dalam kehidupan keluarga,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menekankan, bagian terpenting dalam organisasi ialah proses kaderisasi dan manajemen organisasi itu sendiri. Sebab, tantangan NU dalam mengawal bangsa dan negara semakin kompleks dengan masih eksisnya kelompok-kelompok radikal dan intoleran. Mereka bahkan tidak tanggung-tanggung dalam memanfaatkan kecanggihan tekonologi dan informasi sebagai instrumen doktrinasinya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kemampuan berteknologi juga harus dipunyai oleh Fatayat. Instrumen teknologi begitu penting sebagai salah satu alat memenangkan permainan atau mencapai tujuan bersama, baik untuk kemandirian Fatayat maupun persatuan bangsa Indonesia,” tandas Robikin.

Sementara itu, Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menerangkan bahwa Rapat Pleno ini hendaknya dimanfaatkan oleh pengurus pusat untuk mengevaluasi maupun memberikan sumbangsih pemikiran untuk langkah ke depannya.

“Kegiatan 6 bulanan ini diharapkan bisa menjadi wadah pengurus pusat untuk meningkatkan peran Fatayat menjadi lebih mandiri secara individu maupun institusi,” ucap Anggi.

Karena, tandas Anggi, kemandirian secara ekonomi menjadi persoalan sangat penting di tengah krisis kemandirian. Sehingga program-program memberdayakan ekonomi menjadi sebuah prioritas organisasi. (Fathoni) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 04 Januari 2018

Trio Tebuireng dari Pulau Tidung

Jauh-jauh datang dari Pulau Tidung Kepulauan Seribu, Rasyad muda tak berhasil menemukan batang hidung orang yang dicarinya di Pesantren Modern Gontor Jawa Timur. Dari kampungnya ia sudah bertekad kuat belajar di pesantren yang mewajibkan setiap santri berbahasa Arab-Inggris itu.?

Waktu itu tahun di kalender Masehi tertulis 1957. Datang ke Gontor, ia diantar seorang guru asal Madiun yang mengajar di Pulau Tidung. Rasyad muda beruntung. Tak banyak orang pulau yang berkesempatan mengeyam pendidikan pesantren di Jawa Timur itu. Ayah Rasyad seorang gongsol nelayan yang cukup sukses. Dengan belajar di Gontor, ia berharap bisa mendapat pelajaran agama sekaligus umum selepas lulus dari sekolah dasar.?

Orang yang dicari Rasyad muda adalah Dja’far, pemuda sekampung yang usianya lebih tua beberapa tahun. Empat tahun sebelumnya Dja’far nyantri di Gontor. Rasyad tahu jika Dja’far sudah pindah pesantren dari beberapa santri Gontor yang ia temui. Salah satunya asal Banten. Kata mereka, Dja’far sudah pindah ke Tebuireng, pesantren yang didirikan Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdatul Ulama.?

Trio Tebuireng dari Pulau Tidung (Sumber Gambar : Nu Online)
Trio Tebuireng dari Pulau Tidung (Sumber Gambar : Nu Online)

Trio Tebuireng dari Pulau Tidung

Tinggal selama seminggu di Gontor, Rasyad muda lalu menyusul Dja’far ke Tebuireng. Ia tak sendiri. Beberapa santri asal Banten ikut pindah berangkat ke Tebuireng. “Mereka tak betah,” kata Ustad Haji Abdul Rasyad seperti dituturkan pada saya sore ini melalui telpon.

Di Jombang, dua orang sekampung ini bertemu di Pesantren Seblak, tak jauh dari pesantren Tebuireng. Sekarang ini Seblak diteruskan oleh keturunan Nyai Khoiriyyah, puteri KH Hasyim Asy’ari. Selama empat tahun, bersama ayah saya, Ustad Haji Rasyad nyantri di Seblak dan Tebuireng.?

Di Pesantren ini pula, Djafar dan Ustad Haji Abdul Rasyad muda bertemu dengan Abdul Ghani muda asal Banten. Sebelum di Tebuireng, seperti dituturkan Mawardi, putera kedua Abdul Ghani, ayahnya mondok di Pesantren milik ayah KH Maruf Amin, ketua MUI Pusat.

Saat Rasyad dan Dja’far kembali ke pulau, Ustad Haji Abdul Ghani berniat ikut serta dan hijrah ke Tidung. Di pulau Haji Abdul Rasyad memfasilitasi Ustad Haji Abdul Ghani mengajar di madrasah ibtidaiyah. Kelak trio Tebuireng ini yang mendirikan Madrasah Tsanawiyah Pulau Tidung bersama sejumlah tokoh lain pada 1969.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepala sekolah pertama madrasah tempat saya belajar itu adalah Ustad Haji Abdul Rasyad. Setelah itu digantikan Ustad Haji Abdul Ghani. Kini dua trio sudah “dipanggil” tuhan lebih dulu. Ustad Haji Muhammad Dja’far bin Haji Fathullah tahun 1997, Ustad Haji Abdul Ghani pada 2001. Muhammad Dja’far, Bapak saya. Abdul Ghani, kepala sekolah tsanawiyah saat saya belajar di sana sejak 1992.

Sekarang ini Ustad Haji Abdul Rasyad sehari-hari memimpin Yayasan Nurul Huda yang membawahi pengelolaan Masjid Nurul Huda, masjid utama di Tidung. Puteranya, Jihadi meneruskan kiprah ayahnya sebagai pengajar. Ia guru Sejarah Kebudayaan Islam saat saya belajar di Tsanawiyah ini.?

Puteri tertua Ustad Haji Abdul Ghani, Zakiah, juga demikian. Ia pernah menjadi guru dan kepala sekolah di Tsanawiyah dan sekarang pengawas di Madrasah Aliyah Yayasan PKU di Tidung. Seorang putranya, Ustad Mawardi, pernah memimpin Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Kepulauan Seribu. Ia mantan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Ciputat (PMII) saat menjadi mahasiswa di IAIN Ciputat –sekarang UIN. Di organisasi ini pula saya pernah berkiprah. (Alamsyah M Djakfar)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Warta, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD

Pariaman, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahapan pendidikan yang penting dalam melahirkan anak-anak cerdas bangsa ke depan. Untuk itu, apresiasi yang positif perlu diberikan kepada pengelola dan guru PAUD.

Pembina Yayasan Darul Ma’arif Sumatera Barat Darmansyah mengungkapkan hal itu ketika membuka Pelatihan Pengelola dan Peningkatan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ma’arif Sumatera Barat tahun 2012, Ahad (23/9) di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Pelatihan diikuti 50 orang pengelola dan guru PAUD Azzahrah Ma’arif di Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman.

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Darul Ma’arif Sumbar Gelar Pelatihan Guru PAUD

Darmansyah mengingatkan, para guru dan pengelola jangan dipaksa anak-anak menguasai pelajaran matematika, hafalan tertentu. Karena dapat merugikan anak itu sendiri di kemudian hari.  “Kenapa anak PAUD lebih banyak bernyanyi, ketimbang belajar matematika. Karena masa anak-anak itu mudah menerima sesuatu dan cepat bosan. Anak-anak masih bersih dari dosa, hatinya suci, sehingga mudah ingat dan cepat bosan,” kata Darmansyah yang juga Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Panitia Pelatihan Pengelola dan Peningkatan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Ma’arif Sumatera Barat tahun 2012 Armaidi Tanjung menyebutkan, pelatihan menampilkan empat narasumber. Masing-masing  Ketua Yayasan Darul Ma’arif  Sumbar/Wakil Ketua PWNU Sumbar  Dasril (Penguatan Nilai-Nilai Aswaja Bagi Pengelola dan Guru PAUD), Pembantu Pimpinan  Bidang PAUD/PK-PLK Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Wismawetti (Strategi Pembelajaran PAUD), Kasi Pendidikan Keagamaan Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat  H Syahrizal (Kebijakan Kementerian Agama Sumbar Terhadap Pengembangan PAUD dan Raudhatul Atfal (RA) di Sumatera Barat) dan Pembina PAUD Azzahrah Ma’arif Kab. Padangpariaman/Kota Pariaman  Armaidi Tanjung (Pentingnya  PAUD Dalam Melahirkan Generasi Bangsa Yang Cerdas).

”Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan informasi dan peningkatan wawasan bagi pengelola dan guru PAUD Azzahrah Ma’arif di Padangpariaman dan Kota Pariaman. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan Darul Ma’arif Sumatera Barat dan Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Ditjen PAUDNI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta,” kata Armaidi Tanjung penulis buku Pariaman Dulu, Kini dan Masa Depan ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Redaktur : A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Fragmen, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sepanjang 2017 NU Care-LAZISNU Himpun Dana 16,7 Miliar

Sragen, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengatakan pada tahun 2017, Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU  telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp16.771.119.650. Dengan perolehan sebesar itu, Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU menyalurkan sebanyak Rp11.866.310.765.

"Rincian penyaluran NU Care-LAZISNU meliputi bidang pendidikan sebesar Rp4.301.905.000; kesehatan sebesar Rp680. 264.053,” kata Syamsul pada pembukaan Rakornas NU Care-LAZISNU di Pesantren Walisongo Sragen, Senin (29/1) petang.

Adapun pemberdayaan ekonomi mencapai Rp2.709.302.872,- dan Siaga Bencana mencapai Rp1.008.429.840.

Sepanjang 2017 NU Care-LAZISNU Himpun Dana 16,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepanjang 2017 NU Care-LAZISNU Himpun Dana 16,7 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepanjang 2017 NU Care-LAZISNU Himpun Dana 16,7 Miliar

"NU Care-LAZISNU melakukan pengiriman bantuan untuk etnis Rohingya, dan saat ini ada Tim NU yang tengah memberikan bantuan untuk warga Asmat," kata Syamsul.

Syamsul menyebut jumlah tersebut akan terus bertambah karena ini kami masih menunggu laporan Kinerja Akhir Tahun dari PW dan PC NU CARE-LAZISNU di seluruh Indonesia.

“Jumlah totalnya insyaallah akan kami sampaikan pada penutupan Rakornas NU Care-LAZISNU 2018,” kata dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sragen dipilih sebagai lokasi Rakornas NU Care-LAZISNU 2018. Hal itu bukan tanpa alasan, karena Sragen dengan dukungan PCNU dan seluruh lembaga/banomnya, berhasil menggulirkan Gerakan Kotak Infak (Koin) NU. Peluncuran gerakan yang dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada 14 April 2017, berhasil menghimpun rata-rata sedikitnya 5 miliar rupiah setiap bulan.

Pemanfaatan dana yang dihimpun dari Koin NU Sragen diantaranya untuk pembangunan gedung MWCNU setiap kecamatan, santunan yatim dan dhuafa, usaha travel melalui NUtrans, dan sedang dirintis pembangunan rumah sakit NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Melihat fenomena gerakan Kotak Infak (Koin NU) tersebut, Syamsul berharap majunya NU tidak hanya di Sragen, akan tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Agar NU benar-benar menjadi organisasi yang mandiri, berdaulat secara ekonomi, dan kuat secara ideologi,” pungkasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Daerah, Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 03 Januari 2018

PT Pegadaian Raih Penghargaan Platinum

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PT Pegadaian untuk pertama kalinya mengikuti Temu Karya Mutu dan Produktuvitas Nasional (TKMPN) XX dan International Quality & Productivity Convention 2016 di Denpasar Bali yang berlangsung tanggal 7-10 November 2016. Pertemuan ini tidak hanya diikuti perusahaan-perusahaan di Indonesia tetapi juga dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kegiatan yang pertama diikuti PT Pegadaian dengan mengusung tema "Akselerasi Pencapaian Target Nasabah Tabungan Emas" ini mendapatkan kategori Platinum. Proyek Kendali Mutu (PKM) yang diberi nama INTAN terdiri dari lintas divisi yaitu divisi produk emas, pemasaran dan teknologi informasi menjadi penopang keberhasilan untuk meraih kategori ini.

PT Pegadaian Raih Penghargaan Platinum (Sumber Gambar : Nu Online)
PT Pegadaian Raih Penghargaan Platinum (Sumber Gambar : Nu Online)

PT Pegadaian Raih Penghargaan Platinum

Di pertemuan ini jumlah kepesertaan terbanyak dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya karena diikuti sebanyak 340 tim nasional dan 45 tim luar negeri. Pertemuan ini sebagai tolak ukur kendali mutu dalam peningkatan produktivitas perusahaan di Indonesia yang sudah dikenal di luar negeri.

Estianti Haryani Direktur Bina Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam pembukaan, Senin (7/11) menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini setiap anggota akan berbagi pengalaman, kreativitas, dan inovosi, yang selanjutnya dikompetisikan sehingga didapatkan oleh praktisi yang handal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konsep yang dibawa PT Pegadaian adalah bagaimana mencapai target nasabah tabungan emas sebanyak 687.000 dalam tahun 2016. Dengan koordinasi antarlini maka target per Oktober sudah tercapai 590.000 nasabah.?

PT Pegadaian yang sudah berdiri sejak 115 tahun lalu kini jumlah nasabahnya mencapai 6,7 juta sedangkan tabungan emas yang sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 5 Juli 2016 bisa mendapat nasabah hampir 600 ribu. Ini menunjukkan produk ini sangat bermutu dan dipercaya masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan jumlah nasabah diantaranya strategi pemasaran yang komperhensif dan berkelanjutan dan bekerjasama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU dalam perencanaan keuangan keluarga (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Makam, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

Bandarlampung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu tema besar yang diangkat pada pra Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lampung adalah Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Hal ini menjadi sangat penting direalisasikan menjelang satu abad NU yang merupakan Jamiyyah Diniyyah terbesar didunia pada 2026. Hal tersebut diingatkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat memberikan tausiyah Kebangsaan pada pembukaan kegiatan, di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandarlampung, Sabtu (4/11).

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

"NU harus siap menghadapi masa satu abad karena tiap awal setelah 100 tahun akan ada pembaharuan persoalan agama dari sisi harakahnya," kata kiai yang Ketum MUI ini.

Baca juga Buka Pra Munas Lampung, Rais Aam Ingatkan Pentingnya Penguatan Organisasi

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mengibaratkan posisi NU saat ini seperti pesawat terbang yang akan melakukan lepas landas menuju posisi yang lebih tinggi. 

"Kalau mau take off, landasan harus kuat," tegasnya.

Selain Penguatan Organisasi, Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga juga diangkat dalam rangka menghilangkan kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya harus ada arus baru ekonomi Indonesia yang mampu merubah superioritas dari para konglomerat dalam penguasaan aset kekayaan melalui maksimalisasi kekuatan ekonomi dari bawah.

"Perekonomian lama lebih menguatkan kekuatan atas yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi kekuatan bawah. Yang tadinya diharapkan bisa mengalir kebawah ternyata sampai saatnya, netes pun tidak," katanya pada pada acara yang juga dihadiriMenteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A Jalil.

Oleh karenanya dengan pembahasan reforma agraria pada Munas dan Konbes tahun ini, diharapkan akan dapat tumbuh kekuatan ekonomi bawah.

"Nantinya akan bisa ada Hamdalah Mart, Basmalah Mart dari Kekuatan ekonomi bawah khususnya dari pesantren," harapnya.

Kiai Maruf juga mengatakan akan ada pembahasan dalam Munas dan Konbes mengenai hukum dalam agama Islam tentang individu yang memiliki kekayaan ekonomi dan sangat dominan dari yang lainnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah