Rabu, 03 Januari 2018

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Anak-anak muda berpeci hitam berbaur dengan warga. Mereka memadati halaman Pesantren Darul Mukhlasin, Probolinggo, Senin (4/11) malam. Mereka, para santri dan warga NU yang menonton film Sang Kiai.

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Menurut panitia, Muhajir, semangat warga NU nonton film merupakan sebuah fenomena unik. Sebab aktivitas ini nyaris jarang dilakukan warga Nahdliyin, terutama kaum tua. Namun demi menyaksikan kisah Kiai Hasyim Asy’ari, mereka rela berdesak-desakan untuk melihat dari dekat film Sang Kiai.

Dengan nonton bareng film Sang Kiai, kata dia, warga NU dan santri termotivasi dengan perjuangan pendiri NU itu. “Selain itu, masyarakat memahami dan mengetahui riwayat NU lebih-lebih generasi muda dan kader-kader NU,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sukin, salah satu warga NU yang mengikuti nonton bareng mengaku tergetar saat menyaksikan kisah hidup Kiai Hasyim Asy’ari. “Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari untuk negeri ini sangatlah besar,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Nonton bareng film tersebut digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur untuk menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1435 H. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Suara Rekanita Pacitan Untuk Kongres IPPNU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk Kongres IPPNU yang rencananya diselenggarakan di Boyolali awal Desember nanti, ada beberapa catatan pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh kepengurusan pusat. Ke depan, Ketua Umum IPPNU harus mampu berkomunikasi baik dengan pengurus-pengurus yang ada di tingkatan cabang. Selain itu, pelayanan administrasi juga perlu ditingkatkan.

Suara Rekanita Pacitan Untuk Kongres IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Suara Rekanita Pacitan Untuk Kongres IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Suara Rekanita Pacitan Untuk Kongres IPPNU

Demikian disampaikan Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pacitan Dian Wahyu Putri, Rabu (11/11).

Dian menyebutkan, untuk berkaca dari kepengurusan hari ini, sebagai cabang yang secara geografis letaknya di pedalaman, ada kebingungan selaku pengurus terkait target kaderisasi yang diinginkan pimpinan pusat. Tidak ada sosialisasi yang diberikan apalagi kunjungan. Dalam hal ini komunikasi menjadi penting, sehingga progam kerja yang dicanangkan pimpinan pusat bisa tersampaikan baik di tataran bawah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jadi dalam proses pengkaderan sejalan dengan keinginan pimpinan pusat, tidak tumpang tindih,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dian menyayangkan soal pelayanan administrasi. Contoh kecilnya, terkait pengeluaran surat pengangkatan cabang yang pernah dialami. Tidak hanya menunggu lebih dari 4 bulan, tetapi surat pengangkatan yang diterima juga salah dengan tertulis cabang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami menyayangkan terkait itu, padahal segala kelengkapan sudah kami penuhi,” katanya.

Dian yang juga mahasiswa STAINU Pacitan mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan kepengurusan yang akan demisioner. Selanjutnya, perjuangan baik yang belum tercapai bisa diteruskan kepengurusan baru.

Di akhir, Dian berharap untuk kepengurusan baru, nantinya mampu memperbaiki persoalan-persoalan baik komunikasi maupun pelayanan administrasi ke bawah.

“Mari kita sukseskan kongres kali ini, untuk IPPNU yang lebih baik,” pungkasnya. (Faridur Rohman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, PonPes, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiat Pesantren Hadapi Tantangan Masa Depan

Lamongan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sebagai lembaga pendidikan klasik dan tertua di Indonesia, pesantren kini sedang mengalami tantangan yang berat. Pasalnya, pesantren tidak hanya dituntut dapat meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga harus mampu bersaing dalam bidang ekonomi dengan mengembangkan ekonomi berbasis pesantren.

Demikian disampaikan Ketua Umum Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), KH. Mahmud Ali Zen saat menjadi pembicara dalam dalam seminar dengan tema “Pesantren dan Tantangan Masa Depan” yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah (IKBAL TABAH) di Auditorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Rabu (10/11) kemarin.

Selain KH. Mahmud Ali Zen, hadir pula dalam seminar tersebut anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) H. Taufikurrahman Saleh dan kandidat doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia Drs. Zaini Mahbub, M.Sc.

Menurut Kiai Mahmud – sapaan akrab KH. Mahmud Ali Zen – sistem yang dapat dipraktikkan oleh Pesantren di Indonesia adalah  sistem ekonomi syariah, sebagaimana diterapkan oleh Pesantren Sidogiri Pasuruan. Sistem tersebut dinilai paling cocok diterapkan, karena tidak bertentangan dengan syariat Islam. Pesantren Sidogiri yang menerapkan sistem tersebut terbukti telah mengalami perkembangan ekonomi yang sangat baik. “Pesantren bisa membangun ekonomi dan sistem yang diterapkan sesuai dengan syariat Islam,” paparnya kepada ratusan peserta seminar.

Dikatakannya, untuk membangun pendidikan pesantren yang bermutu serta mempunyai visi ekonomi dibutuhkan keteladanan para pimpinan pesantren. Sebab, Rasulullah sendiri selama hidup memimpin umatnya selalu memberikan contoh terlebih dahulu sebelum mengajak kepada kebaikan. “Rosulullah pada saat itu tidak hanya memberi konsep, tapi juga contoh,” jelasnya.

Kiai yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini menambahkan, jika ada kemauan dan tekad yang bulat, semua pesantren di Indonesia akan mampu membangun ekonomi yang kuat. Sebab, Allah pada dasarnya menciptakan manusia ini sebagai umat yang terbaik, termasuk masyarakat pesantren. “kalian bisa menjadi umat terbaik bagi manusia,” ungkapnya sambil mengutip salah satu ayat Al-Quran.

Sementara itu, anggota DPR RI H. Taufikurrahman Saleh memaparkan pentingnya reformasi di bidang pendidikan, karena hingga saat ini mutu pendidikan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara lain. Reformasi pendidikan, menurutnya, harus dilakukan jika bangsa Indonesia ingin mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. “Kita ini belum melakukan reformasi pendidikan. Jadi, sebenarnya reformasi ekonomi kita belum, pendidikan juga belum,” kata mantan Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi pendidikan ini.

Putra Kiai Saleh ini menambahkan, pendidikan Indonesia selama ini belum mempunyai visi yang jelas, karena menyimpang dari fakta dan realita yang terjadi di masyarakat. Semakin banyaknya pengangguran disebabkan visi pendidikan yang belum jelas, sehingga dari tahun ke tahun angka pengangguran mengalami peningkatan. “kita itu masih mengajari anak-anak kita untuk belajar sekolah, bukan untuk hidup. Kalau dulu orang diajara cara menyuntik sapi, sekarang harus langsung praktek nyuntik,” ungkapnya.

Lantas, cara apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan? Langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah reformasi kurikulum pendidikan, karena saat ini peserta didik ditunutut bisa belajar cepat. Reformasi tersebut harus dilakukan secara terus menerus karena kondisi masyarakat yang terus berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan mutu pendidikan harus ditopang dengan tenaga pendidik yang berkualitas. Karena itu, pelatihan guru harus dilakukan secara terus menerus, sehingga guru benar-benar mampu mengemban tugas sebagai tenaga pendidik. “Guru harus berkualitas. Jadi mereka harus dilatih. Tapi jangan harap semua daerah itu sama. Itu harus disesuaikan dengan daerahnya,” ungkapnya.

Ditambahkanya, peningkatan mutu pendidikan memang masih menghadapi persoalan yang kompleks. Di samping menyangkut masalah dana, juga masalah sistem pendidikan, baik yang bersifat makro dalam arti pendidikan nasional secara keseluruhan, maupun mikro dalam arti sistem internal di masing-masing lembaga pendidikan. “Kualitas pendidikan juga ditentukan oleh metode, pola pengembangan serta atmosfer yang tumbuh berkembang dalam institusi pendidikan yang bersangkutan,” kata Taufik.(amh)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiat Pesantren Hadapi Tantangan Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiat Pesantren Hadapi Tantangan Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiat Pesantren Hadapi Tantangan Masa Depan

NU Mengutamakan Ibadah daripada Akal

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam menentukan awal awal bulan Qamariyah atau Hijriyah, khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, NU mendasarkan pada ruyatul hilal bil fi’li atau biasa dikenal dengan rukyah yakni melihat bulan dengan mata kepala, sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW. Adapun hisab atau perhitungan menurut cara ilmu pengetahuan (astronomi) hanya berfungsi sebagai pembantu belaka.

Prinsip NU ini dikenal dengan ta’abbudiy (ibadah atau mengabdi) atau taqdiimut ta’abbud ‘alat-ta’aqqul (mendahulukan ibadah dari akal) atau ikmaalut-ta’abbud bit-ta’aqqul (menyempurnakan ibadah dengan akal).

“Ketika Rasulullah memerintahkan untuk mengadakan observasi atau melihat bulan untuk menentukan awal bulan ya kita lakukan dengan maksud ta’abbudy itu. NU tidak berdasarkan hisab, karena tak ada perintahnya secara eksplisit,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH Ghozali Masroeri, di Jakarta, Selasa (17/10). Bukan berarti tidak menghargai ilmu pengetahuan, prinsip di atas menempatkan ilmu pengetahuan hanya sebagai alat bantu dalam melaksanakan ibadah atau pengabdian kepada Allah SWT. Dalam penentuan awal bulan Hijriyah, hisab dapat menjadi pemandu umat Islam dalam melakukan rukyah.

NU Mengutamakan Ibadah daripada Akal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mengutamakan Ibadah daripada Akal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mengutamakan Ibadah daripada Akal

“Itu namanya menyempurnakan nilai ibadah dengan menggunakan akal,” kata Kiai Ghozali Masroeri. “Sama saja ketika dalam shalat kita diperintahkan untuk menghadap kiblat, maka umat Islam tidak bisa tidak harus menghadap kiblat. Akan tetapi dalam menyempurnakan arah kiblat sehingga tidak menyimpang satu serajat sekalipun perlu digunakan ilmu hisab.”

Kiai Ghozali Masroeri menambahkan, sikap mengutamakan ibadah itu perlu ditekankan, karena saat ini, katanya, di kalangan anak muda shalat semata-mata didefinisikan sebagai sebuah alat untuk mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Ada yang berpendirian bahwa shalat tidak harus memakai cara-cara yang diajarkan Nabi. “Ini namanya mendahulukan akal dari pada ibadah,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akhirnya, Al-Qur’an dan Hadits justru malah dilupakan. Dalam konteks penentuan awal bulan Hijriyah, kata Kiai Ghozali Masroeri, sikap memaksakan hisab sebagai satu-satunya alat untuk menentukan awal bulan dengan tanpa melakukan rukyah sebenarnya telah mengingkari perintah Nabi. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 02 Januari 2018

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu

Pringsewu, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Potensi Kabupaten Pringsewu, Lampung, khususnya di bidang pendidikan saat ini dinilai menjanjikan. Lembaga pendidikan di seluruh tingkatan dari taman kanak-kanan sampai dengan perguruan tinggi sudah banyak yang berdiri di kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Tanggamus ini.

Sektor pendidikan dengan peluang sumber daya manusia Nahdliyin yang merupakan mayoritas di Kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian Pengurus Cabang NU (PCNU) PCNU Kabupaten Pringsewu untuk mempertimbangkan pendirian universitas di Pringsewu.

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas NU Direncanakan Berdiri Pula di Pringsewu

"Kita ingin memiliki perguruan tinggi NU dan ini merupakan cita-cita warga NU Kabupaten Pringsewu sejak lama," kata Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrahim saat mengawali kegiatan Sosialisasi Pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Kabupaten Pringsewu di Gedung NU, Ahad Siang (10/4).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia berharap, dengan banyaknya warga NU di Kabupaten Pringsewu, cita-cita ini akan menjadi kenyataan dengan modal kebersamaan seluruh warga. "Kita sedang mengaji dan memproses seluruh persyaratan untuk pendirian Universitas NU di Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, PCNU Pringsewu menghadirkan Rektor UNU Lampung Dr. Nasir yang memberikan gambaran proses berdirinya UNU Lampung yang berlokasi di Lampung Timur. Sosialisasi disampaikannya di depan seluruh pengurus PCNU, Mejalis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan seluruh kepala MA dan SMK yang berada di bawah naungan NU Pringsewu.

Menurut Nasir mengakui banyak kendala internal maupun eksternal yang ia hadapi ketika berjuang mendirikan UNU yang sekarang sudah melakukan kegiatan perkuliahan. "Dengan modal niat yang kuat alhamdulillah dapat kami lewati dan berhasil mendirikan UNU Lampung," tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menilai bahwa warga NU Pringsewu sudah sangat pantas memiliki universitas yang akan menjadi tempat bagi para generasi penerus untuk mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. "Potensi dan dukungan warga NU baik di struktural maupun kultural menjadikan fardlu ‘ain hukumnya bagi Pringsewu untuk mendirikan UNU," tegasnya.

Sementara Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib yang juga hadir pada acara tersebut berharap Universitas NU di Kabupaten Pringsewu akan segera direalisasikan dengan tahapan-tahapan dan mekanisme yang sudah ditentukan. "Segera laksanakan niat dan ketika nanti berdiri saya yakin akan menjadi favorit di Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Pendidikan, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pekan Rajabiyah IPNU-IPPNU Pujon Didukung Penuh Masyarakat

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada Kamis sampai Ahad, 5-8 Mei 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Pujon Malang mengadakan perhelatan perlombaan untuk pelajar NU se-Kecamatan Pujon yang bernama Pekan Rajabiyah.

Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang ke-21 dimana kai ini bekerja sama dengan PAC Pagar Nusa Kec. Pujon untuk membuat suasana lebih semarak. Pengunjung selalu ramai mengikuti perlombaan tersebut. Hampir setiap hari, apalagi di malam hari, penonton cukup sulit untuk menuju ke panggung utama sebab seluruh jalan dipadati oleh warga yang menyaksikan berbagai perlombaan.?

Pekan Rajabiyah IPNU-IPPNU Pujon Didukung Penuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Rajabiyah IPNU-IPPNU Pujon Didukung Penuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Rajabiyah IPNU-IPPNU Pujon Didukung Penuh Masyarakat

Pekan Rajabiyah ke XXI ini bertema Mendayung Bersama dalam Perahu Besar Bernama Nusantara dengan filosofi bahwa kehidupan para pemuda saat ini berada di tengah laut dengan terombang-ambing ombak dan badai yang begitu besar sehingga perlu bekerja sama dengan yang lain untuk bisa melewati kondisi tersebut. Begitu juga jika dikembalikan pada organisasi IPNU-IPPNU saat ini, yang sangat perlu untuk memperkokoh ikatan untuk berjuang bersama guna memperbaiki citra organisasi.?

Pekan Rajabiyah kali ini dilaksanakan di desa wisata Pujon Kidul yang memiliki pemandangan indah dan udara sangat sejuk sehinggga membuat peserta kejuaraan Pagar Nusa betah.

Dukungan masyarakat sangat besar untuk suksesnya kegiatan ini. Selama pertandingan yang dilaksanakan 4 hari, penginapan hingga makanan untuk peserta dijamu oleh warga masyarakat sekitar tempat perlombaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

Perlombaan yang diadakan pada tahun ini meliputi perlombaan bidang pendidikan diantaranya cerdas cermat, ekonomi kreatif, dan MC. Bidang keagamaan diantaranya khitobah, qiro’ah, talqin mayit, bilal Jum’at, dan festival banjari. Bidang seni diantaranya parade musik, kaligrafi pensil, kreasi logo dengan tumbuhan, dan paduan suara. Terakhir bidang olahraga diantaranya bola voli dan gala pencak silat se-Malang Barat.?

Juara umum dalam pekan Rajabiyah ke XXI tahun 2016 dipegang oleh Ranting IPNU-IPPNU Maron Raya. Acara ditutup dengan pengajian oleh Habib Ali Akbar bin Aqil dari LPI Daruttauhid. (Fauzan Anwari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jamaah Al-Mughits Blitar Siap Sukseskan 1 Miliar Shalawat Nariyah

Blitar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majelis Sholawat Nariyyah Mustaghitsu Al-Mughits, Udanawu, Blitar, Jawa Timur, akan ikut menyukseskan acara pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak satu miliar yang digagas PBNU dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional.

Jamaah Al-Mughits Blitar Siap Sukseskan 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Al-Mughits Blitar Siap Sukseskan 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Al-Mughits Blitar Siap Sukseskan 1 Miliar Shalawat Nariyah

“Kami akan ikut sukseskan pembacaan semiliar tersebut,” ujar KH Sunhaji Nawal Karim Zubaidi Abdul Ghofur, salah satu pendiri Jamiyah Majelis Sholawat Nariyyah Mustaghitsu Al-Mughits, Udanawu kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (3/9).

Gus Shon, panggilan akrabnya, berharap pembacaan shalawat tersebut bisa terkoordinasi dengan baik dan serempak secara nasional. Mulai dari pusat hingga ke pelosok-pelosok desa. “Jadwalnya harus ditata dengan rapi. Terus mulai kapan dilaksanakan. Biar ghirohnya hari santri benar-benar menggelegar mulai dari pusat hingga ke daerah-daerah,” kata Gus Shon yang juga salah satu pengasuh Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu Blitar itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagaimana diketahui, PBNU akan menggelar beragam kegiatan untuk memperingati Hari Satri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Di antara kegiatan tersebut adalah pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak satu miliar. Shalawat Nariyah akan dibacakan secara serentak oleh santri-santri NU dari Aceh sampai Papua.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seperti dikatakan Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Shalawat Nariyah adalah amalan yang diijazahkan oleh para ulama masyhur di NU.? “Kami akan mengintruksikan kepada seluruh jamaah Al-Mughits untuk menyukseskan kegiatan secara nasional tersebut,” ungkap Gus Shon.

Majelis Sholawat Nariyah Mughitsu Al-Mughits adalah salah satu gerakan yang peduli terhadap masalah dakwah Islam di Indonesia. Majelis yang didirikan sejak 2007 itu dari hari ke hari perkembangannya sangat pesat. Jamaahnya ada puluhan ribu dan menyebar seantero Indonesia. Bahkan, anggotanya ada yang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Hongkong. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah