Kamis, 28 Desember 2017

Pidato Sayyidina Umar Diprotes Seorang Perempuan

Jika Rasulullah pernah menyebut beberapa sahabat yang mendapat jaminan masuk surga maka Sayyidina Umar bin Khattab adalah salah satunya. Bahkan dalam riwayat at-Tirmidzi, Al-Hakim, dan Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Seandainya ada nabi setelahku maka ia adalah Umar”.

Atas dasar itu tidak heran bila Abu Bakar ash-Shiddiq yang juga mendapat pujian mirip dari Nabi menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifah penerusnya.

Pidato Sayyidina Umar Diprotes Seorang Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Sayyidina Umar Diprotes Seorang Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Sayyidina Umar Diprotes Seorang Perempuan

Namun demikian, apakah kedudukan istimewa tersebut membuat Umar bin Khattab arogan dan tinggi hati? Jawaban untuk pertanyaan ini salah satunya bisa kita simpulkan dari cerita berikut ini.

Syekh Jaluliddin as-Suyuthi dalam kitab tafsirnya, ad-Durrul Mantsûr fî Tafsîril Ma’tsûr, saat menjelaskan Surat an-Nisa ayat 20 menyinggung kisah respon seorang perempuan terhadap isi pidato Umar bin Khattab.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Suatu hari Sayyidina Umar naik ke atas mimbar lalu berpidato di depan khalayak. "Wahai orang-orang, jangan kalian banyak-banyak dalam memberikan mas kawin kepada istri. Karena mahar Rasulullah shallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya sebesar 400 dirham atau di bawah itu. Seandainya memperbanyak mahar berniliai takwa di sisi Allah dan mulia, jangan melampaui mereka. Aku tak pernah melihat ada lelaki yang menyerahkan mahar melebihi 400 dirham."

Dalam riwayat lain, Sayyidina Umar mengancam akan memangkas setiap kelebihan dari mahar itu dan memasukkannya ke baitul mal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seorang perempuan Quraisy berdiri lalu melontarkan protes ketika Sayyidina Umar turun dari podium. "Hai Amirul Muminin, kau melarang orang-orang memberikan mahar kepada istri-istri mereka lebih dari 400 dirham?"

"Ya."

“Apakah kau tak pernah dengar Allah menurunkan ayat:

? ? ? ?

"... kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak (sebagai mahar)..." (QS an-Nisa: 20)

Protes tersebut disambut hangat oleh Sayyidina Umar. Ia membaca istighfar dan berujar, "Tiap orang lebih paham ketimbang Umar."

Ini adalah kalimat retorik Sayydina Umar dari kepribadiannya yang rendah hati dan karakter kepemimpinannya yang tidak antikritik. Dalam riwayat lain ia mengatakan, "(Kali ini) perempuan benar, lelaki salah."

Selanjutnya khalifah kedua ini kembali ke atas mimbar dan berkata, "Wahai khalayak, tadi aku larang kalian memberikan mahar kepada istri melebihi 400 dirham. Sekarang silakan siapa pun memberikan harta (sebagai mahar) menurut kehendaknya."

Kisah ini juga tertuang dalam kitab tafsir lain meski dengan redaksi yang berbeda-beda, seperti al-Kasysyâf karya Syekh Zamakhsyari, Lubâbut Ta’wîl fî Ma‘ânit Tanzîl karya al-Khazin, dan Mafâtihul Ghaib karya ar-Razi. Namun, tak ada yang menyebutkan siapa nama perempuan asal Quraisy tersebut.

Pendapat Sayyidina Umar mungkin mengandung kebenaran karena menghindarkan para calon pengantin dari hal-hal yang memberatkan dan sikap berlebih-lebihan. Bukankah Rasulullah pernah mengatakan sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah? Pendapat perempuan itu juga memiliki aspek kebenarannya, yakni diperbolehkanya memberikan mahar yang banyak kepada perempuan yang dinikahi.

Ada hal yang lebih menarik dari soal perdebatan tentang jumlah mas kawin. Yakni cara Sayyidina Umar sebagai khalifah kala itu dalam menyikapi kritik dari warganya. Ia menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin teladan dengan tanpa sungkan mengakui kekurangannya. Sayyidina Umar juga tanpa ragu merevisi isi pidatonya meski koreksi datang dari seorang perempuan, bagian dari kelompok manusia yang pernah ia rendahkan pada zaman jahiliyah. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Myanmar dan Bangladesh Sepakat Pulangkan Pengungsi Rohingya

Naypyitaw, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemerintah Myanmar dan Bangladesh menjalin kesepakatan pada Selasa kemarin untuk merepatriasi atau memulangkan pengungsi Rohingya, dan mengambil langkah peningkatan keamanan perbatasan menyusul hubungan kedua negara yang sempat tegang lantaran arus pengungsi ke Bangladesh yang terus berlangsung.

Myanmar dan Bangladesh Sepakat Pulangkan Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Myanmar dan Bangladesh Sepakat Pulangkan Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Myanmar dan Bangladesh Sepakat Pulangkan Pengungsi Rohingya

(Baca: Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar)

Lebih dari 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak 25 Agustus ketika gerilyawan gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos keamanan Myanmar dan memicu serangan balasan oleh militer negara setempat. PBB menyebut menuding Myanmar berusaha melakukan pembersihan etnis.

Seperti dilansir Reuters, keduanya telah menandatangani dua kesepakatan, yakni kerja sama bidang keamanan dan perbatasan. Prosesi penandatanganan dilakukan pada pertemuan di Naypyitaw, ibukota Myanmar, yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri  Myanmar, Letnan Jenderal Kyaw Swe dan mitranya dari Bangladesh Asaduzzaman Khan.

Sekretaris tetap Kementerian Dalam Negeri Myanmar Tin Myint mengatakan, kedua pihak juga sepakat untuk menghentikan arus keluar penduduk Myanmar ke Bangladesh, dan membentuk sebuah kelompok kerja bersama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tin Myint menyampaikan, kedua negara sepakat untuk memulihkan keadaan di Rakhine agar warga Myanmar yang sedang mengungsi bisa pulang dari Bangladesh sesegera mungkin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal senada juga dinyatakan Sekretaris Kementerian Dalam Negeri Bangladesh Mostafa Kamal Uddin. Menurutnya, kedua negara bersama-sama akan mengatur berbagai langkah yang memungkin Muslim Rohingya kembali ke tanah air dengan selamat, terhormat, dan aman.

Ia tidak merinci langkah-langkah spesifik apa yang akan diambil pihak berwenang untuk aksi pemulangan tersebut. Yang jelas, katanya, sebagian besar diskusi ditujukan untuk kesepakatan kerja sama perbatasan dan keamanan yang telah lama dilakukan.(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 27 Desember 2017

Lakut IPNU Jepara Siapkan Kader Masa Depan NU

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Latihan Kader Utama (Lakut) IPNU Jepara bertujuan mempersiapkan kader NU untuk 30 tahun mendatang. Ketua PC IPNU Jepara Chusni Maulana menyatakan, kaderisasi merupakan sebuah proyek untuk membangun masa depan NU dengan menyiapkan kader berkualitas.

“Mereka pada gilirannya nanti akan menggerakkan NU,” Chusni Maulana.

Lakut IPNU Jepara Siapkan Kader Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakut IPNU Jepara Siapkan Kader Masa Depan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakut IPNU Jepara Siapkan Kader Masa Depan NU

Lakut berlangsung di pesantren Al-Haromain desa Rajekwesi kecamatan Mayong kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jum’at-Ahad (15-17/11). Lakut IPNU Jepara diikuti 20 peserta yang menerima sejumlah materi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Materi yang diutarakan antara lain, ke-IPNU-IPPNUan, ke-NUan, Aswaja, Manajemen Program, Jaringan, Teknik Sidang dan Tata Cara Melantik, Geopolitik Global, Strategi Perencanaan, dan Metode Pengorganisasian Pelajar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan ini bertujuan membentuk kader yang memiliki kedalaman ideologis dan mampu mengejawanwantahkan ideologi Aswaja dalam pergumulan sosio-politik, sosio-budaya, dan sosio-ekonomi, tambah Ketua Panitia Hidayatun Nikmah.

“Tujuan yang tidak kalah penting ialah untuk proyeksi pengurus cabang IPNU-IPPNU masa khidmah berikutnya,” lanjut Nikmah.

Senada dengan Chusni, Ketua PCNU Jepara KH Asyhari Syamsuri menyampaikan, Lakut merupakan upaya untuk meneruskan pengganti NU 30 tahun ke depan. Asyhari menyebut usianya yang kini sudah 55 tahun. “30 tahun ke depan, Anda lah yang akan menggantikan perjuangan kami.” (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masjid Cheng Ho Jember Diresmikan

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Setelah tiga tahun, pembangunan Masjid Cheng Ho Jember akhirnya rampung. Peresmian selesainya masjid yang terletak di Jl Hayam Wuruk, Kaliwates tersebut dilakukan oleh Bupati Jember, MZA Djalal, Ahad (13/9) lalu.

Dalam sambutannya, Djalal mengucapkan terimakasih kepada penggagas dan pendiri Masjid Cheng Ho, khususnya Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia dan PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). 

Masjid Cheng Ho Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Cheng Ho Jember Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Cheng Ho Jember Diresmikan

"Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak yang telah bersusah payah mendirikan masjid ini, semoga bermanfaat," ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Djalal berharap agar takmir masjid dan segenap masyarakat sekitar dapat memakmurkan masjid tersebut. Selain sebagai tempat sholat, katanya, masjid tersebut bisa difungsikan sebagai pusat kegiatan Islam lainnya yang berhubungn dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.  "Masjid ini bisa menjadi destinasi (tujuan) wisata religi, dan ekonomi di sekitar masjid juga ikut menggeliat seperti perekonomian di sekitar masjid Walisongo," ucapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, salah seorang panitia pembangunan masjid, H Muhamamad Law Song Tjai berharap agar para kiai dapat membimbing dan membantu memakmurkan masjid  tersebut. Sebab, masjid tersebut bukan milik kelompok tertentu, tapi milik semua umat Islam. "Kami sangat berharap, terutama kepada para kiai  agar masjid ini bisa hidup," katanya saat memberikan sambutan.

Masjid Cheng Ho Jember adalah masjid  Cheng Ho ke-8 di Indonesia. Seperti masjid Cheng Ho pada umumnya, masjid Cheng Ho Jember juga mempunyai ciri khas tersendiri. Luas bangunan induknya cuma 350 meter persegi. Disamping kirinya berdiri menara yang cukup besar dengan luas 350 meter persegi. Menara ini mempunyai segi delapan dengan ketinggian lima lantai yang berbentuk kelenteng serta didominasi warna merah.

Tanah kompleks masjid tersebut merupakan hibah dari Pemkab Jember, luasnya mencapai 5000 meter persegi. Menurut Song Tjai, di sekitar masjid tersebut kelak akan dibangun Taman Kanak-kanak, lapangan olahraga, kantin, dan fasilitas lainnya.

Setelah Bupati Djalal menggunting pita dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian, sang bupati dan segenap undangan memasuki masjid untuk melakukan shalat Dzuhur berjamaah yang juga menjadi penutup rangkaian acara. (Aryudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Berbagai situasi dan aktifitas di dalam Masjid hampir senantiasa mencerminkan kondisi masyarakat sekelilingnya. Semangat dan sikap keberagamaan mereka dapat diidentifikasi dari masjidnya.

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid, Cermin Kondisi Masyarakat Sekitarnya

Demikian disampaian Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang digelar PCNU Kabupaten Kudus di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (10/3) petang.

Kiai Masdar mencontohkan, ketika sejumlah kegiatan yang digelar tidak menyentuh problem sosial yang aktual saat itu maka hal tersebut penanda bahwa masyarakat dan tokoh keagamaannya sedang kekurangan hasrat untuk mengubah keadaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Khotib jumatnya ngomognya jauh-jauh, tidak ada hubungannya dengan masalah di masyaraktnya. Lalu jamaah yang mendengarkan pada tidur semua. Kira-kira masyaraktnya kita ya seperti itu,” katanya.

Hal serupa juga terjadi saat tokoh-tokoh masjid gemar menyalahkan dan menuding sesat umat Islam lainnya lantaran disusupi kelompok garis keras. ”Itu potret bahwa umat Islam sedang terserang virus galak,” imbuh Kiai Masdar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk itu, kiai kelahiran Purwokerto ini mendorong warga NU dari pusat hingga ranting untuk mengelola masjidnya secara benar. Menurut dia, salah satu faktor kelemahan umat Islam Indonesia adalah tidak berfungsinya masjid sebagai wadah gerakan untuk masalah agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.

”Kalau ingin merevitalisasi masyarakat titik tolaknya harus dari masjid,” tegasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat

Dalam kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi diceritakan, suatu kali Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf bercerita tentang salah seorang sahabatnya yang unik. Ia orang yang wara’ dan takwa meski orang-orang mengenal karibnya itu sebagai orang fasik dan pendosa.

Sudah dua puluh tahun Abu Yusuf melakukan tawaf di sekitar Ka’bah bersamanya. Tak seperti Abu Yusuf yang berpuasa terus menerus (dawâm), sahabatnya ini sehari puasa sehari berbuka.

Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ahli Puasa Dzulhijjah Diziarahi Rasulullah dan Para Sahabat

Memasuki 10 hari bulan Dzulhijjah, sahabat Abu Yusuf ini menunaikan puasa secara sempurna kendati ia berada di padang sahara yang tandus. Bersama Abu Yusuf, ia masuk kota Thurthus dan menetap di sana untuk beberapa lama. Di tempat gersang inilah, persisnya di sebuah kawasan reruntuhan bangunan, ia wafat tanpa seorang pun yang tahu kecuali Abu Yusuf.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Abu Yusuf pun keluar mencari kain kafan dan alangkah kagetnya tatkala dirinya kembali menyaksikan kerumunan orang berkunjung, mengafani, sekaligus menyalati jenazah sahabatnya tersebut di tempat yang semula tak berpenghuni. Karena begitu ramainya, Abu Yusuf sampai tak bisa masuk lokasi reruntuhan bangunan itu.

Para pelayat menyebut-nyebut almarhum sebagai orang yang zuhud dan termasuk dari kekasih Allah (waliyyullah).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Subhanallah, siapa yang mengumumkan kematiannya hingga orang-orang berbondong-bondong bertakziah, menyalati, dan menangisi kepergiannya?” Kata Abu Yusuf.

Setelah melalui perjuangan keras, Abu Yusuf akhirnya berhasil menghampiri jenazah sahabatnya tersebut dan terperanjat saat melihat kain kafan yang tak biasa. Pada kain itu tercantum tulisan berwarna hijau:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Inilah balasan orang yang mengutamakan ridha Allah ketimbang ridha dirinya sendiri; orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.”

Selepas melaksanakan shalat jenazah dan mengebumikannya, rasa kantuk berat menghampiri Abu Yusuf hingga akhirnya tertidur. Di dunia mimpi inilah Abu Yusuf menyaksikan sahabatnya yang ahli puasa tersebut menunggang kuda hijau serta berpakaian hijau dengan sebuah bendera di tangannya. Di belakangnya ada seorang pemuda tampan berbau harum. Di belakang pemuda ini, ada dua orang tua diikuti di belangnya lagi satu orang tua dan satu pemuda.

“Siapa mereka?” Tanya Abu Yusuf.

“Pemuda tampan itu adalah Nabi kita Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam. Dua orang tua itu adalah Abu Bakar dan Umar, sementara orang tua dan pemuda itu adalah Utsman dan Ali. Dan akulah pemegang bendera di depan mereka,” jelas almarhum sahabatnya dalam mimpi itu.

“Hendak ke manakah mereka?”

“Mereka ingin meziarahiku.”

Abu Yusuf pun kagum, “Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?”

“Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari Dzulhijjah,” jawab sahabatnya.

Abu Yusuf pun bangun dari tidur, lalu sejak itu ia tak pernah meninggalkan amalan puasa itu hingga akhir hayat.

Anjuran memperbanyak amal saleh pada 10 hari pertama Dzulhijjah termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya hadits riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi yang mengatakan, “Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Dzulhijjah).”

Meskipun disebutkan kata “sepuluh hari”, puasa jika dimulai 1 Dzulhijjah cukup dijalankan sembilan hari karena tanggal 10 Dzulhijjah (juga hari tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah) adalah hari terlarang untuk berpuasa. Sebagaimana pendapat An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa yang dimaksud dengan ayyamul ‘asyr (10 hari) adalah 9 hari sejak tanggal 1 Dzulhijjah. Wallahu a’lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Warta, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 26 Desember 2017

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ta’mir Masjid As-Sa’adah Keputih, Sukolilo, Surabaya menggelar Festival Hadrah Al-Banjari se-Jawa Timur yang melibatkan sebanyak 40 tim, Senin (8/2). Kegiatan yang diinisiasi oleh remaja Masjid As-Sa’adah, Ta’mir Masjid dan berbagai elemen NU seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat NU hingga Pengurus Ranting NU Keputih, memberikan kesempatan bagi kontestan untuk memperebutkan total hadiah sebesar 7,5 juta rupiah.

Mereka datang dari sejumlah kota di Jatim seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Jombang, serta Lamongan.

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tim Hadrah Al-Banjari Se-Jatim Unjuk Kebolehan di Masjid As-Sa’adah

Antusiasme remaja masjid terhadap shalawat yang sangat besar menjadi dasar pelaksanaan festival ini. Meski jumlah peserta dibatasi, ternyata jumlah pendaftar melebihi kouta yang tersedia. Alhasil banyak yang belum bisa berpartisipasi di pagelaran tahun ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Insya Allah akan terus diadakan tiap tahunnya. Melihat antusiasme pendaftar saat ini, besar kemungkinan pada pelaksanaan selanjutnya kouta peserta akan bertambah,” Wakil Ketua Panitia Abdul Adhim.

Di akhir acara, pemenang lomba ini diumumkan. Juara pertama diraih oleh As-Syafa’ah. Kemudian ada juga Zerofaza dan Ar-Roudloh untuk peraih juara kedua dan ketiga. Selain itu masih ada juga An-Nuha, Nida’un Ilaih, dan Man Jadda Wajada untuk juara harapan satu hingga tiga.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Juara pertama akan tampil di acara pengajian bersama KH. Marzuki Mustamar besok harinya,” pungkasnya.

Festival Hadrah Al-Banjari yang diadakan ini merupakan penyelenggaraan untuk pertama kalinya. Hal itu sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Wakil Ketua Pelaksana Abdul Adhim. “Festival ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh ta’mir masjid As-Sa’adah Keputih,” ujarnya.

Festival rebana ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian penyambutan maulid 1437 H. Ada tiga kegiatan yang diadakan oleh pihak ta’mir. Pengurus masjid sebelumnya mengadakan khitanan massal. Acara lainnya adalah pengajian bersama KH Marzuki Mustamar. (Hanan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Kajian, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah