Rabu, 20 Desember 2017

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal

Banyuwangi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beberapa orang santri dari beberapa pesantren tampak sedang sibuk dengan berbagai peralatan yang terlihat canggih itu. Alat yang menyerupai teropong bintang itu diarahkan ke garis cakrawala. Mata mereka dipicingkan ke alat tersebut.

“Mereka sedang memantau posisi hilal untuk menentukan kapan jatuhnya awal bulan,” ungkap Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Banyuwangi Gufron Musthofa yang mendampingi kegiatan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di Pusat Observasi Bulan (POB) Pantai Pancur, wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo, Tegaldlimo, Senin (31/10).

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Banyuwangi Miliki Alat Canggih Pemantau Hilal

Tak berapa lama, hasil pengamatan sudah terlihat dari monitor yang tersambung ke alat yang semacam teropong itu. “Sayang, kondisi langit yang sedang tertutup kabut, jadi hilal tidak bisa terlihat. Tapi, bulan baru sudah bisa diperkirakan jatuh pada besok (hari ini, red),” jelas Gufron.

Meski pengamatan hilal tidak tampak secara langsung, tim LFNU Banyuwangi dan para santri pegiat ilmu falak itu merasa puas. Alat-alat yang dipergunakannya bekerja secara optimal. “Ada tiga alat yang kami gunakan, Telescope Computerised, William Optic Tripled, dan Total Station Nikon D22+,” papar Gufron.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan alat-alat tersebut, kerja-kerja pengamatan bisa optimal. Proses rukyatul hilal tak lagi menggunakan peralatan sederhana seperti batang pipa yang dimodifikasi sedemikian rupa. Hasil pengamatan bisa terlihat secara digital sehingga bisa lebih akurat dalam menentukan hilal dan peristiwa astronomi lainnya.

“Ini alat-alat yang cukup canggih untuk rukyatul hilal. Karena harganya yang mahal, tak banyak yang memilikinya. Bisa jadi di Banyuwangi hanya NU yang punya, karena Kemenag (Kementerian Agama) Banyuwangi saja tidak punya,” tutur Ketua LFNU Banyuwangi Mustain Hakim beberapa waktu lalu.

Dengan berbagai peralatan tersebut, sangat membantu kerja LFNU Banyuwangi. Selain itu, juga memberikan semangat baru para pengurus untuk mengembangkan kajian falakiyah di Banyuwangi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Selain rukyatul hilal pada bulan-bulan tertentu, seperti awal dan akhir Ramadhan, serta awal Dzulhijah, mulai bulan ini, kita akan mengadakan pengamatan rutin tiap akhir bulan hijriyah,” terang Hakim.

Untuk proses rukyatul hilal itu sendiri, LFNU bekerja sama dengan pihak Administrasi Balai Taman Nasional Alaspurwo, Banyuwangi. “Sedangkan pesertanya kami mengajak para santri yang berminat dengan studi falakiyah,” tuturnya.

Selain aktif melakukan rukyatul hilal, LFNU Banyuwangi juga melakukan pelatihan-pelatihan falakiyah dari satu pesantren ke pesantren lainnya. Bulan kemarin diadakan di PP. Al-Azhar, Sempu. “Untuk bulan ini di Pesantren Gumirih, Singojuruh,” terang Gufron.?

Pelatihan maupun rukyatul hilal sendiri, menurut Gufron, terbuka untuk umum. “Siapa saja yang berminat boleh untuk ikut. Bagi yang berminat bisa datang ke sekretariat kami di Kantor PCNU Banyuwangi,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Nahdlatul Ulama Jawa Timur berkerja sama dengan PT Sinde Budi Santosa. Kedua meluncurkan program bantuan dana bergulir tanpa bunga di Ruangan VVIP Gedung PWNU Jatim, Senin (21/1).

"Untuk masa pilot projec akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk. Kedua Kabupaten ini menjadi pilihan kami," kata Ketua LKKNU Jatim H Zahrul Azhar Asumta saat memberikan sambutannya.

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Gulirkan Dana Bantuan tanpa Bunga

Ada dua konsep yang akan diterapkan. Di Nganjuk LKKNU Jatim menggunakan skema pendampingan. Sedangkan di Jombang LKKNU Jatim bekerja sama dengan BMTNU. "Skema pendampingan ini, nantinya akan ada tim dari LKKNU yang diturunkan memberikan pemahaman tentang bantuan ini," lanjut pria yang akrab disapa Gus Hans.

"Kami menyiapkan dana 40 juta dan masing-masing dana bantuan tanpa bunga ini 2 sampai 3 juta dan masa pengembalian enam bulan," lanjut Gus Hans.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kalau tidak bisa mengembalikan dengan uang, warga diberi kesempatan mengembalikan dengan kaleng bekas. Satu kaleng Sinde bekas diberi harga 200 rupiah. Sedangkan kaleng lain dihargai 150 rupiah.

Yang berhak menerima bantuan dana bergulir ini adalah para pelaku usaha yang sudah berjalan 2 tahun. "Diutamakan warga NU," tegas Gus Hans.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Titik fokusnya keluarga prasejahtera. Kalau sudah sejahtera, bisa menjadi segmentesi LPNU.

PWNU Jatim mendukung gerakan yang dilakukan oleh LKKNU Jatim. Ini merupakan kerja keras dari LKKNU untuk membantu program prioritas PWNU Jatim, yaitu khusus pemberdayaan ekonomi umat.

"Ada tiga program utama PWNU, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," kata Sekretaris PWNU Jatim Ahk Muzakki. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 19 Desember 2017

Habib Luthfi, Mengapa Negara Lain Tak Menghargai Kita?

Pekalongan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Habib Lutfi bin Yahya memberikan taushiyah dalam acara sarasehan Polres Pekalongan Kota dengan Forum Komunikasi Umat beragama dan Lintas Agama Kota Pekalongan.

Acara ini diselenggarakan oleh Polres Pekalongan Kota dan dihadiri beberapa tokoh agama yang berbeda-beda. Diantaranya Islam, Kristen, Hindu dan Konghucu serta orginasasi kepemudaan seperti GP Ansor, IPNU, dan PMIIlain.

Habib Luthfi, Mengapa Negara Lain Tak Menghargai Kita? (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi, Mengapa Negara Lain Tak Menghargai Kita? (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi, Mengapa Negara Lain Tak Menghargai Kita?

Sarasehan digelar di gedung kanzus sholawat Jl.Noyontaan pekalongan sekitar pukul 21.30, Rabu (17/7).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam taudhiyahnya, Abah, panggilan masyarakat setempat untuk habib Luthfi, menunjukkan rasa nasionalisme yang besar dan berucap bahwa dalam hatinya selalu menjerit ketika melihat merah putih berkibar di angkasa. Itu mengingatkan Abah akan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

Ia merasa kecewa dengan sekumpulan orang yang selalu mengagungkan keturunannya dan mengatakan keturunan Arab yang paling agung atau keturunan China yang paling jaya. Padahal mereka semua lahir, hidup dan mati di tanah ini. Menurut Abah, mereka seharusnya bangga dengan Indonesia tanpa melihat keturunan atau agama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Abah juga sangat menyesalkan orang-orang yang tidak menghargai apa yang tumbuh atau muncul dari negeri ini.

“Sebagian orang yang masih berkata jambu bangkok padahal itu tumbuh di indonesia. Ayam bangkok dan durian montong bukan durian indonesia. Kalau masih begitu, jangan salahkan bila orang lain tidak menghargai kita,” tambah Abah.

Ia menambahkan, akan terasa indah bila semua umat beragama bisa bersatu dan tidak memaksakan kepentingan agama sendiri. Anda tidak bisa menggunakan piano dengan ditiup karena itu adalah cara menggunakan seruling.

“Anda tidak bisa memetik biola karena yang dipetik itu gitar dan bukan biola. Dan ketika mendengarkan orkestra, walaupun dinamikanya masing-masing tetapi akan indah dan merdu di telinga,” abah mengibaratkan.

Selain bertujuan menjalin silaturahmi antar umat beragama, Polres Pekalongan Kbermaksud meminta bantuan kepada pihak-pihak yang telah diundang agar mendukung dalam melaksanakan penertiban lalu lintas dalam menghadapi arus mudik.

Dan para hadirin pun sepenuhnya mendukung dengan mengirimkan beberapa nama-nama dari anggotanya yang akan membantu kepolisian dalam melaksanakan operasi yang biasa disebut dengan operasi ketupat candi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Khadziq Alami

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

Banda Aceh, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Muhammad Hasbi Amiruddin mengungkapkan kerentanan paham radikalisme dan terorisme berkembang di wilayahnya.

"Catatan sejarah masa lalu salah satu penyebab radikalisme dan terorisme mudah berkembang di Aceh," kata Hasbi dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Kamis (8/9).

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Ar-Raniry Sebut Radikalisme Rentan Berkembang di Aceh

Perkembangan teknologi, lanjut Hasbi, menjadi bumbu tambahan yang menjadikan radikalisme dan terorisme berpotensi tumbuh subur di Aceh. "Lewat medial sosial misalnya, paham dan dogma yang mengajarkan kebencian semakin mudah menyebarluas," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Syahrul, yang menyebut potensi radikalisme dan terorisme sudah sempat muncul di wilayahnya.

"Kita sama-sama mengetahui sudah pernah ada kamp pelatihan di Jalin, pernah ada tembak menembak di Aceh Besar, dan ada pengikut ISIS yang mengklaim punya empat ribu pengikut di Aceh," ungkap Syahrul.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk meredam agar potensi tersebut tidak berubah menjadi aksi-aksi terorisme, Syahrul menyebut keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam memberikan apresiasi yang besar kepada BNPT atas kegiatan pelibatan masyarakat yang sudah dilaksanakan.

"Keterlibatan masyarakat, termasuk media massa akan sangat membantu mencegah terorisme. Media massa harus bisa menyajikan informasi yang benar yang tidak semakin memperkeruh suasana," tegas Syahrul.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme adalah rangkaian kegiatan dari program Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah visit media, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa pers. (Hadi/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

Ponorogo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keinginan Warga Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPonorogo, JawaTimur untukmendapatkan layanan pendidikan tinggi yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah akan segera terwujud. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Ponorogo merampungkan evaluasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

“Alhamdulillah izin sudah masuk di BAN PT untuk akreditasi 10 prodi (program studi) yang diajukan. Semoga awal bulan Agustus 2016 izin sudah keluar,” ungkap Murdianto An-Nawie dari Bidang Pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) PCNU Ponorogo, Ahad (31/7).

Menurut Murdianto, kalau izin dari Dikti dan BAN PT sudah keluar, maka UNU Ponorogo akan segera diluncurkan serta memulai proses penerimaan mahasiswa baru.?

“Bulan depan Insyaallah UNU Ponorogo sudah bisa launching. Setelah itu baru rekrutmen dan pendaftaran mahasiswa baru,” terang Wakil Rektor I INSURI Ponorogo ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan untuk pendirian kampus NU tersebut, gedung 16 lokal, 3 unit laboratorium dan tanah seluas 11.000 meter persegi yang akan ditempati. Untuk mengurus berbagai fasilitas dan administrasi pendirian UNU, PCNU Ponororgo membentuk tim ad hoc pendirian UNU, terdiri dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Mohon do’a restu dari semua pihak,” pinta Murdianto. (Effendi Abdul Wahid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue”

Pemalang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pemalang belum lama ini membentuk Tim SAR “Benowo Rescue”. Hal ini didorong oleh kondisi alam daerah setempat yang rawan tertimpa bencana.

“Dengan kondisi geografis sebagian pegunungan, Kabupaten Pemalang  rawan terjadinya bencana tanah longsor, angin ribut, banjir dan lainnya. Keberadaan Tim SAR Benowo Rescue ini diharapkan dapat diandalkan untuk mampu menangani bencana, baik pada tahap pencegahan maupun pasca terjadinya bencana,” kata Imron Khudhori, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang.

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue”

Pembentukan tim SAR ini diawali dengan Pendidikan dan Latihan Khusus Banser Tanggap Bencana (Diklatsus Bagana) pada 30 Mei-1 Juni 2014 di Lapangan Gajahnguling Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelatihan tersebut diikuti 212 peserta yang berasal dari Banser Pemalang, Purbalingga, Purwokerto dan Semarang dengan instruktur dari Bagana Wonosobo. Acara secara resmi dibuka Bupati Pemalang H. Junaedi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami atas nama Pemda Kab. Pemalang sangat berterima kasih atas respon dari anggota Banser dalam menanggapi bencana yang telah terjadi seperti banjir sungai comal dan longsor cikadu," ujar Bupati Pemalang dalam sambutannya.

Junaedi mengatakan, nama "Benowo" merupakan nama besar bagi masyarakat Pemalang, maka ia berharap SAR yang dimiliki oleh Banser Pemalang ini dapat besar seperti namanya, serta mampu menjadi solusi ketika terjadi bencana melanda di Kabupaten Pemalang.

Sementara itu di tempat lain Agus Zamroni selaku Komandan Banser Kabupaten Pemalang menyatakan, sebetulnya kegiatan ini mempunyai 3 tujuan, pertama, mensosialisasikan pentingnya upaya penyelamatan lingkungan dan penanganan bencana alam.

Kedua, membentuk Satuan Tanggap Darurat yang mampu menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana.

Ketiga, membentuk Satuan yang mampu menjadi pendamping Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Kabupaten Pemalang baik pada saat prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. (Ali Maksum/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Songgom Brebes, KH Ahmad Tarsyudi adalah perintis lahirnya pendidikan Islam di daerah tersebut. Kegigihannya dalam mengembangkan pendidikan Islam menjadikan sosok kiai kampung ini didapuk menjadi Bapak Pendidikan Islam Brebes.?

“Abah KH Ahmad Tarsyudi merupakan sosok yang tidak gila harta, tetapi ilmu lebih utama,” kata KH Nasrudin, putra ke-3 KH Ahmad Tarsyudi pada acara bedah buku Damar Peradaban; Keteladan KH Ahmad Tasyudi karya Mohammad Andi Hakim di Brebes, Rabu (10/5) malam. Hadir sebagai pembanding Moh Iqbal Tanjung. ?

Diceritakan Nasrudin, sosok Abah Tarsyudi adalah pribadi yang sabar, qonaah, menjaga terhadap hal-hal yang haram. “Beliau menolak pemberian tanah rampasan oleh Belanda karena baginya haram. Lebih baik lapar ketimbang memakan yang haram. Tidak pernah pendendam, pembenci meskipun dirinya didzolimi,” kata Nasrudin.?

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes

“Salah satu hal yang luar biasa adalah keseimbangan antara kekuatan batin, wawasan kebangsaaan, dan konsep pendidikan menyatu dalam dirinya dan termanifestasikan dalam hidup dan lakunya,” ujar Nasrudin yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Brebes.

KH Ahmad Tarsyudi memiliki empat orang anak yang kini masing-masing memiliki pondok pesantren. KH Sofwan Tarsyudi mendirikan pesantren Al Falah Sofwaniyah di Jatirokeh, KH Mas Mansyur Tarsyudi mendirikan pesantren Al Falah Salafy. Kemudian KH Nasrudin mendirikan pesantren modern Al Falah, dan KH Ayatullah mendirikan pesantren Al-Qur’an Gumawang Pekalongan.

Menurut penulis, buku setebal 175 halaman ini bukanlah biografi namun hanya nukilan sejarah KH Ahmad Tarsyudi. Dikarenakan penulis tidak mendapatkan penuturan secara langsung dari “Sang Damar Peradaban” sehingga tidak disebut sebagai biografi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buku tersebut menggambarkan keteladanan dan pribadi Kiai Kampung yang disebutkan sebagai manusia langka di dunia. Karena dalam dirinya, berislam tidak hanya dalam bentuk tutur kata tetapi lebih dari itu. Islam tampak begitu memancar dalam hati, fikir dan perilaku keseharianya..?

“Mbah Tarsyudi, benar-benar bali desa mbangun desa. Karena dari petualangannya mencari ilmu dari berbagai pesantren kemudian pulang menumpahkan ilmunya untuk mendidik masyarakat Jatirokeh dari ‘jahiliyah’ menjadi ‘ilmiah’,” katanya.

Bedah buku ini merupakan rangkaian Haul ke-28 KH Ahmad Tarsyudi. (Wasdiun/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Nasional, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah