Selasa, 19 Desember 2017

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

Ponorogo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keinginan Warga Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPonorogo, JawaTimur untukmendapatkan layanan pendidikan tinggi yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah akan segera terwujud. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Ponorogo merampungkan evaluasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

“Alhamdulillah izin sudah masuk di BAN PT untuk akreditasi 10 prodi (program studi) yang diajukan. Semoga awal bulan Agustus 2016 izin sudah keluar,” ungkap Murdianto An-Nawie dari Bidang Pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) PCNU Ponorogo, Ahad (31/7).

Menurut Murdianto, kalau izin dari Dikti dan BAN PT sudah keluar, maka UNU Ponorogo akan segera diluncurkan serta memulai proses penerimaan mahasiswa baru.?

“Bulan depan Insyaallah UNU Ponorogo sudah bisa launching. Setelah itu baru rekrutmen dan pendaftaran mahasiswa baru,” terang Wakil Rektor I INSURI Ponorogo ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan untuk pendirian kampus NU tersebut, gedung 16 lokal, 3 unit laboratorium dan tanah seluas 11.000 meter persegi yang akan ditempati. Untuk mengurus berbagai fasilitas dan administrasi pendirian UNU, PCNU Ponororgo membentuk tim ad hoc pendirian UNU, terdiri dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Mohon do’a restu dari semua pihak,” pinta Murdianto. (Effendi Abdul Wahid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue”

Pemalang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pemalang belum lama ini membentuk Tim SAR “Benowo Rescue”. Hal ini didorong oleh kondisi alam daerah setempat yang rawan tertimpa bencana.

“Dengan kondisi geografis sebagian pegunungan, Kabupaten Pemalang  rawan terjadinya bencana tanah longsor, angin ribut, banjir dan lainnya. Keberadaan Tim SAR Benowo Rescue ini diharapkan dapat diandalkan untuk mampu menangani bencana, baik pada tahap pencegahan maupun pasca terjadinya bencana,” kata Imron Khudhori, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pemalang.

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pemalang Bentuk Tim SAR “Benowo Rescue”

Pembentukan tim SAR ini diawali dengan Pendidikan dan Latihan Khusus Banser Tanggap Bencana (Diklatsus Bagana) pada 30 Mei-1 Juni 2014 di Lapangan Gajahnguling Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelatihan tersebut diikuti 212 peserta yang berasal dari Banser Pemalang, Purbalingga, Purwokerto dan Semarang dengan instruktur dari Bagana Wonosobo. Acara secara resmi dibuka Bupati Pemalang H. Junaedi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami atas nama Pemda Kab. Pemalang sangat berterima kasih atas respon dari anggota Banser dalam menanggapi bencana yang telah terjadi seperti banjir sungai comal dan longsor cikadu," ujar Bupati Pemalang dalam sambutannya.

Junaedi mengatakan, nama "Benowo" merupakan nama besar bagi masyarakat Pemalang, maka ia berharap SAR yang dimiliki oleh Banser Pemalang ini dapat besar seperti namanya, serta mampu menjadi solusi ketika terjadi bencana melanda di Kabupaten Pemalang.

Sementara itu di tempat lain Agus Zamroni selaku Komandan Banser Kabupaten Pemalang menyatakan, sebetulnya kegiatan ini mempunyai 3 tujuan, pertama, mensosialisasikan pentingnya upaya penyelamatan lingkungan dan penanganan bencana alam.

Kedua, membentuk Satuan Tanggap Darurat yang mampu menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana.

Ketiga, membentuk Satuan yang mampu menjadi pendamping Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Kabupaten Pemalang baik pada saat prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. (Ali Maksum/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Songgom Brebes, KH Ahmad Tarsyudi adalah perintis lahirnya pendidikan Islam di daerah tersebut. Kegigihannya dalam mengembangkan pendidikan Islam menjadikan sosok kiai kampung ini didapuk menjadi Bapak Pendidikan Islam Brebes.?

“Abah KH Ahmad Tarsyudi merupakan sosok yang tidak gila harta, tetapi ilmu lebih utama,” kata KH Nasrudin, putra ke-3 KH Ahmad Tarsyudi pada acara bedah buku Damar Peradaban; Keteladan KH Ahmad Tasyudi karya Mohammad Andi Hakim di Brebes, Rabu (10/5) malam. Hadir sebagai pembanding Moh Iqbal Tanjung. ?

Diceritakan Nasrudin, sosok Abah Tarsyudi adalah pribadi yang sabar, qonaah, menjaga terhadap hal-hal yang haram. “Beliau menolak pemberian tanah rampasan oleh Belanda karena baginya haram. Lebih baik lapar ketimbang memakan yang haram. Tidak pernah pendendam, pembenci meskipun dirinya didzolimi,” kata Nasrudin.?

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kegigihan KH Ahmad Tarsyudi Memperjuangkan Pendidikan Islam di Brebes

“Salah satu hal yang luar biasa adalah keseimbangan antara kekuatan batin, wawasan kebangsaaan, dan konsep pendidikan menyatu dalam dirinya dan termanifestasikan dalam hidup dan lakunya,” ujar Nasrudin yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Brebes.

KH Ahmad Tarsyudi memiliki empat orang anak yang kini masing-masing memiliki pondok pesantren. KH Sofwan Tarsyudi mendirikan pesantren Al Falah Sofwaniyah di Jatirokeh, KH Mas Mansyur Tarsyudi mendirikan pesantren Al Falah Salafy. Kemudian KH Nasrudin mendirikan pesantren modern Al Falah, dan KH Ayatullah mendirikan pesantren Al-Qur’an Gumawang Pekalongan.

Menurut penulis, buku setebal 175 halaman ini bukanlah biografi namun hanya nukilan sejarah KH Ahmad Tarsyudi. Dikarenakan penulis tidak mendapatkan penuturan secara langsung dari “Sang Damar Peradaban” sehingga tidak disebut sebagai biografi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buku tersebut menggambarkan keteladanan dan pribadi Kiai Kampung yang disebutkan sebagai manusia langka di dunia. Karena dalam dirinya, berislam tidak hanya dalam bentuk tutur kata tetapi lebih dari itu. Islam tampak begitu memancar dalam hati, fikir dan perilaku keseharianya..?

“Mbah Tarsyudi, benar-benar bali desa mbangun desa. Karena dari petualangannya mencari ilmu dari berbagai pesantren kemudian pulang menumpahkan ilmunya untuk mendidik masyarakat Jatirokeh dari ‘jahiliyah’ menjadi ‘ilmiah’,” katanya.

Bedah buku ini merupakan rangkaian Haul ke-28 KH Ahmad Tarsyudi. (Wasdiun/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Nasional, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sudah saatnya arus ekonomi Indonesia beralih dari pendekatan atas ke bawah (top-down) menjadi sebaliknya (buttom-up). Pesantren yang memiliki akar kuat di masyarakat mesti mengambil peran aktif dalam bangkitnya arus baru ekonomi di Tanah Air.

Demikian seruan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat menyampaikan tausiyah dalam rangkaian Seminar dan Rapat Kerja Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (27/4).

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Menurut Kiai Maruf, pembangunan ekonomi dari atas, yang diharapkan bakal "menetes" ke bawah, ternyata tak sesuai dengan dambaan. Kekayaan ekonomi berputar-putar pada kalangan elite saja dan kian menciptakan kesenjangan ekonomi yang kian menganga di antara masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Maruf yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong RMINU sebagai wadah asososiasi pesantren untuk proaktif memfasilitasi pesantren agar turut memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Ia mengaku sudah bergerak di level petinggi negara dan pengusaha, dan RMINU diharapkan menyambutnya dengan gerakan nyata.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pesantren memiliki tugas banyak sekali, tetapi yang utama ada dua, yakni menyiapkan mufaqqih fiddin atau orang-orang yang ahli agama, dan rijalul ishlah atau tokoh-tokoh perubahan, tokoh-tokoh perbaikan," ujarnya di hadapan para pengurus RMINU.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Erani Ahmad Yustika yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar itu berpendapat, pesantren telah memiliki beberapa modal dasar untuk melakukan kerja-kerja pemberdayaan.

Menurutnya, pesantren mempunyai nilai-nilai yang selaras dengan etos pertumbuhan ekonomi. Semangat kemandirian, misalnya, sangat kuat di pesantren sehingga mempermudah pembangunan ekonomi khususnya di tingkat perdesaan.

Erani juga menilai, jumlah santri yang mencapai nyaris empat juta adalah modal yang tak terelakkan. Dalam dimensi ekonomi, potensi ini tak hanya menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi produsen tapi juga memiliki pasar atau konsumen yang jelas.

Modal lain yang juga Erani sebut adalah jaringan. Pesantren dianggap sebagai institusi yang memili rantai sosial, budaya, dan politik yang luas. Relasi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan aktivitas ekonomi yang dibangun. "Dalam teori-teori ekonomi, sekarang bukan modal ekonomi saja tapi yang terpenting sekarang justru adalah modal sosial," katanya.

Narasumber lain yang hadir dalam seminar tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) M. Noor Marzuki, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Imam Safe’i, dan Staf Khusus Menteri BUMN Asmawi Syam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda

Lumajang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Proyek pembangunan lapangan pacuan kuda di pesisir pantai Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, meresahkan warga . Pasalnya, proyek tersebut dinilai merusak lingkungan. Perwakilan warga pun mengadu kepada Bupati Asat Malik guna mengklarifikasi terkait perizinan lapangan Pacuan Kuda tersebut.

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda

"Kami ingin memastikan izin pembangunan lapangan Pacu Kuda di Pesisir Wotgalih kepada Pak Bupati," kata Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Jawa Timur, M. Jakfar, seusai mendampingi warga menemui Bupati Lumajang di Pendopo, Kamis (8/12/2016).

Pembangunan pacuan kuda itu digagas oleh pengusaha lokal bernama Haji Siswanto, bersama kepala desa sejak 19 November lalu. Akibatnya, demi kepentingan proyek pembangunan dan arena motocross, sekitar 100 tanaman penghijauan ditebang habis. Bukit pasir juga diratakan dengan menggunakan alat berat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Banjir rob pun kerap terjadi. Sebab, bukit pasir itu adalah satu-satunya penangkal banjir rob. "Nah, kalau bukit pasir ini tidak ada, jika ombak sedang besar, maka akan masuk kepemukiman warga," kata Ridwan Majid, salah seorang perwakilan warga. "Makanya sejak awal kami menolak," sambungnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari pertemuan dengan bupati, terkonfirmasi bahwa ternyata proyek tersebut ilegal. Sebab, selama ini tidak ada pembicaraan sama sekali dengan bupati ihwal rencana pembangunan lapangan pacu kuda di pantai Wotgalih.

Usai menemui bupati, pengurus LPBH NU Jatim dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur bersama warga meninjau lokasi pembangunan sarana olah raga pacu kuda tersebut serta menemui tokoh-tokoh masyarakat setempat. "Kami berkomitmen akan terus mengawal aspirasi warga," tegas Jakfar. (Abdul Hady JM/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah -

Baca Tulis Quran (BTQ) menjadi kegiatan andalan yang diterapkan MTs NU 4 Songgom, Kabupaten Brebes sebagai upaya penguatan pondasi islami di kalangan para siswa. Karena, dengan mahir membaca dan menulis Al-Quran, para siswa bisa menguasai kitab suci dan kitab-kitab karya ulama besar lainnya.

“Untuk bisa mengetahui isi kitab suci tentu harus mahir membaca dan menulis Quran,” terang Kepala MTs NU 4 Songgom Kabupaten Brebes H Imam Badjuri saat ditemui PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di ruang kerjanya, Rabu (8/2).

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami

Menurut Badjuri, sebanyak 273 siswa dari kelas 7 sampai kelas 9 diwajibkan mengikuti kegiatan BTQ. Meski digelar setiap pukul 15.00-17.00 mereka bersemangat karena sebelumnya telah diberi pengertian akan arti pentingnya menguasai baca tulis Quran. “Mereka belajar setiap Senin, Rabu dan Sabtu,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Madrasah yang berdiri sejak 14 Desember 1972 ini pada awalnya memiliki 42 siswa dengan meminjam tempat belajar di MI Alwathoniyah 1 Songgom. Setengah tahun kemudian menempati gedung hasil jerih payah warga NU yang terletak di Jalan Raya Songgom Utara, Kecamatan Songgom Brebes hingga saat ini.

Dengan sentuhan 31 orang guru dan karyawan, pasang surut madrasah ini tidak menjadi masalah. Tetap optimis dan selalu mengukir prestasi di tengah persaingan yang tajam. “Karena ada MTs NU ini, warga Songgom bisa mengenyam pendidikan,” tutur Badjuri tanpa bermaksud menyombongkan diri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan rutin lainnya yang tidak ditinggalkan para siswa adalah sholat duhur berjamaah, sholat duha, ekstakurikuler pramuka, pencak silat, hadroh, angklung, pelatihan komputer. “Pencak silat, pada akhir Desember 2016 menjadi juara umum Kejurkab Brebes,” ungkapnya.

MTs NU 4 Songgom berdiri diatas tanah seluas 3600 meter persegi. Tanah tersebut diperuntukan bangunan 1800 meter persegi, lapangan olahraga 1200 meter persegi, sisanya untuk halaman, kebun taman seluas 600 meter persegi. Ketika PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersilaturahmi, tengah berlangsung kampanye calon Ketua OSIS di lapangan sekolah. Suara sorak sorai sesekali membahana mendengar program-program yang ditawarkan para kandidat ketua.

Badjuri menyakini, lulusan dari MTs NU memiliki pondasi yang kuat dalam keimanan dan keislaman. Dan tak lekang oleh waktu karena mendapat jaminan dari Allah SWT. “Para guru dan siswa lebih mengutamakan keikhlasan dalam mencari dan mengamalkan ilmu,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Pelajar putri NU ini merintis kerja sama dengan dinas terkait dalam menyosialisasikan peraturan daerah terkait kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah di Cirebon.

Peraturan daerah (perda) terkait kespro menyebutkan bahwa "Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan tertera dalam pasal 15 ayat 1 point (g) tentang kesehatan reproduksi dan point (i) tentang kesehatan sekolah tahun 2016.

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten

IPPNU Cirebon bersama jaringan Kabupaten Cirebon untuk kemanusiaan seperti Fahmina, KOPRI, Woman Crisis Center Balqis telah mengupayakan masuknya kesehatan reproduksi (informasi tentang kesehatan reproduksi ke sekolah-sekolah yang ada di Cirebon).

Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah mengatakan bahwa segmentasi IPPNU adalah pelajar-pelajar di tingkat sekolah atau pesantren (pimpinan komisariat), tingkat kecamatan (pimpinan anak cabang), maupun tingkat desa (pimpinan ranting). Di samping itu, IPPNU juga mengarahkan fokus pada dunia pelajar baik di bidang agama, pendidikan,? seni budaya, maupun bidang kesehatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dengan keterlibatan IPPNU dalam menyosialisasikan informasi penting mengenai kesehatan reproduksi ini, remaja dan pelajar-pelajar yang ada di Cirebon lebih memahami dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang reproduksi," harap Jannah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni mengapresiasi kunjungan pihak IPPNU.

"Kami sangat senang adik-adik IPPNU mau membantu sosialisasi tentang kesehatan reproduksi ke sekolah-sekolah. Insyaallah kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon akan membantu pihak IPPNU dengan memfasilitasi keperluan dalam menyosialisasikan informasi penting ini,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah