Senin, 18 Desember 2017

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sudah saatnya arus ekonomi Indonesia beralih dari pendekatan atas ke bawah (top-down) menjadi sebaliknya (buttom-up). Pesantren yang memiliki akar kuat di masyarakat mesti mengambil peran aktif dalam bangkitnya arus baru ekonomi di Tanah Air.

Demikian seruan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat menyampaikan tausiyah dalam rangkaian Seminar dan Rapat Kerja Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (27/4).

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Pesantren Harus Ciptakan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Menurut Kiai Maruf, pembangunan ekonomi dari atas, yang diharapkan bakal "menetes" ke bawah, ternyata tak sesuai dengan dambaan. Kekayaan ekonomi berputar-putar pada kalangan elite saja dan kian menciptakan kesenjangan ekonomi yang kian menganga di antara masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Maruf yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong RMINU sebagai wadah asososiasi pesantren untuk proaktif memfasilitasi pesantren agar turut memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Ia mengaku sudah bergerak di level petinggi negara dan pengusaha, dan RMINU diharapkan menyambutnya dengan gerakan nyata.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pesantren memiliki tugas banyak sekali, tetapi yang utama ada dua, yakni menyiapkan mufaqqih fiddin atau orang-orang yang ahli agama, dan rijalul ishlah atau tokoh-tokoh perubahan, tokoh-tokoh perbaikan," ujarnya di hadapan para pengurus RMINU.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Erani Ahmad Yustika yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar itu berpendapat, pesantren telah memiliki beberapa modal dasar untuk melakukan kerja-kerja pemberdayaan.

Menurutnya, pesantren mempunyai nilai-nilai yang selaras dengan etos pertumbuhan ekonomi. Semangat kemandirian, misalnya, sangat kuat di pesantren sehingga mempermudah pembangunan ekonomi khususnya di tingkat perdesaan.

Erani juga menilai, jumlah santri yang mencapai nyaris empat juta adalah modal yang tak terelakkan. Dalam dimensi ekonomi, potensi ini tak hanya menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi produsen tapi juga memiliki pasar atau konsumen yang jelas.

Modal lain yang juga Erani sebut adalah jaringan. Pesantren dianggap sebagai institusi yang memili rantai sosial, budaya, dan politik yang luas. Relasi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan aktivitas ekonomi yang dibangun. "Dalam teori-teori ekonomi, sekarang bukan modal ekonomi saja tapi yang terpenting sekarang justru adalah modal sosial," katanya.

Narasumber lain yang hadir dalam seminar tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) M. Noor Marzuki, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Imam Safe’i, dan Staf Khusus Menteri BUMN Asmawi Syam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda

Lumajang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Proyek pembangunan lapangan pacuan kuda di pesisir pantai Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, meresahkan warga . Pasalnya, proyek tersebut dinilai merusak lingkungan. Perwakilan warga pun mengadu kepada Bupati Asat Malik guna mengklarifikasi terkait perizinan lapangan Pacuan Kuda tersebut.

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Bela Warga Tolak Proyek Lapangan Pacuan Kuda

"Kami ingin memastikan izin pembangunan lapangan Pacu Kuda di Pesisir Wotgalih kepada Pak Bupati," kata Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Jawa Timur, M. Jakfar, seusai mendampingi warga menemui Bupati Lumajang di Pendopo, Kamis (8/12/2016).

Pembangunan pacuan kuda itu digagas oleh pengusaha lokal bernama Haji Siswanto, bersama kepala desa sejak 19 November lalu. Akibatnya, demi kepentingan proyek pembangunan dan arena motocross, sekitar 100 tanaman penghijauan ditebang habis. Bukit pasir juga diratakan dengan menggunakan alat berat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Banjir rob pun kerap terjadi. Sebab, bukit pasir itu adalah satu-satunya penangkal banjir rob. "Nah, kalau bukit pasir ini tidak ada, jika ombak sedang besar, maka akan masuk kepemukiman warga," kata Ridwan Majid, salah seorang perwakilan warga. "Makanya sejak awal kami menolak," sambungnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari pertemuan dengan bupati, terkonfirmasi bahwa ternyata proyek tersebut ilegal. Sebab, selama ini tidak ada pembicaraan sama sekali dengan bupati ihwal rencana pembangunan lapangan pacu kuda di pantai Wotgalih.

Usai menemui bupati, pengurus LPBH NU Jatim dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur bersama warga meninjau lokasi pembangunan sarana olah raga pacu kuda tersebut serta menemui tokoh-tokoh masyarakat setempat. "Kami berkomitmen akan terus mengawal aspirasi warga," tegas Jakfar. (Abdul Hady JM/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah -

Baca Tulis Quran (BTQ) menjadi kegiatan andalan yang diterapkan MTs NU 4 Songgom, Kabupaten Brebes sebagai upaya penguatan pondasi islami di kalangan para siswa. Karena, dengan mahir membaca dan menulis Al-Quran, para siswa bisa menguasai kitab suci dan kitab-kitab karya ulama besar lainnya.

“Untuk bisa mengetahui isi kitab suci tentu harus mahir membaca dan menulis Quran,” terang Kepala MTs NU 4 Songgom Kabupaten Brebes H Imam Badjuri saat ditemui PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di ruang kerjanya, Rabu (8/2).

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Baca Tulis Al-Quran Andalan Terapkan Pondasi Islami

Menurut Badjuri, sebanyak 273 siswa dari kelas 7 sampai kelas 9 diwajibkan mengikuti kegiatan BTQ. Meski digelar setiap pukul 15.00-17.00 mereka bersemangat karena sebelumnya telah diberi pengertian akan arti pentingnya menguasai baca tulis Quran. “Mereka belajar setiap Senin, Rabu dan Sabtu,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Madrasah yang berdiri sejak 14 Desember 1972 ini pada awalnya memiliki 42 siswa dengan meminjam tempat belajar di MI Alwathoniyah 1 Songgom. Setengah tahun kemudian menempati gedung hasil jerih payah warga NU yang terletak di Jalan Raya Songgom Utara, Kecamatan Songgom Brebes hingga saat ini.

Dengan sentuhan 31 orang guru dan karyawan, pasang surut madrasah ini tidak menjadi masalah. Tetap optimis dan selalu mengukir prestasi di tengah persaingan yang tajam. “Karena ada MTs NU ini, warga Songgom bisa mengenyam pendidikan,” tutur Badjuri tanpa bermaksud menyombongkan diri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan rutin lainnya yang tidak ditinggalkan para siswa adalah sholat duhur berjamaah, sholat duha, ekstakurikuler pramuka, pencak silat, hadroh, angklung, pelatihan komputer. “Pencak silat, pada akhir Desember 2016 menjadi juara umum Kejurkab Brebes,” ungkapnya.

MTs NU 4 Songgom berdiri diatas tanah seluas 3600 meter persegi. Tanah tersebut diperuntukan bangunan 1800 meter persegi, lapangan olahraga 1200 meter persegi, sisanya untuk halaman, kebun taman seluas 600 meter persegi. Ketika PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersilaturahmi, tengah berlangsung kampanye calon Ketua OSIS di lapangan sekolah. Suara sorak sorai sesekali membahana mendengar program-program yang ditawarkan para kandidat ketua.

Badjuri menyakini, lulusan dari MTs NU memiliki pondasi yang kuat dalam keimanan dan keislaman. Dan tak lekang oleh waktu karena mendapat jaminan dari Allah SWT. “Para guru dan siswa lebih mengutamakan keikhlasan dalam mencari dan mengamalkan ilmu,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Pelajar putri NU ini merintis kerja sama dengan dinas terkait dalam menyosialisasikan peraturan daerah terkait kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah di Cirebon.

Peraturan daerah (perda) terkait kespro menyebutkan bahwa "Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan tertera dalam pasal 15 ayat 1 point (g) tentang kesehatan reproduksi dan point (i) tentang kesehatan sekolah tahun 2016.

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Kespro Pelajar, IPPNU Kabupaten Cirebon Gandeng Dinkes Kabupaten

IPPNU Cirebon bersama jaringan Kabupaten Cirebon untuk kemanusiaan seperti Fahmina, KOPRI, Woman Crisis Center Balqis telah mengupayakan masuknya kesehatan reproduksi (informasi tentang kesehatan reproduksi ke sekolah-sekolah yang ada di Cirebon).

Ketua IPPNU Kabupaten Cirebon Nurjannah mengatakan bahwa segmentasi IPPNU adalah pelajar-pelajar di tingkat sekolah atau pesantren (pimpinan komisariat), tingkat kecamatan (pimpinan anak cabang), maupun tingkat desa (pimpinan ranting). Di samping itu, IPPNU juga mengarahkan fokus pada dunia pelajar baik di bidang agama, pendidikan,? seni budaya, maupun bidang kesehatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dengan keterlibatan IPPNU dalam menyosialisasikan informasi penting mengenai kesehatan reproduksi ini, remaja dan pelajar-pelajar yang ada di Cirebon lebih memahami dan sadar akan pentingnya pengetahuan tentang reproduksi," harap Jannah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni mengapresiasi kunjungan pihak IPPNU.

"Kami sangat senang adik-adik IPPNU mau membantu sosialisasi tentang kesehatan reproduksi ke sekolah-sekolah. Insyaallah kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon akan membantu pihak IPPNU dengan memfasilitasi keperluan dalam menyosialisasikan informasi penting ini,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Sragen, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Program “Gerakan Koin NU Nusantara Menuju Mandiri” kini telah mencapai angka Rp 2 miliar. Meski telah mendapatkan dana cukup besar, Pengurus NU Sragen akan terus meningkatkan perolehannya dengan target mencapai Rp 5 miliar.

“Tahun ini, target dapat menembus angka Rp 5 milyar,” kata Ketua LAZISNU Sragen, Suranto, saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (17/4).

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Menurutnya, angka tersebut diharapkan dapat tercapai, mengingat potensi warga NU yang tersebar di 20 kecamatan wilayah Kabupaten Sragen.

Dipaparkan Suranto, program ini telah berjalan hampir satu tahun. “Berjalan bertahap dari 20 kecamatan. Paling awal MWCNU Karang Malang, yakni setahun lalu. Kemudian yang terbaru MWCNU Kalijambe baru mengawali,” ungkap dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk saat ini, lanjut Ranto, pemanfaatan dana baru digunakan untuk menambah jumlah kotak koin, yang kemudian akan dibagikan ke jamaah secara cuma-cuma. “Ada 38.591 kotak koin yang sudah kita bagikan ke warga dan akan terus bertambah,” terangnya.

Sebelumnya program “Gerakan Nasional Koin NU” di wilayah NU Sragen juga telah mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Apresiasi Kiai Said disampaikan langsung saat membuka peresmian“Gerakan Nasional Koin NU” di Sragen, belum lama ini (14/4). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawii)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Makam, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Klaten,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ribuan jamaah menghadiri peringatan haul ke-60 KH Muhammad Manshur di kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Salah satu panitia acara, Darmadji, Senin (22/12), menjelaskan haul diadakan bersamaan dengan putaran pertama kegiatan bersholawat 12 malam Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Acara diawali dengan pembacaan khatmil Qur’an dan tahlil yang dipimpin Mbah Kiai Djablawi dan KH Nasrun. Kemudian dilanjutkan pembacaan maulid kitab al-Barzanji, karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji. Sebagai penutup, mauidlah hasanah oleh Habib Umar Muthahar dari Semarang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam ceramahnya, Habib Umar menerangkan tentang generasi salafi yang sebenarnya. “Salafi itu generasi yang hidup setelah tabi’it tabi’in seperti Imam Syafi’i dan lainnya,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, mereka itu juga melakukan maulidan, tahlilan. “Lha, zaman sekarang ada orang yang mengaku sebagai kaum salafi, tapi tidak mau mengikuti amalan ulama salaf. Lalu, mereka itu salaf ikut siapa?” tanya Habib Umar.

Habib Umar juga mengajak kepada para jemaah untuk bersama ikut mencintai Nabi Muhammad SAW.

Turut hadir dalam acara tersebut KH A Djablawi, KH Nasrun Minallah dan sejumlah pengurus NU Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-60 KH Manshur Popongan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kiprah dan perjuangan melalui Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) hendaknya bukan hanya untuk masa sekarang. Namun juga untuk masa sekarang dan masa depan. Oleh karena itu, LPTNU harus tahu apa kira-kira yang akan terjadi di masa depan.

Hal itu diungkapkan Penasihat LPTNU M. Nuh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPTNU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (16/11) sore.?

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Nuh: Pendidikan Tinggi NU Harus Berorientasi Masa Depan

“Kalau tidak begitu, kasihan anak-anak kita. Ibarat menugaskan orang pergi ke Jepang begitu sampai di Jepang uang yang dibawa tidak laku,” kata Nuh.

Itu sebabnya, lanjut Nuh, pendidikan tinggi NU harus berorientasi ke depan, agar hasil pendidikan tersebut cocok dengan masa depan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nuh menyebut ada beberapa alasan mendasar mengapa pendidikan tinggi NU harus mengacu kepada masa depan. Salah satunya berdasarkan hasil sebuah survey yang dirilis tahun 2016 bahwa persoalan makin rumit, sementara waktu yang diperlukan semakin cepat.

“Itu yang harus menjadi dasar dalam membekali anak-anak kita. ? Kalau enggak, anak-anak kita akan menjadi generasi expired,” tegasnya.

Lebih lanjut Nuh menyampaikan hasil pendidikan adalah ilmu dan keterampilan. Sementara ilmu dan keterampilan ada masanya, sehingga bisa saja dibuang.

“Misalnya pesawat televisi tabung besar sekarang sudah ganti semua. Transistor juga sudah enggak dipakai. Kecuali sikap yang nggak akan dibuang sampai mati.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nuh mendorong agar perguruan tinggi membekali mahasiswanya dengan kemampuan orde tinggi. Anak-anak harus kreatif dan diasah intuisinya. Sering intuisi dulu baru logika. Ada juga logika dulu baru intuisi. Jangan sampai mendidik mereka dengan cara yang tidak sesuai.

Nuh juga mendorong agar perguruan tinggi NU membuka keilmuan hingga jenjang S2 dan S3, khususnya untuk perguruan tinggi yang sudah sehat finansial, organisasi, dan akademik.

Nuh berkeyakinan bahwa peningkatan kapasitas perguruan tinggi adalah bagian dari Tashwirul Afkar (pergolakan pemikiran) yang secara destingtif menjadi kekhasan NU, selain Nahdatul Wathon (kebangkitan tanah air), dan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan ekonomi). (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Jadwal Kajian, AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah