Senin, 18 Desember 2017

Aswaja NU Center Jatim Kaji “Keutamaan Bulan Rajab”

Surabaya,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan rutin Kajian Islam ala Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Kiswah di PW Aswaja NU Center Jawa Timur dimulai kembali sore pada Sabtu (25/4). Diskusi ini sebagai kegiatan rutin mingguan yang selalu diselenggarakan kepengurusan ini.

Aswaja NU Center Jatim Kaji “Keutamaan Bulan Rajab” (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja NU Center Jatim Kaji “Keutamaan Bulan Rajab” (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja NU Center Jatim Kaji “Keutamaan Bulan Rajab”

"Tema yang diangkat pada pertemuan kali ini seputar dasar amaliyah dan keutamaan bulan Rajab," kata koordinator Kiswah, Ustadz Ahmad Muntaha, AM. Sedangkan yang tampil sebagai narasumber atau pemateri adalah KH Abdurrahman Navis yang juga sebagai direktur.

Dalam paparannya, KH Abdurrahman Navis menandaskan bahwa bulan Rajab adalah termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah dari empat bulan yang lain. "Keempat bulan tersebut adalah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharaam serta Rajab," kata dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karena begitu mulia keberadaan bulan Rajab ini, maka sebagian ulama memotivasi untuk memperbanyak ibdah. "Ibadah yang dianjurkan bisa berupa dzikir, shalat, puasa dan amal lainnya," katanya sembari mengutip keterangan di kitab Durratun Nasihin.

Dari berbagai sumber hadits yang ada, hampir semuanya menjelaskan tentang keutamaan dan janji pahala puasa Rajab. Kendati ada sejumlah ulama yang mempermasalahkan hadits tersebut, bukan berarti mengemalkan puasa Rajab dilarang, apalagi dianggap sebagai bidah. "Karena pada saat yang sama, banyak hadits yang menganjurkan puasa," tandas Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Karena itu, puasa di sebagian bulan Rajab hukumnya tetap sunnah, lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bagi kalangan yang ingin tidak terjebak dengan khilafiyah terkait ibadah saat bulan-bulan tertentu, maka dianjurkan untuk mengisi dengan ibadah sunnah yang tidak terikat waktu. "Tidak dengan shalat khusus malam nisfus Syaban, misalnya," kata Kiai Navis, sapaan akrabnya. Sehingga hari-hari dalam bulan tersebut diisi dengan ibadah yang sifatnya umum seperti sedekah, shalat sunnah, dzikir dan sejenisnya, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini.

Kiswah atau Kajian Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah diselenggraakan setiap hari Sabtu dari jam 2 siang hingga 4 sore. Narasumber yang dihadirkan disesuaikan dengan tema yang akan dibahas. "Untuk kajian pertemuan Sabtu mendatang, membahas tentang status negeri dan negara Indonesia dalam perspektif Aswaja, sebagai jawaban atas propaganda Indonesia negara kafir," tandas Ustadz Ahmad Muntaha AM.

Aswaja? NU Center mempunyai lima divisi, yakni divisi Kiswah (Kajian Islam ala Ahlus sunnah wal Jamaah ), Dakwah (Daurah Ahlus Sunnah wal Jamaah), Makwah (Maktabah Ahlu as-sunnah wal Jamaah), Uswah (Usaha Sosialisasi Ahlus Sunnah wal Jamaah), dan Biswah atau Bimbingan Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Syaifullah/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Kiai, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mustasyar PBNU: NU Tidak Berpolitik Praktis

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi meminta jajaran syuriah dan tanfidziah menjelaskan hubungan Nahdlatul Ulama dan partai politik secara benar dan utuh. Sebab, hingga kini masih ada penilaian sebagian kalangan bahwa NU masih terlibat kegiatan dengan partai politik.

“Harus kita tegaskan NU tidak berpolitik praktis, tetapi banyak warga NU berada di berbagai partai politik,” ujar Kiai Sya’roni -sapaan akrab KH Syaroni Ahmadi, pada acara peringatan khaul KH Abdurrahman Wahid dan Koordinasi PCNU kabupaten Kudus di Aula kantor PCNU, Ahad (16/1).

Mustasyar PBNU: NU Tidak Berpolitik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: NU Tidak Berpolitik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: NU Tidak Berpolitik Praktis

Menurut Kiai Sya’roni, penjelasan kedudukan NU-parpol sangat mendesak dilakukan sehingga warga Nahdliyyin tidak mengalami kebingungan. Kiai Kharismatik asal Kudus ini mencontohkan, di daerah Jepara ada sebuah keinginan dari beberapa aktifis parpol yang ingin mengganti nama Muslimat NU dengan Wanita Persatuan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Meski hal tersebut tidak terwujud, namun itu menjadi gambaran akibat kurang paham kedudukan NU dengan  parpol. Ini tugas pimpinan NU untuk menerangkan  yang benar,” tegasnya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, tambah Kiai Syaroni, para elit NU tidak perlu membawa kebesaran organisasi dalam kegiatan politik praktis. Karena hal itu, akan menyulitkan Nahdlatul ulama dalam memperjuangkan ummat.

“Kalau NU ikut-ikutan berpartai, maka akan menjadi pembenaran bahwa NU masih punya hubungan dengan partai politik tertentu. Sehingga akan sangat sulit dalam memberi nasehat kepada warga NU,” Tandasnya seraya mencontohkan kongres Ansor di Surabaya yang sebagian besar kandidat ketua umum adalah  politisi parpol.

Didepan ratusan Syuriah Dan Tanfidziah MWC dan Ranting se-Kudus itu, Kiai Sya’roni juga memberi wejangan dalam mengelola Nahdlatul Ulama harus mantap memimpin dan disenangi anggotanya.

“Sebagai pimpinan harus bisa menyenangkan anggotanya baik melalui sikap maupun program-programnya sehingga semangat berjamiyah selalu tumbuh dan berkembang di kalangan Nahdliyin,” ujarnya. (adb)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 17 Desember 2017

Bentuk Kelompok Belajar Usaha, NU Gayam Rutin Latih Jamaah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola organisasi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengadakan pelatihan administrasi dan keuangan.

Bentuk Kelompok Belajar Usaha, NU Gayam Rutin Latih Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Kelompok Belajar Usaha, NU Gayam Rutin Latih Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Kelompok Belajar Usaha, NU Gayam Rutin Latih Jamaah

Kegiatan tersebut digelar melalui Kelompok Belajar Usaha (KBU) Ismanu yang bergerak di bidang pendidikan wirausaha. Ismanu? adalah akronim dari Islam manut NU.

Sekretaris KBU Ismanu Musran menyatakan, pelatihan yang berlangsung Rabu (25/1) itu merupakan program rutin tahunan. Tujuannya adalah memperkuat manajemen kelembagaan secara administratif.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Selain pelatihan administrasi keuangan, kami sebelumnya juga mengadakan pelatihan wirausaha serta pelatihan pembuatan pakan ternak alternatif dengan memanfaatkan limbah pertanian dan pengaaderan anggota," terangnya.

Dia berharap, program yang telah dilakukan bisa menambah wawasan anggota atau jamaah yang tergabung dalam KBU Ismanu. Pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT), sudah ada kader yang siap ditunjuk untuk menjadi pengurus baru.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Gayam Kiai Muhammad Sholihin menambahkan, kelompok belajar usaha ini bisa menjadi embrio yang bisa dikembangkan di setiap Pengurus Ranting NU yang ada di Kecamatan Gayam.

"Ke depan KBU akan dikembangkan di setiap ranting, maka NU secara jamiyah dan jamaah akan mandiri secara ekonomi," tegas alumni Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Kabupaten Pati Jawa Tengah ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Lomba, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Warga NU Kumpulkan Bantuan Banjir Lewat Jejaring Maya

Sampang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beberapa anak muda NU di Kabupaten Sampang Madura bahu-membahu membantu meringankan beban warga yang terendam banjir. Dalam waktu singkat, melalui jejaring sosial di dunia maya mereka berhasil mengumpulkan sejumlah dana dan langsung disalurkan kepada warga.

"Kami mengoptimalkan jaringan yang selama ini kita miliki," kata Muhammad Syamsuddin Abdul Muin. Jaringan yang dimaksud adalah komunikasi lewat jejaring facebook, blackberry messenger, tweeter dan sejenisnya. "Kebetulan yang saya miliki adalah komunitas NU di luar negeri," katanya.?

Warga NU Kumpulkan Bantuan Banjir Lewat Jejaring Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Kumpulkan Bantuan Banjir Lewat Jejaring Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Kumpulkan Bantuan Banjir Lewat Jejaring Maya

"Alhamdulillah, beberapa kawan dari luar negeri ikut memberikan donasi kepada kami," tandasnya. Ia berharap akan kian banyak warga NU dan masyarakat umum untuk memberikan perhatian terhadap bencana ini. "Ini demi meringankan beban mereka," tambahnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam waktu yang tidak terlampau lama, sudah terkumpul dana yang lumayan besar. Belum termasuk simpatisan dari kalangan NU setempat yang ikut peduli dengan penderitaan sesama. "Dari dana yang terhimpun, telah kami belikan makanan dan minuman serta telah didistribusikan ke sejumlah titik," kata mantan Wakil Katib PCINU Libya ini.

Sejumlah badan otonom NU seperti IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat termasuk PCNU Sampang bahu membahu untuk menggalang bantuan dan mendistribusikannya ke lokasi bencana. "Bahkan banyak relawan dari para santri," bangganya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk menampung bantuan berupa makan dan minuman serta barang, dikonsentrasikan di Kantor PCNU setempat, Jalan Diponegoro no 41 Sampang.?

Seperti diwartakan Kabupaten Sampang Jawa Timur tergenang. Curah hujan tinggi dan luapan dari sungai membuat sebagian wilayah terendam air. Sebanyak 10 desa dan 6 kelurahan di Kecamatan Kota terendam banjir dengan ketinggian air hingga leher orang dewasa. Kondisi ini tentu saja melumpuhkan seluruh aktifitas warga. Yang mendesak dilakukan adalah terdistribusinya logistik bagi para warga yang tidak bisa beraktifitas secara normal.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jawara Lomba Kesehatan, RSI Siti Hajar Galakkan Hidup Sehat

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo meraih juara 1 lomba short movie dan juara 2 lomba hand-hygiene dance, dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tahun 2017, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Pada peringatan HKN ke-53 itu, banyak lomba tentang kesehatan yang diadakan oleh Dinkes Sidoarjo, salah satunya hand hygene dancing dan short movie tentang gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), yang diikuti oleh 18 fasilitas pelayanan kesehatan se-kabupaten Sidoarjo. Alhasil, RSI Siti Hajar berhasil memborong juara 1 dan 2 pada perlombaan itu.

Jawara Lomba Kesehatan, RSI Siti Hajar Galakkan Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawara Lomba Kesehatan, RSI Siti Hajar Galakkan Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawara Lomba Kesehatan, RSI Siti Hajar Galakkan Hidup Sehat

Kepala marketing RSI Siti Hajar Sidoarjo Roypin Asmanto mengatakan, tema short movie yang diusung oleh tim RSI Siti Hajar adalah "time".  Pihaknya memilih tema itu karena dalam hidup, waktu itu terus berjalan. Jadi, waktu harus digunakan sebaik mungkin dan bermanfaat, sehingga tidak menyesal dikemudian hari.

"Film pendek yang kami buat berdurasi sekitar 6 menit 23 detik. Bagi yang masyarakat yang ingin melihat film tersebut, bisa buka di YouTube berjudul film pendek Germas 2017 RSI Siti Hajar Sidoarjo (Film Pendek Germas 2017 RSI Siti Hajar Sidoarjo)," kata Roypin, Kamis (30/11).

Selain meraih juara satu, lanjut Roypin, RSI Siti Hajar juga meraih juara 2 hand hygiene dancing. Pihaknya ingin meningkatkan gerakan cuci tangan di kalangan pasien, keluarga pasien, karyawan RSI Siti Hajar dan juga kalangan masyarakat umum tentang pentingnya cuci tangan, dengan langkah-langkah yang benar menurut WHO melalui kemasan yang lebih menarik yakni dengan tarian tangan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dengan diraihnya juara 1 dan 2 ini, kita berharap ikut andil dalam tindakan proaktif dan preventif dalam menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat. Adapun penyerahan hadiahnya diberikan pada puncak HKN di alun-alun Sidoarjo pada Rabu (15/11) lalu sekaligus penyerahan piala," katanya. 

Ia menjelaskan, selama ini RSI Siti Hajar terus melakukan penyuluhan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di usia dini atau anak-anak sekolah pada kegiatan pemeriksaan kesehatan di TK atau program sosial kesehatan sekolah (PSKS).

"Di sekolah-sekolah kami juga melakukan penyuluhan yang dilakukan oleh Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), salah satunya dengan penyuluhan makan sayur dan buah oleh tim dokter dan ahli gizi RSI Siti Hajar Sidoarjo," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syahrizal Syarif berpesan kepada anggota Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) agar memiliki ciri khas ke-NUan dalam pelayanan kesehatannya. Rumah sakit anggota Arsinu harus memerhatikan aspek profesionalitas, tetapi juga karakter ke-NUan.

Demikian disampaikan Syahrizal saat menutup Kongres Perdana Arsinu di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (17/9).

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amanah PBNU untuk Anggota Arsinu

Salah satu hal yang harus menjadi pegangan adalah di satu sisi Arsinu mengurusi rumah sakit yang mengelola pelayanan kesehatan masyarakat, dan sisi lain ada regulasi yang perlu dikerjasamakan terkait dengan otorisasi layanan kesehatan umum.

Dalam hal ini anggota Arsinu di setiap daerah perlu melakukan komunikasi dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi misalnya, maupun dengan kedinasan terkait yang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut Syahrizal mengingatkan tugas berat Arsinu dalam menghadapi penyakit-penyakit global yang menyebar di sejumlah negara. Penyakit itu menurutnya bisa masuk ke Indonesia melalui travel (angkutan perjalanan), trade (perdagangan), dan turisme (pariwisata).

Penularan penyakit melalui tiga jalur ini secara umum menyebabkan kerugian di bidang ekonomi. Wabah terbaru yang mengancam adalah Zika, di mana beberapa kasusnya terjadi di Brazil, Columbia, dan Pourtariko.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Bukan hanya dalam menghadapi wabah besar, dalam situasi normal pun kita menghadapi beberapa persoalan kesehatan, misalnya kematian dini. Kematian dini harus dicegah. Peran rumah sakit sangat besar, karena terkait pengelolaan kasus. Untuk mencegah tingginya angka kematian dini, harus dilakukan upaya sejak dini.”

Dalam penanganan wabah dan kasus-kasus tersebut, NU dapat menerapkan kerja sama dengan sekolah-sekolah maupun pesantren. Karena itu, ia berharap Arsinu segera menyusun kepengurusan, kemudian menyusun program kerja. Keaktifan dan keterlibatan anggota sangat penting. Tanpa itu, Arsinu tidak akan ada apa-apanya.

“Selamat kepada Arsinu. Bekerjalah dengan profesional, menjaga etik, disertai keikhlasan dan kebersamaan. Semoga ini akan menjadi upaya kita untuk memperbesar NU,” pungkas Syahrizal. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Makam, Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara Doa untuk Palestina yang diadakan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta ini adalah produk daripada santri. Penggagas dan pelaksananya adalah santri.

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

Demikian disampaikan Ulil Abshar Abdalla, Kamis (24/8) saat memberikan sambutan ketua panitia acara di hadapan hadirin yang memadati gedung Graha Bakti Budaya.

"Penggasnya adalah Gus Mus, santri senior," katanya.

Sedangkan, panitia penyelenggaranya adalah santri-santri dari Gusdurian, santri Rembang, dan santri-santri lainnya.

Malam ini, lanjut Ulil, adalah malam Palestina yang bertujuan untuk menggalang dan memobilisasi solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam acara ini, puisi-puisi dari penyair Palestina dibacakan. Seperti puisi berjudul Risalatun Ilallah karya Samiyah Al Qosim yang dibacakan oleh Fatin Hamamah.?

Sejumlah penyair dan tokoh nasional hadir dalam Malam Pembacaan Puisi-puisi Palestina tersebut. Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Prof Abdul Hadi WM, Acep Zamzam Noor, Butet Kertaredjasa, Prof Quraish Shihab, Prof Ahmad Syafi’i Ma’arif, Prof Mahfudh MD, Taufiq Ismail, Joko Pinurbo, Sutardji Calzoum Bachri, Slamet Rahardjo, Renny Djajoesman, Habib Anis Sholeh Baasyin, Inayah Wahid, dan tokoh-tokoh lainnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara, Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah