Sabtu, 16 Desember 2017

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 15 Desember 2017

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama?

Indragiri Hulu, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H. Yopi Arianto mengatakan organisasi Nahdlatul Ulama dan para ulama sangat berjasa pada negeri ini. Ia melontarkan hal itu pada pada pembukaan Liga Santri Nusantara Region V Riau-Kepri di Indragiri Hulu. ?

“Kalau kita ngaku sebagai orang Indonesia dan cinta NKRI, saya ingin tanya kepada hadirin sekalian, apakah ada yang lebih berjasa dibandingkan dengan Nahdlatul Ulama dan ulama?" tanyanya di tengah 10 ribuan massa yang memadati Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu.

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama?

Labih laniut Yopi menandaskan "Dari sejarah, kita belajar bahwa negeri ini merdeka dari darah dan airmata ulama, bukan pemberian gratis dari penjajah seperti negara sebelah," selorohnya yang disambut gelak tawa hadirin.?

Yopi melanjutkan, tidak akan ada peristiwa 10 November 1945 yang kemudian kita kenal sebagai Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun bila KH Hasyim Asyari tidak pernah mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. "Catat itu!" tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Yopi selanjutnya mengungkapkan keprihatinannya terhadap prestasi olahraga Indonesia di kancah regional dan internasional. "Kalau dahulu para ulama berjuang merebut kemerdekaan, tugas kita hari ini sebagai kaum santri adalah mengisinya. Salah satunya melalui prestasi olahraga. Bahwa olahraga adalah bagian dari marwah Bangsa yang harus diperjuangkan. Termasuk didalamnya sepakbola. LSN adalah jawaban dari pesantren untuk prestasi sepakbola di masa mendatang."

Seperti diketahui, perhelatan Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau dipusatkan di Kabupaten Indragiri Hulu mengingat beberapa faktor, diantaranya adalah dukungan stakeholder daerah dan kesiapan infrastruktur olahraga dan fasilitas pendukung lainnya. Di Riau, LSN diikuti oleh 16 pesantren/kesebelasan dan di Kepulauan Riau juga diikuti oleh 16 kesebelasan. Riau dan Kepri tergabung dalam region yang sama, yakni Region Sumatra V.? (Ali/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid mengatakan, dahulu umat Islam Indonesia tertinggal dalam masalah dunia, lalu didirikanlah Perguruan Tinggi Islam untuk dapat memadukan keilmuan umum dan keagamaan.

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Carilah Ilmu untuk Layani Masyarakat

Menurutnya, untuk menggapai kebahagiaan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat, seseorang juga harus belajar masalah keduniaan tapi dengan motivasi yang tak melulu duniawi.

“Semisal belajar ilmu kedokteran. Niatnya semata-mata karena untuk melayani masyarakat, karena bekerja untuk melayani masyarakat itu berbeda dengan bekerja untuk mencari uang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Sholah menyampaikan hal tersebut di hadapan mahasiswa dan masyarakat umum Bandung saat menghadiri acara Gema Aswaja Tabligh Akbar Nasional dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw, Sabtu (24/5) malam, di masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djari, Bandung, Jawa Barat.

“Makanya kita dituntut untuk meninjau niat kita dalam menuntut ilmu,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Sholah menegaskan, umat Islam di Indonesia menjadi acuan negara-negara Islam lain karena dapat memadukan ilmu agama dengan ilmu dunia. “Karena itulah kita mempunyai paham Aswaja yang menjadi Inspirasi umat Islam di luar Indonesia,” tutur Gus Sholah.

Belakangan ini, di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sendiri, kegiatan keagamaan khususnya yang berhaluan Aswaja semakin semarak. Tokoh-tokoh dan mubaligh nasional kerap diundang untuk menghadiri kegiatan di lingkungan kampus. Respon mahasiswa serta masyarakat sekitar juga positif. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, RMI NU, Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LKNU Bekali Pencegahan Stunting 150 Tokoh Agama Brebes

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdhlatul Ulama (LKNU) memberikan pembekalan kepada 150 tokoh agama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tentang pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan tubuh secara maksimal (cebol). Program hasil kerja sama dengan UNICEF ini digelar secara bergelombang.

Gelombang pertama  dilaksanakan  di Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog untuk 44 tokoh agama dari Kecamatan Tonjong, 3-5 Juni 2015; gelombang kedua di Pondok Pesantren Assalafiyah 2  (52 tokoh agama Wanasari dan Jatibarang), 8-10 Juni 2015; dan gelombang ketiga di Pondok Pesantren Assalafiyah 1 (44 dari Bulakamba dan Ketanggungan), 12-14 Juni 2015.

LKNU Bekali Pencegahan Stunting 150 Tokoh Agama Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Bekali Pencegahan Stunting 150 Tokoh Agama Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Bekali Pencegahan Stunting 150 Tokoh Agama Brebes

Materi yang diberikan selama 3 hari meliputi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Brebes tentang pencegahan stunting, gizi ibu hamil, pemenuhan hak anak, peran keluarga dalam tumbuih kembang anak dilihat dari sudut agama Islam, pentingnya penggerakan dan penyuluhan tokoh agama, praktek dakwah stunting, dan penyusunan rencana tindak lanjut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Angka prevalensi stunting di Kabupaten Brebes yang cukup tinggi, dimana menurut Data Riskesdas 2013 tercatat stunting di Brebes sebanyak 37 persen, ini mestinya menjadi persoalan serius yang harus di cegah bersama-sama, karena jika ke depan dibiarkan, maka generasi yang akan datang menjadi generasi yang lemah, dan ini menjadikan persoalan bagi daerah juga persoalan nasional, ujar Umi Wahyuni Koordinator Program Pencegahan Stunting LKNU, Rabu (9/6).

Umi juga menambahkan, tokoh agama yang dilatih tahun ini difokuskan pada 35 desa intervensi Program Keluarga Harapan (PKH) Prestasi, dengan perincian 5 kecamatan yakni Tonjong, Jatibarang, Wanasari, Bulakamba, dan Ketanggungan. untuk Desa intervensi antara lain: Pepedan, Purwodadi, Galuh Timur, Kalijurang, Tonjong, Linggapura, Watujaya, Kutayu, Kutamendala, Karangjongkeng, Negarayu, Kupu, Kertabesuki, Sawojajar, Klampok, Dukuhringin, Jagalempeni, Wanasari, Pebatan, Sigentong, Siasem, Jatibarang Kidul, Kertasinduyasa, Kendawa, Jubang, Cipelem, Petunjungan, Banjaratma, Tegalglagah, Luwungragi, Kluwut, Padakaton, Ketanggungan, Dukuhturi, dan Baros.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"LKNU akan memberikan dukungan kepada 35 desa terutama untuk kegiatan pelaksanaan selama 4 bulan ke depan, semua tokoh agama yang sudah dilatih diharapkan untuk melakukan penggerakan dan penyuluhan baik di keluarga penerima PKH, majlis taklim, pondok pesantren, jamiyahan, dan pertemuan lainnya, dengan harapan warga NU yang disosialisasikan nantinya bisa memahami dan mau berbuat terbaik untuk masa depan generasi yang akan datang," imbuhnya.

Di setiap pelatihan yang diselenggarakan, setiap peserta juga diberikan pembekalan dari fasilitator PP LKNU Sulthonul Huda tentang cara mengisi matrik penggerakan dan penyuluhan. Matrik ini untuk memudahkan peserta pada akhirnya saat melakukan pertanggungjawaban administrasi kepada LKNU.  Sisi yang lain juga ada praktek dakwah dari peserta dalam membawakan dakwah pencegahan stunting, dikasih waktu masing-masing 7 menit. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Ulama, Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gusdurian Lombok dan Lakpesdam NU Mataram Gelar Diskusi Lintas Etnis

Mataram, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Bersama jaringan lintas agama dan kelompok etnis, Gusdurian Lombok bersama Lakpesdam NU Mataram telah menggelar diskusi dalam rangka peringatan Hari Toleransi Internasional di Kedai Araq-Araq Doang, Rabu (16/11).

Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka peringatan Hari Toleransi yang diinisiasi oleh Seknas Jaringan Gusdurian seperti kampanye toleransi, aksi simpatik, baksos, diskusi, bedah buku, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Gusdurian Lombok dan Lakpesdam NU Mataram Gelar Diskusi Lintas Etnis (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Lombok dan Lakpesdam NU Mataram Gelar Diskusi Lintas Etnis (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Lombok dan Lakpesdam NU Mataram Gelar Diskusi Lintas Etnis

Gusdurian Lombok ambil bagian dalam even ini dengan menggelar diskusi lintas iman, kunjungan rumah ibadah serta kegiatan kemasyarakatan lainnya, kata Kordinator Gusdurian Lombok Fairus Zabadi di Mataram, Jumat (18/11).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita awali kegiatan peringatan Hari Toleransi dengan menggelar diskusi lintas iman dan etnis, sebagai sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang dialog yang semakin hari kian jarang dilakukan.

"Melalui diskusi inilah diharapkan akan terbuka ruang dialog yang akan melahirkan rasa saling memahami dan bertolernsi dengan perbedaan yang ada".

Dengan begitu lanjutnya, akan terbangun suasana kebatinan yang kuat untuk bergotongroyong saling membantu dan saling melindungi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Paox Ibeng tokoh budayawan Lombok yang didaulat sebagai narasumber pada diskusi tersebut mengatakan bahwa Indonesia ini hadir karena keberagaman. Untuk itu menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan merawat itu sebagai sebuah kekuatan.

Ia mengajak hadirin untuk harus optimis bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah modal dan kekuatan masyarakat untuk mempertahankan bangsa ini. Ia berharap, peserta yang hadir di sini tidak usah takut dengan kelompok-kelompok yang intoleran yang suka menebar kebencian kepada sesama.

"Kita punya Bhineka Tunggal Ika sebagai kekuatan untuk melawan mereka. Maka dari itu, kita harus optimis dengan keberagaman yang ada. Itu adalah kekuatan kita menjaga bangsa ini,” tegas pria berambut gimbal itu.

Pada diskusi ini, Ketua Lakpesdam NU Mataram Muhammad Jayadi memaparkan hasil pemantauan kasus-kasus konflik kebebasan beragama yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dalam kurun waktu 2015-2016.

Setidaknya ada 15-20 kasus konflik kebebasan beragama yang terjadi di NTB menurut catatan Lakpesdam NU Mataram.

Diskusi ditutup dengan acara doa bersama sebagai pernyataan solidaritas kepada Intan Olivia yang merupakan korban serangan bom di Gereja Oikumene, Samarinda. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, Tegal, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lakpesdam NU Indramayu Latih Pengelolaan BUMDES Desa Krimun

Indramayu, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Program Peduli Lakpesdam NU Indramayu melatih warga Desa Krimun Kecamatan Losarang, Jawa Barat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Balai Desa Krimun (22/3).? ? ?

Menurut Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Indramayu, Iing Rohimin, kegiatan tersebut dialakukan untuk mewujudkan inklusi sosial melalui implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Inklusi sosial bagi suku Dayak Losarang ini telah memasuki tahun kedua, sejak pertama kali digulirkan pada bulan September 2014 lalu.

Lakpesdam NU Indramayu Latih Pengelolaan BUMDES Desa Krimun (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Indramayu Latih Pengelolaan BUMDES Desa Krimun (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Indramayu Latih Pengelolaan BUMDES Desa Krimun

Pada fase kedua ini, kata dia, Program Peduli Lakpesdam NU Kabupaten Indramayu mendorong kelompok minoritas suku Dayak Losarang dengan cara lebih banyak membuka ruang penerimaan warga, salah satunya dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan di balai desa seperti pada kegiatan tersebut.

“Di Desa Krimun telah terbentuk BUMDES, namun masih belum bisa berjalan karena baru dibentuk tiga bulan yang lalu. Oleh karenanya melalui workshop ini, selain untuk membuka ruang penerimaan warga bagi Suku Daylos, juga untuk melatih para pengelola BUMDES dan warga tentang bagaimana menjalankan BUMDES, sehingga bisa menjadi badan usaha yang mampu mengembangkan potensi ekonomi warga dan mendorong percepatan kesejahteraan bagi warga,” jelas Iing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Workshop tersebut diikuti perwakilan suku Dayak Losarang, pengelola BUMDES, aparatur desa, perwakilan dari? Koramil, Polsek, Pemerintah Kecamatan Losarang, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan perwakilan? warga dari seluruh? dusun yang ada di Desa Krimun. Workshop menghadirkan dua orang narasumber dari? Badan Pembedayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Indramayu dan Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Indramayu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Narasumber dari BPMD Indramayu, Edy Santoso, dalam pemaparannya menjelaskan, BUMDES merupakan badan usaha yang dimiliki desa untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada sekaligus? untuk meningkatkan kesejahteraan warga. “Terus terang saya bangga dan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Lakpesdam NU Indramayu karena telah bergerak cepat menyambut implementasi UU Desa dengan mengadakan? pelatihan atau workshop pengelolaan BUMDES bagi warga Desa Krimun.”

Meskipun BUMDES di desa ini telah terbentuk, lanjut dia, tapi tentu masih belum memahami secara mendalam tentang bagaimana menjalankannya dan mencari berbagai peluang usaha untuk memajukan BUMDES. “Oleh karenanya workshop ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan penguasaan? teknis pengelolaan badan usaha milik desa ini,” jelas Edy Santoso panjang lebar.

Dikatakan, BUMDES bisa membuka berbagai bidang usaha sesuai dengan potensi yang ada di Desa Krimun, di antaranya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, menampung berbagi produk olahan industi rumahan yang ada serta membuka layanan jasa, seperti pembayaran rekening listrik dan PDAM.

“Demikian strategisnya keberadaan BUMDES, apalagi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan inklusi sosial bagi warga karena di sini ada kelompok Suku Dayak Losarang, yang tentunya sebagai warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama. Oleh karenanya dengan terlibat dalam BUMDES, maka antara Suku Daylos dan masyarakat tidak akan terjadi penyekatan lagi dan semakin bisa bergaul secara terbuka,” tutur Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa ini.

Narasumber dari Diskopindag Indramayu, Solihin dalam pemaparannya mengungkapkan berbagai cara untuk meningkatkan BUMDES. “Salah satu syarat mutlak untuk meningkatkan sebuah badan usaha adalah diawali dengan pemilihan pengurus yang memiliki kapasitas dan kapabilitas, selain itu unsur transparansi dalam pengelolaan keuangan juga menjadi unsur penting agar badan usaha yang ada bisa dipercaya oleh masyarakat, hal lain adalah pengelolaan administrasi, kemudian pemilihan berbagai jenis bidang usaha yang benar-benar bisa dikembangkan,” tegas Solihin.

Di akhir acara, Kuwu (Kepala Desa) Desa Krimun, Darnoto mengaku sangat berterima kasih kepada Lakpesdam NU Indramayu yang telah memfasilitasi dan memberikan pelatihan kepada warganya.

“Dengan adanya Workshop ini kami semua sekarang menjadi paham dan terbuka pemikirannya untuk menjalankan BUMDES yang sudah terbentuk. Selain itu kami juga sangat membuka diri kepada seluruh warga terutama anggota Suku Daylos untuk terlibat dalam BUMDES dan bersama-sama membangun serta memajukan badan usaha ini,” Pungkas Kuwu Darnoto. (Red: Abdullah Alawi)

? ? ?


Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta menyelenggarakan pelatihan tasawuf, Sabtu (12/3) tingkat dasar angkatan ke-2. Pelatihan yang dihelat di TQN Center Masjid al-Mubarak Rawamangun, Jakarta Timur ini diikuti 80 peserta dari berbagai pengamal tarekat di Jakarta.

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

JATMAN DKI Jakarta Wujudkan Revolusi Mental Lewat Pelatihan Tasawuf

Dalam sambutannya, sekretaris pelaksana pelatihan tasawuf, KH Ningram Abdullah menegaskan, kegiatan ini adalah upaya JATMAN mendukung revolusi mental melalui metode tasawuf. Pelatihan ini diikuti komunitas dari tarekat Khalwatiyyah, Idrisiyyah, Naqsybandiyyah, Syadziliyyah, Ghazaliyyah dan Qadiriyyah Naqsyabandiyyah Suryalaya.?

“JATMAN sebagai asosiasi pengamal tarekat dibawah NU berupaya mensinergikan komunitas pengamal tarekat agar lebih sistematik mendakwahkan tasawuf kepada umat,” ujar Kiai Ningrum Abdullah.

Narasumber pertama, KH Wahfiudin Sakam dalam stadium general menyampaikan materi ‘Mengenal Diri Menggapai Ilahi’. Menurut Mudir Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta ini, dalam kehidupan sekarang banyak orang yang menganggap diri ini adalah tubuh fisik semata (materialistik) sehingga menganggap hidup hanya diartikan sebatas kehadiran tubuh di muka bumi (sekuler). Prinsip hidup hanya untuk mendapatkan semua yang diinginkan, sekarang juga, disini juga.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pengertian tentang bahagia pun hanya sebatas segala hal yang memberikan kenikmatan bagi tubuh (hedonistik),” ucap Kiai Wahfiudin.

Dalam paparannya, wakil sekretaris Diklat dan Pengkaderan LDNU ini mengajak peserta untuk memahami konsep diri dalam Islam. "Nafs adalah diri ruhani dengan qalbu sebagai pusatnya. Langkah awal untuk belajar tasawuf adalah menyadari jika hakikat diri adalah diri ruhani. Sehingga kita bisa menggeser paradigma materialistik menuju spiritualistik, sekuler menuju holistik dan hedonistik menuju asketik," terangnya.

Setelah KH Wahfiudin Sakam, sesi selanjutnya dibawakan oleh Ust. Rizal Fauzi. Muballigh yang aktif di bidang dakwah tarekat Idrisiyyah ini menyampaikan materi tentang tasawuf dan thariqah. "Esensi ilmu tasawuf adalah bagaimana membersihkan qalbu. Maka adalah penting di awal kita memahami esensi diri kita," jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelumnya Muqadam Tijaniyyah, KH M Yunus A Hamid akan menyampaikan materi ‘Hakekat Martabat Kenabian dan Kewalian’. Ketua panitia pelatihan tasawuf tingkat dasar ini juga didaulat menutup acara. (Nugraha/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah