Rabu, 13 Desember 2017

Tebar Perdamaian dengan Shalawat

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seperti diketahui, di kawasan Puger, Jember Jawa Timur pernah terjadi gesekan di akar rumput. Sejumlah ikhtiar dilakukan agar kekerasan tidak meluas. Kini suasana telah kondusif karena masing-masing pihak saling menghargai.

Untuk semakin menebar perdamaian di tingkat masyarakat pesisir tersebut, PW Lakpesdam NU Jawa Timur bekerjasama dengan TAF serta  Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyelenggarakan Puger Bershalawat untuk Perdamaian, Sabtu (22/8) lalu.

Tebar Perdamaian dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebar Perdamaian dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebar Perdamaian dengan Shalawat

"Kita ingin terus membangun perdamaian khususnya di kawasan ini, karena rasa aman dan nyaman adalah hak yang paling asasi dalam diri dan sebagai warga negara," terang Iskandar Ritonga, Ketua PW Lakpesdam NU Jatim.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Iskandar Ritonga juga berharap semua pihak agar turut memberikan rasa aman bagi lingkungan sekitar. "Pihak keamanan juga hendaknya bisa berperan optimal agar kedamaian yang sudah kita rintis bersama, bisa terus dijaga dengan pemantauan yang maksimal," kata dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Sekitar seribu masyarakat setempat hadir di acara ini. Tampak di kursi undangan, KH Khoir Zad Maddah dan KH Hasyim Wafir dari PCNU Kencong. Juga berkenan memberikan mauidzhah, KH Ali Maschan Moesa dari Surabaya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Antusias masyarakat semakin tinggi untuk hadir karena ada penampilan grup shalawat Al-Muwashalah pimpinan Hilmi Ajmal Mubarrok dari Jember. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Pesantren, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel

Amsterdam, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Belanda merespon konflik Palestina dan Israel yang makin memanas saat ini. Bekerja sama dengan PPI Amsterdam dan ILUNI UI, KMNU Belanda menggelar diskusi publik bertajuk Palestina Merana, Indonesia Harus Bagaimana? di Kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Senin (31/7).

Hadir sebagai narasumber aktivis Lakpesdam NU Belanda Hadi Rahmat Purnama (Kandidat Ph.d bidang Transnational Legal Studies, Faculty of Law, Vrije Universiteit Amsterdam) dan Ketua KMNU Belanda Dito Alif Pratama (Kandidat Master bidang Peace, Trauma and Religion, Vrije Universiteit Amsterdam). Forum ini dimoderatori oleh Abdullah Muslich Rizal Maulana (Kandidat Master bidang interreligious studt, Vrije Universiteit Amsterdam).

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Belanda Sorot Posisi Indonesia di Tengah Konflik Palestina-Israel

Hadi Purnama yang juga Ketua ILUNI UI menjelaskan pentingnya melihat konflik ini dari dua sudut pandang hukum internasional, pertama peremptorynorms artinya bahwa wilayah mandat mempunyai hak untuk “menentukan nasib sendiri” (self-determination) atau merdeka. Kedua, pelarangan penguasaan wilayah yang dianeksasi melalui perang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menegaskan bahwa berdasarkan “Partition Plan” Majelis Umum PBB tahun 1947, 43% wilayah mandat Palestina adalah klaim sah dari populasi Arab, maka dari itu tambahan 25% klaim wilayah dari Israel atas wilayah Palestina setelah perang kemerdekaan Israel tahun 1948 adalah tidak sah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini diperkuat oleh Resolusi 242 dan 338 dari Dewan Keamanan PBB yang mengharuskan Israel untuk mundur sampai garis Armistice 1949 bukan garis yang sesuai dengan “Paritition Plan” 1947. Di sisi lain dalam Perjanjian Oslo 1988 dan 1993, PLO? mengakui batas wilayah Israel yang diperluas.

Oleh karenanya, pemukiman Israel yang saat ini berada di wilayah Palestina dan Jerusalem Timur merupakan pelanggaran atas kesepakatan antara Israel dan PLO. Hal ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Internasional (MI) pada tahun 2004 tentang “Legal consequences of the construction of a wall in the ocuppied Palestian territory.

Ia menegaskan bahwa tindakan Israel dan negara-negara pendukungnya yang menolak resolusi Majelis Umum PBB merupakan pelanggaran hukum internasional yang serius.

Hadi menegaskan, pemerintah Indonesia harus konsisten untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak boleh goyah sedikitpun.

“Yang penting dan harus kita lakukan saat ini adalah konsisten dengan langkah politik yang kita pilih. Kalau saat ini kita mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak hubungan diplomatik dengan Israel, langkah ini yang harus terus kita pertahankan, sampai nantinya suasana berubah, yaitu saat konflik Israel-Palestina mereda, Palestina merdeka secara utuh, baru kita pikirkan langkah membangun hubungan diplomasi dengan Israel,” kata Hadi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU, Ubudiyah, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa

Surabaya,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selama dua hari (16-17/5), PW Fatayat NU Jawa Timur melangsungkan kegiatan dalam rangkaian harlah yang ke-65 tahun. Kegiatan dipusatkan di jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya yang juga kantor PWNU Jatim.

Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jatim Ajak Perbaiki Adab Bangsa

"Untuk hari ini kegiatan diisi dengan lomba fashion show dengan tema batik, handycraft, artikel, presenter, senam dan bazar," kata Hikmah Fafagih, Sabtu (16/5). Ketua Fatayat NU Jawa Timur ini mengemukakan bahwa untuk seluruh lomba diselenggarakan di kantor PWNU Jatim. Sedangkan khusus untuk bazar produk unggulan ditempatkan di parkir utara kantor tersebut.

Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan bahwa tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". Terkait tema tersebut ia menandaskan bahwa Fatayat yang merupakan kumpulan aktivis perempuan muda NU, sadar dengan kelemahan dan kekurangan yang dimiliki. "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata," katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pun demikian, kita harus sadar bahwa ada sesuatu yang salah dari bangsa ini yang harus dibangun bersam-sama menuju keberadaban. "Karena itu bersama Fatayat NU, mari kita bangun ulang keadaban kita tentunya dengan Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," terangnya.

Sejumlah lomba dan kegiatan yang diselenggarakan sebagai wahana bagi kesinambungan kader baru Fatayat NU mendatang. "Kita ingin memunculkan kader penulis, desainer, juga mereka yang sehat," ungkapnya. Demikian juga dengan adanya bazar produk unggulan yang diikuti utusan dari kepengurusan di kabupaten kota se-Jawa Timur, lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan ini diikuti 37 kepengurusan PC Fatayat NU se-Jatim. "Ada beberapa utusan yang berhalangan datang karena berbarengan dengan kegiatan lain," terangnya.

Prinsipnya, usai kegiatan ini akan ada tindaklanjut terkait lomba yang telah diselenggarakan. "Kita telah mengadakan kerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia atau APPMI agar sejumlah hasil desain perancang muda tersebut bisa dikomunikasikan," kata dosen Universitas Islam Malang ini.

 

Sedangkan khusus untuk bazar produk unggulan, hal ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga. "Beberapa kali pelatihan keterampilan telah diselenggarakan di sejumlah tempat yang bekerjasama dengan dinas terkait maupun tambahan permodalan hingga terbentuknya koperasi," ungkapnya. Sejumlah pameran produk unggulan yang ditampilkan saat bazar maupun lomba handycraft adalah upaya pemberdayaan ekonomi dan keterampilan tersebut, lanjutnya.

 

Hari Ahad (17/5) besok, kegiatan terkonsentrasi dalam resepsi harlah. "Insyaallah Menpora, Imamk Nahrawi hadir, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ketua DPRD H A Halim Iskandar dan ketua partai politik dan ormas maupun mitra jejaring fatayat juga akan datang," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif

Pacitan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pacitan, Selain di kota-kota besar, gerakan melawan fenomena berita hoax terus dikampanyekan hingga ke berbagai daerah. Seperti yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Pacitan Jawa Timur yang menginisiasi kegiatan deklarasi Anti-Hoax. Ahad (29/1) di Aula kampus setempat.

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelatihan jurnalistik bertema "Revitalisasi Gerakan Jurnalistik Muda Pacitan ” yang diikuti para pelajar, santri, mahasiswa, dan netizen NU Pacitan. 

Deklarasi ditandai dengan pembacaan teks deklarasi yang berisi ajakan untuk menebarkan dakwah di media sosial yang inspiratif dan berakhlaqul karimah Ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Netizen NU Pacitan kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai komitmen bersama melawan informasi palsu yang meresahkan berbagai kalangan.

Presiden BEM STAINU, Rojihan mengatakan fenomena berita Hoax harus dilawan dengan tulisan-tulisan yang inspiratif. Untuk menuju kesana, maka perlu dilakukan pelatihan penulisan sebagai salah satu usaha untuk membekali generasi muda Pacitan dengan pengetahuan dan skill di bidang jurnalistik. Kemampuan menulis, menurutnya, semakin menjadi kebutuhan penting bagi generasi saat ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kita menyadari budaya menulis di kalangan generasi muda Pacitan masih rendah. Oleh karena itu, kami berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi ujung tombak dalam dunia tulis menulis, hingga bisa membentengi diri dari berita hoax" katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Sekretaris Umum Jaringan Alumni STAINU (JasNU), Amrudin. Menurutnya, di tengah maraknya informasi Hoax yang menyudutkan banyak kalangan, salah satunya NU, maka perlu  sekali dilakukan upaya-upaya untuk membendung fenomena itu. Sebab bila ini dibiarkan, maka akan terjadi benturan yang berujung pada perpecahan.

"Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk solusi untuk menanggulangi era globalisasi yang semakin gencar, dengan adanya berita hoax yang terkesan menyudutkan, memfitnah dan bahkan berujung pada permusuhan antar umat beragama," katanya saat membuka pelatihan Jurnalistik.

Pada kesempatan itu, Kontributor PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah wilayah Pacitan Zaenal Faizin, yang hadir menyampaikan materi jurnalistik memaparkan bagaimana langkah dan kiat-kiat khusus untuk memulai menulis. Menurutnya, pekerjaan menulis adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Tinggal bagaimana menerapkan budaya literasi (baca-tulis) di kalangan generasi muda.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Oleh karena itu, harus ada sebuah gerakan besar. Meminjam istilah dari para aktivis, harus ada gerakan yang terstruktur dan masif. Apa itu? Ya harus dibiasakan untuk membaca, berdiskusi dan menulis," jelasnya.

Dia menyebut, beberapa ruang lingkup dalam menulis, diantaranya adalah apa yang akan ditulis, adalah apa yang dipikirkan. "Semakin luas pemikiran seseorang, maka semakin variatif tulisannya," katanya.

Agar dapat mudah untuk menulis, lanjutnya, harus dibiasakan dengan seringnya membaca. "Semakin banyak yang dibaca, maka akan semakin mudah untuk kita menulis," tandasnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Majalah Aula Syaifullah Ahmad Nawawi, dihadapan 50 peserta memberikan beberapa materi, diantaranya pengenalan pers, teknik penulisan berita dan opini di Media dan pengelolaan media. (Zafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengembalikan semangat berbagi. Melalui gerakan "Bangkit Sedekah", LAZISNU mengajak masyarakat secara luas untuk mendermakan sebagian hartanya bagi kemaslahatan umat.

"LAZISNU ingin gerakan ini mampu mengembalikan semangat kemandirian NU. Dari dulu, tradisi sedekah di lingkungan NU luar biasa. Nah, ini akan kita bangkitkan lagi," ujar Nur Rohman Suwardi, Manajer Fundrising Pengurus Pusat LAZISNU, Rabu (2/7).

Sebagai realisasi dari gerakan ini, LAZISNU telah membuka stand di sejumlah tempat strategis, termasuk mall, guna menyosialisasikan program unggulan, laporan penyaluran, dan ajakan untuk zakat, infaq, dan sedekah, melalui LAZISNU.

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU

Donasi yang diamanahkan kepada LAZISNU selama ini disalurkan kepada mereka yang berhak. Beberapa program, seperti Nu Preneur, Nu Smart, Nu Skill, dan Nu Care, menjadi sarana dalam penyaluran dana yang masuk ke Rekening LAZISNU.

Rohman menjelaskan, Nu Preneur merupakan langkah LAZISNU dalam memupuk kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, baik dengan cara memberi bantuan modal usaha ataupun bantuan fasilitas usaha. "Sasarannya adalah pengusaha kecil dan kelompok-kelompok usaha," paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Adapun Nu Skill fokus pada pembekalan keterampilan tertentu, sedangkan Nu Smart memberi beasiswa pendidikan, seperti kepada guru-guru madrasah dan lainnya. Kata Rohman, jumlahnya mungkin tidak terlalu signifikan tapi ia berharap langkah tersebut akan membawa dampak yang besar.

"Kalau NU Care memang menjadi program rutin LAZISNU. Misalnya, jika ada orang datang dengan kebutuhan mendesak, ya kita bantu," tambahnya. 

Nu Care membantu orang-orang miskin, mereka yang dalam perjalanan (ibnu sabil), dan kelompok yang membutuhkan lainnya. Menurut Rohman, LAZISNU selalu berupaya meningkatkan mutu pengelolaannya dari berbagai segi. "Secara manajerial LAZISNU selama empat tahun terakhir tampil lebih bergairah daripada tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Untuk itu, agar bisa saling berbagi, PBNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui LAZISNU ke nomor rekening BCA (6340.161.481) atau Mandiri (123.000.483.89.77), atau datang langsung ke kantor PP LAZISNU di Gedung PBNU, Lantai 2, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Forum Silaturrahim Ulama dan Ormas Islam se-DIY pada Kamis, 30 Agustus 2012, di Hotel Ruba Graha Yogyakarta.?

Kegiatan yang dihadiri kalangan pesantren dan pengurus ormas di DIY ini mengusung tema Revitalisasi Peran Ormas dan Pondok Pesantren dalam Transformasi Politik Kebangsaan dan Penguatan Masyarakat Madani (civil society) dalam Bingkai NKRI.

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan

Dalam sambutannya sebagai Rais Syuriyah PWNU DIY, KH Asyhari Abta mengatakan bahwa sesama mukmin di dalam tolong menolong dan saling menyayangi, itu bagaikan satu badan. Jika salah satu anggota sakit, maka seluruh tubuh akan bela sungkawa.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ketika kita merasakan sakit gigi, maka semua anggota badan ikut bela sungkawa,” tegasnya.

KH Asyhari Abta juga menjelaskan bahwa di zaman rasul terbukti persaudaraan kuat. Ini terbukti di zaman nabi ketika terjadi kehausan, rasul membawa air. Semua dikasih, tetapi saling mendahulukan kawannya sampai mereka mati.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ada anekdot, di malam hari raya ada sahabat yang tidak punya apa-apa. Lalu di pinjam gandum ke kawannya. Kawannya meminjami gandung sekantong kecil. Baru minjam, lalu dipinjam lagi. Dan dipinjam lagi. Sampai yang terakhir adalah pemilik kantong tersebut,” lanjutnya. ?

Namun, KH Asyhari Abta menyayangkan ? sekarang ini ukhuwah yang terjadi di kalangan umat Islam semakin lemah. Banyak da’i muda yang suka menyalah-nyalahkan dan merasa benar sendiri, sehingga yang sering dimunculkan adalah perbedaan. Kita harus makin dewasa untuk memajukan umat dengan menghindari sikap saling menyalahkan.

“Terkait pentingnya ukhwah dalam Islam, Rasulallah saw. menggambarkan “Jadilah seperti dua tangan, jangan seperti dua telinga. Dua tangan tidak saling iri, bahkan saling membantu. Sedang dua telinga saling iri, tidak pernah bertemu,” tegas Kiai Asyhari.

?

Persaudaraan kokoh, negeri makmur

KH Asyhari Abta juga menjelaskan bahwa jika persaudaraan, baik ukhuwah islamiyah, wathaniah, dan basyariah itu kokoh, maka negara ini akan makmur. “Sayangnya kita masih mempersoalkan perbedaan, misalnya penggunaan doa qunut, dan doa iftitah,” tegasnya.

Agar persaudaraan semakin kokoh, Kiai Asyhari menggambarkan agar umat Islam jangan sampai seperti buih. Gambaran ini sudah ditegaskan Rasulullah, bahwa: “Besok kamu akan dikepung oleh musuh seakan nasi satu piring yang diserbu banyak serigala. Sahabat bertanya apakah besok kita minoritas? Rasulullah menjawab, Tidak! Bahkan mayoritas. Tetapi Islam seperti buih di lautan, karena sangat mencintai dunia, tapi takut akan mati.”

Kiai Asyhari mengingatkan agar jangaumat Islam jangan sampai terjebak hanya mencari dunia. Oleh karena itu, lanjut beliau, umat Islam jangan mencari perbedaan, tetapi persamaan. Sebab perbedaan pasti ada. Tetapi jika mencari persamaan yang positif, pasti ada ukhuwah.

Revitalisasi peran ormas

Sementara itu, KH Hasan Abdullah dalam sambutannya sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan ini didorong atas kesadaran manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, baik di bawah payung organisasi maupun payung kultural. Beliau menegaskan bahwa watak manusia suka berkumpul dalam berkelompok, baik kecil maupun besar. Hal itu terbukti dengan banyaknya ormas Islam di Indonesia, seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.

KH Hasan juga menjelaskan bahwa tidak sedikit umat yang tidak masuk ke organisasi masyarakat Islam, entah karena tidak tahu atau enggan, sehingga perlu dilakukan revitalisasi ormas Islam, agar dapat menaungi semua elemen masyarakat.

“Saatnya ormas-ormas Islam dan pesantren untuk tidak hanya menaungi warga masing-masing, tetapi juga menaungi semua warga negara. Karena posisi negara itu sesuai dengan kaidah ushul fiqh yang berbunyi, ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib. Dengan begitu, ormas Islam dan pesantren juga harus membimbing masyarakat agar beragama dengan baik, berbangsa dan bernegara dengan baik,” tegasnya.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Anas/Suhendra?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, News, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah