Rabu, 13 Desember 2017

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud menyatakan keprihatinannya atas karut-marutnya pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan meminta semua pihak yang terkait bertanggung jawab atas permasalahan ini.?

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Semua Bertanggung Jawab Soal Keterlambatan UN

“Sebaiknya tidak mencari kambing hitam dengan hanya menyalahkan satu pihak, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan ini tanpa politisasi,” katanya.

Marsudi, setuju dengan pendapat Taufik Kiemas bahwa Mendikbud M Nuh tidak perlu mundur dari jabatannya, karena kendala yang dialami merupakan kendala teknis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Untuk itu, perlu didalami persoalannya dan diinvestigasi secara menyeluruh sehingga diperoleh hasil yang komprehensif,” tuturnya.?

Ia juga menyoroti kenapa anggaran untuk pencetakan naskah Ujian Nasional baru disetujui pada 22 Februari 2013, yang merupakan waktu yang sudah sangat mepet, sementara proses tender percetakan juga baru boleh dilakukan setelah anggaran keluar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Hal-hal seperti ini harus ditelusuri sampai ke DPR yang memberikan persetujuan anggarannya,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif

Pacitan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pacitan, Selain di kota-kota besar, gerakan melawan fenomena berita hoax terus dikampanyekan hingga ke berbagai daerah. Seperti yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAINU) Pacitan Jawa Timur yang menginisiasi kegiatan deklarasi Anti-Hoax. Ahad (29/1) di Aula kampus setempat.

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Hoax, Netizen NU Pacitan Didorong Giat Menulis Inspiratif

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelatihan jurnalistik bertema "Revitalisasi Gerakan Jurnalistik Muda Pacitan ” yang diikuti para pelajar, santri, mahasiswa, dan netizen NU Pacitan. 

Deklarasi ditandai dengan pembacaan teks deklarasi yang berisi ajakan untuk menebarkan dakwah di media sosial yang inspiratif dan berakhlaqul karimah Ala Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Netizen NU Pacitan kemudian membubuhkan tanda tangan sebagai komitmen bersama melawan informasi palsu yang meresahkan berbagai kalangan.

Presiden BEM STAINU, Rojihan mengatakan fenomena berita Hoax harus dilawan dengan tulisan-tulisan yang inspiratif. Untuk menuju kesana, maka perlu dilakukan pelatihan penulisan sebagai salah satu usaha untuk membekali generasi muda Pacitan dengan pengetahuan dan skill di bidang jurnalistik. Kemampuan menulis, menurutnya, semakin menjadi kebutuhan penting bagi generasi saat ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kita menyadari budaya menulis di kalangan generasi muda Pacitan masih rendah. Oleh karena itu, kami berharap peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi ujung tombak dalam dunia tulis menulis, hingga bisa membentengi diri dari berita hoax" katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Sekretaris Umum Jaringan Alumni STAINU (JasNU), Amrudin. Menurutnya, di tengah maraknya informasi Hoax yang menyudutkan banyak kalangan, salah satunya NU, maka perlu  sekali dilakukan upaya-upaya untuk membendung fenomena itu. Sebab bila ini dibiarkan, maka akan terjadi benturan yang berujung pada perpecahan.

"Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk solusi untuk menanggulangi era globalisasi yang semakin gencar, dengan adanya berita hoax yang terkesan menyudutkan, memfitnah dan bahkan berujung pada permusuhan antar umat beragama," katanya saat membuka pelatihan Jurnalistik.

Pada kesempatan itu, Kontributor PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah wilayah Pacitan Zaenal Faizin, yang hadir menyampaikan materi jurnalistik memaparkan bagaimana langkah dan kiat-kiat khusus untuk memulai menulis. Menurutnya, pekerjaan menulis adalah sesuatu yang mudah dilakukan. Tinggal bagaimana menerapkan budaya literasi (baca-tulis) di kalangan generasi muda.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Oleh karena itu, harus ada sebuah gerakan besar. Meminjam istilah dari para aktivis, harus ada gerakan yang terstruktur dan masif. Apa itu? Ya harus dibiasakan untuk membaca, berdiskusi dan menulis," jelasnya.

Dia menyebut, beberapa ruang lingkup dalam menulis, diantaranya adalah apa yang akan ditulis, adalah apa yang dipikirkan. "Semakin luas pemikiran seseorang, maka semakin variatif tulisannya," katanya.

Agar dapat mudah untuk menulis, lanjutnya, harus dibiasakan dengan seringnya membaca. "Semakin banyak yang dibaca, maka akan semakin mudah untuk kita menulis," tandasnya.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Majalah Aula Syaifullah Ahmad Nawawi, dihadapan 50 peserta memberikan beberapa materi, diantaranya pengenalan pers, teknik penulisan berita dan opini di Media dan pengelolaan media. (Zafa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengembalikan semangat berbagi. Melalui gerakan "Bangkit Sedekah", LAZISNU mengajak masyarakat secara luas untuk mendermakan sebagian hartanya bagi kemaslahatan umat.

"LAZISNU ingin gerakan ini mampu mengembalikan semangat kemandirian NU. Dari dulu, tradisi sedekah di lingkungan NU luar biasa. Nah, ini akan kita bangkitkan lagi," ujar Nur Rohman Suwardi, Manajer Fundrising Pengurus Pusat LAZISNU, Rabu (2/7).

Sebagai realisasi dari gerakan ini, LAZISNU telah membuka stand di sejumlah tempat strategis, termasuk mall, guna menyosialisasikan program unggulan, laporan penyaluran, dan ajakan untuk zakat, infaq, dan sedekah, melalui LAZISNU.

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari, Bangkit Sedekah Bersama LAZISNU

Donasi yang diamanahkan kepada LAZISNU selama ini disalurkan kepada mereka yang berhak. Beberapa program, seperti Nu Preneur, Nu Smart, Nu Skill, dan Nu Care, menjadi sarana dalam penyaluran dana yang masuk ke Rekening LAZISNU.

Rohman menjelaskan, Nu Preneur merupakan langkah LAZISNU dalam memupuk kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, baik dengan cara memberi bantuan modal usaha ataupun bantuan fasilitas usaha. "Sasarannya adalah pengusaha kecil dan kelompok-kelompok usaha," paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Adapun Nu Skill fokus pada pembekalan keterampilan tertentu, sedangkan Nu Smart memberi beasiswa pendidikan, seperti kepada guru-guru madrasah dan lainnya. Kata Rohman, jumlahnya mungkin tidak terlalu signifikan tapi ia berharap langkah tersebut akan membawa dampak yang besar.

"Kalau NU Care memang menjadi program rutin LAZISNU. Misalnya, jika ada orang datang dengan kebutuhan mendesak, ya kita bantu," tambahnya. 

Nu Care membantu orang-orang miskin, mereka yang dalam perjalanan (ibnu sabil), dan kelompok yang membutuhkan lainnya. Menurut Rohman, LAZISNU selalu berupaya meningkatkan mutu pengelolaannya dari berbagai segi. "Secara manajerial LAZISNU selama empat tahun terakhir tampil lebih bergairah daripada tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Untuk itu, agar bisa saling berbagi, PBNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah melalui LAZISNU ke nomor rekening BCA (6340.161.481) atau Mandiri (123.000.483.89.77), atau datang langsung ke kantor PP LAZISNU di Gedung PBNU, Lantai 2, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar Forum Silaturrahim Ulama dan Ormas Islam se-DIY pada Kamis, 30 Agustus 2012, di Hotel Ruba Graha Yogyakarta.?

Kegiatan yang dihadiri kalangan pesantren dan pengurus ormas di DIY ini mengusung tema Revitalisasi Peran Ormas dan Pondok Pesantren dalam Transformasi Politik Kebangsaan dan Penguatan Masyarakat Madani (civil society) dalam Bingkai NKRI.

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sesama Mukmin Ibarat Satu Badan

Dalam sambutannya sebagai Rais Syuriyah PWNU DIY, KH Asyhari Abta mengatakan bahwa sesama mukmin di dalam tolong menolong dan saling menyayangi, itu bagaikan satu badan. Jika salah satu anggota sakit, maka seluruh tubuh akan bela sungkawa.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ketika kita merasakan sakit gigi, maka semua anggota badan ikut bela sungkawa,” tegasnya.

KH Asyhari Abta juga menjelaskan bahwa di zaman rasul terbukti persaudaraan kuat. Ini terbukti di zaman nabi ketika terjadi kehausan, rasul membawa air. Semua dikasih, tetapi saling mendahulukan kawannya sampai mereka mati.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ada anekdot, di malam hari raya ada sahabat yang tidak punya apa-apa. Lalu di pinjam gandum ke kawannya. Kawannya meminjami gandung sekantong kecil. Baru minjam, lalu dipinjam lagi. Dan dipinjam lagi. Sampai yang terakhir adalah pemilik kantong tersebut,” lanjutnya. ?

Namun, KH Asyhari Abta menyayangkan ? sekarang ini ukhuwah yang terjadi di kalangan umat Islam semakin lemah. Banyak da’i muda yang suka menyalah-nyalahkan dan merasa benar sendiri, sehingga yang sering dimunculkan adalah perbedaan. Kita harus makin dewasa untuk memajukan umat dengan menghindari sikap saling menyalahkan.

“Terkait pentingnya ukhwah dalam Islam, Rasulallah saw. menggambarkan “Jadilah seperti dua tangan, jangan seperti dua telinga. Dua tangan tidak saling iri, bahkan saling membantu. Sedang dua telinga saling iri, tidak pernah bertemu,” tegas Kiai Asyhari.

?

Persaudaraan kokoh, negeri makmur

KH Asyhari Abta juga menjelaskan bahwa jika persaudaraan, baik ukhuwah islamiyah, wathaniah, dan basyariah itu kokoh, maka negara ini akan makmur. “Sayangnya kita masih mempersoalkan perbedaan, misalnya penggunaan doa qunut, dan doa iftitah,” tegasnya.

Agar persaudaraan semakin kokoh, Kiai Asyhari menggambarkan agar umat Islam jangan sampai seperti buih. Gambaran ini sudah ditegaskan Rasulullah, bahwa: “Besok kamu akan dikepung oleh musuh seakan nasi satu piring yang diserbu banyak serigala. Sahabat bertanya apakah besok kita minoritas? Rasulullah menjawab, Tidak! Bahkan mayoritas. Tetapi Islam seperti buih di lautan, karena sangat mencintai dunia, tapi takut akan mati.”

Kiai Asyhari mengingatkan agar jangaumat Islam jangan sampai terjebak hanya mencari dunia. Oleh karena itu, lanjut beliau, umat Islam jangan mencari perbedaan, tetapi persamaan. Sebab perbedaan pasti ada. Tetapi jika mencari persamaan yang positif, pasti ada ukhuwah.

Revitalisasi peran ormas

Sementara itu, KH Hasan Abdullah dalam sambutannya sebagai ketua panitia menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan ini didorong atas kesadaran manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, baik di bawah payung organisasi maupun payung kultural. Beliau menegaskan bahwa watak manusia suka berkumpul dalam berkelompok, baik kecil maupun besar. Hal itu terbukti dengan banyaknya ormas Islam di Indonesia, seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah.

KH Hasan juga menjelaskan bahwa tidak sedikit umat yang tidak masuk ke organisasi masyarakat Islam, entah karena tidak tahu atau enggan, sehingga perlu dilakukan revitalisasi ormas Islam, agar dapat menaungi semua elemen masyarakat.

“Saatnya ormas-ormas Islam dan pesantren untuk tidak hanya menaungi warga masing-masing, tetapi juga menaungi semua warga negara. Karena posisi negara itu sesuai dengan kaidah ushul fiqh yang berbunyi, ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib. Dengan begitu, ormas Islam dan pesantren juga harus membimbing masyarakat agar beragama dengan baik, berbangsa dan bernegara dengan baik,” tegasnya.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Anas/Suhendra?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama, News, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muslimat NU Rembang Ajak Perangi Tiga Hal Ini

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Rembang, Hj Munisah Ridwan mengajak kepada segenap anggotanya untuk memerangi tiga hal yang menjadi permasalahan di masyarakat. Ketiga hal itu diantaranya, kebodohan, kemiskinan, dan narkoba yang mempunyai potensi dapat menyerang siapa saja.





Muslimat NU Rembang Ajak Perangi Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Rembang Ajak Perangi Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Rembang Ajak Perangi Tiga Hal Ini

Menurut Munisah, kebodohan, kemiskinan, dan penyalahgunaan narkoba merupakan pokok permasalahan krusial yang perlu diwaspasai karena dapat merusak dan melemahkan generasi bangsa dan negara. Sebagai persiapan menangkal terjadinya penyesalan, ia mengingatkan untuk terus waspada.

"Mari kita senantiasa tidak letih untuk membentengi diri dari prilaku dan perbuatan yang kiranya akan berlaku negatif dilain hari. Oleh karena itu sikap waspada sangat diperlu dilakukan," kata? Munisah saat memperingati Harlah ke-70 Muslimat NU di halaman Masjid Agung Rembang, Ahad (24/4).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain peringatan Harlah Muslimat, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan hari Kartini ke-137 yang dihadiri ribuan pengurus dan anggota Muslimat NU dari 9 Anak Cabang. Selain itu pada acara ini juga dilakukan deklarasi Laskar Anti Narkoba sebagai upaya untuk menangkal penyebaran narkoba di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Ahmad Asmui/Zunus)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 12 Desember 2017

Nurani Kemanusiaan yang Universal

“Kemanusiaan itu satu, seperti juga lapar. Tidak ada lapar secara Islam. Tidak ada lapar secara Kristen.” (Muslim Abdurrahman)

Perang dan damai merupakan rangkaian siklus tak terputus. Rotasi kesinambungan ini sangat mengkawatirkan populasi manusia di seluruh dunia. Di satu sisi, keberadaannya bisa dianggap wajar dalam setiap proses interaksi manusia. Namun, berpasrah dengan bencana kemanusiaan ini bukanlah sikap yang harus dikedepankan. Upaya yang serius untuk memutus siklus itu sangat urgen segera dilakukan dengan beragam strategi jitu. Tanggung jawab sebagai aktor perdamaian bukan hanya diemban oleh orang atau komunitas tertentu saja, tapi juga oleh semua manusia yang memiliki nurani kemanusiaan.

Holsti, mengutip hasil penelitian Zeev Maoz, menyebutkan bahwa sejak tahun 1815 (bertepatan dengan Kongres Viena) hingga tahun 1976, telah terjadi 827 macam konflik. Data sebelumnya, berdasarkan data Quincy Wright yang mengidentifikasi perang di negara-negara Barat sejak 1480 hingga 1940, menemukan adanya 278 konflik (Artikel Muhammad Amin Summa, hlm.70). Sampai abad ke-21, gelombang konflik masih terus berlangsung. Diantara dalam lingkup antar suku, intra negara, antar agama, hingga antar negara ? dan kepentingan. Dan tidak ada yang bisa menjamin, konflik dan peperangan itu akan berhenti atau semakin menjadi-jadi di masa yang akan datang.

Nurani Kemanusiaan yang Universal (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurani Kemanusiaan yang Universal (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurani Kemanusiaan yang Universal

Menyadari dampak negatif yang luar biasa dari beragam kasus tersebut, maka buku ini hadir sebagai salah satu “alarm” untuk penyadaran segenap elemen. Bagaimana seharusnya pensikapan terhadap dialektika, bagaimana menumbuhkan rangsangan pensikapan secara tepat, landasan orientasi, dan hal lain yang melingkupi konflik, perdamaian, dan filantropi akan dibahas dalam buku ini.Utamanya adalah kalangan muslim Asia Tenggara, yang memiliki kekhasan, menjadi keunikan dan sekaligus kelebihan. Dibanding dengan negara-negara Arab tempat awal mula berkembangnya Agama, keberadaan perang seolah sudah menjadi karakter atau hobi mereka. Sementara bagi kalangan rumpun Melayu secara umun, watak “kemayu” terasa lebih kentara.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari segi respon terhadap keberadaan bencana kemanusiaan, baik yang berupa bencana alam secara langsung atau pun bencana yang disebabkan oleh tangan manusia layaknya perang, masyarakat Asia Tenggara juga memiliki keunikan. Bencana tsunami Aceh, gempa bumi Yogyakarta, konflik di Maluku, Perang di Timor Leste, ketegangan antar kelompok Muslim dan Budha di Myanmar, peperangan di Mindanau dan Thailand selatan merupakan di antara peristiwa yang telah menelan korban manusia yang tidak sedikit. Jatuhnya korban sipil yang tidak bersalah, telah menstimulasi lahirnya berbagai lembaga kemanusiaan dan filantropi di kawasan ASEAN, utamanya Indonesia. Mereka lahir dari kumpulan berlatar agama atau latar ideologi organisasi atau bahkan kesamaan visi misi sebagai aksi kemanusiaan.

Tulisan Hajriyanto Y Thohari di bagian awal buku ini mengemukakan pentingnya merawat benih-benih kemanusiaan dan filantropi yang mulai tumbuh subur di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menguatkan ikatan dan menyamakan persepsi para tokoh agamawan dan pemuka Islam. Mereka adalah orang-orang yang sanggup mempengaruhi opini publik untuk penegakan kemanusiaan dan kebangsaan. Dakwah Islam kontesktual harus berorientasi pada prinsip pengentasan ketidakadilan, konflik, kemiskinan, dan keterbelakangan, serta menjunjung kebinnekaan dan anti kekerasan. Hal ini sesuai dengan argumen Farish Noor, ang menyatakan bahwa kemenangan dan kejayaan Islam akan segera nyata dan bersinergi dengan komitment umatnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, kebhinnekaan, pemenuhan hak-hak kaum minoritas, keadilan gender, dan prinsip-prinsip kebangsaan (Artikel Hajriyanto Y Thohari, hlm. 62).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buku ini terasa lebih lengkap dengan adanya bahasan tentang perspektif Muslim tentang jihad, konflik, dan perdamaian yang diulas pada bagian kedua. Selama ini, kalangan tertentu sering “mengkambinghitamkan” doktrin agama Islam merupakan pemicu utama tersulutnya api konflik di berbagai belahan dunia. Sebelumnya, di bagian pertama buku ini terlebih dahulu memaparkan prinsip umum tentang hukum humaniter Islam, yang memberi gambaran tentang bagaimana Islam memaknai fiqhal-siyar, serta bukti-bukti ketidakterlibatan antara ideologi Islam dengan kekerasan dan terorisme. Dalam bab ketiga dan keempat, pembahasan terasa lebih membumi dan menyangkut pengalaman langsung di ranah grassroot. Bab ketiga mengupas tentang ragam rekonsiliasi perdamaian pascakonflik, dengan latar ulasan kasus perseteruan Tanjung Priok dan Talang Sari. Artikel kedua bagian ini mengupas perdamaian yang digagas AMAN (Asian Muslim Action Network-Thailand), terhadap rekonsiliasi kerusuhan masyarakat Tionghoa di Jawa Tengah. Bab keempat mengupas tentang filantropi dan kegiatan kemanusiaan yang berkembang di masyarakat dengan lembaga konkrit; semisal lembaga di bawah NU dan Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, dan Komunitas Tionghoa Muslim.

Terakhir, buku ini mencoba menyempurnakan dan menggabungkan prinsip-prinsip hukum Humaniter Internasional dengan ajaran agama Islam. Karena bagaimana pun juga masa depan dunia dengan wajah perdamaian, konflik, bencana, ketidakadilan, dan lainnya sangat ditentukan oleh watak penghuni planet bumi itu sendiri –tentunya di bawah izin dan ketentuan Tuhan--. Sementara umat Islam yang secara kuantitas lebih dari satu miliar, memiliki pengaruh dan tanggung jawab moral yang besar untuk ikut serta mewujudkannya. Indonesia sebagai pemegang rekor umat Muslim mayoritas dengan falsafah kebangsaan Pancasila, memiliki potensi untuk mengambil bagian dalam percaturan urusan kemanusiaan di ranah lokal, nasional, dan international. Termasuk urusan filantropi, kuantitas Muslim yang begitu besar sangat potensial untuk mengumpulkan dana-dana kemanusiaan dari berbagai lapisan, dan kemudian menyalurkan serta membantu setiap manusia yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, suku, dan bangsa.

Data buku

Judul : Islam dan Urusan Kemanusiaan (Konflik, Perdamaian, dan Filantropi)

Editor : Hilaman Latief dan Zezen Zaenal Muttaqin

Penerbit : Serambi Ilmu Semesta

Tahun Terbit : Cetakan Pertama, ? Februari 2015

Tebal : 413 halaman

ISBN : 978-602-290-024-5

Peresensi : Muhammad Ridha Basri, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Anggota Komunitas Sahabat Pena Nusantara.

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

STAINU Jakarta Buka Beasiswa S1 Hukum dan D3 Perbankan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyediakan beasiswa studi S1 dan D3 untuk jurusan Ahwalus Syakhsiyah (Hukum) dan Pendidikan Vokasi Perbankan Syariah. Beasiswa yang ditawarkan adalah bebas biaya studi selama satu tahun.

STAINU Jakarta Buka Beasiswa S1 Hukum dan D3 Perbankan (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Buka Beasiswa S1 Hukum dan D3 Perbankan (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Buka Beasiswa S1 Hukum dan D3 Perbankan

Seperti pers rilis yang dikirim STAINU Jakarta, dua studi itu merupakan program terbaru yang ditawarkan satu-satunya perguruan tinggi di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Peluncuran program beasiswa studi dua program itu antara lain menjadi pernyataan komitmen STAINU Jakarta terkait misi pendidikan yang mengarah pada keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beasiswa program ini terbuka bagi para aktivis sosial keagamaan, pengurus masjid, staf kantor urusan agama (KUA), alumni SMK jurusan Akuntansi Perbankan atau Pemasaran, marbot masjid pegiat koperasi dan baitul mal wat tamwil (BMT) yang belum berkesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Ketua STAINU Jakarta HM Mujib Qulyubi, program itu diharapkan mendongkrak potensi sumber daya manusia terutama di lingkungan NU yang selama ini dinilai masih sulit mengakses pendidikan tinggi.

Lebih lanjut HM Mujib mengatakan, pada prinsipnya STAINU Jakarta akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik serta mengembangkan pendidikan di lingkungan NU.

Batasan usia maksimal 30 puluh tahun per 1 Oktober 2013. Sedangkan persyaratan peserta mencakup surat keterangan status profesi harian peserta, fotokopi ijazah pesantren, SMK atau sekolah sederajat, fotokopi KTP. Pengiriman berkas ditujukan ke Jl Taman Amir Hamzah nomor lima, Matraman, Jakarta Pusat.

Masa pengumunan berlangsung 4-22 September 2013. Ujian bagi peserta rencananya diadakan pada 26 September. Sedangkan kelulusan peserta diumumkan dua hari setelah ujian. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat mengunjungi situs STAINU Jakarta di alamat http://stainujakarta.ac.id/pengumuman/139-beasiswa-ahwal-syakhsiyah-dan-perbankan-syariah.html

 

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah