Minggu, 10 Desember 2017

Om Telolet... Eh, Om Shalawat Om

Solo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fenomena kalimat “Om telolet om” yang cukup populer di media sosial belakangan ini, juga menjadi perhatian para tokoh, tak terkecuali Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf.

Om Telolet... Eh, Om Shalawat Om (Sumber Gambar : Nu Online)
Om Telolet... Eh, Om Shalawat Om (Sumber Gambar : Nu Online)

Om Telolet... Eh, Om Shalawat Om

Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa tersebut mengajak para jamaahnya untuk memperbanyak sholawat dengan meminjam dari kalimat tersebut.

“Saya berharap Ahbabul Musthofa dan Syecher Mania mengajak yang lainnya : Om shalawat om! Om shalat om!. Kita ajak kebaikan kepada semua,” tutur Habib Syech, pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah) Majelis Ahbabul Musthofa yang ke-19 yang dihelat d Masjid Agung Surakarta, Sabtu (24/12) malam.

Ditambahkan Habib Syech, yang juga Mustasyar PWNU Jateng itu, dengan memperbanyak membaca shalawat akan membuat sehat rohani dan jasmani. “Kalau ruh-ruh kita pegal, padha shalawato? (bershalawatlah)! Insyaallah, kalau ruh sudah sehat, jasad juga ikut sehat,” kata dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, orang yang sehat ruhnya, walaupun sakit jasadnya, akan tetapi hatinya tetap merasa bergembira.

Dalam kesempatan itu, Habib Syech juga berpesan kepada segenap jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan. “Kalau ingin mulia, siapapun manusia di muka bumi ini, ikutilah Nabi Muhammad,” tutur dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Meski pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah baru berlangsung pada 16-19 September 2014, tetapi pembinaan terhadap peserta terus dilakukan. Sebagai tuan rumah, Brebes berupaya keras meningkatkan prestasi pada ajang tersebut melalui pembinaan sejak dini.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menjelaskan, pembinaan secara bertahap untuk kafilah (kontingen) Brebes dilakukan dengan mendatangkan pelatih dari luar daerah yang berkelas Nasional.

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejar Prestasi STQ Jateng, Brebes Intensif Bina Peserta

“Kami sengaja mendatangkan pelatih dari luar daerah untuk meningkatkan kualitas kafilah,” kata Imam Hidayat disela pembinaan, di Islamic Center, Brebes, Senin (12/5) malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pembinaan diberikan kepada 40 orang hasil seleksi tingkat Kabupaten. Namun akan dijaring menjadi 25 orang dan selanjutnya yang mewakili Kafilah Brebes hanya 16 orang. “Mereka akan berebut piala pada caban Tilawah, Tahfidz dan Tafsir,” terangnya.

Selama tiga hari, mereka digembleng oleh KH Abdullah Faqih dari Pati, KH Abdul Ghoni (Pekalongan), KH Ibnu Athoillah (Brebes) dan KH Ahmad Khoeron Al Khafidz (Brebes). Mereka yang dibina antara lain untuk mewakili Brebes pada cabang Tilawah golongan anak-anak putra dan putri, dan golongan Dewasa Putra dan Putri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, untuk cabang tahfidz golongan 1 juz dan tilawah putra dan putri, golongan 5 juz, golongan 10 juz, golongan 20 juz dan golongan 30 Juz.

Pembinaan akan terus berlanjut sampai pelaksanaan STQ. “Bila waktunya sudah dekat, kami akan mengadakan karantina untuk mendapatkan peserta yang berkualitas.

STQ tingkat Jateng akan digelar di Brebes pada 16-19 September 2014. Tiap Kabupaten/kota bakal mengirimkan pesertanya masing-masing 16 peserta. Mereka bakal mengikuti 3 cabang dan 9 majelis. Diperkirakan peserta dan pembina serta oficial mencapai 1000 orang. “Sebagai tuan rumah, Brebes diharapkan dapat sukses penyelenggaraan, sukses, prestasi dan sukses administrasi,” tandas Imam. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, Nasional, AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Puluhan ulama dan ribuan pelayan tampak terus berdatangan ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, Senin pagi, untuk memberi penghormatan terakhir bagi putra pendiri NU Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, yakni KH Yusuf Hasyim (Pak Ud).

KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban) menjadi imam sholat jenazah ke-42 di Masjid Pesantren Tebuireng, Jombang. Ulama lain yang datang bertakziah antara lain KH Nurul Huda Djazuli (Kediri) dan KH Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan, Sidoarjo, dan Ketua Umum PBNU DR HC KHA Hasyim Muzadi yang sudah datang sejak semalam.

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Sementara itu, pengasuh utama Pesantren Tebuireng Ir KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) sudah datang ke Jombang pada Minggu (14/1) pukul 00.00 WIB, namun mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kakak Gus Sholah dan juga keponakan Pak Ud tak bisa datang karena sakit.

Dari kalangan pejabat yang melayat antara lain Gubernur Jatim H Imam Utomo pada Minggu (14/1) malam dan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja pada Senin (15/1) pagi.

Sejumlah karangan bunga juga berdatangan, diantaranya dari mantan Presiden HM Soeharto (Pak Harto) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak Ada Pesan Khusus

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah, mengaku tidak ada pesan khusus sebelum KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (14/1) malam.

"Secara eksplisit tidak ada pesan khusus dari beliau, hanya yang paling saya ingat adalah kata-kata beliau pada bulan Februari 2006 lalu, bahwa dirinya sudah tua dan sudah saatnya menyerahkan kepemimpinan ponpes ini," kata Gus Sholah usai mengikuti prosesi pemakaman Pak Ud di Tebuireng, Jombang, Senin.

Pada saat itu, Gus Sholah sendiri mengaku kaget dengan pernyataan Pak Ud yang menyerahkan tampuk kepengasuhan Ponpes kepadanya secara tiba-tiba itu. "Saat itu saya tidak banyak diberi kesempatan bertanya karena beliau hanya mengatakan, kamulah yang pantas memegang pondok ini," ujar Gus Sholah menambahkan.

Setelah secara resmi menyerahkan tampuk pengasuh Ponpes Tebuireng kepada Gus Sholah pada bulan Juni 2006, Pak Ud sudah tidak lagi tinggal di kediaman yang berada di sebelah barat pintu gerbang salah satu ponpes tertua di Jatim itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pak Ud memilih tinggal di sebelah selatan Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang dengan sesekali mengunjungi Ponpes Tebuireng yang sudah lama diasuhnya itu.

Fenomena yang terjadi pada bulan Juni 2006 itu sangat menarik, lantaran sangat jarang seorang pengasuh ponpes salaf menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada anggota keluarganya ketika masih hidup.

Lazim ditemui, pengasuh ponpes salaf akan berganti dengan sendirinya ketika pengasuhnya sudah mangkat. Namun Pak Ud telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada kalangan ulama.

Lebih lanjut, Gus Sholah mengatakan, khusus untuk mengembangkan pengajaran ilmu di bidang agama, sudah banyak tenaga pengajar yang mampu di lingkungan Ponpes Tebuireng.

"Sekarang tinggal kami kembangkan lebih maju lagi dengan mendirikan Ma’had Ali yang merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi di bidang kajian kitab kuning, mulai tahun ini," ujarnya menjelaskan.

Sedang di bidang ilmu umum, Gus Sholah telah menyusun program tahap awal mengenai perbaikan peningkatan kualitas tenaga pengajar, bahkan kalau perlu diberi kesempatan belajar di luar negeri.

Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu malam dalam usia 78 tahun akibat menderita radang paru-paru. Sehari sebelum meninggal dunia, Pak Ud dibesuk Wapres Jusuf Kalla di Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Sabtu (13/1) sore. (ant/sbh/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember, Jawa Timur, mewajibkan santrinya untuk membaca atau menguasai kitab Fathul Mujib al-Qarib. Kitab karya Katib Syuriyah PBNU KH. Afifudin Muhajir yang juga Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini merupakan syarah atas kitab matan Taqrib karya Imam Abu Syuja’.

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Karya Katib Syuriyah PBNU Jadi Materi Wajib di Pesantren Jember

Menurut Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember, Dr. MN. Harisudin, kitab Fathul Mujib al-Qarib ini sangat penting bagi santri, terutama dalam kaitannya memahami teks-teks fiqh yang sangat beraneka ragam.

“Beda dengan kitab fiqh yang lain, kitab Fathul Mujib al-Qarib sangat mudah dibaca. Penjelasannya juga sangat ringkas dan tidak bertele-tele. Pun juga contoh yang diberikan—meskipun tidak banyak—sangat kontekstual dan sesuai kenyataan,” kata Kiai muda yang juga dosen Pasca Sarjana IAIN Jember tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seperti diketahui, ketokohan Katib Syuriyah PBNU Drs. KH. Afifudin Muhajir, dalam bidang fiqh dan ushul fiqh sudah diakui publik. Kiai Afif disebut-sebut sebagai “kamus berjalan” di kedua disiplin keilmuan itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kitab Fath al-Mujib al-Qarib ini pun telah dibedah oleh PCNU Jember dengan mengundang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur pada 28 September 2014 di Pesantren Nuris Jember. Hadir pada kesempatan itu, KH. Afifudin Muhajir dan Ust. Idrus Romli dari Aswaja Center NU Jawa Timur. (Anwari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Pada tahun 1958, ada yang menyebutkan pada tahun 1950, Presiden Soekarno berkunjung ke Mataram, melalui bandara Selaparang, Ampenan. Tujuannya untuk meresmikan kantor gubernur Nusatenggara Barat (NTB).

Rencana kedatangannya, telah tersiar jauh hari sebelumnya oleh warga di pulau Lombok itu, termasuk oleh Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali. Jika kejadian itu tahun 198, saat itu berarti ia adalah Rais Syuriyah PWNU NTB. Saat itu NU masih berstatus partai. ?

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungan Aneh Bung Karno kepada TGH Saleh Hambali

Tuan Guru itu sebetulnya dikenal masyarakat sebagai orang yang rendah hati dan jarang berkomunikasi dengan pihak luar, apalagi dengan seorang presiden. Namun, entah kenapa, dengan percaya diri ia menegaskan, bahwa Bung Karno akan berkunjung ke pesantrennya, Darul Qur’an di desa Bengkel. Sebuah desa yang akan dilalui Bung Karno jika melalui Ampenan. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akan mampirnya Bung Karno, dikemukakan Tuan Guru kepada para santrinya. Salah seorang saksi hidup peristiwa itu adalah Ustadz Asmaun dari desa Bonder, Lombok Tengah yang diceritakan anaknya, Syaifullah. Ketua PWNU NTB saat ini, TGH Taqiudin Mansur juga membenarkan kisah itu.? Dia mendngar cerita itu dari ayahnya, TGH Mansur, santri Darul Qur’an saat itu. ?

Para santri merasa heran kenapa Tuan Guru Soleh Hambali bisa seyakin itu karena tidak ada pemberitahuan dari pihak mana pun tentang berkunjungnya Bung Karno ke pesantren Darul Qur’an.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beberapa hari menjelang kedatangan, di agenda protokoler kepresidenan tetap tidak ada jadwal Presiden Soekarno ke pondok. Namun, TGH Saleh Hambali malah meminta para santri menyiapkan podium penyambutan.

Di hari kedatangan Bung Karno, dari bandara Selaparang Ampenan menuju kota Mataram, semua santri disuruh keluar oleh TGH Saleh Hambali.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh berkata kepada santri-santrinya, jika Bung Karno adalah pemimpin yang benar, dia akan mampir ke pesantren Darul Qur’an.

Menurut Syaifullah, TGH Saleh waktu itu menulis ayat Al-Quran di dinding pesantren, yaitu “Fawaillul lil mushallin.” Namun, dalam pada catatan Yusuf Tantowi, ayat yang ditulis TGH Saleh adalah “Fa ammal yatima fala taqhar, wa amma sya ila fala tanhar” dan dia tidak menuliskannya di tembok, melainkan dibentangkan di atas spanduk.

Ternyata, ketika Bung Karno melewati pondok pesantren Darul Qur’an, ia benar-benar mampir. Hal itu di luar dugaan pasukan pengawal yang berada di paling depan. Mereka tidak mengetahui orang yang dikawalnya telah mampir pada tempat yang tidak dijadwalkan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 09 Desember 2017

Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

Moskow, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir, Ahad (9/10), kepada wartawan Rusia di Moskow, mengatakan pihaknya telah memecat beberapa ribu imam masjid karena menyebarkan ekstremisme.

Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid

"Kami tak akan membiarkan siapa pun menyebarkan ideologi kebencian, mengeluarkan biaya untuk ideologi semacam itu atau terorisme," katanya sebagiamana dikutip Arab News tanpa menyebut jumlah pasti imam yang dipecat.

Untuk persoalan ekstemisme, ia mengaku pendekatan yang negaranya terapkan sangat ketat, dengan apa yang Al-Jubeir sebut sebagai "memodernisasi sistem pendidikan guna menghindari kemungkinan salah tafsir terhadap teks agama".

Al-Jubeir mengatakan, Riyadh akan bekerja sama dengan Moskow dalam perang melawan terorisme. Menurutnya, banyak militan dari kedua negara tersebut yang menjadi pengikuti dan bergerak bersama ISIS.

"Mereka menimbulkan ancaman bagi negara kita dan negara-negara lain dari mana saja. Jadi kita punya kepentingan yang kuat dalam hal kerja sama," paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menteri luar negeri tersebut juga menuduh Qatar membiayai terorisme dalam rang mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami yakin bahwa ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh semua negara: Katakan tidak pada terorisme, pendanaan terorisme, ekstremisme dan propaganda kebencian, dan upaya untuk mengganggu urusan dalam negeri di negara-negara lain," katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Badan Hisab Rukyat Jepara Nyatakan Tak Terlihat Hilal

Jepara,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hasil rukyatul hilal di Pantai Kartini Jepara, Rabu petang (24/9) yang dilakukan Badan Hisab Rukyat kabupaten Jepara, Pengadilan Agama (PA) memutuskan tidak melihat hilal. Keterangan itu disampaikan Ketua Majelis Isbat, Kasrori.

Badan Hisab Rukyat Jepara Nyatakan Tak Terlihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)
Badan Hisab Rukyat Jepara Nyatakan Tak Terlihat Hilal (Sumber Gambar : Nu Online)

Badan Hisab Rukyat Jepara Nyatakan Tak Terlihat Hilal

Menurut Kasrori, pada rukyatul hilal yang berlangsung pukul 17.34-17.38 wib, tidak seorang pun petugas melihat bulan baru. Karena itu, pihaknya memberikan maklumat penetapan 1  zulhijjah mengikuti keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ketua Lajnah Falakiyah (LFNU) Jepara, Zabidi Jepara membenarkan keputusan PA. Kata dia, posisi matahari berada di sebelah selatan titik barat sejauh 0.38. Posisi hilal berada di sebelah selatan titik barat sejauh 2.36. letak hilalnya berada di sebelah selatan matahari sejauh 1.58.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Karena tinggi hilal kurang dari 1 derajat besar kemungkinan hilal tidak bisa dilihat. Bisa jadi hilal tak tampak dari Sabang sampai Merauke,” tambah sekaligus anggota BHRD.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) kabupaten Jepara diikuti Pemkab, MUI, PA, LFNU Jepara, Takhasus Falakiyah IAIN Walisongo Semarang, Fakultas Syariah Unisnu Jepara dan lembaga-lembaga terkait lain. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah