Rabu, 06 Desember 2017

Jelang UNBK, Ribuan Santri Ikuti Doa Bersama

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ribuan pelajar dan santri kota Surabaya memadati pelataraan Masjid Roudhotul Musyawwarah, Kemayoran, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (2/4) pagi. Mereka hadir dalam Doa Bersama 1000 Pelajar dan Santri Kota Surabaya yang digelar PC IPNU/IPPNU Kota Surabaya.

Ketua PC IPNU Kota Surabaya Achnaf Al-Ashbahani FR mengatakan, acara sengaja digelar untuk membantu meningkatkan sisi spiritual para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017.?

Jelang UNBK, Ribuan Santri Ikuti Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UNBK, Ribuan Santri Ikuti Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UNBK, Ribuan Santri Ikuti Doa Bersama

Hadir sebagai penceramah, KH Miftahul Lutfi Muhammad Mutawaqkil dari PCNU Kota Surabaya.

“Acara ini digelar bertepatan dengan aksi segelintir ormas Islam di Surabaya yang mengajak para pelajar dan santri untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah. Sehingga kami berusaha untuk mengajak para pelajar dan santri di kota Surabaya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, yaitu dengan doa bersama seperti sekarang ini,” ungkap Kiai Lutfi.

Kepala Dinas Pendidikan, Aminah menuturkan Dinas Pendidikan Kota Surabaya selalu mendukung penuh berbagai kegiatan-kegiatan yang menunjang sisi spiritualitas para siswa.

“Secara intelektual, saya meyakini para siswa sudah bisa dikatakan siap. Tetapi dalam segi spiritual, para siswa yang ada di kota Surabaya bisa dikatakan belum siap,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan yang juga dihadiri oleh berbagai kalangan dan komunitas seperti Syekhermania, Jamaah Muhibbur Rasul, dan komunitas Bonek Mania yang ada di Surabaya ini diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Pelajar Sukses UNBK 2017. (M Ichwanul Arifin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 05 Desember 2017

UNU Indonesia Akan Sediakan Pendidikan yang Holistik

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Universitas NU Indonesia yang berlokasi di Jakarta dalam rapat kerja pertama yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (10/12) menetapkan visinya untuk menjadi universitas bermutu yang berbasis aswaja. Turunan dari visi itu selanjutnya dijabarkan dalam rencana strategis dan menyusunan kurikulum. Dalam hal ini, sistem pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan holistik.?

Nurul Huda, yang ikut merancang rencana strategis ini menjelaskan, konsep pendidikan holistik yaitu pendidikan yang berupaya merawat perkembangan pribadi manusia yang utuh, mencakup intelektual, moral emosional, psikis, fisik, sosial, estetika, dan spiritual.?

UNU Indonesia Akan Sediakan Pendidikan yang Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Indonesia Akan Sediakan Pendidikan yang Holistik (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Indonesia Akan Sediakan Pendidikan yang Holistik

Ia menjelaskan sistem pendidikan yang berkembang saat ini hanya memberikan pengetahuan secara terkotak-kotak dan kurang menyentuh aspek spiritual dan moral sehingga menyebabkan manusia terkotak-kotak dan kehilangan jati diri kemanusiaannya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Implementasi dari sistem ini akan dimasukkan dalam kurikulum pengajaran dan dalam hidden curiculum atau dalam berbagai kegiatan yang tak secara formal dimasukkan dalam kurikulum tetapi menjadi bagian dari aktivitas akademik,” katanya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, KH Mujib Qolyubi, wakil rektor UNU Indonesia menjelaskan, meskipun menegaskan pentingnya mutu, satu-satunya universitas NU yang ada di Jakarta tersebut akan tetap menetapkan biaya pendidikan yang terjangkau agar bisa diakses oleh warga NU.?

“Universitas NU harus unggul, tangguh, dan populis. Maksudnya populis dalam hal ini adalah mampu dijangkau oleh mayoritas warga NU di tingkat akar rumput,” paparnya.?

Dalam bagian dari rencana strategis tersebut dibahas rencana pengembangan UNU Indonesia untuk 25 tahun ke depan. Untuk tahap perkembangan lima tahun 2015-2019 targetnya adalah menjadi universitas berbasis komunitas dengan layanan yang bermutu, 2020-2024 menjadi universitas pembelajaran unggul berbasis riset, periode 2025-2029 menjadi universitas riset dengan pelayanan bermutu, periode 2030-2034 menjadi universitas unggul berjejaring regional, periode 2035-2039 menjadi universitas berdaya saing internasional berakar budaya lokal. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar NU Rekrut Kader di Bantar Gebang dan Mustikajaya

Bekasi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pengurus harian Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Bantar Gebang dan IPNU-IPPNU Mustikajaya menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bantar Gebang Bekasi, Sabtu-Ahad (22-23/7). Agenda ini diselenggarakan untuk memperkokoh NKRI.

Ketua IPNU Kota Bekasi Adi Prastyo mengatakan, kaderisasi di tubuh IPNU adalah hal yang krusial sebab banyak generasi muda terutama anak-anak sekolah mulai disusupi paham radikal. Menurut riset Wahid Foundation, 37% siswa setuju terhadap konsep khilafah yang diusung HTI dan 33% lebih condong pada aksi terorisme yang dilakukan Bahrun Naim cs.

Pelajar NU Rekrut Kader di Bantar Gebang dan Mustikajaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Rekrut Kader di Bantar Gebang dan Mustikajaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Rekrut Kader di Bantar Gebang dan Mustikajaya

Sebab itu, kata Adi, pihaknya heran terhadap pihak-pihak yang merasa kekhawatiran terhadap merebaknya paham radikal dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan. "Di situlah pentingnya kehadiran kita (IPNU-IPPNU) untuk membentengi generasi muda dari virus wahabisme dan menanamkan nilai kebangsaan serta paham Islam yang moderat," ujarnya.

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abdul Majid menambahkan, Indonesia didirikan oleh banyak golongan, agama, dan suku. Salah satunya adalah umat Islam, yang di dalamnya ada para tokoh-ulama NU. Jadi, NU sangat berkepentingan menjaga keutuhan NKRI melebihi kepentingan sesaat yang pragmatis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Komitmen itu, sebagaimana sering didengungkan, adalah harga mati. Ia berpesan kepada peserta Makesta agar memiliki bingkai pemikiran yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, seimbang, toleran, dan adil.

Pihak PAC IPNU-IPPNU Bantar Gebang dan Mustikajaya berharap setelah Makesta akan menyelenggarakan Lakmud.

Sesuai dengan rapat kerja cabang 1 IPNU Kota Bekasi, setiap kepengurusan PAC harus menyelenggarakan makesta sekali dalam satu periode sebagai langkah regenerasi. (Robiatul Adawiyah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PMII Salurkan Bantuan Rp11 Juta untuk Muslim Rohingya

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga Rohingya yang tertampung di Kabupaten Langsa Aceh tampak sumringah dengan datangnya bantuan dari Pengurus Cabang PMII Kabupaten Pamekasan, Senin (19/12). Bantuan tersebut berjumlah Rp11 juta lebih dari hasil penggalangan dana selama seminggu di Kota Gerbang Salam.

PMII Salurkan Bantuan Rp11 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Salurkan Bantuan Rp11 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Salurkan Bantuan Rp11 Juta untuk Muslim Rohingya

"Kami salurkan melalui PC PMII Langsa bersama perwakilan Pengurus Besar PMII, yaitu sahabat Sahrul Abrori," ujar Ketua Umum PC PMII Pamekasan Miftahul Munir, Selasa (20/12).

Tujuan sederhananya, ujar Miftah, ialah untuk meringankan beban hidup sesama saudara muslim yang sekarang tidak punya tempat tinggal. Pihaknya merasa terenyuh dan kasihan serta bertanya-tanya apa yang bisa dikerjakan warga Rohingya yang terusir dari negerinya untuk sekadar makan.

"Langkah yang kami tempuh ini juga sebagai implementasi dari Nilai Dasar Pergerakan dalam melihat orang lain dari sisi kemanusian; tanpa harus melihat siapa mereka, dari mana mereka, dan apa suku mereka," tandasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Cerita, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengasuh Darul Ulum: Ambil Sisi Positif Pembubaran RSBI

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keputusan Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) hendaknya diambil sisi positifnya. Yang terpenting adalah tetap memberikan layanan terbaik bagi siswa dan santri potensial agar bisa bersaing di dunia global.

Pengasuh Darul Ulum: Ambil Sisi Positif Pembubaran RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Darul Ulum: Ambil Sisi Positif Pembubaran RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Darul Ulum: Ambil Sisi Positif Pembubaran RSBI

Hal itu disampaikan KH Dr Zulfikar As’ad kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jombang, Kamis (6/2). “Jangan dilihat pembubarannya, namun yang lebih diperhatikan adalah bagaimana pesantren dan sekolah yang pernah membuka RSBI bisa memberikan layanan terbaik bagi peserta didik,” ungkapnya.

Di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang, semua tingkatan telah berdiri RSBI dari mulai SD, SMP hingga SMA. Awalnya, unit-unit pendidikan tersebut memang dipersiapkan untuk melayani para siswa yang memiliki kelebihan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebelum ada RSBI, sekolah-sekolah tersebut berbentuk sekolah unggulan. “Kalaupun akhirnya menjadi RSBI, itu karena sekolah kami memang memiliki keunggulan dari banyak hal,” bangganya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mahasiswa tingkat doktoral  di Universitas Airlangga Surabaya ini menandaskan bahwa bila dibandingkan dengan RSBI di sejumlah tempat, untuk sekolah internasional di pesantrennya lebih terjangkau, khususnya dalam pembiayaan. “Prinsipnya, sekolah tersebut bukan semata mencari keuntungan materi,” sergahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karena yang mengemuka dari pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum adalah ingin melayani para santri dan siswa yang memiliki keunggulan. Pada saat yang bersamaan, semua unit pendidikan yang ada ternyata telah memiliki standar yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk menjadi sekolah kelas internasional.

Manfaat saat menjadi RSBI adalah intensitas komunikasi dengan beberapa sekolah di luar negeri. “Sehingga kami bisa mengirimkan siswa dan tenaga pendidik di beberapa sekolah kelas internasional di berbagai negara,” ungkapnya.

Inti dari RSBI kala itu adalah semangat untuk mendorong unit pendidikan yang ada dalam memberikan layanan berkualitas serta fasilitas yang dapat menunjang prestasi siswa.

Kalaupun akhirnya Mahkamah Konstitusi mengamanatkan pembubaran RSBI, pihak pesantren tidak merasa dirugikan. “Kami tetap pada komitmen awal untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dan santri unggul tersebut,” katanya. “Karena itu sarana dan prasarana penunjang tetap dioptimalkan agar mereka dapat bersaing dengan para alumnus sekolah luar pesantren,” lanjutnya.

Kepada pemerintah, Gus Ufik –sapaan kesehariannya- berharap agar melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dibuat. Ia berharap, pemerintah dapat melayani seluruh warga negara khususnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak secara adil dan tanpa diskriminasi.

“Itu tugas negara dan telah dijamin oleh undang-undang,” harapnya. “Jangan sampai sekolah berkualitas hanya bisa melayani mereka yang kaya dan menafikan kalangan tidak berpunya namun memiliki kualitas,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Ketua PWNU DIY Jadul Maula berpendapat, frame kebangkitan nasional harus dimaknai dari kerajaan di Nusantara. Karena nasionalisme secara kultural sudah dibangun oleh para Wali Songo.

“Akar nasionalisme kita itu terbukti dari kerajaan Demak mengusir penjajah. Nasionalisme bangsa kita itu lahir dari agama. Beda dengan Eropa yang terpisah dari agama,” katanya saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema, “Forum Mahasiswa, Santri & Warga: Refleksi Hari Kebangkitan Nasional” di Lantai 2 Kantor PWNU DIY, Jalan MT Haryono, Rabu (20/5) pagi.

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasionalisme Berakar Sejak Era Wali Songo

Jadul melanjutkan, Islam dan budaya itu diharmoniskan oleh para wali, sehingga melahirkan Islam yang khas Nusantara. Sebab itu, persatuan dan kesatuan sudah digalakkan para sultan dengan bahasa agama dan bahasa kebudayaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Frame kebagkitan itu tidak terpisah dan berdiri sendiri dari sejarah kerajaan masa lampau,” tutur pengasuh Pesantren Kaliopak Yogyakarta ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akar budaya Nusantara kita, tambah Jadul, mengandung tiga unsur, yakni menyatunya Tuhan dengan manusia, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Itu hasil dari dakwah para wali yang menyampaikan Islam ke Nusantara.

Kehadiran penjajah tidak bisa dilawan dengan senjata dan perlawanan secara fisik dengan begitu saja. Benteng yang sangat kuat untuk menghalang itu adalah kebudayaan dan spiritualitas. Para wali mempersiapkan hal itu untuk melawan para penjajah.

Peserta yang hadir terdiri atas para santri dan mahasiswa generasi muda nahdliyyin. Acara yang dimoderatori Muhammadun ini juga menghadirkan Mukhtar Salim, Kandidat Doktor UII Yogyakarta. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berkunjung ke Sudan, Kang Said Kembangkan Kerjasama Ekonomi

Khartoum, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta rombongan termasuk istri Hj Nurhayati Said Aqil, Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, Abdul Rashid Tang Abdullah, dan beberapa pengusaha Malaysia melakukan kunjungan kerjasama ke Sudan.

Berkunjung ke Sudan, Kang Said Kembangkan Kerjasama Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke Sudan, Kang Said Kembangkan Kerjasama Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke Sudan, Kang Said Kembangkan Kerjasama Ekonomi

Menurut beberapa sumber, Kang Said Ke Sudan beserta rombongan yang langsung disambut dengan Seni Hadrah JSQ bertujuan untuk menyepakati sejumlah MoU antara Sudan, Malaysia, China dan Indonesia  yang diwakili oleh NU dalam rangka pengembangan sektor ekonomi dari berbagai bidang budidaya dan potensi.

Acara yang bertajuk Silaturahim dan tatap muka bersama DR KH Said Aqil Siroj ini diselenggarakan di Wisma KBRI untuk Sudan dan Eritrea, atas kerjasama antara Pengurus Cabang Istimewa NU Khartoum Sudan dengan KBRI. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir dalam acara tersebut WNI, baik mahasiswa dari berbagai aliansi dan partai, tenaga kerja maupun masyarakat umum yang berada di Sudan. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dubes RI untuk Sudan Sujatmiko dalam pidato penyambutannya menyampaikan optimisme Islam di Indonesia, sebagai  laju kebangkitan Islam dunia. Melansir beberapa data yang menyebutkan bahwa perkembangan Islam di Indonesia adalah nilai nilai Islam di masa kejayaan.

Dikatakannya, Islam dituntut mampu head to head membaca titik strategi dan kebutuhan global. Islam yang dinamis, anti radikal, toleran dan Berkemanusiaan. Ini selaras dengan pidato yang disampaikan sebelumnya oleh ketua tanfidziyah PCINU Sudan, Miftahuddin Ahimy.

Sementara itu KH Said Aqil Siroj (Kang Said) dalam pidatonya lebih bertendensi mensinergikan kembali semangat keilmuan, kemanusiaan dan nasionalis di mata Muslimin Indonesia. Juga beberapa catatan sejarah mengenai perkembangan Islam dan Nusantara, khususnya NU. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Tajul Mafachir

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Habib, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah