Minggu, 03 Desember 2017

Indonesia Tuan Rumah Dialog Lintas Agama Asia-Eropa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Indonesia akan menjadi tuan rumah Dialog Lintas Agama Asia-Eropa yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Denpasar, Bali, mulai tanggal 21-22 Juli 2005 yang dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dengan para anggota antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi.

Tokoh-tokoh yang hadir sebagai delegasi diantaranya Amidhan (Majelis Ulama Indonesia), Andreas A Yewangoe (Persekutuan Gereja Indonesia), I Nyoman Suwandha (Parisada Hindu Dharma Indonesia), Philip K Widjaja ( Perwakilan Umat Budha Indonesia), Masykuri Abdullah (Nahdlatul Ulama), Franz Magnis Suseno (STF Driyarkara), Chandra Setiawan (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), Parni Hadi (Wali Amanah Dompet Dhuafa), Djohan Effendi (Indonesian Conference on Religion and Peace).

Acara tersebut dibagi dalam empat sesi dimana sesi pertama bertema "commonalities in promoting interfaith harmony" dengan moderator Albert E Alejo (Philipina), panelis? Azizan Baharuddin (Malaysia), Iqbal Sacranie (United Kingdom), Azyumardi Azra (Indonesia), Viggo Mortensen (Denmark).

Sesi kedua, "barriers to interfaith harmony", dimoderatori perwakilan Metropolitan Emmanuel dari Perancis, dengan panelis Jaran Maluleem (Thailand), Abraam Velez de Cea (Spanyol), Eswaran Sukumar (Singapura), dan Judith Clara Engelina Belifante (Belanda).

Sesi ketiga, "parallel working group meetings", dimoderatori di setiap kelompok kerja masing-masing Sihasak Phuangketkeow (Thailand), Tan Sri Dato Sarji Abdul Hamid (Malaysia), Tapani Ruokanen (Finlandia), Michael Weninger (Komisi Eropa) dan dilanjutkan sesi keempat dengan moderator yang sama.(ant/mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Khutbah, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Indonesia Tuan Rumah Dialog Lintas Agama Asia-Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tuan Rumah Dialog Lintas Agama Asia-Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tuan Rumah Dialog Lintas Agama Asia-Eropa

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Syuriah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani mengingatkan, peran Nahdlatul Ulama sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI). Namun, perjuangan NU ini banyak yang tidak tercatat dalam sejarah bangsa.

"Ini sesuatu yang disayangkan, peran NU memperjuangkan kemerdekaan tidak banyak yang ditulis sejarah," ujarnya dalam acara tasyakuran harlah ke-92 NU di aula Kantor NU, Jalan Pramuka 20, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (7/5) malam.

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

 

Kiai yang biasa disapa Gus Bab ini mengatakan, ulama NU terlibat aktif dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pada masa penjajah, tuturnya, NU mengumpulkan seluruh cabang NU di Jawa Timur guna menyikapi kondisi bangsa Indonesia. Akhirnya, 22 Oktober 1945 Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari mendeklarasikan resolusi jihad melawan penjajah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 

"Resolusi jihad adalah bukti nyata NU berperan besar dalam kemerdekaan,"ntandas pengasuh Pesantren Yanbuul Quran Kudus ini.

 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di hadapan ratusan pengurus NU Kudus, Gus Bab juga menjelaskan, lahirnya NU telah menyelamatkan umat dari paham yang menyesatkan dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

 

"Aswaja ini mengajarkan apa yang dilaksanakan Nabi dan sahabatnya untuk kita ikuti. Maka mengikuti ulama akan selamat di dunia dan akhirat," terangnya seraya mengutip hadits Nabi tentang umat yang terpecah menjadi 70 golongan.

 

Gus Bab menghimbau supaya waspada terhadap banyak golongan yang mengaku Islam dan merasa paling benar sendiri sehingga berani menuduh kafir sesama umat Islam. Bahkan, golongan ini pun mengaku sebagai bagian dari Aswaja.

"Karenanya, kita mengikuti saja ajaran-ajaran ulama-ulama yang ditetapkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Islam Berkembang Pesat di Amerika dan Eropa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nilai-nilai yang dimiliki Islam kini telah menarik para pemeluk baru dikawasan Amerika Serikat dan Eropa. Pertumbuhan penganut Islam baru yang pesat dinegara-negara tempat muslim menjadi minoritas telah memunculkan kebijakan baru yang mengakomodasi kepentingan kaum muslim.

“Negara-negara Barat yang tak bisa membendung Islam kini merubah strateginya dengan merangkulnya. Mereka meminta saran kami, apa hal terbaik yang bisa diberikan kepada komunitas muslim,” tutur Prof. Dr. Nasaruddin Umar yang baru-baru ini melakukan kunjungan dari Inggris sebagai anggota dari UK-Ind Advisory Group on Islam bersama 7 tokoh Islam lainnya.

Islam Berkembang Pesat di Amerika dan Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Berkembang Pesat di Amerika dan Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Berkembang Pesat di Amerika dan Eropa

Khatib Aam PBNU yang menyelesaikan studi doktoralnya di Amerika tersebut menjelaskan kini terdapat perubahan kebijakan di Amerika Serikat yang mendorong berkembangnya ajaran Islam disana.  Banyak perubahan besar yang dirasakannya sendiri telah terjadi di negara-negara tempat muslim menjadi minoritas.

“Pada masa lalu, izin untuk pembangunan masjid di negeri Paman Sam ini merupakan sesuatu yang sulit. Namun, pasca runtuhnya WTC pemerintah AS memberi kemudahan, kelompok-kelompok pengajian yang dulunya sudah dicari kini sudah bertebaran dimana-mana dan hampir disetiap kebupaten kini sudah terdapat masjid,” katanya.

Dengan bertambahnya pemeluk agama Islam, hari-hari besar Islam kini juga mendapat perhatian. Kini dalam kalender resmi, selain hari besar agama Kristen dan Yahudi dicantumkan pula hari-hari besar agama Islam seperti Idul Fitri dan Muharram. “Anak-anak sekolah juga diwajibkan menghafal lagu baru, yaitu Happy Idul Fitri,” paparnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dirjen Bimas Islam Depag tersebut juga menceritakan perubahan suasana yang terjadi di Harleem, daerah yang banyak dihuni oleh komunitas kulit hitam. Pada hari Jum’at di halte-halte bus maupun di subway banyak orang yang mengaji Al Qur’an.

“Berbeda dengan disini yang hanya ada satu atau dua orang muallaf yang masuk Islam. Disana, orang bisa nyewa satu gedung untuk bersyahadat bersama,” tandasnya menggambarkan bagaimana Islam tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Pada akhirnya besarnya penduduk muslim ini juga turut mempengaruhi kehidupan di Gedung Putih. Pada setiap bulan Ramadhan, kini terdapat buka puasa bersama bersama dengan presiden AS. Tradisi ini merupakan tradisi baru yang belum ada pada periode presiden sebelumnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ajaran Islam dengan seluruh nilai-nilainya yang terdapat dalam Qur’an dan hadist telah mampu merubah kebiasaan buruk yang ada dikalangan kulit hitam di daerah Philadelpia. Pada masa lalu, antara komunitas kulit putih dan kulit hitam dipisah karena tingginya tingkat kriminalitas, pelacuran, narkoba dan kehidupan yang jorok. Namun, setelah komunitas kulit hitam banyak yang memeluk Islam, kondisi berubah total dengan kehidupan yang bersih dan jauh dari segala kriminalitas. Akhirnya dua komunitas yang terpisah tersebut dapat disatukan kembali.

Para pemuka agama Islam kini juga mendapat perhatian. Jika sebelumnya mereka tidak dilibatkan dalam berbagai acara doa bersama, kini mereka adalah bagian yang terlibat penuh, sejajar dengan agama lainnya.

Adanya persyaratan produk halal yang diwajibkan bagi umat Islam juga turut mempengaruhi perkembangan industri disana. Kini sudah terdapat institusi Halal Food yang memberikan sertifikasi bagi produk-produk halal yang aman dikonsumsi oleh umat Islam. Mereka bahkan lebih ketat daripada di Indonesia yang saat ini baru memfokuskan diri pada produk makanan halal. Disana, kosmetik, shampoo dan barang sejenisnya juga harus mendapatkan sertifikasi halal.

Perubahan yang sama juga terjadi di Inggris. Di wilayah Leeds, kini 40 persen penduduknya adalah umat Islam, ketua DPRD nya juga umat Islam. Kini juga banyak anggota parlemen yang beragama Islam. “Semua negara kini memperhitungkan keberadaan Islam, tak ada cara lain selain merangkul Islam,” tegasnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rhoma Irama Hadiri Istighotsah di PBNU Malam ini

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Istighotsah bulanan yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/4) malam nanti cukup istimewa karena Haji Rhoma akan hadir dan menyampaikan taushiyah kepada para jamaah.

Nama Rhoma Irama, Sang Raja Dangdut, santer dikabarkan sebagai salah seorang bakal calon presiden atau wakil presiden dalam Pilpres Juli 2014 mendatang. Namun LDNU buru-buru menampik, kehadiran Rhoma tidak terkait dengan kapasitasnya sebagai bakal calon presiden.

Rhoma Irama Hadiri Istighotsah di PBNU Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Rhoma Irama Hadiri Istighotsah di PBNU Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Rhoma Irama Hadiri Istighotsah di PBNU Malam ini

“Kami pastikan tidak ada kaitannya dengan Pilpres. Haji Rhoma sudah lama menjalin komunikasi denga LDNU. Beliau mau silaturrahim ya kami persilahkan,” kata Wakil Ketua LDNU KH Agus Salim, ditemui NU Online di kantor LDNU, Jakarta, Rabu siang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Bendahara PBNU H Bukhori Muslim, selain Haji Rhoma, beberapa kiai dan pengurus LDNU juga akan hadir. Seperti bulan-bulan sebelumya, istighotsah dihadiri sekitar 500 jamaah yang merupakan warga Jabodetabek.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara akan dimulai selepas maghrib, diawali dengan hataman A-Qur’an lalu dilanjutkan dengan acara inti istighotsah dan pengajian Ahlussunnah wal Jamaah. Haji Rhoma dijadwalkan akan menyampaikan taushiyah pada pukul 20.00 WIB.

Selain istghotsah rutin, Menurut Bukhori, LDNU saat ini sedang menyiapkan program Syiar Ramadhan yang antara lain akan diisi dengan kegiatan pelatihan da’i, pengajian kitab, buka berrsama, shalat tarawih ala masjidil haram, tadarrus, dan santunan yatim-piatu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 02 Desember 2017

Muslimat NU: Ibu adalah Madrasah Pertama

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wanita harus memiliki kepedulian terhadap bangsa ini, termasuk berkewajiban amar maruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran). Organisasi wanita Islam perlu merespon program binaan akhlak dengan sebaik-baiknya.

Muslimat NU: Ibu adalah Madrasah Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU: Ibu adalah Madrasah Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU: Ibu adalah Madrasah Pertama

Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Ismawati Hafied, saat menyampaikan ceramah pada Pertemuan Pemimpin Organisasi Wanita Islam di Semarang, belum lama ini.  Menurut Ismawati, di tengah kemajuan teknologi dan semakin besarnya arus informasi tanpa batas, wanita harus mampu berperan sebagai penjaga gawang moral anak bangsa.

”Apalagi dalam keluarga, wanita sebagai ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Bila keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat telah terbina akhlaknya dengan baik maka unit terbesar yaitu bangsa Indonesia akan mampu mencapai cita-cita dalam membangun keluarga damai menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah," tutur Ismawati di hadapan para pemimpin ormas perempuan lainnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain Ketua PW Muslimat NU Jateng, Ketua PW Aisyiah Jateng Siti Taqiyah turut hadir dan menyampaikan ceramahanya. Ia mengulas tentang peran dan strategi organisasi wanita Islam dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.

"Organisasi wanita Islam harus memunyai lima hal untuk mampu berperan memberi manfaat pada kadernya, yaitu SDM yang mampu memberi teladan, dana yang kuat dan halal, kiat-kiat khusus, sarana prasarana menunjang serta pelaksanaan pembinaan," paparnya dengan penuh semangat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salah seorang peserta yang juga ketua PC Fatayat Kudus Karyati Inayah menginformasikan Pertemuan Pemimpin Organisasi Wanita Islam yang berlangsung pada Selasa-Kamis (10 - 12 /4) lalu itu diikuti utusan kabupaten yang diwakili pimpinan ormas wanita seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiah, Nasiatul Aisyiah serta Salimah.

Dari perbedaan latar belakang ormas tersebut, tutur Inayah, menjadikan kegiatan ini lebih berwarna dan  mampu memperluas cakrawala peserta karena dapat saling berbagi pengalaman dan berbagi program di masing-masing organisasi. 

Pada sesi terakhir pertemuan yang diselenggararakn oleh Kemenag Pusat ini, peserta berdiskusi dengan  menghasilkan rekomendasi program yang diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalaan bangsa. 

"Diantaranya pembenahan akhlak bangsa, penguatan ekonomi keluarga dan kesehatan perempuan masih menjadi agenda utama untuk selalu dikawal dan diwujudkan," jelas Karyati Inayah menyampaikan hasil pertemuan pimpinan Ormas Wanita se-Jateng kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kudus, Senin malam (16/4). 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, RMI NU, Santri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Solo,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pasca-kegiatan UAS I dimanfaatkan para murid kelas I SD Ta’mirul Islam Surakarta untuk menambah ketrampilan mereka dengan berlatih membuat batik teknik jumputan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah, Selasa (9/12).

Kegiatan pada pagi hari itu diawali dengan mendengarkan penjelasan dari seorang trainer, tentang cara membuat batik teknik jumputan. Dijelaskannya, terlebih dahulu kain mesti dicelupkan ke dalam air untuk kemudian di beberapa titik diikat menjadi sebuah simpul.

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)
Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan (Sumber Gambar : Nu Online)

Murid SD Belajar Membatik Teknik Jumputan

Usai mendengarkan penjelasan dari trainer, para siswa mulai praktik. Berbekal kuas dan pewarna, tangan-tangan mungil mereka mulai menari di atas kain putih. Alhasil, terciptalah paduan warna yang varian nan menarik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Hasil akhir tidak terlalu penting, yang paling penting dari kegiatan ini anak dapat mengeksplorasi kreativitas mereka. Rencananya karya dari anak ini juga akan kita tampilkan dalam pameran anak” terang koordinator kegiatan, Esti Indriani, saat ditemui di sela kegiatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan kesenian budaya lokal kepada anak seadari dini. “Kesenian batik ini sebuah budaya yang mesti kita kenalkan kepada para siswa, agar mereka mengenal akan budaya mereka sendiri,” jelas dia.

Salah satu siswa, Danica Felda, mengaku senang dapat mewarnai kain batik meski bajunya juga ikut belepotan warna. “Tadi warnanya aku campur, ada merah kuning hijau,” ujarnya.

Selain kegiatan berlatih membuat batik jumputan, pada jeda UAS kali ini, SD Ta’mirul Islam menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain pasar anak, fun games, dan kunjungan ke Techno Park. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Aswaja, Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

Kata puasa dalam bahasa Arab adalah “Shiyam atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar, yang bermakna menahan. Sedangkan  secara istilah fiqh berarti menahan diri sepanjang hari dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu, menahan dari segala sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi seorang muslimah. 

Puasa ramadhan hukumnya wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan nash al-Qur’an yang sifatnya qot’i dalam kajian ilmu fiqh.



Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ...

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagimu ibadah puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa...(QS. al-Baqarah, 2: 183)



PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِى اَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْاَنُ هُدًى للِّنَّاسِ وَبَيِنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ... 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,..(QS. al-Baqarah, 2:185) 

(Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah