Kamis, 30 November 2017

Program Hutan Rakyat, Upaya PBNU Perbaiki Lingkungan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebagai upaya untuk membantu mengatasi kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia, PBNU bersama dengan Departemen Kehutanan RI mengembangkan program Hutan Rakyat di sejumlah daerah.

Jazim dari Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL) NU kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis, menjelaskan bahwa konsep hutan rakyat adalah pengembangan kawasan hutan di lahan yang dimiliki masyarakat.

“Departemen Kehutanan akan membantu bibit, pembinaan, pelatihan serta dana insentif untuk penanaman dan perawatan,” tandasnya.

Program Hutan Rakyat, Upaya PBNU Perbaiki Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Hutan Rakyat, Upaya PBNU Perbaiki Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Hutan Rakyat, Upaya PBNU Perbaiki Lingkungan

Dijelaskannya program ini sangat menguntungkan bagi masyarakat karena selama beberapa tahun ke depan, pohon yang ditanam tersebut sudah bisa menghasilkan. “Dephut tidak minta apa-apa, ini merupakan program kemitraan untuk perbaikan lingkungan,” imbuhnya.

Beberapa daerah yang disasar untuk program ini diantaranya adalah seluruh kawasan di Pulau Jawa, Lampung, Sulsel, NTB, Kaltim, dan Batam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mereka yang bisa mengikuti program ini adalah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) yang nantinya difasilitasi oleh GNKL dimasing-masing cabang NU untuk berhubungan dengan Dephut setempat.

Beberapa jenis bibit pohon yang diberikan adalah Jati, Sengon, Suren, Pinus, Akasia dan tanaman buah-buahan. “Untuk tanaman sengon, 4 tahun sudah panen dan petani bisa menikmati hasilnya,” katanya.

“Program ini sekaligus pemberdayaan jamaah dan jamiyyah NU sampai ke daerah-daerah. NU juga akan menikmati persentasi hasil keuntungan dari program ini yang nantinya bisa memberdayakan jamiyyah,” tandasnya.

Dijelaskannya, Dephut akan bekerjasama mengembangkan program ini sampai tahun 2011 mendatang. Dengan penanaman yang berlangsung setiap tahun, maka pada tahun 2011 mendatang, sudah akan diperoleh hasilnya secara berkelanjutan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Siapapun boleh ikut, asal membentuk kelompok Hutan Rakyat dan memiliki lahan,” katanya ditanya mengenai persyaratan untuk bisa bergabung. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 29 November 2017

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jombang menggelar doa bersama di kantor PCNU setempat, Sabtu (20/8). Mereka mendoakan bangsa Indonesia yang berdaulat, bermartabat dan berintegritas untuk membangun persatuan.

Tak lupa, mereka juga mendoakan para pahlawan yang gugur sebab merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada zaman penjajahan. Bagi mereka, kemerdekaan Indonesia yang dirasakan oleh bangsa saat ini adalah hasil perjuangan berdarah para pahlawan saat mengusir penjajah dari tanah air ini.

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Kenang Pengorbanan Pahlawan Kemerdekaan

Abdul Haris, Ketua PC IPNU Jombang berharap kader IPNU-IPPNU dapat berkontemplasi dari sejumlah perjuangan yang telah ditorehkan para pahlawan kemerdekaan, termasuk para kiai yang juga berkontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami berharap setelah memperingati kemerdekaan ini, para kader IPNU-IPPNU se-Jombang dapat menghayati makna kemerdekaan yang kemudian dapat berprestasi untuk mengharumkan Indonesia," katanya.

Haris menambahkan, perjuangan para pahlawan saat itu tak bisa diganti dengan apapun oleh bangsa Indonesia saat ini, kecuali hanya bisa mendoakan agar perjuangan mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat dan tergolong para syuhada. Di samping berdoa, katanya, penting juga memberikan yang terbaik untuk Indonesia dengan segala potensi yang dimiliki bangsa saat ini.

Pada saat yang sama, pihaknya juga menggelar berbagai lomba untuk meriahkan HUT RI. Di antaranya lomba makan pisang, cari koin dalam tepung, dan juga sepak bola contong.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara ini diawali apel sekaligus menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars organisasi IPNU-IPPNU serta lagu "Ya Ahlal Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai penutupnya. Mereka menyanyikan lagu-lagu itu dengan khidmat. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kembangkan Kemampuan Menulis, Pelajar NU Jepang Terbitkan Buletin

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Membincang berita palsu (hoaks) yang kian marak menjadi salah satu alasan IPNU-IPPNU Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah untuk menyajikan konten fakta melalui buletin. 

Usai lulus dari LDJ (Latihan Dasar Jurnalistik) yang diadakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, yakni Inayatun Nimah, Zahra, dan Alya Yusrul Hana berkomitmen untuk istiqamah menulis di buletin yang digagas para Pelajar NU Desa Jepang.

Kembangkan Kemampuan Menulis, Pelajar NU Jepang Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Kemampuan Menulis, Pelajar NU Jepang Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Kemampuan Menulis, Pelajar NU Jepang Terbitkan Buletin

Dari artikel, cerpen dan berita, mereka menyempatkan waktu untuk menulis dari kesibukan sekolah disela-sela pemadatan pra-ujian nasional tahun depan yang tinggal menghitung bulan.

Bahkan di antara mereka dengan lugas menginisiasi untuk membuat tulisan yang nantinya akan menjadi suguhan bacaan bagi masyarakat Desa Jepang. Hingga akhirnya mereka bertiga mendapat partner yang jelas dan mau membudayakan literasi yang santun di antaranya, Ulul, Budi, Ilan, Alfika, Rizqi, Ridwan, dan Irfan.

Mereka dari berbagai latar belakang sekolah di Kabupaten Kudus yaitu dari SMP, MTs, SMK dan MA. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ina, Pemimpin Redaksi Buletin Pelajar NU Desa Jepang menjelaskan, pihaknya saling bekerja sama untuk menerbitkan sebuah bacaan, dan tercetuslah Buletin perdua bulan sekali yang akan terbit turut menghiasi informasi yang jelas bagi warga Desa Jepang.

"Untuk itu, kami juga bekerja sama dengan yayasan yatim piatu Al-Kamal  NU Jepang yang sudah berkiprah puluhan tahun dalam ngerumat anak-anak yatim piatu hingga membiayai sekolah mereka," ujar Ina.

Lebih lanjut Ina mengungkapkan, sebagai generasi yang akan mebawa ke mana arah negeri ini berlaju, para pelajar juga harus sadar betapa pentingnya dunia literasi. Karena tanpa literasi, bangsa Indonesia akan lebih ketinggalan jauh dari negara-negara dengan minat baca yang hanya berapa kian persen.

"Ketika banyak peluang di depan kita  untuk menulis, kenapa tidak kita mulai sekarang untuk lebih giat membaca dan menulis," jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Rencananya, pertengahan November buletin yang kami namai Buletin Al-Kamal ini akan beredar dan menjadi suguhan bacaan bagi masyarakat Desa Jepang," tukasnya. (Fakhrudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) terus melakukan inovasi. Jika sebelumnya menjalin kerjasama dengan Cina dengan mendirikan perpustakaan budaya Islam-Cina, kali ini Dewan Pengelola Pelaksana (DPP) MAJT akan membentuk pusat kajian Islam internasional. "Kita akan bentuk pusat kajian Islam internasional yang bercirikan Indonesia dan Jawa," demikian disampaikan Ketua DPP MAJT Noor Achmad saat membuka acara dzikir akbar dan doa bersama sukses Ujian Nasional (UN) 2016 oleh Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT) di aula ? MAJT, Jumat ? sore (1/4).

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) itu menjelaskan, wawasan masyarakat Indonesia harus mendunia, tapi juga harus mengedepankan nilai luhur jatidiri bangsa Indonesia. Mengingat MASJT berada di Jawa, maka pusat kajian ini lebih fokus pada seputar Islam dan Jawa.

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Jawa Tengah Bentuk Pusat Kajian Islam Internasional Berbasis Khazanah Lokal

"Kita kaya akan budaya luhur Bangsa Indonesia dan Jawa, Dari pusat kajian Islam inilah, secara tidak langsung kita turut melestarikan sekaligus mempromosikan khazahnah kekayaan budaya kita," tegas Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini.

Pria yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyampaikan, pihaknya akan terus menfasilitasi dan siap menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga atau pihak untuk melakukan atau mengembangkan kajian-kajian keagamaan. "Hari ini, kita bersama dengan para alumni Universitas Al Azhar Mesir Indonesia menggelar seminar kajian keislaman," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta para pelajar untuk berbuat jujur dalam menghadapi UN. Apa artinya nilai baik, namun ditempuh dengan cara-cara yang curang. Seperti menyontek, ngepek, nyogok (menyuap) guru atau membeli kunci jawaban. "Saya mengajak anda semua untuk berlaku jujur dalam UN. Belajar saja tidak cukup, berdoa saja juga tidak cukup. Belajar dan berdoa harus berjalan beriringan. Disinilah pentingnya dzikir dan doa bersama," ucapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ganjar berharap siswa yang ikut dzikir akbar ini bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. "Semoga di Jateng tingkat kelulusanya tinggi, namun dengan integritas tinggi pula," imbuhnya.

Ustadz Khamami yang ? bertugas memimpin muhasabah, meminta kepada siswa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Ia juga ? mengajak mengingat segala kesalahan atau dosa yang pernah diperbuat, baik kepada Allah, kepada orang tua dan sesama. "Jangan lupa mohon maaf kepada kedua orang tua dan minta ridha-Nya. Ikhtiar, usaha lahir batin, lalu Tawakkal (berserah diri) kepada Allah," ucap Pengasuh Pondok Pesantren Multazam Semarang dengan berkaca-kaca.

Salah satu peserta dzikir, Rifki Adi, siswa kelas IX SMP Mardisiswa 2 Semarang yang datang bersama temanya itu berharap bisa lulus dengan nilai memuaskan. ? Di sepanjang doanya ia tak henti-hentinya mengucurkan air mata. "Saya menangis teringat kepada kedua orang tua yang telah tiada. Bapak saya meninggal di tahun 2001 dan Ibu saya meninggal di tahun 2003. Saya mau bersimpuh minta maaf sekaligus minta doa restu, namun sudah tidak bisa," kata Adi seraya sambil mengusap air matanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Secara terpisah, Ketua RISMA JT Anies Muchabak menjelaskan acara dzikir dan doa bersama merupakan acara rutin tahunan yang di gelar jelang UN. "Kita sudah menggelar selama 7 kali. Dan tahun ini merupakan yang ke-8," jelas pria yang juga aktivis IPNU Kabupaten Demak Jateng ini. (Ahsan Fauzi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

NU Bireun Aceh Miliki Pemimpin Baru

Bireun, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konferensi cabang III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Bireun, Aceh berlangsung Selasa (16/9) sore. Konfercab mengamanahkan Tgk H. M. Yusuf A. Wahab sebagai Rais Syuriyah dan Dr. Tgk. Saifullah, M.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Bireun untuk masa bakti 2014-2019.

NU Bireun Aceh Miliki Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bireun Aceh Miliki Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bireun Aceh Miliki Pemimpin Baru

“Saudara Tgk. H. Yusuf A. Wahab dan Dr. Tgk. Saifullah, M.Pd diharapkan dapat memengang amanah dari warga Nahdiyin di Bireun, karena NU adalah jamaah dan Dayah/Pesatren yang ada di Aceh ini semuanya jamaah adalah warga nahdiyin, jadi jangan takut untuk membesarkan dan mengharumkan nama NU di Aceh ini,” ungkap Rais Syuriah PWNU Aceh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya usai pemilihan.

Waled Nu, sapaan akrabnya di Aceh, menambahkan, “Kepada Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah diminta untuk bekerja sama dan saling berpegang tangan dalam menjalani roda organisasi NU, kerja di NU dengan ikhlas akan di berkahi oleh Allah, karena kerja di NU adalah untuk kemasyarakatan dan yang paling penting adalah mengahlusunnahkan dan menjamiahkan warga Bireun ini ke dalam NU.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pemilihan berlangsung di Dayah Babussalam Al-Aziziyah, kecamatan? Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh, Selasa (16/9) sore. Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta konfercab NU Bireun berakhir pada 17.30 sore.

“Tgk. H. Yusuf A. Wahab dan Dr. Saifullah, M.Pd terpilih secara aklamasi setelah disepakati oleh seluruh pengurus MWC seluruh Bireun,” kata Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk. Asnawi M. Amin, S.Ag.

Usai pemilihan, Tgk. Yusuf A. Wahab dan Dr.Saifullah, M.Pd disambut jabat tangan oleh sejumlah peserta konfercab NU Bireun. Sementara itu, ketua presidium sidang mengumumkan tim formatur yang akan membentuk jajaran kepengurusan baru PCNU Bireun.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain Rais Syuriah dan Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh acara muscab NU Bireun juga dihadiri oleh Katib Tgk. H. Abdullah Basyah, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh Drs. Tgk. H. Mustafa A. Geulangang dan Sekretaris PW IPNU Aceh Indra Kariadi. (Indra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Antisipasi Bencana, LPBINU Bojonegoro Siapkan Relawan Tangguh

Bojonegoro, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kabupaten Bojonegoro yang masuk wilayah rawan bencana alam menggerakkan Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) setempat untuk menggelar Pendidikan dan Latihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk menyiapkan relawan tangguh ini diadakan di MINU Wali Songo, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu-Ahad (6-7/9). Sebanyak 30 relawan dari kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti diklat ini.

Antisipasi Bencana, LPBINU Bojonegoro Siapkan Relawan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Bencana, LPBINU Bojonegoro Siapkan Relawan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Bencana, LPBINU Bojonegoro Siapkan Relawan Tangguh

"Tujuannya membentuk relawan tangguh yang betul-betul kompeten dan siap diterjunkan ketika ada bencana," kata Ketua LPBI NU Bojonegoro Rohmad Maulana.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, 30 relawan yang mengikuti pelatihan diprioritaskan untuk daerah yang tidak terdampak bencana. Sehingga ketika terjadi bencana, para relawan itu dapat maksimal dalam penolongan, karena tidak menjadi korban bencana alam tersebut.

Pada kesempatan itu Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyampaikan beberapa materi terkait kebencanaan, Palang Merah Indonesia (PMI) tentang kepelatihan dapur umum, sedangkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memberikan wawasan soal pendirian tenda.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Harapannya, tercetaknya relawan yang punya komitmen terhadap penanganan  bencana," sambungnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ditambahkan, pelatihan dan pendidikan ini tidak hanya bencana banjir Bengawan Solo saja, tetapi semua bencana yang mengancam di Bojonegoro. "Sehingga setelah pelatihan ini, ada pelatihan yang lainnya (penggulangan bencana di luar banjir, red)," imbuhnya.

Sementara itu, sekretaris PCNU Bojonegoro, Suparno mengapresiasi kegiatan pelatihan TRC yang diadakan LPBINU. Pasalnya, Bojonegoro yang masuk daerah rawan bencana membutuhkan relawan yang siap terjun.

"Relawan ini siap pakai, karena relawannya NU. Serta relawan juga harus berkomitmen setelah pelatihan ini dan mencetak pedulian terhadap bencana," tuturnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman

Sukoharjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam sebuah hadis panjang berisi percakapan antara Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dijelaskan beberapa hal tentang agama Islam, di antaranya rukun Islam, rukun iman, dan ihsan.

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman

Tiga aspek tersebut selama ini diyakini sebagian besar kaum muslimin sebagai tiga pilar utama Islam. Padahal, dalam hadis yang sama disinggung pula soal tanda-tanda akhir zaman.?

Untuk memberikan bekal kemampuan membaca realitas sosial dan tanda perubahan zaman yang ada di masyarakat, Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar Kelas Analisis Sosial (Ansos), bertempat di aula pondok pada 26-28 Januari 2016 lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren, KH M Dian Nafi’ mengemukakan alasan dilaksanakannya kelas ini.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Membaca tanda-tanda perubahan zaman merupakan pilar keempat Islam yang seharusnya dimiliki setiap muslim. Sebab, tanpa itu, umat Islam dapat terjebak pada kejumudan,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu.

Pelatihan Ansos yang terselenggara berkat kerja sama Yayasan Bina Desa dan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan tersebut menghadirkan Fajar Sudarwo dari Institute for Research and Empowerment (IRE Yogyakarta) sebagai narasumber utama.?

Salah satu materi penting yang disampaikan oleh pembicara adalah ihwal kesadaran. Menurut Fajar Sudarwo, kesadaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain kesadaran magis, naif, dan kritis.?

“Ketika seseorang sudah memiliki kesadaran kritis, ia akan berusaha untuk melakukan perubahan pada aspek sistem. Pada tingkatan ini, orang tersebut dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat melalui advokasi ataupun cara-cara yang transformatif,” jelas pria yang akrab disapa Kang Jarwo ini.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Koordinator pelaksana kelas Ansos, Ahmad Asrof Fitri mengutarakan bahwa pelatihan semacam ini perlu digelar di berbagai pesantren.?

“Terutama di pesantren mahasiswa karena setelah lulus mereka akan terjun di tengah masyarakat dan melakukan pendampingan,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Santri, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah