Sabtu, 25 November 2017

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Tegal, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi memfasilitasi kadernya di tingkat anak cabang, komisariat dan ranting untuk mempelajari dasar-dasar administrasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang ini, bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen organisasi IPPNU di Banyuwangi.

Peserta pelatihan merupakan utusan anak cabang, ranting, dan komisariat IPPNU sekabupaten Banyuwangi. Mereka belajar administrasi di kantor Ma’arif NU Banyuwangi, Kamis (19/2).

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Pengurus IPPNU Banyuwangi menyadari bahwa manajemen administrasi merupakan salah satu jantung pergerakan organisasi. Karenanya, mereka mengadakan kelas administrasi untuk menguatkan IPPNU di Banyuwangi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua IPPNU Banyuwangi Silvia Ulfa Hidayati berharap, “Kelas administrasi ini membuat kita mandiri sehingga semakin menguatkan organisasi, karena administrasi merupakan roh organisasi.”

Kelas administrasi menghadirkan Ana Aniyati dan Aviq Magfiroh yang mengupas peraturan organisasi dan administrasi, juga PD PRT IPPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dengan memahami semua ini, kita akan berada di rel organisasi yang benar," terang Ana yang juga Ketua IPPNU Banyuwangi periode 2006-2008 itu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Pendidikan, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali meminta agar penulisan sejarah keislaman, terutama yang menyangkut sejarah perjuangan komunitas NU terus dilanjutkan.  Peran para ulama  dalam perjuangan kemerdekaan seolah-olah diabaikan, padahal banyak diantara kaum santri yang meninggal.

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU: Penulisan Sejarah Keislaman harus Dilanjutkan

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam peluncuran buku Laskar Ulama-Santri  dan Resolusi Jihad yang digelar di Gedung Juang 45 Jakarta, Ahad (2/2).

Ia menuturkan, suatu saat pernah diberi dokumentasi perjuangan kemerdekaan oleh Des Alwi, sejarawan dan penulis asal Jakarta, tetapi peran kaum santri sama sekali tidak disebutkan didalamnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Padahal banyak sekali santri yang meninggal waktu perjuangan kemerdekaan,” tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk itu, ia mengapresiasi langkah Zainul Millal dalam menelusuri dan menuliskan peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan ini.

“Ini merupakan langkah awal untuk menuliskan sejarah selanjutnya,” tegasnya.

Ditegaskannya, para ulama memiliki peran sangat besar sejak zaman zaman Kesultanan Demak yang menyerang Malaka, kemudian Sultan Agung yang menyerang Jayakarta sampai zaman Diponegoro yang selanjutnya, para keturunannya melahirkan para kiai dan pejuang kemerdekaan.

Dengan latar belakang sejarah inilah, Indonesia menjadi sebuah negara nasionalis yang religius, bukan sebuah negara agama atau negara sekuler dan bisa hidup damai sampai sekarang.

Dalam pertemuan dengan para ulama Afganistan, mereka menanyakan, bagaimana Indonesia bisa menyatukan nasionalisme sekaligus agama sehingga bisa hidup damai. Mereka sendiri merasa kelelahan menghadapi perang selama 32 tahun terus menerus yang sampai sekarang belum selesai.

“Karena itu, mereka saya ajak ke sini untuk belajar tentang kebangsaan ini,” paparnya.

Buku Sejarah Ulama-Santri yang dalam satu bulan ini sudah cetak ulang yang kedua ini menelusuri jejak perjuangan para ulama, termasuk peran penting dalam pertempuran 10 November di Surabaya, yang dalam sejarah umum sampai saat ini belum banyak diungkap. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peran Ulama Sangat Penting dalam Pencegahan Stunting

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Anak pendek, alias stunting merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, anak pendek mencerminkan kurangnya asupan gizi yang berpengaruh pada pertumbuhan anak tersebut. Untuk menanggulangi masalah stunting ini, peran ulama sangat penting dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggia Ermarini, Supervisor Program Stunting yang juga Sekretaris Umum PP Fatayat dalam kegiatan Deklarasi Forum Ulama Peduli Gizi, Sabtu (22/8) di lantai 5 PBNU Jakarta.

Peran Ulama Sangat Penting dalam Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Ulama Sangat Penting dalam Pencegahan Stunting (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Ulama Sangat Penting dalam Pencegahan Stunting

Anggi, sapaan akrabnya, memberikan pemahaman, bahwa Stunting atau pendek dibandingkan anak seusianya adalah perwujudan dari masalah kurang gizi kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Anak yang stunting tidak hanya memiliki fisik yang lebih pendek dibanding anak-anak sehat, tetapi fungsi kognitifnya pun terganggu. Akibatnya, prestasi sekolah pun tidak maksimal.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Anak penderita stunting adalah anak yang gagal tumbuh. Implikasinya, mereka memiliki kemampuan kognitif dan daya saing yang lemah. Ini akan membawa kita kepada masalah yang lebih besar lagi, yaitu kemiskinan,” terang perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal INTERNA (Indonesian Interfaith Network on HIV and AIDS) ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anggi menerangkan, sebelumnya, LKNU dan Fatayat NU telah mengadakan Launching dan Pertemuan Nasional pada 1 Agustus 2013 di Jakarta yang diikuti oleh ulama di tingkat nasional, sekaligus menggalang partisipasi tokoh agama di tingkat lokal untuk membantu menanggulangi dan mencegah stunting ini.?

“Dengan jaringannya yang luas dan kegiatan-kegiatannya di akar rumput, tokoh-tokoh agama dapat menyebarluaskan narasi agama yang membawa pesan-pesan, nilai, dan norma-norma sosial yang dapat mencegah stunting,” ujar perempuan kelahiran Sragen ini.

Untuk mencegah stunting, lanjutnya, masyarakat perlu mempromosikan perilaku-perilaku kunci, yakni kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan, minum pil zat besi selama kehamilan, menjaga kecukupan asupan gizi selama kehamilan, pemeriksaan setelah melahirkan, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI saja bagi anak 0-6 bulan, memberi makanan bergizi seimbang dan tetap memberi ASI setelah anak berusia di atas 6 bulan sampai 2 tahun, serta perilaku hidup bersih seperti cuci tangan pakai sabun dan penggunaan sumber air bersih. ?

“Program bantuan keuangan bagi keluarga sangat miskin seperti PKH (Program Keluarga Harapan) diharapkan dapat membantu pemenuhan makanan dan pelayanan kesehatan. Salah satu komponen penting di masyarakat untuk mempromosikan perilaku-perilaku kunci di atas, serta nilai dan norma sosial yang mendukung adalah tokoh agama,” tegasnya.?

Kegiatan ini mendapat pengarahan dari Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, serta dihadiri oleh Ketua PCNU Brebes, KH Athoillah, Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Doddy Izwardy, Chief of Social Policy UNICEF, Dr Petra Hoelscher, dan 45 tokoh agama dari Kabupaten Brebes. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 24 November 2017

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

Sumenep, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hari Santri menjadi berkah tersendiri bagi para santri pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Pasalnya, di Hari Sanstri ini kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) keluar sebagai juara umum dalam acara Pekan Arabi 2015 di Universitas Negeri Malang.

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pesantren Annuqayah Juara Umum Pekan Arabi 2015

"Alhamdulillah berkat doa dan dukungan segenap Masyayikh Annuqayah, dewan guru/dosen, sahabat, dan semua tanpa terkecuali, malam ini 22 Oktober 2015 (bertepatan dengan hari santri), kami Kafilah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah telah dinobatkan sebagai Juara Umum dalam acara Pekan Arabi 2015," terang salah satu juara dari Annuqayah Musyfiqur Rahman.

Rincian pencapaian lomba tersebut, ialah sebagai berikut:

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

1). Musyfiqur Rahman (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab dan Juara 3 Lomba Esai Bahasa Arab)

2). A Munawwir dan Mukhlis (Juara 1 Lomba Debat Bahasa Arab)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

3). M. Rahmat (Juara 1 Lomba Baca Puisi Bahasa Arab)

4. Achmad Ainul Yaqin Amrullah (Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab) 

5. Faishal Anam (Juara 3 Lomba Nasyid Arabi) 

"Kami sangat berterima kasih kepada kiai sepuh Annuqayah yang selalu membimbing dan mendoakan kami. Kami haturkan terima kasih pula kepada guru-guru dan kiai muda Annuqayah yang terus mendidik dan memompa semangat berprestasi kami, seperti Kiai Mohammad Husnan, Kiai.Muhammad Musthafa, Kiai Nail Filhaq, Kiai Ubaidillah Tsabit dan semuanya tanpa terkecuali," tukas Musyfiqur Rahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terapkan NDP, PMII Umar Tamim Gelar Bakti Alam

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Umar Tamim Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar bakti alam sebagai salah satu upaya menerapkan Nilai-nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, yakni hablum minal alam (hubungan manisia dengan alam). Kegiatan dilaksanakan rutin setiap bulan di pekan kedua.

Ircham Ali, Ketua Komisariat Umar Tamim menuturkan, agenda ini sudah berjalan mulai satu bulan sebelumnya. Kali ini ia bekerjasama dengan BLH (Badan Lingkungan Hidup) dansantri jogo kali. “Kita sudah melaksanakan yang ke dua kalinya kegiatan semacam ini, untuk sekarang ini kita kerjasama dengan BLH dan Santri Jogo kali,” katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jum’at (11/12).

Terapkan NDP, PMII Umar Tamim Gelar Bakti Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Terapkan NDP, PMII Umar Tamim Gelar Bakti Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Terapkan NDP, PMII Umar Tamim Gelar Bakti Alam

Bakti alam dengan tajuk resik-resik kali njoso ini diikuti oleh semua pengurus rayon dan komisariat, termasuk Kopri setempat. Mereka bersama-sama membersihkan sampah-samapah di area sungai Rejoso yang mengakibatkan aliran air sungai tersebut terhambat dan sering meluap pada musim hujan ini. “Pastinya sungai Rejoso ini sering meluap setiap hujan lebat. Dan itu sudah menjadi langganan tiap tahunnya,” tuturnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk indikator kegiatan ini, Irham sapaan akrabnya menjelaskan, sebagai upaya menanamkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar. Pasalnya tidak sedikit pedagang yang beroperasi di sekitar lokasi sungai rejoso tersebut. “Kesadaran warga masyarakat sekitar perlu kami pupuk melalui kegiatan ini,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di samping itu, Irham mengajak kepada segenap pengurus rayon dan komisariat untuki menjadi aktivis yang peka dan peduli terhadap kondisi lingkungannya. “Tak perlu jauh-jauh jadi aktivis pecinta alam yg biasa ke gunung atau ke tempat yg jauh, namun belum peka dengan kondisi didekatnya, cukup jadi aktivis pergerakan yg mengamalkan semua nilai pada NDP yaitu hubungan dengan tuhan, manusia dan pastinya alam sekitar,” tandasnya.

Disinggung terkait kegiatan bulan depan, ia mengungkapkan akan menyosialisasikan sekaligus mengajak para pemuda Jombang, pedagang dan tokoh masyarakat untuk saling menerapkan pendidikan peduli sampah. “Pertemuan kedepan kami dari Komusariat PMII Umar Tamim Unipdu Jombang akan mengadakan sosialisasi kepada kepemudaan sekitar, khususnya pedagang dan tokoh masyarakat sebagi wujud edukasi peduli sampah dengan menggandeng BLH Jomabang dan lembaga terkait lainnya,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Kajian, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Puluhan Pelajar Sunan Prawoto Peringati Harlah ke-91 NU

Pati, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keluarga besar Yayasan Pendidikan Sunan Prawoto di desa Prawoto kecamatan Sukolilo, Pati mengadakan upacara tasyakuran dalam rangka memperingati harlah ke-91 Nahdlatul Ulama. Puluhan pelajar dan dewan guru mulai dari tingkat raudhatul athfal hingga aliyah di bawah naungan yayasan ini tampak khidmat mengikuti upacara itu.

Puluhan Pelajar Sunan Prawoto Peringati Harlah ke-91 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pelajar Sunan Prawoto Peringati Harlah ke-91 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pelajar Sunan Prawoto Peringati Harlah ke-91 NU

Upacara tasyakuran digelar Jumat (16/5) pagi. Mereka terdiri atas pelajar dan guru dari RA Masyithoh, MI Al-Mukmin, MI Al-Hidayah, MTs Sunan Prawoto, MA Sunan Prawoto, PAUD Masyithoh, TPA Al-Hidayah, Madin Awwaliyah, dan Madin Wustho.

Dalam amanat upacara, Ketua Ranting NU Prawoto KH Ali Makmun mengingatkan para guru dan ustadz di Yayasan Sunan Prawoto untuk betul-betul menanamkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dengan aswaja NU, insya Allah akan lahir generasi-generasi muda berkualitas, berprestasi serta berakhlaqul karimah,” kata Kiai Ali.

Upacara yang juga dihadiri Banser, Ansor, Fatayat, Muslimat NU Prawoto ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh yayasan KH Muhammad Husain. (Kholid Rosyadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah