Jumat, 24 November 2017

Dandim Tasikmalaya: Tujuan TNI dan Ansor Itu Sama, Mempertahankan NKRI

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0612 Tasikmalaya, Letnan Kolonel Kavaleri Puji Santoso dianugerahi Pimpinan Cabang Banser Kota Tasikmalaya sebagai Dewan Kehormatan Banser.

Penganugerahan dilakukan secara simblis dengan memberikan seragam kebesaran Banser pada Letkol? Kav? Puji Santoso di Makodim 0612 Tasikmalaya, Jalan Oto Iskandar Dinata, Senin (2/5).

Dandim Tasikmalaya: Tujuan TNI dan Ansor Itu Sama, Mempertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim Tasikmalaya: Tujuan TNI dan Ansor Itu Sama, Mempertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim Tasikmalaya: Tujuan TNI dan Ansor Itu Sama, Mempertahankan NKRI

Selanjutnya, GP Ansor dan Banser mengundang Letkol Puji untuk memberikan arahan sekaligus membuka acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser pada Kamis (5/5) lusa di Ponpes KH Engking Cidahu Kecamatan Tamansari.

Dandim kelahiran Magetan Jawa Timur ini pun begitu bangga dengan Banser. Menurutnya Banser maupun Ansor satu tujuan dalam mempertahankan NKRI.

"Tujuan lahirnya TNI dan Banser atau Ansor itu sama. Kita memiliki ideologi sama bagaimana mempertahankan NKRI," kata Puji dihadapan Ketua PC GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf dan Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser, Ujang Haedar beserta Sekretaris Ansor Husna Mustofa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ricky Assegaf mengatakan tugas utama Banser salah satunya bela negara. Banser memiliki tanggung jawab menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, hambatan dan gangguan pada NKRI.

"Maka dengan segala hormat, kami memberi kehormatan kepada Pak Dandim untuk menjadi anggota dewan kehormatan Banser di Kota Tasikmalaya," ujar Ricky.

Dandim Letkol Kav Puji Santoso langsung mengenakan seragam kebesaran Banser. Ia terus mengenakan sampai melepas pengurus Ansor dan Banser meninggalkan lokasi Makodim. (Nurjani/Zunus)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, Hikmah, Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KPAI: Pernyataan Sitti Hikmawatty Bukan Representasi Lembaga

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Beredarnya rilis pers yang dikeluarkan salah seorang Anggota Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menanggapi aksi tolak kebijakan Full Day School (FDS) di Lumajang, Jawa Timur, Senin (14/8) yang meneriakkan ‘bunuh menteri’ ditanggapi secara kelembagaan oleh KPAI.

Ai Maryati Sholihah yang juga Anggota KPAI menegaskan bahwa pernyataan Sitti Hikmawatty dalam rilis persnya bukan representasi atau mewakili lembaga karena tidak melalui mekanisme kolektif kolegial yang telah ditetapkan.

KPAI: Pernyataan Sitti Hikmawatty Bukan Representasi Lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI: Pernyataan Sitti Hikmawatty Bukan Representasi Lembaga (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI: Pernyataan Sitti Hikmawatty Bukan Representasi Lembaga

Ai mengungkapkan bahwa seluruh Anggota Komisioner KPAI melakukan rapat pleno terbatas menyikapi rilis pers Sitti Hikmawatty yang sudah viral di media sosial dan menjadi sumber pemberitaan di sejumlah media.

“Dalam rapat pleno tersebut, Ketua KPAI Pak Susanto mengharapkan jika ada sesuatu yang disampaikan ke publik harus melalui mekanisme kolektif kolegial,” jelas Ai kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (14/8) malam didampingi Komisioner KPAI lainnya Susianah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ai juga menyatakan bahwa secara kelembagaan KPAI sudah memberi peringatan kepada Sitti Hikmawatty bahwa dirinya saat ini telah masuk sistem dan lembaga yang mempunyai aturan main.

“Kita buat lembaga penuh dengan suasana kekeluargaan, tidak perlulah saling dahulu-mendahului,” terang Ai yang juga memberi catatan kepada Sitti Hikmawatty bahwa asas praduga tak bersalah harus dikedepankan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebab itu menurutnya, melakukan kroscek kebenaran atas video aksi tolak FDS dengan meneriakkan ‘bunuh menteri’ oleh sejumlah anak mestinya menjadi langkah pertama sebelum mengeluarkan sikap dan pendapat.

“Saya secara pribadi sebagai Komisioner KPAI sangat menyayangkan seseorang atau kelompok yang menjadikan video itu sebagai landasan bahwa aksi tersebut tidak memenuhi asas perlindungan anak, mestinya dicari dulu kebenarannya sehingga kita tidak terjebak hoaks,” tegas Ai Maryati.?





Adapun rilis pers Sitti Hikmawatty yang disebar dengan mengatasnamakan lembaga KPAI adalah sebagai berikut:

Yth,





Rekan media cetak dan elektronik





Di-

Tempat





Pers Release

KPAI Sayangkan Ucapan Kasar dan Pelibatan Anak-anak dalam Demo Tolak Full Day School





Beredar video berdurasi singkat 1:03 menit di Youtube ( https://youtu.be/oQQodXveEv8 ) yang menggambarkan sejumlah anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan kopiah tengah melancarkan aksi atau demonstrasi di ruangan terbuka diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang kemudian kerap disebut Fullday School.





Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak itu membentangkan spanduk dan membawa bendera seraya meneriakkan takbir serta memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga."





Atas hal itu KPAI menyatakan sikap sbb:





1. Bila benar adanya, KPAI menyayangkan dan prihatin atas pelibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi yang diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Sebab, masih ada cara lain yang lebih efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan.





2. Ucapan atau ujaran kasar yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana cuplikan video tersebut sangat tidak patut dan berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya, anak-anak dididik dan disekolahkan agar nantinya mereka dapat lebih beradab dan berkasih sayang ? untuk hidup bermasyarakat.





3. KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita.. ? Apalagi hingga berteriak "membunuh" hanya untuk menolak suatu kebijakan. Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan dengan tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa anak-anak.





4. Dengan adanya ucapan tidak patut dari anak-anak tersebut, KPAI prihatin adanya fihak-fihak yang sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan tertentu, seolah rasa kasih sayang di antara sesama anak bangsa sudah mulai luntur.





5. Karena itu, KPAI mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembangnya.





6. Sebaiknya saluran aspirasi penolakan atas suatu kebijakan diganti dari melakukan aksi turun ke jalan, menjadi dialog untuk mencapai kesepakatan. KPAI percaya negara mendengar setiap aspirasi warga negaranya asalkan disampaikan dengan santun dan membuka diri untuk berdialog.





Salam hormat,

Sitti Hikmawatty

Komisioner KPAI periode 2017-2022





(Fathoni)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

NU Sumenep Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan

Sumenep, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 100 warga nahdliyin mengikuti Pelatihan Penguatan Kelembagaan Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu-Senin (23-25/12). Kegiatan tersebut diikuti 4 MWCNU, yakni dari Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batuputih, bertempat di kantor MWCNU Gapura.

NU Sumenep Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumenep Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumenep Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan

Selama tiga hari, mereka bakal digembleng dengan lima materi terkait dengan penguatan kelembagaan dan administrasi MWCNU, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Sekretaris MWCNU Gapura Khairul Umam menegaskan, tujuan diadakannya acara pelatihan tersebut ialah untuk memperkuat struktural dan manajemen MWC NU dan seluruh Banomnya, "setelah acara ini semoga struktual NU lebih solid, dan manajemen semakin kuat," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wafi, perwakilan MWCNU Timur Daya. Menurutnya, lembaga NU harus tertata rapi dalam hal pengadministrasian, karena dalam hal administrasi, NU saat ini sudah berbeda dengan yang dulu.

"Dulu, ketika ada acara, pengurus NU cukup menyampaikan undangan melalui lisan, akan tetapi sekarang sudah harus memakai surat-menyurat. Jadi administrasinya harus tertata rapi," jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menambahkan, sekarang sudah banyak ormas yang dulunya tidak mau terhadap tahlil dan sebagainya, kini sudah mulai setuju terhadap adanya tahlil dan bahkan sudah mempraktikkan, secara amaliyah mereka sudah agak sama dengan tradisi NU, akan tetapi mereka cenderung menyempal dari AD/ART NU yang telah ditentukan, mereka hanya akan merongrong-rong persatuan dan kesatuan Nahdlatul Ulama.

"Ormas-ormas yang tidak mau bertahlil, kini mereka sekarang sudah mulai bertahlil juga, mereka sudah mirip dengan tradisi kita, tapi mereka tidak menerapkan AD/ART NU yang sudah ada, oleh karenanya di acara pelatihan akan ada materi yang khusus menjelaskan tentang AD/ART NU," ujarnya. (Hairul Anam/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Syariah, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 23 November 2017

2.267 Peserta Ikuti Ujian Program 5000 Doktor Kementerian Agama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 2.267 peserta dari berbagai daerah mengikuti ujian Progam 5000 Doktor Kementerian Agama. Mereka tersebar di 21 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia. Berbeda sebelumnya, tahun ini peserta bisa memilih tempat ujian yang berdekatan dengan tempat tinggal mereka.?

Penanggung Jawab Pelaksanaan Ujian Syafii mengaku tempat ujian dibuat fleksibel, agar calon penerima beasiswa bisa berkonsentrasi pada ujian dan tidak terbebani biaya transportasi ke tempat pelaksanaan ujian. "Meski mereka ambil pilihan studi di Yogjakarta, Surabaya, atau kota lain, kalau dia orang Jakarta, bisa memilih tempat ujian di Jakarta," terang Syafii di Jakarta, Rabu (12/07).

2.267 Peserta Ikuti Ujian Program 5000 Doktor Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
2.267 Peserta Ikuti Ujian Program 5000 Doktor Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

2.267 Peserta Ikuti Ujian Program 5000 Doktor Kementerian Agama

Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Masykuri Abdillah menyambut baik program 5000 Doktor ini. Menurutnya, ini adalah program bagus karena memberikan afirmasi yang jelas kepada masyarakat.

Masykuri berharap program ini terus ditingkatkan karena memberi dampak yang luas. "Karena peserta yang diterima di program ini adalah orang-orang terbaik, maka peserta program ini harus memiliki kompetensi yang bagus, terutama keilmuan agama," harap Masykuri.

Harapan Masykuri disambut baik Kasubdit Ketenagaan Direktorat Diktis, Syafii. Dia berkomitmen agar proses pelaksanakan ujian dilakukan dengan baik sehingga mendapatkan hasil terbaik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Karena program ini uangnya berasal dari rakyat, maka kita harus bisa memastikan bahwa ujian harus terlaksana dengan baik. Jika prosesnya baik, pasti hasilnya ke depan juga akan baik," ungkap Syafii.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pelaksaan ujian hari ini ada tiga, bahasa Arab, bahasa Inggris dan Tes Potensi Akademik. Besok, akan dilakukan ujian wawancara untuk pendalaman proposal desertasi," tambahnya.

Di Jakarta, sebanyak 88 peserta ikut ujian. Ikut hadir mengawasi ujian, Direktur Pascasarjana, Masykuri Abdillah, Wakil Direktur I, Didin Saepudin, dan Wakil Direktur II, JM. Muslimin. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya merayakan hari lahir (harlah) yang jatuh pada 16 Rajab 1437 H atau bertepatan dengan 24 April 2016 dengan berziarah makam para pendiri atau orang-orang yang berjasa besar terhadap NU.

Makam yang dikunjungi, antara lain Sunan Ampel, pencipta nama NU KH Mas Alwi Abdul Azis, Sunan Bungkul yang dikenal sebagai kakek Sunan Ampel, lalu pencipta lambang NU KH Ridlwan Abdullah di kompleks makam Tembok, Surabaya.

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Meziarahi Makam Pencipta Nama dan Lambang NU

"Instruksi PBNU, peringatan Harlah ke-93 tahun ini digelar secara sederhana. Malam ini (Sabtu) ziarah ke makam Sunan Bungkul menjadi titik terakhir ziarah ke muassis. Di makam Sunan Bungkul sekalian digelar tahlilan," kata ketua PCNU KH Mubibbin Zuhri.



PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kisah Lambang NU



Bersamaan Harlah ke-93 ini, Wakil Katib PCNU Surabaya Ustadz Maruf Khozin membuat catatan tentang penuturan Gus Saiful Halim, cucu KH Ridlwan Abdullah. Pada catatan yang dibagikan ke Nahdliyin ini disampaikan sejarah pendirian NU. Setelah malam didirikan, para kiai meminta Kiai Ridlwan membuat lambang NU. Mengapa Kiai Ridlwan yang ditunjuk?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Cucu KH Ridlwan, Gus Saiful Halim menceritakan bahwa setelah mondok di Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Ridlwan pernah bekerja di rumah orang Belanda. Pemilik rumah tersebut adalah pelukis. Suatu ketika tanpa disengaja Kiai Ridlwan menumpahkan tinta di kanvas lukisannya. Kiai Ridlwan gugup dan sedih, namun memberanikan diri memperbaiki lukisan tersebut sebisanya.

Dan ternyata si tuan Belanda tersebut tidak marah karena hasil lukisan Kiai Ridlwan bagus. Maka sejak itulah bakat seni melukis Kiai Ridlwan terlihat.

Pada Kiai Ridlwan, para Kiai memberi syarat kriteria lambang NU. Hadratussyekh KH Hasyim Asyari ketika itu mengatakan, "Membuat lambang NU tidak meniru lambang lain, lambang tersebut harus punya haibah, tidak membosankan sampai kapan pun.”

Menurut Ustadz Ma’rif Khozin, tidak mudah di masa itu dengan membandingkannya di masa digital sekarang. Syarat pertama tadi karena sebelum berdirinya NU, sudah ada Muhammadiyah dan Persis yang juga memiliki lambang.

“Beberapa lambang telah beliau buat, beliau ajukan ke beberapa kiai, selalu ditolak dan tidak diterima. Seolah beliau sudah habis inspirasinya, maka beliau salat Istikharah meminta petunjuk kepada Allah, maka pada jam 3 sebelum Subuh setelah beliau merebahkan tubuh. Kiai Ridlwan bermimpi ada bumi yang dikelilingi 9 bintang,” katanya.

Ini membuatnya terperanjat dan menulisnya secara sederhana di atas kertas. Setelah salat Subuh Kiai Ridlwan menyempurnakan gambar tersebut. Paginya, ia sampaikan kepada beberapa Kiai, termasuk Rais Akbar. Kiai Ridlwan menyampaikan bahwa ini hasil istikharah.

Di lain pihak, Kiai Nawawi Sidogiri juga mendapat Istikharah Surat Ali Imran 103, yaitu tentang Tali Allah, yang oleh Kiai Wahab diilustrasikan dengan 2 tali terikat di bawah. Maka saat kongres NU pertama di Peneleh Surabaya lambang NU telah sempurna. (Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delegasi NU Fasilitasi Upaya Perdamaian Afghanistan

Kabul,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rencana hengkangnya NATO dari Afghanistan telah menimbulkan ketegangan sendiri ketika masing-masing kekuatan perjuangan yang bertikai saling mengancam.?

Hingga saat ini setiap minggu ratusan korban tewas akibat bom bunuh diri dan serangan roket. Karena itulah beberapa kelompok moderat termasuk di antaranya ? High Peace Council meminta keterlibatan Indonesia, Iran, dan Mesir untuk melakukan mediasi di antara kelompok yang bertikai.

Delegasi NU Fasilitasi Upaya Perdamaian Afghanistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi NU Fasilitasi Upaya Perdamaian Afghanistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi NU Fasilitasi Upaya Perdamaian Afghanistan

Rencananya pertemuan dilakukan bulan Februari 2013 tetapi karena keterlibatan Iran, Pakistan dan Mesir yang dianggap ikut bertikai ditolak oleh beberapa milisi, akhirnya pertemuan digagalkan. Kemudian pertemuan dilanjutkan lagi mulai 4-5 Juni 3013, tanpa kehadiran negara lain kecuali Indonesia sendirian yang diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU), yang melakukan pembicaraan dengan ulama dan pimpinan setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam perundingan yanag dihadiri oleh hampir semua faksi yang terdiri dari para ulama, pemuda dan kaum intelektual yang berasal dari berbagai suku itu, mereka sepakat untuk membangun persatuan di antara faksi yang ada. Dengan demikian mereka membutuhkan toleransi di antara kepentingan mereka sendiri. Disitulah NU mengambil peran penting dengan memperkenalkan prisnip tawasuth, tawasun dan tasamuh.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delegasi NU yang terdiri dari H As’ad Said Ali, wakil ketua umum PBNU, KH Saifuddin Amsir, Rais Syuriyah, H Abdul Mun’im DZ, wakil sekjen dan Adnan Anwar, wakil Sekjen PBNU.?

Pertemuan yang diselenggarakan di pusat Kota Kabul yang mencekam itu dihadiri sekitar 50 orang, dan berlangsung khidmat. Pertemuan ini sendiri merupakan kelanjutan pertemuan ulama NU dan ulama Afghan di Jakarta 2010 yang lalu.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Afghanistan H Anshori Tajudin yang juga ikut memfasilitasi perundingan ini. ?

Dalam amanatnya di depan peserta konferensi itu As’ad Said Ali mengatakan bahwa dalam menghadapi globalisasi, umat Islam harus merespon secara proporsional, jangana sampai larut sehingga menjadi kelompok yang tasahul, menggampangkana semua hal sehingga melanggar norma agama. dan juga jangan sampai menjadi tasyaddud, menolak secara mentah-mentah dengan cara ekstrem bahkan dengan kekerasan. Karena itulah perlu diambil jalan tawasuth, tawazun.

Dihadapan para aktivis Afghan itu, As’ad mengatakan bahwa jihad mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya qital (perang) tetapi juga membangun masyarakat dan mengendalikan hawa nafsu. NU sendiri pernah mengeluarkan fatwa jihad tetapi sangat jelas batas wilayahnya dan batas waktunya. Jihad tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, kalau hal itu dilakukan menjadi terorisme itu yang harus dihindarkan. ?

Perrnyataan itu disampaikan berkaitan dengan munculnya dua fatwa yang bertentangan di Afghnaistan tentang keharusan melakukan jihad di mana saja dengan cara apa saja termasuk bunuh diri. Di sisi lain terdapat ulama yang mengharamkan bom bunuh diri. NU memberikan jalan tengah.

Pandangan NU itu semakin menarik perhatian mereka apalagi setelah KH Saifudddin Amsir berbicara tentang sikap tasamuh (toleran) umat Islam Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa dan pulau tetapi bisa menyatu, karena bangsa Indonesia memiliki Pancasila. Dijelaskan bahwa Pancasila merupakan cerminan ajaran Al Quran tetapi dibahasakan dengan budaya setempat sehingga bisa diterima oleh kelompok non Muslim sekalipun. Mestinya bangsa Afghanistan yang hampir seluruhnya Muslim ini bisa lebih mudah bersatu, karena akidah meraka sama. Hanya saja perlu modal tasamuh yang tinggi.

Beberapa kesepakatan dicapai antara lain, pertama, menjalin persaudaraan dan perdamaian,? kedua, menyelamatkan Afghanistan dari penghancuran kelompok imperialis, ketiga, melaksanakan perdamaian dan rekonsiliasi untuk menyatukan negara, keempat, sebagai pemimpin spiritual para ulama berkewajiban menjaga keutuhan bangsa, kelima, menghilangkan diskriminasi, dan sukuisme serta segala bentuk kekerasan terhadap kelompok lain.

Hasil pertemuan Jakarta dan perundingan di Kabul ini akan terus di sosialisasikan pada ulama dan kelompok milisi di seluruh propinsi. Diharapkan akan lahir sikap tasamuh di kalangan mereka sehingga menghindari terjadinya perang saudara.

Para ulama Afghan menilai bahwa ulama Indonesia memiliki pemikiran yang jauh ke depan dan maju, dan ini yang perlu dipelajari oleh para ulama Afghanistan sekarang ini.?

Kehadiran delagasi NU ini mendapatkan liputan media yanag sangat besar sehingga tersiar di berbagai televisi dan media cetak termasak media online, sehingga gemanya di lingkungan para petinggi dan rakyat Afghanistan juga besar.?

Antusiame maysrakat begitu tinggi karena mendengar Indonesia mereka selalu ingat Soekarno dan Gus Dur yang penuh heroisme dan penuh pesona.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

NU Tidak Terlibat Permintaan Pembubaran Densus 88

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membantah kabar keikutsertaan pengurusnya dalam aksi permintaan pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang dilakukan sejumlah Ormas Islam ke Mabes Polri, Kamis (28/2/2012).?

NU Tidak Terlibat Permintaan Pembubaran Densus 88 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tidak Terlibat Permintaan Pembubaran Densus 88 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tidak Terlibat Permintaan Pembubaran Densus 88

H. Iqbal Sullam, Ketua PBNU yang namanya tercantum di pemberitaan sejumlah media menyampaikan bantahan tersebut secara langsung.?

"Pagi tadi saya ada di UI. Saya ikut acara diskusi tentang tragedi Khojaly yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Kiai Said (Aqil Siroj) dan Pak Marzuki (Ali, Ketua DPR RI). Saya hadir di sana dan membacakan doa," bantah Iqbal tegas di Jakarta. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait aksi permintaan pembubaran Densus 88 Anti Teror oleh sejumlah Ormas Islam, Iqbal mengaku mendapatkan udangan secara pribadi, yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin. Meski demikian dia tidak hadir dalam acara tersebut, karena di waktu yang bersamaan ada kegiatan lain.?

"Saya tegaskan tidak hadir dalam aksi (di Mabes Polri) itu," tandas Iqbal.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 dalam penangkapan terduga terorisme sehingga menimbulkan aksi oleh sejumlah Ormas Islam, Iqbal menyatakan dukungannya.?

"Justru saya berpendapat kehadiran Densus 88 masih dibutuhkan dalam pemberantasan terorisme, tapi memang harus dilakukan sejumlah evaluasi dan koreksi," ujarnya.?

Seperti diberitakan sejumlah media, Kamis pagi sejumlah Ormas Islam melakukan aksi di Mabes Polri, menggugat pelanggaran HAM berat oleh Densus 88 dalam pemberantasan Terorisme. Selain Din Syamsudin sebagai pemimpin aksi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Syuhada Bakri (DDII), Abdullah Djaedi (Al-Irsyad), Cholil Ridwan (BKSPPI), Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), Tgk. Zulkarnain (Satkar Ulama), dan Faisal (Persis).?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, Pendidikan, Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah