Sabtu, 18 November 2017

Segmentasi Media NU Harus Lebih Fokus

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hingga kini perkembangan media cetak maupun elektronik demikian membanggakan. Seiring dengan semangat reformasi, sejumlah media bermunculan dengan segmentasi beragam. Idealnya aktivis media NU lebih fokus menggarap komunitasnya sendiri.

Bagi pemerhati sekaligus pelaku media, Hakim Jayli, hal yang cukup membanggakan saat ini adalah kian semangatnya anak muda NU untuk berkiprah di dunia media. Nyaris di berbagai kota bermunculan buletin, majalah, tabloid serta website yang dikelola. "Sebuah pencapaian? yang luar biasa," katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah (7/2).

Segmentasi Media NU Harus Lebih Fokus (Sumber Gambar : Nu Online)
Segmentasi Media NU Harus Lebih Fokus (Sumber Gambar : Nu Online)

Segmentasi Media NU Harus Lebih Fokus

Saat ditemui di kantornya Raya Darmo 96 Surabaya, Hakim berharap agar keberadaan lembaga, badan otonom serta lajnah di NU bisa menjadi sarana mengerucutkan segmentasi media yang dikelola. "Jangan semua berlomba dengan mendirikan media, namun segmentasinya terlalu umum," kata Presiden Direktur TV9 ini. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sekadar memberikan contoh, para pengurus Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI) yang merupakan lembaga dengan konsentrasi kepesantrenan, bisa membuat media khusus masalah pesantren. "Bagi masyarakat kelas menengah kota hingga kalangan kelas atas saat membutuhkan informasi kepesantrenan, maka sudah selayaknya disediakan oleh rekan RMI," terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kalangan kelas perkotaan kata Hakim, akhirnya lebih cenderung mencari informasi seputar pesantren di internet yang celakanya dikuasai kalangan Islam garis keras. "Hal ini kan mestinya menjadi keprihatinan bersama," ungkapnya.

"Karena itu sudah saatnya para pegiat media di RMI untuk bisa tampil memberikan pencerahan seputar pesantren," katanya. Dengan jaringan kepengurusan RMI dari mulai tingkat {pusdat di Jakarta hingga kota dan kabupaten se Indonesia, hal ini tentunya tidak akan menyulitkan. "Tinggal intensitas komunikasi dan memperbaiki formulanya," terang Hakim.

Hal ini juga berlaku untuk kelengkapan di NU yang lain. "Aktivis IPPNU misalnya, dapat memberikan pencerahan kepada khalayak perihal dunia kepelajaran," katanya. Bukan semata informasi sekolah yang dapat disampaikan, juga tentang fiqh kepelajaran yakni informasi masalah perempuan baik ibadah dan muamalah, lanjutrnya.

Dengan telah tersegmentasikannya kepengurusan lembaga, badan otonom dan lajnah di NU, maka hendaknya hal tersebut dapat diejawantahkan dalam memberikan informasi yang cepat di internet. "Kita sudah tidak bisa lagi menghindar dari perkembangan teknologi informasi yang demikian massif," ungkapnya.

Kendati demikian, jangan sampai tantangan baru di dunia informasi ini lantas melupakan keajegan dakwah konvensional yang telah digeluti yakni pengajian umum dan majlis taklim. "Barangkali inilah pengejawantahan jargon menjaga tradisi tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik atau almiuhafadzatu alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah," terangnya. Yakni tetap memelihara pengajian dan majlis dzikir untuk menyapa umat dengan pengetahuan agama, dan pada saat yang sama juga menekuni dakwah di internet, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial

OKU Timur, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam mauidhohnya menjelaskan bahwa ajaran Islam bukan hanya doktrin teologi. Islam adalah agama yang menuntut umatnya untuk berpendidikan. Allah dan rasul-Nya tidak ridho apabila umatnya bodoh dan lemah.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, ilmu ada dua macam, ilmu mahmud yang terpuji dan madzmum yang jelek. Sebagai contoh, ilmu teknologi adalah ilmu yang terpuji. Karenanya umat Islam terutama generasi muda harus menguasai teknologi.

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Warga NU Harus Menguasai Iptek dan Kuat Finansial

Penguasaan teknologi adalah salah satu kewajiban bagi Muslim, termasuk fardhu kifayah. Apalagi dengan kemajuan IT sekarang ini, kita juga harus lebih menguasainya melalui media yang kita punya untuk sarana dakwah.

“Ada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, majalah Risalah NU, Aswaja TV, TV 9 dan lain-lain. Itulah media asli NU yang harus selalu kita akses mengingat kontennya adalah Islam yang mengedepankan harmoni,” kata Kang Said pada acara Takhtiman Akhirussanah Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur di halaman Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nurul Huda, Rabu (25/5).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan ilmu pengetahuan, kita akan hidup bermartabat. “Kepada orang tua, kirimlah anak-anak ke lembaga yang mengajarkan pengetahuan Islam yang rahmatan lil alamin. Dan jawabannya adalah pesantren," terang Kang Said.

Bupati OKU Timur Kholid Mawardi bertekad untuk menghidupkan kekuatan ekonomi warga NU. Ia berencana membuat lembaga ekonomi syariah berupa Baitul Mal wa Tamwil (BMT), semacam koperasi yang berasaskan kaidah fikih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dan tahun 2017 kami akan siapkan anggaran Rp 500 juta dari APBD," tegas Kholid.

Agenda tahunan pesantren ini dihadiri seribu jamaah terdiri dari para kiai pesantren se-OKU Timur, pengurus NU OKU Timur, beserta MWC-Nya, wali santri, dan jamaah lainnya. Tampak hadir pula jajaran Muspida OKU Timur, beberapa camat, dan pegawai di lingkungan pemda. (Li Sin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Zakat PNS Kota Pariaman Terkumpul Hampir Rp 10 M

Pariaman, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Walikota Pariaman, Propinsi Sumatera Barat, Mukhlis Rahman mengungkapkan, Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Pariaman yang dibentuk pada 2009 sudah mengumpulkan zakat dari wajib zakat hampir Rp 10 miliar. Zakat tersebut umumnya dikumpulkan dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Zakat PNS Kota Pariaman Terkumpul Hampir Rp 10 M (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat PNS Kota Pariaman Terkumpul Hampir Rp 10 M (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat PNS Kota Pariaman Terkumpul Hampir Rp 10 M

“Zakat yang dikumpulkan tersebut diberikan untuk beasiswa anak-anak sekolah, biaya pengobatan dan modal usaha warga Kota Pariaman. Khusus zakat untuk modal usaha, diupayakan untuk membantu membebaskan kemiskinan warga. Jika hari ini menerima zakat, setelah bebas dari kemiskinan, besok atau tahun depan bisa pula berzakat,” kata Mukhlis Rahman pada pendistribusian zakat dari Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Pariaman, Jumat (2/8) di Masjid Raya Desa Air Santok, Kecamatan Pariaman Timur.

Penyerahan zakat yang dikumpulkan BAZ Kota Pariaman itu dihadiri Ketua BAZ Kota Pariaman Khaidir AS, Kepala Kemenag Kota Pariaman Hendri, pengurus BAZ Kota Pariaman, dan penerima zakat dari Kecamatan Pariaman Timur.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mukhlis Rahman berharap mustahiq yang menerima zakat untuk modal usaha dapat meningkatkan dirinya pada tahun mendatang. Jika tahun ini menerima zakat, dengan adanya bantuan modal usaha dari zakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga, diharapkan tahun depan bisa pula membayar zakat.

Sekretaris BAZ Kota Pariaman Amril mengatakan, jumlah dana yang didistribusikan Rp 1.296.300.000 yang dibagikan kepada 3.350 orang. Pendistribusian di empat kecamatan berlangsung dua hari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada Kamis (31/7) di Kecamatan Pariaman Utara didistribusikan zakat di Masjid Al Furqan Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Tengah di Masjid Raya Kampung Perak. Sedangkan Jumat ini di Air Santok dan di Kecamatan Pariaman Selatan di Masjid Raya Pinago Kuraitaji.?

“Jumlah zakat yang didistribusikan masing-masing menerima Rp 300.000. Mudah-mudahan zakat tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat fakir miskin dalam menghadapi lebaran tahun ini,” tambah Amril.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buka MTQ NU, Wapres Pukul Bedug

Pontianak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono membuka resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional VII yang diselenggarakan Jam’iyyatul Qura’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU), Selasa malam (3/7) di stadion sepak bola Sultan Syarif Abdurahman, Pontianak, Kalimantan Barat. 

Dalam sambutannya, Boediono mengatakan bahwa Al-Quran adalah kitab suci yang diimani bersama, sebagai penunjuk dan penuntun kehidupan untuk kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. 

Buka MTQ NU, Wapres Pukul Bedug (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka MTQ NU, Wapres Pukul Bedug (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka MTQ NU, Wapres Pukul Bedug

“Al-Quran tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, tapi summber nilai-nilai universal, ilmu pengetahuan hingga hikayat kehidupan yang penuh dengan keteladanan serta pesan moral yang luhur dan agung,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Boediono menambahkan, Al-Quran memberi tuntunan kepada kita agar membangun kehidupan yang saling bertoleransi, hidup dalam perdamaian dalam keragaman, saling mengasihi dan memberi maaf.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an, jangan hanya dijadikan ajang bertanding dan berlatih, tetapi juga untuk makin memahami dari ayat-ayat suci Al-Quran,” imbaunya. 

Dengan memahami, kita akan memperteguh karakter diri dan bangsa melalui nilai-nilai kegamaaan, aturan hukum, serta kerukunan antarumat beragama sejalan dengan nilai-nilai universal ajaran  Al-Quran.

Sambutan Wakil Presiden yang berlangsung selama sebelas menit itu diakhiri dengan memukul bedug bertalu-talu. Disusul kemudian kembang api yang mengangkasa dan gelegar mercon selama lima belas menit. Ditimpali pula riuh-rendah tepuk tangan hadirin yang memenuhi stadion. 

Hadir pada Kesempatan itu, KetuaUmum PBNU KH Said Aqil Siroj serta beberapa pengurus PBNU, Menteri Perumahan Rakyat H. Djan Faridz, Ketua Umum JQH NU KH Muhaimin Zen, dan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis MH., peserta MTQ, official, serta masyarakat Kalimantan Barat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Era baru hubungan RI dan Rusia dimulai. Kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/9) disambut hangat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan kedua pemimpin negara akhirnya menghasilkan kesepakatan atas delapan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk kerja sama di bidang energi dan pertambangan.



RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

RI-Rusia Sepakati Delapan Kerja Sama

Putin tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 12.25. Dia disambut dengan upacara kenegaraan dengan 21 dentuman meriam. Selama satu jam, Putin dan SBY melakukan pertemuan bilateral. Kunjungan Putin ini merupakan sejarah bagi hubungan kedua negara. Putin adalah presiden pertama Rusia yang berkunjung ke Indonesia.

Seusai bertemu, keduanya menyaksikan menandatanganan nota kesepahaman atas delapan kerja sama oleh para pejabat kedua negara di bidang lingkungan hidup, promosi investasi, pelatihan olahraga, audit keuangan, pinjaman pemerintah, terorisme, budaya, dan keuangan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kesepakatan pertama terkait dengan audit keuangan negara yang ditandatangani oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution dan Kepala Badan Audit Rusia S.V. Stephasin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat kedua pemimpin negara mengadakan jumpa pers, Putin mengungkapkan rasa puas dan senangnya bisa berkunjung ke Indonesia. Putin pun mengucapkan selamat kepada Presiden SBY atas prestasi ekonomi yang dicapai pemerintah RI dalam beberapa tahun terakhir.

"Martabat Indonesia di gelanggang internasional semakin tinggi," sanjung Putin.

"Kami memandang persetujuan ini sebagai suatud asar hukum untuk mendorong perkembangan hubungan di antara pengusaha kedua negara kita," kata Putin.

Sementara itu, Presiden SBY yang merasa terhormat atas kunjungan pemimpin Kremlin (julukan bagi pemerintah Rusia) itu mengatakan, kerja sama ekonomi RI-Rusia sat ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi yang ada. Namun, presiden juga menyinggung, dalam waktu dekat peningkatan hubungan akan dilakukan, termasuk menaikkan neraca perdagangan kedua negara, dari 700 juta dolar AS menjadi 1 milyar dolar AS. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Pendidikan, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 17 November 2017

PWNU Lampung Akan Dirikan Universitas

Bandar Lampung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung. Rencana tersebut telah mendapat dukungan dan respons positif dari segenap pengurus NU dan masyarakat Lampung.

PWNU Lampung Akan Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Akan Dirikan Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Akan Dirikan Universitas

PWNU Lampung menggelar rapat panitia pendirian UNU Lampung di Kantor PWNU setempat, Bandar Lampung, Sabtu (13/12). Rapat yang dipimpin Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri dan Ketua Panitia Pendirian UNU Lampung Dr. Nasir ini membahas persiapan pendirian perguruan tinggi NU satu-satunya di Provinsi Lampung itu.

Dalam pertemuan tersebut PWNU Lampung membentuk Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama dengan menunjuk Dr. H. Aom Karomani sebagai ketua dan Dr. Abdul Syukur, M.Ag sebagai wakilnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“UNU Lampung yang akan didirikan harapannya dapat memberikan kontribusi pada penyempurnaan atau peningkatan model universitas Islam yang sudah ada dan berkembang menjadi pusat kebudayaan dan peradaban,” ujar Soleh Bajuri.

Menurutnya, saat ini sudah banyak kader NU di Lampung yang bergelar profesor, S3, S2 baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Dengan begitu, banyak sumber daya yang mumpuni di segala bidang untuk mendukung didirikannya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung,” tambah Soleh Bajuri. (Rudi Santoso/Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Foto: Ketua PWNU Lampung KH Soleh Bajuri

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kekuatan Idul Fitri

Oleh Faisol Ramdhoni

Kata ”ied” berarti ”hari raya”, sedangkan fithr artinya ”kesucian”, penggabungan dua makna tersebut membuahkan makna kesuksesan, keagungan, dan kesucian. Idul Fitri selain sebagai momentum mengumandangkan kalimat takbir dan salat Idul Fitri berjamaah di masjid, juga sebagai aktivitas solidaritas yang berbarengan dengan aktivitas berbagi makan-makanan, silaturahmi, dan saling memaafkan sehingga kesalahan yang lusa yang telah dilakukan bisa kembali menjadi suci kembali. Itu semua sudah cocok dengan budaya Indonesia yakni, ”gotong-royong” dan Bineka Tunggal Ika.?

Nilai sosial Idul Fitri pun menuai titik temu dengan nilai-nilai kebersamaan, kebebasan dan kesejahteraan. Namun itu semua masih jauh panggang dari api. Di mana akhir-akhir ini banyak yang mengatasnamakan agama sebagai alasan untuk melakukan kekerasan dan penyesatan antar sesama. Ini berakibat pada nilai-nilai religius seseorang akan luntur dan mengakibatkan perpecahan antar sesama agama.?

Kekuatan Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekuatan Idul Fitri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekuatan Idul Fitri

Masih kuat di ingatan, sebelum ramadhan tiba kecemasan demi kecemasan akan terkoyaknya merah putih bersembunyi di segenap hati dan pikiran anak bangsa. Kegaduhan politik yang dibungkus sentimen agama hampir saja meluluhlantakan bangunan kebhinekaan yang ada. Caci maki, hujatan dan ujaran kebencian memenuhi ruang-ruang publik semakin menambah kekwatiran pada perang yang tak berkesudahan.?

Namun dikala ramadhan berada di ujung perjalanan dan berada di hari yang fitri, generasi bangsa seperti menemukan oase di gurun yang tandus dan panas. Rasa haus akan sikap saling menghormati dan saling menghargai sedikit terobati. Perbedaan yang selama ini dipandang sebagai ancaman berubah menjadi sebuah semangat baru yang menguatkan optimisme bahwa merah putih terjaga dari robekan. Hal ini dikarenakan munculnya kembali rajutan persudaraan dan semangat kebhinnekaan di pelbagai daerah di hari yang Fitri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

Mulai dari aksi ratusan pencalang yang menjaga pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Denpasar-Bali, Gereja Katedral yang menyediakan lokasi parkir bagi para jamaah Shalat Id di Masjid Istiqlal Jakarta, aksi Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang yang menuliskan surat selamat hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Meliburkan misa di hari Minggu yang dilakukan oleh Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul Pamekasan dan termasuk kabar adanya rajutan silaturrahmi dan halal bihalal diantara para warga yang selama ini ? terpisah akibat konflik agama di salah satu kabupaten di Pulau Madura.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kini mereka sudah saling berjumpa, bertegur sapa dan saling memaafkan satu sama yang lain sehingga bisa menjadi modal untuk menguatkan proses proses penciptaan rekonsiliasi yang sedang berlangsung.?

Di hari Fitri, publik juga dikejutkan dengan pertemuan segenap jajaran pengurus GNPF MUI dibawah komando Bachtiar Nasir dengan Jokowi di Istana Negara. Sebuah pertemuan yang rasanya tidak mungkin terjadi mengingat sangat kerasnya perkelahian politik yang terjadi sebelumnya.

Bahkan cap sebagai kafir dan pembela kafir menjadi menu utama yang disajikan oleh kelompok GNPF MUI yang dikomandani oleh Bachtiar Nasir ini ke Pemerintahan Jokowi. Namun di Hari yang Fitri, caci maki berubah menjadi canda tawa, hujatan berubah jadi pujaan dan kebencian berubah menjadi keakraban.

Di hari Fitri pula, orang orang yang selama ini jarang saling berjumpa karena merantau dipertemukan dalam trasisi mudik dan halal bihalal. Sanak keluarga yang saling berjauhan kembali disatukan dalam nuansa kebahagiaan. Teman dan tetangga yang mungkin selama ini jarang saling berkunjung, di hari yang fitri diajak untuk saling duduk bersilaturrahmi sembari saling mencicipi makanan buatan masing masing.?

Tidak hanya itu, makam-makam leluhur, orang tua dan sanak keluarga yang biasanya sepi dan tanpa perawatan kini kembali ramai, bersih dan bertabur bunga. Tempat tempat pemakaman umum penuh sesak oleh para penziarah kubur tanpa harus takut dicap sebagai ahli bidah.?

Inilah kekuatan hari Fitri yang hanya ada di Indonesia, salah satu Kekuatan Tuhan di Nusantara yang mampu menyatukan setiap insan dan mengencangkan kembali kibaran sang Saka Merah Putih di persada Nusantara.

Penulis adalah Ketua Lakpesdam NU Sampang.

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah