Kamis, 16 November 2017

Pengumuman Hadiah Asrul Sani

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nama Asrul Sani pada medio 1940 hinga 1990 amat melekat di masyarakat. Kaum politisi mengenalnya sebagai politikus. Orang-orang seni menghormatinya sebagai seniman besar dan serba bisa. Para sineas tak ragu lagi bersaksi bahwa Asrul adalah salah seorang tonggak perfilman nasional.



Pengumuman Hadiah Asrul Sani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengumuman Hadiah Asrul Sani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengumuman Hadiah Asrul Sani

Aktivis pergerakan budaya memahami betul bahwa ia sorang pemikir yang memiliki visi dan cita-cita tinggi, serta budayawan yang istiqomah. Ulama pun juga dekat dengan laki-laki kelahiran 10 Juni 1927 itu, karena karya-karyanya menjunjung sifat-sifat dan nilai-nilai agama untuk perkembangan peradaban negeri.

Dalam Rangka 10 tahun PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami ingin mengingat sosok Asrul Sani dengan sebuah penghargaan kepada orang-orang yang dinilai memiliki perhatian, pikiran, tindakan serta keistiqomahan yang sejalan dengan tokoh kita ini, berupa: Hadiah Asrul Sani (HAS).

Ada lima kategori dalam HAS:

Pertama, Kesetiaan Berkarya. Kategori ini akan diterima oleh seorang D. Zawawi Imron dari Madura, Jawa Timur.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedua, Sineas Berbakti. Kategori ini akan diterima oleh seorang sineas Slamet Rahardjo Djarot dari Jakarta.

Ketiga, Penulis Serba Bisa. Kategori ini akan diterima oleh seorang penulis bernama Ahmad Tohari dari Banyumas, Jawa Tengah.

Keempat, Tokoh Sejarah. Kategori ini akan diterima oleh qori dan biduwanita Rofiqoh Darto Wahab dari Bekasi, Jawa Barat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kelima, Pelestari Karya. Kategori ini akan diterima seorang pelindung dan pelestari kaset serta piringan hitam dari Kutai, Kalimanatn Timur, Isha Anshori Harmaj.

Mutiara Sani, istri almarhum Asrul Sani, menghargai upaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PBNU. Ia mengatakan Hadiah Asrul Sani penting adanya sebagai upaya melawan lupa. “Indonesia itu banyak melupakan, lebih tepatnya, para pejabatnya, para petingginya, mungkin juga para sejarawannya banyak lupa hal-hal penting, peristiwa-peristiwa yang menandai kemajuan negeri. Hadiah Asrul Sani ini penting sebagai upaya melawan lupa,” ungkap Mutiara Sani yang ditemui PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di daerah Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Mutiara Sani, atas nama enam anak dari Asrul Sani menyatakan terima kasih pada penyelenggara. “Sebagai penghargaan kami, pihak keluarga juga akan datang pada acara penyerahan Hadiah ASrul Sani,” ujarnya.

"Inilah ikhtiar kecil untuk mencintai seorang tokoh yang umurnya dihabiskan untuk berjuang demi NU dan tentu negeri ini," ujar Savic Ali, pimpinan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.?

Hadia Asrul Sani diadakan pada hari Kamis, 28 Maret 2013 di PBNU, pukul 19.30-22.00, bersamaan dengan pidato kebudayaan, baca puisi,dan lain-lain.?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 15 November 2017

Pendekar Pagar Nusa Siap Amankan Konfercab NU Subang

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pesantren Pagelaran III Cisalak, Subang, Jawa Barat. Rabu (21/8) besok

Pendekar Pagar Nusa Siap Amankan Konfercab NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa Siap Amankan Konfercab NU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa Siap Amankan Konfercab NU Subang

Dari pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, rombongan yang sudah tampak hadir di lokasi konfercab sejak selasa sore adalah para pesilat Pagarnusa Kabupaten Subang.

Menurut Totoh Bustanul Arifin, Ketua Pagarnusa Subang, ia bersama para pesilat pagarnusa sengaja hadir lebih awal karena ditugaskan sebagai salah satu tim pengamanan konfercab.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kita ditugaskan jadi keamanan, jadi sengaja hadir lebih awal," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesilat yang dikerahkan, tambah Totoh adalah para pesilat dari Pesantren Al-Karimiyyah Pungangan, Patokbeusi. Salah satu pertimbangannya adalah karena mereka memiliki atribut Pagarnusa yang cukup lengkap.

"Yang diturunkan 20-an pesilat, mereka dari Al-Karimiyyah. Kita optimis acara Konfercab-nya akan aman. Kalau pun ada hal-hal yang tidak diinginkan, kita bersama tim keamanan siap menanganinya," ungkap Totoh

Selain Pagarnusa, tim keamanan yang diturunkan dalam Konfercab PCNU Subang ini adalah para anggota dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Berita, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IIQ Jakarta Gelar Wisuda ke-15, Rabu

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta akan menyelenggarakan prosesi wisuda sarjana ke-15 untuk tingkat S1 dan wisuda sarjana ke-8 untuk tingkat S2, Rabu (25/6), di Gedung Pusbangpendik Kemdikbud, Jalan Raya Cinangka, Sawangan Depok. Wisuda akan diikuti oleh 214 wisudawan.

Wisuda digelar bersamaan dengan peringatan hari lahir atau milad ke-37 Yayasan IIQ. Sebanyak 214 wisudawan yang akan dikukuhkan sebagai sarjana IIQ terdiri dari 34 wisudawan dari dari Fakultas Syariah, 26 wisudawan Fakultas Ushuluddin, 77 wisudawan Fakultas Tarbiyah, dan 77 wisudawan Pascasarjana IIQ.

IIQ Jakarta Gelar Wisuda ke-15, Rabu (Sumber Gambar : Nu Online)
IIQ Jakarta Gelar Wisuda ke-15, Rabu (Sumber Gambar : Nu Online)

IIQ Jakarta Gelar Wisuda ke-15, Rabu

Ketua panitia acara, Dr. Hj. Ui Husnul Khotimah mengatakan, kegiatan juga diselingi dengan orasi ilmiah yang dsampaikan oleh KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI) dengan tema “Membangun Harmoni Keberagaman di NKRI: antara Al-Qur’an, Fiqih dan Realitas".

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wisuda dan Milad IIQ Jakarta juga akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Dirjen Diktis Kemenag RI, dan Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal (PDT).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ket Gambar: Rektor IIQ Jakarta KH Akhsin Sakho Muhammad yang juga Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Obama Sampaikan Selamat Idul Adha

Kairo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama menyampaikan salam kepada Idul Adha pada umat Islam dan ucapan selamat pada ziarah tahunan haji sebagai pertemuan yang paling beragam yang terbesar di dunia.?

"Muslim Amerika adalah salah satu dari jutaan peziarah yang bergabung dengan salah satu pertemuan terbesar dan paling beragam sedunia," kata Obama dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Harian Sabah pada hari Ahad, 5 Oktober.?

Obama Sampaikan Selamat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Sampaikan Selamat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Sampaikan Selamat Idul Adha

"Haji menyatukan umat Islam dari seluruh dunia -Sunni dan Syiah- untuk berdoa bersama, berdampingan."?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pesan khususnya, Obama mengatakan bahwa “perayaan Idul Adha berfungsi sebagai pengingat bahwa tak peduli suku atau sekte, ras atau agama, jenis kelamin atau usia, kita sederajat dalam kemanusiaan.”?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pada Idul Adha, umat Islam melanjutkan tradisi berbagi kepada orang miskin dan bergabung dengan komunitas agama lain dalam upaya memberikan bantuan kepada mereka yang menderita kelaparan, penyakit, penindasan, dan konflik," kata Obama dalam pernyataannya.?

"Layanan mereka adalah contoh yang kuat dari akar bersama agama-agama Ibrahim di dunia dan bagaimana masyarakat kita bisa bersama-sama dalam damai, dengan martabat dan rasa keadilan." (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Internasional, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muslim Kamboja Minta Dukungan untuk Pendidikan Islam

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Muslim Kamboja fokus memberdayakan umatnya melalui bidang pendidikan. Selain belajar di universitas dalam negeri, mereka mengirim anak mudanya untuk menimba ilmu di luar negeri seperti Malaysia dan Indonesia. 

Muslim Kamboja Minta Dukungan untuk Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Kamboja Minta Dukungan untuk Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Kamboja Minta Dukungan untuk Pendidikan Islam

Demikian disampakain Nos Sles, atau dalam bahasa Indonesia bisa dipanggil Nuh Saleh. Ia adalah Director of Deparatment of Education and Human Resources Departemen di lembaga umat Islam Kamboja yaitu Cambodian Muslim Development Foundation.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nos Sles mengatakan, Muslim Kamboja sudah memiliki lima lembaga pendidikan. Satu didirikan Muslim kamboja sendiri, sisanya bantuan dari luar negeri.  

“Selama ini, yang banyak memberikan bantuan dalam pendidikan adalah Malaysia dan negara-negara Timur Tengah,” ucap Nos Sles, diungkapkan seorang penerjemah, di kantor redaksi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, gedung PBNU, Jakarta, Jumat, (5/10). 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Nos Sles, Indonesia adalah negara Muslim terbesar dan bertetangga dengan Kamboja, “Sangat mungkin bekerjasama dalam pendidikan.” 

Karena itulah, mewakili Muslim Kamboja, ia berkunjung ke beberapa lembaga pendidikan di Indonesia. Di antaranya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulllah Jakarta. 

Ia berharap, lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak muda Muslim Kamboja. 

Nos Sles mengaku baru pertama kali mewakili lembaganya berkeliling ke Indonesia, “Persoalannya adalah biaya perjalanan. Muslim Kamboja masih hidup di bawah garis kemiskinan. Rata-rata adalah petani, dan sebagian menjual kue kecil-kecilan,” jelasnya. 

Lebih jauh, Nos Sles menceritakan umat Muslim di Kamboja. “Kami minoritas, sekitar 4 persen dari 14 juta penduduk Kamboja. Tersebar di masing-masing provinsi, dan muslim terbesar di daerah Campa.”

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gebyar Muharram ke-10 yang diselenggarakan Koordinator Cabang (Korcab) Qiraati kabupaten Jepara yang berlangsung di alun-alun Jepara, Sabtu (25/10) pagi berlangsung meriah. Kegiatan dalam rangka memperingati tahun baru 1436 H itu diikuti ribuan peserta dari Koordinator Kecamatan (Korcam) Qiraati dari 14 kecamatan yang ada di Jepara.

Dalam kegiatan tersebut diisi dengan hiburan balasik El-Kautsar, dongeng Kak Bimo dan kesenian Wahyu Budoyo Mudo (WBM) dari Magelang serta pembagian bingkisan.

Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara

Koordinator Qiraati Cabang Jepara, H Zainal Marlis menyebutkan kegiatan menunjukkan umat Islam mempunyai tahun baru yang layak diperingati. “Tahun baru Hijriyah adalah tahun baru kita yang wajib kita rayakan,” katanya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di sela-sela kegiatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai bentuk merayakannya pihaknya mendatangkan guru bersama santri TPQ se-kabupaten Jepara yang pagi itu tumplek-blek memadati alun-alun Jepara.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lewat momen tersebut Qiraati Jepara juga mengenalkan sejak dini tahun baru hijriyah kepada murid. Sehingga anak-anak semakin mafhum tahun baru agama yang dianutnya.

Di hari sebelumnya, Jumat (24/10) juga digelar Tahtiman Al-Quran bil-ghaib, tahtiman Al-Qur’an bin-nadlor 3000 guru serta pengajian umum bersama KH Marzuki Mustamar dari Malang, Jawa Timur. (Syaiful Mustaqim/Anam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah