Jumat, 10 November 2017

PMII Sukoharjo Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan

Sukoharjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk hidup berdampingan dalam perbedaan. Hala itu mengemuka pada seminar yang digelar Sabtu (4/1).

Seminar bertema “Merayakan Keberagaman; Keberagaman Sebagai Upaya Membangun Budaya Demokrasi” tersebut diselenggarakan dalam rangka pelantikan pengurus PMII Sukoharjo masa khidmat 2013-2014.

PMII Sukoharjo Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sukoharjo Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sukoharjo Ajak Masyarakat Hargai Perbedaan

Ketua PMII Sukoharjo, Wahid Anderiyanto, yang menajdi salah satu narasumber dalam seminar tersebut mengatakan bahwa masyarakat banyak yang belum sadar akan perbedaan yang ada.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ada tawuran antara suporter bola Solo dan Yogya. Ini menunjukkan contoh kecil bahwa masyarakat masih belum bisa menerima perbedaan yang bahkan dalam sekup yang kecil,” ujarnya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk bisa bijak dalam menghadapi perbedaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tidak saling menyalahkan. Khususnya di tahun 2014 yang disebut sebagai tahun politik ini, perbedaan yang ada hendaknya kita bingkai disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika,” tutur Wahid.

Wahid menambahkan, nilai toleran yang terkandung dalam ajaran Aswaja juga dinilai dapat menjadi dasar bagi para kader PMII untuk lebih menghargai perbedaan. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Ujung Tombak, Tembak, dan Tombok

Mojokerto, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Kongres Kedua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengalami beberapa kali hambatan. Kongres ini kemudian terselenggara akhir Oktober di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10). Ada beberapa alasan kenapa kongres yang seharusnya diadakan di awal tahun.

Ketua Panitia H Gatot Suyono menjelaskan, di bulan Januari semua guru sibuk dengan even porseni anak didiknya. Pada pertengahan tahun para guru juga disibukkan dengan ujian nasional.

Kiai Ujung Tombak, Tembak, dan Tombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ujung Tombak, Tembak, dan Tombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ujung Tombak, Tembak, dan Tombok

Sedangkan di bulan Juni ada kelulusan yang tentunya menyita tenaga para guru. Di bulan Juli-September sumber daya difokuskan pada pembangunan Institut KH Abdul Chalim yang saat ini menjadi lokasi Kongres II Pergunu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terima kasih saya ucapkan kepada semua Pengurus Pusat Pergunu, terutama Ketua Umum yang telah mendedikasikan waktu, tenaga serta pikirannya untuk Pergunu," kata Sekretaris Umum PP Pergunu ini.

KH Asep Saifuddin Chalim, menurut ketua panitia, adalah seorang kiai dan juga ketua umum yang menjadi ujung tombak, tembak, dan ujung tombok Pergunu. Ujung tombak karena kiai kelahiran Majalengka ini selalu berada di garda terdepan. Ujung tembak karena Kiai Asep selalu menunjukkan dedikasinya kepada Pergunu.

"Yang terakhir beliau juga sebagai ujung tombok dalam setiap acara Pergunu, termaksud Kongres II Pergunu," kata Gatot disambut tepuk tangan para peserta. (Rof Maulana/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Ubudiyah, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 09 November 2017

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PBNU menggelar Kirab Resolusi Jihad NU 2016 untuk memperingati Hari Santri Nasional pada bulan Oktober nanti. Kirab yang akan dimulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten). Agenda tersebut dimulai13 Oktober dan rencananya akan berakhir 21 Oktober.? Banyuwangi-Cilegon-Jakarta dengan rute berkelok-kelok, diperkirakan akan menempuh 2000 km.

Kirab dengan seratus orang peserta dari banom dan lembaga NU tersebut akan menumpangi 5 bus. Namun demikian, mereka akan berjalan kaki dengan jarak tertentu di setiap kota, bergabung dengan peserta lokal. ?

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016

“Perjalanan Kirab Resolusi Jihad NU ini relatif jauh dan melelahkan sehingga peserta harus siap lahir dan batin,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz Senin (19/9).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bahkan, menurut dia, peserta hampir tidak ada istirahatnya. Mereka kemungkinan akan banyak tidur di bus dalam perjalanan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Secara rinci, Ishfah menyebutkan prakiraan jarak antarkota rute Kirab Resolusi Jihad NU sebagai berikut: Banyuwangi ke Situbondo 144 km. Dari Situbondo ke Probolinggo 80 km. Dari Probolinggo ke Pasuruan 59 km, Pasuruan Malang 54 km, Malang ke Sidoarjo 72 km, Sidoarjo ke Bangkalan 59 km, Bangkalan ke makam Sunan Ampel 39 km, Sunan Ampel ke PCNUU Surabaya di Bubutan 5 km. Bubutan ke PWNU Jatim 12 km.

Kemudian dari Surabaya ke Mojokerto 43 km. Dari Mojokerto-Rejoso (Jombang)? 28 km. Dari Rejoso ke Tebuireng 11 km. Tebuireng? ? ? ke Denanyar 11 km. Dari Denanyar ke Tambak Beras 4 km. Tambak Tambak beras-Kertosono 22 km. Kertosono-Kediri 32 km. Kediri-Tambak Ngadi 20 km. Tambak Ngadi-Blitar 42 km. Blitar-Tulungagung 38 km. Tulungagung-Trenggalek 32 km. Trenggalek-Ponorogo 44 km. Ponorogo-Madiun 33 km. Madiun-Magetan 22 km. Magetan-Ngawi 23 km. Ngawi-Mantingan 44 km.

Dari Mantingan-Sragen 18 km. Sragen-Solo 35 km. Solo-Klaten 30 km. Klaten-Yogyakarta 46 km. Yogyakarta-Mlangi 12 km. Mlangi-Magelang 27 km. Magelang-Parakan 45 km. Parakan-Wonosobo33 km. Wonosobo-Banjarnegara 52 km. Banjarnegara-Ajibarang 64 km. Ajibarang-Majenang 48 km. Majenang-Banjar 36 km.

Banjar-Ciamis 32 km. Ciamis-Tasikmalaya 29 km. Tasikmalaya-Garut 43 km. Garut-Bandung? ? ? 69 km. Bandung-Cianjur 70 km. Cianjur-Bogor 61 km. Bogor-Tangerang Selatan 48 km. Tangerang Selatan-Tangerang 14 km. Tangerang-Tanara 51 km. Tanara-Serang 37 km. Serang-Pandeglang 20 km. Pandeglang-Cilegon 50 km. Cilegon-Jakarta 120 km. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur

Waykanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah? . Wakil Ketua PCNU Kabupaten Waykanan Lampung Kiai Mustajab menegaskan, Resolusi Jihad 22 Oktober yang melatarbelakangi peristiwa 10 November 1945 merupakan sumbangsih Nahdlatul Ulama (NU) untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang multikultur.

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur (Sumber Gambar : Nu Online)
Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur (Sumber Gambar : Nu Online)

Resolusi Jihad Sumbangsih NU untuk Negara Multikultur

"NU dibentuk untuk ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaran antar manusia, apa pun agama dan sukunya NU akan mewadahinya," demikian disampaikan Kiai Mustajab di Blambangan Umpu yang berada sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandar Lampung, Kamis (22/10).

Resolusi Jihad 22 Oktober yang hari ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional, demikian Kiai Mustajab lagi, adalah upaya dan karya para ulama terhadap republik multikultur ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Hadratus Syekh Hasyim Asyari setelah bermusyawarah dengan para ulama selama dua hari menandatangani Resolusi Jihad agar warga NU membela Indonesia. Karena itu, wajib bagi warga NU untuk mengawal pemerintahan. Wajib hukumnya orang NU untuk membuat perbaikan bangsa, tidak ada dalam sejarah NU memberontak pada negara. NKRI Harga Mati dan Pancasila Jaya harus dipegang teguh oleh warga NU," kata dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan, NU didirikan 1926 sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah atau organisasi sosial keagamaaan ? berbasis pondok pesantren dengan sejumlah tujuan. "Seperti mengingatkan ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan bangsa dan ukhuwah basyariyah ? atau persaudaraan umat manusia," paparnya.

Karenanya, dengan mengamini hal tersebut, NU terus berpartisipasi agar Waykanan, Indonesia menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur, demikian Kiai Mustajab. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy mengingatkan bahwa masker pemutih kulit wajah dapat diambil dari bengkoang atau kentang. Menurutnya, masker ini lebih aman dari bahan berbahaya seperti merkuri atau hydroquinone yang terkandung dalam pemutih wajah kemasan.

Untuk membuat kulit putih atau lebih cerah, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menyarankan warga agar menggunakan tabir surya apabila di ruang terbuka (SPF), melakukan scrubing dan peeling (merawat kulit wajah) untuk mengelupas sel kulit mati yang sering membuat kulit wajah terlihat kusam atau gelap.

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tips Pemutih Alami Cerahkan Kulit Wajah

Scrubing atau peeling maksimum digunakan seminggu dua kali, bisa juga ditambah masker bahan alami seperti bengkoang atau kentang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tanpa mengurangi arti kecantikan pada umumnya, yang terpenting adalah kecantikan dalam diri kita, dan kita merasa cantik. Nantinya yang terpancar adalah apa yang kita pikirkan (cantik)," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perlu diketahui, setiap individu mempunyai batas maksimum kecerahan kulit, yang artinya hasil pemutih tidak sama antara satu dan yang lain.

“Bila dipaksakan, hasilnya bukan putih, tapi patologik alias sakit,” jelasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais ‘Aam PBNU Paparkan Dua Jenis Jihad

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan, sejarah Resolusi Jihad penting terus dikumandangkan di lingkungan Nahdlatul Ulama sebagai upaya memupuk semangat jihad agar tak kunjung padam. Namun, jihad di sini tak bermakna perang fisik sebagaimana diartikan oleh sekelompok orang.

Rais ‘Aam PBNU Paparkan Dua Jenis Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU Paparkan Dua Jenis Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU Paparkan Dua Jenis Jihad

“Jihad bisa dua makna: qitâlan atau perang dan ishlâhan atau perbaikan,” tuturnya di hadapan ribuan warga yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/10) malam, dalam acara pembacaan shalawat Nariyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.

Menurutnya, jihad paling relevan dalam konteks bangsa Indonesia hari ini adalah jihad dalam pengertian kedua. Sebab, Indonesia sedang bukan dalam suasana perang sehingga yang perlu dilakukan adalah upaya pembenahan-pembenahan

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di momen hari santri itu, ia juga mengingatkan para santri untuk menjalankan tugas utama seorang santri, yakni mempertahankan, menyebarkan, dan pemperjuangkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Ma’ruf lantas mengurai ciri-ciri ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), di antaranya tawassuth (moderat). Islam menolak ekstremisme agama maupun ekstremisme sekuler. Baginya, Aswaja juga menekankan prinsip tasamuh (toleransi) dan karenanya menghargai perbedaan agama, madzhab, hingga pandangan politik.

Nilai lain yang dijunjung tinggi ajaran Aswaja adalah rasa cinta (tawaddudiyah). Islam, kata Kiai Ma’ruf, memiliki karakter lembut dan menyayangi siapa saja sebagaimana tercermin dalam tiga persaudaraan, yakni ukhuwah islamiyah (internal umat Islam), ukhuwah wathaniyah (lintas agama sesama bangsa), dan ukhuwah insaniyah (lintas bangsa di level global).

Turut hadir dalam kesempatan ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Mustasyar PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, pejabat daerah setempat, dan segenap pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

Acara pembacaan shalawat Nariyah tersebut menjadi bagian dari agenda Pembacaan 1 Miliar Shalawat yang digelar secara serentak di Indonesia. Selain di Jakarta, pembacaan shalawat Nariyah juga dipusatkan di Lamongan, Lirboyo, Pasuruan, Situbondo, Lampung Tengah, Balikpapan, dan Samarinda. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meriahkan Harlah, IPNU Gelar Workshop Kebudayaan

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka untuk meneguhkan komitmen menghidupkan kembali iklim budaya di Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar workshop kebudayaan di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan.

Meriahkan Harlah, IPNU Gelar Workshop Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahkan Harlah, IPNU Gelar Workshop Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahkan Harlah, IPNU Gelar Workshop Kebudayaan

Workshop yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Asy’ari tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-59. Dalam workshop tersebut juga dikaji tentang seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo untutk dicatat dan disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa/siswi tingkat SLTP maupun SLTA ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i beserta segenap lembaga, lajnah dan badan otonom.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bahkan dalam kesempatan tersebut hadir pula seorang sastrawan ternama sebagai penyaji yang juga Ketua Umum Teater Taman Ismail Marzuki Jakarta Pepenk. Dalam penyampaiannya, Pepenk menjelaskan dalam peningkatan kualitas itu ada empat yaitu menjadi, analisa, relaksasi dan meditasi.

“Saya sangat mendukung sekali kegiatan yang digagas oleh IPNU Kraksaan ini. Dalam acara ini kader-kader muda dapat menggali potensi diri dan menambah pengetahuan untuk mengenal lebih dekat seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo,” ungkap Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Ketua PC IPNU Kraksaan Muhlisun kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (28/2) mengatakan workshop kebudayaan ini digelar dengan tujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat khususnya kader-kader muda untuk bisa mengenal dan mencintai seni dan budaya di Kabupaten Probolinggo.

“Sasaran yang ingin dicapai adalah membangun kesadaran, sikap dan pola pikir sebagai masyarakat berkebudayaan yang dapat membanggakan dan mencintai kebudayaannya sendiri sebagai kekayaan asli Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah