Senin, 06 November 2017

Jamaah Haji Brebes Pulang 10 Oktober, 2 Orang Tertunda

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jamaah haji dari Kabupaten Brebes bakal pulang pada 10 Oktober 2014. Sebagai kelompok terbang (kloter) pertama dari Jawa Tengah kedatangannya direncanakan akan disambut Gubernur H Ganjar Pramono SH.

Jamaah Haji Brebes Pulang 10 Oktober, 2 Orang Tertunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Brebes Pulang 10 Oktober, 2 Orang Tertunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Brebes Pulang 10 Oktober, 2 Orang Tertunda

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, saat rapat persiapan penjemputan jamaah di Aula Kemenag, Selasa (7/10).

Menurut Imam, secara umum kondisi jamaah haji Indonesia asal Brebes dalam keadaan baik, sehat walafiat. Namun demikian ada 2 orang suami istri dari Salem yang tertinggal tidak mengikuti jamaah asal Brebes tetapi mengikuti kloter 16.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pada saat pemberangkatan, istrinya mengalami sakit maka suaminya turut mendampingi dan diberangkatkan mengikuti kloter 16, maka kepulangannya pun ikut juga kloter 16,” tuturnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga menerangkan, ada 1 orang dari Brebes yang pada saat pemberangkatan mengalami sakit dan dirujuk ke rumah sakit Boyolali. Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan sehat oleh dokter, yang bersangkutan tidak mau berangkat, melainkan memilih pulang.

Lebih lanjut Imam menyebut jamaah asal Brebes terdiri atas tiga kloter. Untuk kloter 1 akan tiba di SOC Adi Sumarmo Solo pada Jumat (10/10) jam 08.30, diperkirakan sampai di Islamic Center Brebes pukul 20.00 WIB. Kloter 2 tiba di SOC  Adi Sumarmo Jumat (10/10) pukul 13.20 dan sampai di IBrebes jam 24.00. Sedangkan kloter 3 tiba di SOC Adi Sumarmo pada Jumat (10/10) jam 21.20 dan tiba di Brebes pada Sabtu (11/10) pukul 08.30.

Kepada keluarga jamaah, Imam menyarankan agar tidak usah menjemput di Donohudan Solo. Tetapi cukup di Islamic Center Brebes saja. Karena kepulangan dari Donohudan hingga ke Brebes menjadi tanggung jawab Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Brebes. “Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, keluarga jamaah tidak perlu menjemput ke Donohudan,” harap Imam. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pakar sejarah Nusantara Agus Sunyoto mengatakan, kunci keberhasilan dakwah wali songo adalah penghargaan yang tinggi terhadap kebudayaan pribumi. Sikap ini membuka jalan masuk Islam secara masal dalam masa relatif singkat.

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: NU Warisi Prinsip Dakwah Para Wali

“Sekarang cara ini dilanjutkan NU dengan tidak menghilangkan tradisi lokal,” katanya dalam Pengajian dan Bedah Buku Atlas Wali Songo dalam rangka Hari Lahir NU ke-87 di halaman gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

Menurut Agus, sikap kukuh terhadap tradisi lokal merupakan karakter dasar kebudayaan penduduk Nusantara. Hal ini menghambat masuknya unsur kebudayaan asing yang kurang menghormati kebudayaan setempat. Keistimewaan Wali Songo justru tampak dalam mengatasi berbagai hambatan ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam sejarah, tambah penulis Atlas Wali Songo ini, selain memelihara tradisi lokal, NU bahkan menggunakan resistensi kebudayaan tersebut untuk melawan kolonialisme. Di masa penjajahan, KH Hasyim Asy’ari mengharamkan seikerei sebagai tanda hormat kepada kaisar Jepang karena dianggap syirik.

Hingga kini, mayoritas pesantren juga masih kuat mempertahankan tradisi mereka. Lembaga pendidikan Islam tertua Nusantara ini umumnya sangat selektif terhadap berbagai pengaruh global, termasuk cara-cara pendidikan model Barat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Lokalitas itulah yang akan menakutkan kapitalisme global karena tidak mau tunduk pada skenario yang mereka (imperialis-kapitalis, red) bikin,” tutur Agus.

Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) ini menyayangkan banyaknya masyarakat Indonesia modern yang mudah menjauh dari lokalitas kebudayaan pribumi. Padahal, kekayaan budaya Nusantara tak kalah unggul dan kerap gaya hidup serapan luar hanya menguntungkan pihak tertentu.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ini Usulan Ulama Jateng Saat Bertemu Jokowi

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Presiden RI Joko Widodo sowan ke para ulama, kiai, juga habaib se-Jawa Tengah dalam Forum Silaturahmi di Hotel Gumaya Semarang, Senin (14/11). Acara ini diawali dengan shalat Maghrib berjamaah dan ramah-tamah.?

Ini Usulan Ulama Jateng Saat Bertemu Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Usulan Ulama Jateng Saat Bertemu Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Usulan Ulama Jateng Saat Bertemu Jokowi

Hadir dalam forum itu, KH Abdul Karim (Gus Karim) Solo, KH Yusuf Chudlori API Tegalrejo Magelang (Gus Yusuf), ? Ketua Tanfidziyah PWNU KH Abu Hafsin, Rais Syuriyah PWNU KH Ubaidillah Shodaqoh, jajaran Syuriah PWNU M Adnan MA, Mustasyar PW NU dan juga Mantan Guubernur Jateng Ali Mufis, KH Solikhun Magelang, KH Said Asrori Magelang, KH Muhlasin Banyumas, Habib Anis Sholeh Baasyin Pati, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) Pati, Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji.?

Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Pratikno, jajaran Forkompimda Jateng Pangdam IV Diponegoro Jaswandi, Kapolda Condro Kirono, dan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman.

Presiden Jokowi duduk lesehan bersama para kiai, mendengarkan masukan dan usulan yang disampaikan secara bergantian dan dimoderatori Gus Yusuf. Forum berlangsung akrab dan tidak kaku sehingga para kiai dan ulama blak-blakan ngobrol dengan presiden. Bahkan diselingi guyunan khas ala pesantren. Dalam forum silaturahmi itu dihadiri kurang lebih 300 ulama, kiai dan habaib.?

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mubarok Manggisan Wonosobo, KH Nur Hidayatullah mengatakan, pesantren merupakan benteng pertahanan NKRI dan kebinekaan ketika negara ini mulai digerogoti sekolompok golongan. Namun pada kenyataanya keberadaan pesantren masih kurang diperhatikan oleh pemerintah, apalagi dengan diberlakukannya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kebijakan UU 23 tahun 2014 ini perlu ditinjau kembali agar pesantren lebih berkembang dalam membangun karakter bangsa. Selain itu RUU Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren dikawal khusus untuk melindungi aset bangsa ini, ujarnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengasuh Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus KH Ahmad Badawi Basyir (Gus Badawi) meminta kepada Presiden agar full day school jangan diberlakukan di desa-desa hinigga akhirnya mematikan madrasah diniyah.?

Di Jawa Tengah jika full day school diberlakukan tidak kurang dari 10.000 Madrasah Diniyah akan mati. Di desa infrastrukturnya belum mendukung program ini dan para siswa-siswi di desa belajar di madrasah diniyah sore hari untuk membentuk karakter bangsa, ujarnya.?

Gus Yusuf, menyoroti soal kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menurutnya terlepas dari persoalan subtansi apakah penistaan agama atau tidak, faktanya bahwa Ahok telah melukai umat Islam. Maka dari itu dibutuhkan langkah kongkrit dari Pemerintah yang transparan dan bisa memberikan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.?

Terlepas dari subtansi penistaan agama atau tidak, bahwa Ahok telah melukai umat Islam. Maka perlu proses keadilan harus ditegakkan dan transparan, tandasnya.?

Mengapa harus tegas, menurut Gus Yusuf, agar tidak terjadi preseden buruk di masa mendatang. Cukup belajar dari peristiwa Ahok, dan kemudian tidak terjadi lagi.

Selain persoalan tersebut, para kiai juga menyoroti tentang buku-buku pendidikan yang banyak memuat konten Islam kanan dan jauh dari makna kebhinekaan. Juga program Pemerintah yang belum sinkron dengan agenda-agenda pendidikan dan pengembangan Pesantren.?

Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan terkait dengan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ini terkait dengan anggaran yang ada. Hari ini memang banyak undang-undang dibuat tidak melalui konsultasi publik, rakyat belum dilibatkan. Jalan satu-satunya direvisi ini menjadi catatan untuk nantinya ditindak lanjuti. Selain UU 23 dan soal full day school juga menjadi catatan saya,katanya.?

Soal Ahok, Presiden meminta para kiai dan ulama bersabar hingga Rabu (16/11). Apa pun keputusannya semua harus mendinginkan suasana. Jangan sampai lingkup DKI Jakarta bisa melebar ke mana-mana. Terkait dengan program pemerintah dan pesantren mendatang bisa disinkronisasi. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Tokoh, Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Asas-Asas Tasawuf

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam pengukuhan guru besar Ilmu Tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menjelaskan tasawuf sesungguhnya berdiri pada dua asas. Pertama, sebagai pelatihan batin (tajribah bathiniyah). Yaitu berusaha membangun hubungan langsung antara hamba dan Allah melalui pelatihan spiritual yang intensif dan mendalam. 

“Di sini sufi melalui pendakian dalam tingkatan maqam dan pencapaian ahwal.”

Asas-Asas Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)
Asas-Asas Tasawuf (Sumber Gambar : Nu Online)

Asas-Asas Tasawuf

Kedua, imkan al-ittihad, yaitu kemungkinan kebersatuan antara sufi dan Allah  secara rasa (dzauq). “Di sini, sufi memperkuat wujud yang mutlak yang mencakup semua wujud, sehingga sampai pada perasaan tidak ada yang ada kecuali hanyalah Allah.” 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menjelaskan, para sufi telah meletakkan dasar-dasar keilmuan dan terminologi serta metode seperti maqamat, ahwal, ‘ilm al-qulub, ‘ilm-asrar, ‘ilm-haqiqah, ‘ilm-mukasyafah, fana’ hulul, ittihad dan ma’rifat. Penting diketahui sebelumnya, dalam kesufian terdapat semacam ‘rumusan’ misalnya, seperti kata Syekh Abu Sulaiman Ad-Darani (w. 215 H) bahwa Allah seringkali menganugerahkan kasyf kepada seseorang di saat dia tidur di atas dipan, bukan justru di saat dia sedang shalat. 

“Bagi sufi, seorang yang zuhud dan ‘abid tidak akan mendapatkan ‘nur’ kecuali dengan melepaskan semuanya hanya tertuju semata kepada Allah. Sedang seseorang tidak akan mampu menjadi zuhud kecuali ada ‘nur’ dalam hatinya.” 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Demikian pula iman seseorang menurut dunia tasawuf terbagi menjadi dua maqam, yaitu maqamul ‘amilin yaitu maqamnya orang yang sibuk dengan dirinya mengasingkan diri dari manusia, dan maqamul ‘arifin yaitu maqamnya orang yang sibuk dengan Tuhannya mengasingkan diri dari dirinya sendiri.

Tasawuf dan filsafat

Dalam dunia tasawuf sendiri, dijumpai kolaborasi tasawuf dengan disiplin selain filsafat yang dinamakan tasawuf sunni (amali) dan klimaks pada diri Imam Al-Ghazali (w. 505 H) dengan suksesnya membongkar dan mendamaikan rasionalisme ilmu kalam ortodoks, operasional fikih dan argumentasi filsafat. Dalam kitabnya yang sangat terkenal Ihya’ Ulumuddin.

Di sisi lain, muncul kolaborasi antara tasawuf dengan filsafat yang kemudian diwujudkan sebagai tasawuf falsafi. Tokoh pertama yang diyakini sebagai peletak dasar jenis tasawuf ini adalah Syekh Ibnu Masarrah (w. 319 H/931 M) dari Cordoba, Andalusia. Sufi kedua adalah Syekh Syihabuddin Suhrawardi (w. 587 H/1191 M) dan mencapai puncak pada Syekh Muhyiddin Ibn ‘Arabi (w. 638 H/1242 M). (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Budaya, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 05 November 2017

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang melekat pada tradisi NU seperti tahlil dan maulid nabi wajib dipertahankan sampai kapanpun dan dimanapun. Warga tak perlu mendengarkan celotehan kelompok wahabi seperti MTA.

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demikian disampaikan ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif  pada acara Halal Bihalal dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh MWCNU Mranggen di lapangan desa Kembang Arum Kecamatan Mranggen Demak Jateng, Ahad 25/8 kemarin.

Mengumandangkan maulid nabi dan tahlil, menurut Musadad, merupakan bentuk dan cara meneguhkan eksistensi paham dan ajaran Aswaja di kalangan warga NU, dikarenakan Aswaja sudah ada sebelum adanya NU di bumi pertiwi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kenapa Aswaja harus dipertahankan NU, karena aswaja ada sebelum NU terbentuk dan menjadi idiologinya,” tutur Kiai Musadad.

Menyinggung aksi damai yang di lakukan oleh Ansor dan Banser pada 22 Agustus lalu, ketua NU itu menyampaikan tindakan Ansor Banser sudah dianggap tepat dikarenakan akan dideklarasikannya MTA di desa Kedondong yang membawa ajaran sesat dan bertentangan dengan Aswaja.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dalam kondisi Demikian NU melalui Ansor dan Banser sebagai organisasi wajib turun gunung dengan cepat sigap dan tanggap untuk mencegah kegiatan MTA yang membuat lingkungan tidak kondusif,” tegas Musadad

Sementara itu ketua panitia H Slamet menyampaikan kegiatan MWC untuk mengumpulkan warga NU melalui Halal Bi Halal dan pengajian akbar sebagai sarana untuk membumikan Aswaja di bumi Demak,

“Alhamdulillah banyak yang hadir, dengan kehadiran mereka kita bisa menyampaikan pesan organisasi,” jelas H Slamet.

Menurut Mantan Ketua PAC Ansor Mranggen itu, pengajian akbar dan halal bi halal tersebut hasil kerjasama antara MWCNU Mranggen dan Rumah Sakit  NU Demak, bahkan sampai tim medis juga diterjunkan saat acara berlangsung.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributo: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Puluhan Ribu Nahdliyin Hadiri Harlah Muslimat NU

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lebih kurang sepuluh ribu Nahdliyin (sebutan warga NU), tumpah ruah dihalaman kantor Kecamatan Bantarkawung guna menghadiri puncak Harlah Muslimat NU ke-67.  Mereka datang dari segala penjuru pelosok desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes. Iring-iringan berbagai jenis kendaraan, memadati arena harlah sejak pukul 07.00 pagi.

Semangat para Ibu dalam menghadiri hari lahir Muslimat kontan mendapat pujian dari Anggota DPR RI H Nasrudin. “Muslimat NU memang hebat, meskipun dengan urunan sendiri, datang ke acara hanya dengan mengharap ridlo dari Allah SWT,” puji Nasrudin saat memberikan sambutan pada Harlah, kemarin.

Puluhan Ribu Nahdliyin Hadiri Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Nahdliyin Hadiri Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Nahdliyin Hadiri Harlah Muslimat NU

Dalam kesempatan itu Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Hj Nurhalimah menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim piatu. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait Pemilu gubernur dan wakil gubernur Jateng, ia menegaskan, Muslimat NU Brebes netral. Namun demikian, tidak berarti memblenggu anggotanya untuk mendukung pilihannya masing-masing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Yang jelas, secara organisatoris dan sesuai dengan AD/ART Muslimat NU netral, perkara nanti ada yang mengklaim, itu urusan pribadi-pribadi bukan organisasi,” tandasnya.

Ketua Panitia Harlah Hj Sofiatun Nisa mengatakan, kegiatan Harlah antara lain diisi dengan pelayanan KB Gratis, Lomba Sholawat Nabi dan Manasik Haji bagi anak-anak TK/RA se Kabupaten Brebes. 

Ketua III Pimpinan Wilayah Muslimat NU Hj Munawaroh mengingatkan agar Muslimat NU terus berjuang tanpa henti. Meskipun berbagai lembaga pendidikan telah dimotori, dilahirkan dan dikelola secara baik tetapi harus terus digelorakan dan ditingkatkan kualitasnya dengan penuh keikhlasan. 

Dikatakannya, Muslimat NU saat ini tidak hanya berjuang untuk bidang keagamaan saja, tetapi juga harus berjuang secara cerdas, tuntas dan ikhlas.  

Harlah diisi dengan ceramah agama oleh Mubaligh dari Kota Tegal KH Mujtahid. Dalam ceramahnya dia mengajak para Ibu tetap menjadi ibu, meskipun dalam berbagai kegiatan yang menyita waktu. Mujtahid percaya, kegiatan Muslimat NU akan mengajak ke jalan yang di ridloi Allah SWT, menuju jalan ke Surga. “Surga adalah di telapak Kaki Ibu, dan ibu yang ada surga-Nya, tentu ibu yang Muslimat, sholeha,” kata Mujtahid. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lebaran masih tiga bulan lagi, tapi bagi para perantau yang tinggal di Jakarta, perjuangan untuk mendapatkan tiket kereta api agar bisa pulang sudah harus dilakukan hari-hari ini. Jika tidak bisa-bisa momen indah bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman bisa batal.

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebaran Tiga Bulan Lagi, tapi Tiket Mudik Sudah Ludes

Tiket kereta api yang bisa dibeli tiga bulan sebelumnya menjadi banyak incaran calon pemudik. Ketepatan waktu dan harga yang relatif terjangkau menjadi alasan utama memilih moda transportasi ini. Untuk itu, calon pemudik harus rela begadang menunggu pukul 00.00 saat penjualan tiket kereta ke semua jurusan dimulai. Sayangnya, hanya dalam waktu tak lebih dari 10 menit, tiket-tiket tersebut sudah ludes.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam tiga hari terakhir, 13, 14, dan 15 April yang mencoba ikut berburu tiket lebaran selalu gagal mendapatkan tiket impian. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 00.00 website PT KAI atau atau website milik mitra PT KAI yang melakukan penjualan online selalu gagal diakses karena terlalu banyak orang yang mencoba masuk dalam waktu yang bersamaan. Saat jam sudah menunjukkan pukul 00.10 website sudah mulai bisa diakses, tetapi sebagian besar tiket sudah ludes, tinggal tersisa beberapa tiket untuk kelas eksekutif yang harganya relatif mahal untuk kebanyakan orang.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Begitu pula, mitra penjualan PT KAI seperti Indomart, Alfamart, dan Alfamidi yang beberapa malam terakhir ini selalu diantri calon pembeli tiket seringkali juga error pada jam-jam tersebut.?

Salah seorang calon pembeli tiket, Ahmad yang berburu tiket ke Yogyakarta mengeluh, pada Lebaran tahun lalu, Jakarta-Yogyakarta harus ditempuhnya dalam waktu dua hari. Karena itu, ia kapok naik bis dan berusaha mendapatkan tiket kereta. Untungnya, dua tiket yang diimpikannya berhasil dibeli buat di dan istrinya untuk keberangkatan tanggal 13 Juli 2015.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di Alfamart jl Raden Saleh Jakarta Pusat yang buka 24 jam juga menjadi incaran calon pembeli tiket. Saat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkunjung ke toko tersebut pada Rabu dini hari, 15 April, sudah terdapat sekitar 10 orang yang mengantri, tetapi mereka terpaksa bubar karena komputer di toko tersebut tidak dapat mengakses pusat data penjualan milik PT KAI. Hal yang sama juga terjadi di Alfamidi dan 7-Eleven di jl Kramat Raya, tak jauh dari gedung PBNU.?

Pelayanan kereta api di Indonesia belakangan ini mengalami perbaikan. Jika dulu orang harus berdesak-desakan saat naik kereta api. Kini penjualan tiket hanya dibatasi sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia. Semua rangkaian kereta juga sudah diberi pendingin udara. Para pedagang asongan juga dilarang masuk ke stasiun. Kondisi inilah yang membuat minat masyarakat naik kereta api meningkat pesat, bukan hanya pada musim lebaran.?

Bagi yang menginginkan mudik gratis, PBNU dalam beberapa tahun ini secara rutin menyediakan mudik gratis dengan menggunakan bis. Informasi lengkap umumnya disediakan pada awal Ramadhan. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah