Kamis, 02 November 2017

Safari Ramadhan, Ansor Jombang Wujudkan Keamanan dan Kepedulian Sesama

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Safari Ramadhan bersama Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab dan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor setempat ke sejumlah masjid yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Jombang.

Safari Ramadhan, Ansor Jombang Wujudkan Keamanan dan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, Ansor Jombang Wujudkan Keamanan dan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, Ansor Jombang Wujudkan Keamanan dan Kepedulian Sesama

Adapun kecamatan yang dikunjungi selama bulan Ramadhan ini secara berurutan yaitu, Bandar Kedung Mulyo, Peterongan, Jombang Kota, Megaluh, Tembelang, Wonosalam, Ngusikan, Ploso, Jogoroto, Kesamben, Diwek. Dan terakhir digelar di Sumobito, Sabtu (2/7).

Dalam acara Safari Ramadhan ini di setiap kunjungan diawali dengan shalat isya dan tarawih berjamaah dilanjutkan pemberian bantuan kepada anak yatim dan janda miskin/dhuafa, kemudian sambutan dan taushiyah yang biasa disampaikan Munjidah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam salah satu kesempatan, Munjidah mengimbau agar masyarakat Jombang tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan yang sudah tersisa beberapa hari lagi. Kesempatan itu hendaknya dijadikan momentum meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dan melakukan amal baik antarsesama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pemerintah Kabupaten Jombang mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar selalu menjaga kerukunan, toleransi dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan pada bulan yang penuh barokah dan ampunan Allah SWT. Mari mengisi bulan suci Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, laksanakan selalu shalat berjamaah, shalat tarawih dan tadarus Al-Quran di masjid/mushalla dan jadikanlah Jombang yang aman, damai, kondusif dan menampakkan nuansanya sebagai kota santri," katanya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto mengungkapkan, kader Ansor termasuk Banser terus berupaya mengisi bulan Ramadhan dengan sejumlah kegiatan bermanfaat. "Di antaranya, Safari Ramadhan sekaligus turba (turun ke bawah), Lailatul Qiroah dan Lailatus Sholawat, Pondok Ramadhan Bahagia,? Buka Bersama, Santunan Kepada Anak Yatim dan Dhuafa," ungkapnya, Kamis (30/6).

Setidaknya kader Ansor menjadi motor penggerak sejumlah masjid dan mushala dengan kegiatan-kegiatan mulia.? "Ramadhan ini adalah bulan mulia penuh keberkahan dan ampunan, maka hendaklah kita melatih diri kita untuk menjadi hamba yang taat kepada Tuhan sekaligus hamba yang peduli kepada sesama. Untuk itu, saya menyerukan kepada seluruh kader GP Ansor mulai Cabang, Anak Cabang hingga Ranting agar dapat meramaikan masjid, mushala di wilayah masing-masing dengan berbagai kegiatan seperti shalat berjamaah, shalat taraweh, memperbanyak amal sedekah, dan memperbanyak membaca Al-Quran," ungkapnya.

Disampaikannya pula bahwa GP Ansor dan Banser Jombang ingin lebih berkhidmah kepada masyarakat secara nyata, memberikan keamanan dan kenyamanan dengan rangkaian ibadah bulan suci Ramadhan.

"Untuk memberikan kemanan dan kenyamanan masyarakat di bulan mulia Ramadhan ini, saya meminta pada seluruh kader Ansor dan Banser untuk selalu mengawasi dan menjaga kondusivitas situasi serta kondisi di tengah masyarakat terdekatnya, ikhtiar ini salah satunya diwujudkan dengan pendirian Posko Pam Ramadhan di titik yang rawan terjadi tindak kejahatan atau kriminal salah satunya di Kecamatan? Mojoagung. Waspadai bahaya kejahatan kriminal, provokasi dan ancaman narkoba," pungkas H Zulfikar.

Hadir pula menyertai Safari Ramadhan ini Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Tjaturina Yuliastuti Wihandoko beserta jajaran, Kepala SKPD, Staf Ahli, Camat, MUI, Kepala KUA, Ketua MWCNU, Ketua PC Muslimat NU, Ketua PC Fatayat NU dan Ketua PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser setempat beserta pengurus rantingnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Syuriyah NU Belanda Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi

Den Haag, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara khusus memberi ucapan selamat hari raya Nyepi bagi umat Hindu yang jatuh pada Selasa (28/3).

Rais Syuriyah NU Belanda Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Belanda Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Belanda Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi

"Pada hari ini, saat kita sedang menyelenggarakan konferensi cabang istimewa NU Belanda, kebetulan bertepatan dengan hari raya Nyepi, maka kami mengucapkan selamat hari raya Nyepi untuk Pak Duta Besar Puja," kata Rais Syuriyah PCINU Belanda KH Nur Hasyim Subadi mengawali pidato pembukaan konfercab NU Belanda yang diselenggarakan di Masjid Al-Hikmah, Den Haag, Selasa (28/3) pagi waktu setempat.

Duta Besar RI untuk Belanda H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja menyambut hangat ucapan Rais Syuriyah PCI NU Belanda. Seusai acara dia mengatakan bahwa "ucapan selamat" bukan saja wujud dari silaturahim, tapi juga bentuk dari kerukunanan dan penghormatan pada keyakinan yang berbeda.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sikap Pak Nur Hasyim Rais Syuriyah NU Belanda akan memperkuat keindoneaiaan kita. Ini jati diri bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ikanya," tegasnya, seperti dilaporkan Hamzah Sahal dari Den Haag.

Sebelumnya, Puja menyebut seminar internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Belanda sangat pas dan dibutuhkan oleh situasi dewasa ini. Visi keislaman rahmatan lil ‘alamin yang dominan di Indonesia harus disebarkan ke dunia.

"Kami merasa punya kewajiban turut aktif mengampanyekan teladan Islam moderat, rahmat lil alamin yang dipraktikkan dan berkembang di Indonesia," terangnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karakter akomodatif, menerima perbedaan, damai, transformatif, kata Dubes non-Muslim ini, adalah kekuatan Islam di Indonesia. "Inovasi-inovasi dakwah keislaman yang dipraktikkan Wali Songo dengan kebudayaan seperti wayang, syiiran, adalah warisan Islam berabad lalu yang relavan sampai saat ini," tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 01 November 2017

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset

Kuningan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan-Jawa Barat, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Hotel Sangkan Indah Kuningan, Jawa Barat, Kamis-Jum’at (24-25/3). Rakor diikuti seluruh tim Program Peduli dari Lakpesdam Indramayu dan Kuningan.

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Iing Rohimin menjelaskan, salah satu yang muncul dari Rakor itu adalah kolaborasi riset aksi yang akan dilakukan Lakpesdam dua kabupaten tersebut. Rencananya riset tersebut akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2016.

“Progres pelaksanaan Program Peduli sudah sangat luar biasa. Bahkan berbagai capaian keberhasilan membangun inklusi juga sudah terasakan. Dengan pendekatan kultural ala Nahdlatul Ulama ternyata mampu menciptakan kerukunan antarumat beragama baik di Indramayu maupun di Kuningan,” lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh karenanya, kata Iing, keberhasilan tersebut harus bisa didokumentasikan agar menjadi pembelajaran berharga bagi yang lain. Pendokumentasian akan dilakukan melalui riset aksi berbasis etnografi.

“Selain melakukan kolaborasi, Rakor juga dimaksudkan untuk membangun sinergi antara dua tim untuk terus mengembangkan berbagai strategi dalam mengokohkan inklusi yang sudah terbangun selama ini,” tambah Iing.  

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya itu, Rakor dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan Program Peduli yang digelar di Kabupaten Indramayu maupun di Kabupaten Kuningan. “Sejak pertama kali Program Peduli digulirkan, Lakpesdam NU di Kuningan memang belum terbentuk sehingga pelaksanaan Program Peduli masih dikomandoi oleh Lakpesdam Indramayu. Namun seiring perjalanan waktu, Alhamdulillah di Kuningan saat ini sudah terbentuk Lakpesdam meskipun masih dalam proses, sehingga sedikit demi sedikit Program Peduli yang berlokasi di Desa Manislor mulai bisa dijalankan oleh sahabat-sahabat Lakpesdam Kuningan. Oleh karenanya kami sengaja menggelar Rakor untuk terus membangun sinergi dan melakukan berbagai evaluasi terhadap perjalan program,” jelas Iing panjang lebar.

Assinten Program Officer Program Peduli di Kuningan, Zakiyal Fuad menegaskan, pembelajaran yang didapat dari Lakpesdam Indramayu sangat besar untuk membangun dan mengembangkan gerakan anak muda NU di Kuningan sehingga hal itu harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Strategi membangun inklusi untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama, mencegah konflik sosial dan mengembangkan toleransi harus terus digali dan dikembangkan. Oleh karenanya melalui Rakor ini, kami dari tim Kuningan banyak mendapat masukan sekaligus bimbingan dari tim Indramayu sehingga pada saatnya nanti tim Kuningan akan mampu menjalankan program secara mandiri,” pungkas Zaki. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan-gerakan kelompok yang menyudutkan NU dan amaliahnya tak akan pernah berhenti. Namun NU tidak perlu menghabiskan energi untuk melayani “serangan” kelompok kontra NU itu.

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain

Demikian dikemukakan Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi pengarahan dalam pelantikan MWCNU Ledokombo di lapangan Suren Dampar, Ledokombo, Senin malam (25/3).

Menurut Kiai Muhyiddin, dewasa ini kelompok-kelompok yang secara ideologi berseberangan dengan NU, sudah mulai berani terang-terangan menyerang amaliah NU, dan mereka masuk ke kantong-kantong NU, termasuk di pedesaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Inilah salah satu tugas pengurus MWCNU, yaitu memperkuat dan memperkokoh keyakinan waga agar tak terpengaruh oleh propaganda mereka,” tukasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kendati demikian, lanjut Kiai Muhyiddin, para pengurus MWCNU tidak perlu menghabiskan energi untuk mereka. Sebab, masih banyak tugas lain yang harus ditunaikkan olah para kiai dan pengurus MWCNU.

“Kita perlu memakmurkan masjid, melayani kebutuhan umat sekaligus memberikan pencerahan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin,”  ucapnya.

Pelantikan itu sendiri dilakukan oleh Kiai Muhyiddin di depan sekitar 5000 hadirin yang memaditi lapangan Suren Dampar. Selain Kiai Muhyiddin, hadir juga Sekretaris PCNU Jember, KH. Misbahussalam dan para pengasuh pesantren di Jember bagian timur. Sedangkan Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin tidak hadir karena mengisi pengajian di luar kota.

Dalam susunan kepengurusan yang baru dilantik tersebut, Ali Rahmatullah tercatat sebagai ketua, sedangkan posisi sekretaris dan bendahara ditempati oleh Ali Muhsin dan Jaya Wardi. Di jajaran Syuriah, KH. Kholili Abd. Mannan sebagai rais dan Miftahul Arifin Hasan di posisi Katib.

Secara terpisah, Ali Rahmatullah menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan berusaha memanfaatkan pertemuan lailatul ijtima’ untuk berbagai agenda. “Termasuk soal ekonomi warga,” tukasnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan konsep charter school? atau sekolah swasta yang didanai pemerintah dapat menjadi solusi pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah yang luas.

Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

"Dengan konsep ini, pemerintah mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya," ujar Indra di Jakarta, Senin (19/9).

Dia menjelaskan pemerintah mendanai sekolah-sekolah swasta yang kekurangan dana dalam pengoperasiannya. Selama ini, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup karena kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas yang lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.

"Sekolah dengan konsep seperti itu dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar," kata Direktur Utama PT Eduspec Indonesia itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selama ini, sekolah negeri juga belum mampu menampung keberadaan jumlah murid. Dibandingkan harus membuat sekolah baru, lanjut dia, lebih baik mengembangkan konsep seperti itu.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan swasta sudah ada sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Namun kini terjadi kesenjangan antara sekolah swasta yang selama ini memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi sekolah swasta akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

Meskipun permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik.

"Pendidikan memegang bidang strategis dalam membangun dan mencerdaskan suatu bangsa, maka dari itu kelalaian dalam mengembangkan dan membangun suatu pendididkan yang berkualitas akan berakibat fatal dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang diharapkan bagi kemajuan bangsa" kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Suparwanto. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Makam, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 30 Oktober 2017

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School Nadirsyah Hosen turut mengomentari soal Full Day School (FDS) yang lagi ramai di perbincangkan belakangan ini. Meski demikian, ia tidak ingin mengomentari aspek pendidikannya karena ia merasa bukan ahli pendidikan.?

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Nadirsyah mengomentari hubungan NU dan Muhammadiyah yang menurut dia, melalui masalah FDS ini, jangan sampai jadi pintu masuk mengacak-acak relasi kedua ormas besar di Indonesia.?

“Ini jangan digiring pada pertarungan keduanya. Kita semua berkepentingan agar PP Muhammadiyah dan PBNU kompak dan rukun menjaga NKRI. Kalau dibiarkan saja, ini jadi bola liar,” katanya melalui status Facebook dan twitt di Twitter yang diakses PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Selasa (15/8).?

Menurut dia, PBNU bereaksi soal FDS itu tentu wajar saja karena dikhawatirkan ini mengganggu keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) di lingkungan NU. Sementara ? kebijakan Mendikbud tentang FDS layak dikritik.?

“Tapi ingat ini kebijakan pemerintah. Jangan dilihat ini kebijakan menteri yang orang Muhammadiyah,” tegasnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jadi, lanjutnya, semua kritikan FDS itu diarahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, bukan diarahkan kepada Muhammadiyah. NU merasa dirugikan lalu kritik Mendikbud wajar saja. Tapi reaksi PP Muhammadiyah yang secara terbuka membela Mendikbud mengundang tanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Apa kerugian PP Muhammadiyah kalau FDS dibatalkan, dan apa keuntungannya kalau diteruskan? Kenapa Muhammadiyah total mendukung FDS?” tanyanya. "Di saat NU merasa dirugikan oleh FDS, kenapa Muhammadiyah malah mendukung FDS? Ini pertanyaan para Kiai NU,” lanjutnya.?

Menurut dia, NU dan Muhammadiyah tidak boleh melihat Mendikbud sebagai orang Muhammadiyah. Mendikbud itu representasi pemerintah. Ini harus dipilah. Jadi, ia memohon isu FDS jangan disikapi sebagai pertarungan Muhammadiyah dan NU. Namun, harus dilihat sebagai protes NU kepada Mendikbud sebagai representasi pemerintah.

“Kengototan Mendikbud di saat Presiden Jokowi sedang menyiapkan Perpres tentu mengagetkan. Kenapa FDS jalan terus? Kenapa tidak menunggu Perpres?” tanyanya lagi

Reaksi keras NU mengindikasikan bahwa Kemendikbud belum tuntas menyosialisasikan konsep FDS. Konsultasi dengan masyarakat diabaikan.Karena itulah saat ini PBNU sudah mengeluarkan instruksi ke jajarannya untuk menentang pemberlakuan FDS. PWNU Jatim langsung bereaksi meresponnya. Sejumlah kiai yang kalem dan adem mulai bersuara tegas akan kebijakan Mendikbud soal FDS ini. Mendikbud sudah memancing kegaduhan.

“Saran saya Presiden Jokowi membuat pertemuan dg PBNU dan PP Muhammadiyah serta Mendikbud dan Menag untuk cari jakan keluar bersama. Semoga ada kompromi dan jalan keluar bersama agar isu FDS ini tidak disamber pihak lain yang ingin mengacak-acak relasi Muhammadiyah dan NU,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah

Beirut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konflik Suriah yang telah berlangsung selama 22 bulan telah mengakibatkan sekira 250.000 pengungsi Palestina yang berada di negara itu memutuskan pergi meninggalkannya.

Demikian laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi.? Badan PBB urusan Bantuan dan Pekerjaan (UNRWA) mengatakan 20.000 dari sekitar 250.000 pengungsi Palestina telah meninggalkan Suriah menuju ke negara tetangga, Libanon, dan hampir 3.500 yang lain menuju Jordania.

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah

Setidak-tidaknya 400.000 pengungsi Palestina membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan 13 orang tewas dalam kekerasan di dan sekitar Damascus selama sepekan terakhir, lapor UNRWA.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delapan anggota UNRWA sendiri telah ditangkap atau telah hilang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sementara semua warga sipil di Suriah menanggung beban akibat aksi kekerasan, situasi saat ini bagi warga Palestina di Suriah sungguh luar biasa," kata Komisaris Jenderal UNRWA, Filippo Grandi, dalam sebuah pernyataan pekan lalu.

"Mereka dua kali menjadi pengungsi," kata Grandi.

Konflik Suriah, yang dimulai sebagai pemberontakan damai terhadap Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011 dengan cepat berubah menjadi perang sipil skala penuh yang telah menewaskan lebih dari 60 ribu orang, menurut hitungan PBB.

UNRWA mengatakan, mereka membutuhkan 91 juta dolar AS untuk mengatasi krisis kemanusiaan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah