Rabu, 01 November 2017

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset

Kuningan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan-Jawa Barat, menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Hotel Sangkan Indah Kuningan, Jawa Barat, Kamis-Jum’at (24-25/3). Rakor diikuti seluruh tim Program Peduli dari Lakpesdam Indramayu dan Kuningan.

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Indramayu dan Kuningan Rencanakan Kolaborasi Riset

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Iing Rohimin menjelaskan, salah satu yang muncul dari Rakor itu adalah kolaborasi riset aksi yang akan dilakukan Lakpesdam dua kabupaten tersebut. Rencananya riset tersebut akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2016.

“Progres pelaksanaan Program Peduli sudah sangat luar biasa. Bahkan berbagai capaian keberhasilan membangun inklusi juga sudah terasakan. Dengan pendekatan kultural ala Nahdlatul Ulama ternyata mampu menciptakan kerukunan antarumat beragama baik di Indramayu maupun di Kuningan,” lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh karenanya, kata Iing, keberhasilan tersebut harus bisa didokumentasikan agar menjadi pembelajaran berharga bagi yang lain. Pendokumentasian akan dilakukan melalui riset aksi berbasis etnografi.

“Selain melakukan kolaborasi, Rakor juga dimaksudkan untuk membangun sinergi antara dua tim untuk terus mengembangkan berbagai strategi dalam mengokohkan inklusi yang sudah terbangun selama ini,” tambah Iing.  

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya itu, Rakor dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan Program Peduli yang digelar di Kabupaten Indramayu maupun di Kabupaten Kuningan. “Sejak pertama kali Program Peduli digulirkan, Lakpesdam NU di Kuningan memang belum terbentuk sehingga pelaksanaan Program Peduli masih dikomandoi oleh Lakpesdam Indramayu. Namun seiring perjalanan waktu, Alhamdulillah di Kuningan saat ini sudah terbentuk Lakpesdam meskipun masih dalam proses, sehingga sedikit demi sedikit Program Peduli yang berlokasi di Desa Manislor mulai bisa dijalankan oleh sahabat-sahabat Lakpesdam Kuningan. Oleh karenanya kami sengaja menggelar Rakor untuk terus membangun sinergi dan melakukan berbagai evaluasi terhadap perjalan program,” jelas Iing panjang lebar.

Assinten Program Officer Program Peduli di Kuningan, Zakiyal Fuad menegaskan, pembelajaran yang didapat dari Lakpesdam Indramayu sangat besar untuk membangun dan mengembangkan gerakan anak muda NU di Kuningan sehingga hal itu harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Strategi membangun inklusi untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama, mencegah konflik sosial dan mengembangkan toleransi harus terus digali dan dikembangkan. Oleh karenanya melalui Rakor ini, kami dari tim Kuningan banyak mendapat masukan sekaligus bimbingan dari tim Indramayu sehingga pada saatnya nanti tim Kuningan akan mampu menjalankan program secara mandiri,” pungkas Zaki. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 31 Oktober 2017

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan-gerakan kelompok yang menyudutkan NU dan amaliahnya tak akan pernah berhenti. Namun NU tidak perlu menghabiskan energi untuk melayani “serangan” kelompok kontra NU itu.

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Perlu Habiskan Energi Layani “Serangan” Kelompok Lain

Demikian dikemukakan Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi pengarahan dalam pelantikan MWCNU Ledokombo di lapangan Suren Dampar, Ledokombo, Senin malam (25/3).

Menurut Kiai Muhyiddin, dewasa ini kelompok-kelompok yang secara ideologi berseberangan dengan NU, sudah mulai berani terang-terangan menyerang amaliah NU, dan mereka masuk ke kantong-kantong NU, termasuk di pedesaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Inilah salah satu tugas pengurus MWCNU, yaitu memperkuat dan memperkokoh keyakinan waga agar tak terpengaruh oleh propaganda mereka,” tukasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kendati demikian, lanjut Kiai Muhyiddin, para pengurus MWCNU tidak perlu menghabiskan energi untuk mereka. Sebab, masih banyak tugas lain yang harus ditunaikkan olah para kiai dan pengurus MWCNU.

“Kita perlu memakmurkan masjid, melayani kebutuhan umat sekaligus memberikan pencerahan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin,”  ucapnya.

Pelantikan itu sendiri dilakukan oleh Kiai Muhyiddin di depan sekitar 5000 hadirin yang memaditi lapangan Suren Dampar. Selain Kiai Muhyiddin, hadir juga Sekretaris PCNU Jember, KH. Misbahussalam dan para pengasuh pesantren di Jember bagian timur. Sedangkan Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin tidak hadir karena mengisi pengajian di luar kota.

Dalam susunan kepengurusan yang baru dilantik tersebut, Ali Rahmatullah tercatat sebagai ketua, sedangkan posisi sekretaris dan bendahara ditempati oleh Ali Muhsin dan Jaya Wardi. Di jajaran Syuriah, KH. Kholili Abd. Mannan sebagai rais dan Miftahul Arifin Hasan di posisi Katib.

Secara terpisah, Ali Rahmatullah menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan berusaha memanfaatkan pertemuan lailatul ijtima’ untuk berbagai agenda. “Termasuk soal ekonomi warga,” tukasnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan konsep charter school? atau sekolah swasta yang didanai pemerintah dapat menjadi solusi pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah yang luas.

Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

"Dengan konsep ini, pemerintah mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya," ujar Indra di Jakarta, Senin (19/9).

Dia menjelaskan pemerintah mendanai sekolah-sekolah swasta yang kekurangan dana dalam pengoperasiannya. Selama ini, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup karena kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas yang lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.

"Sekolah dengan konsep seperti itu dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar," kata Direktur Utama PT Eduspec Indonesia itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selama ini, sekolah negeri juga belum mampu menampung keberadaan jumlah murid. Dibandingkan harus membuat sekolah baru, lanjut dia, lebih baik mengembangkan konsep seperti itu.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan swasta sudah ada sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Namun kini terjadi kesenjangan antara sekolah swasta yang selama ini memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi sekolah swasta akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

Meskipun permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik.

"Pendidikan memegang bidang strategis dalam membangun dan mencerdaskan suatu bangsa, maka dari itu kelalaian dalam mengembangkan dan membangun suatu pendididkan yang berkualitas akan berakibat fatal dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang diharapkan bagi kemajuan bangsa" kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Suparwanto. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Makam, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 30 Oktober 2017

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School Nadirsyah Hosen turut mengomentari soal Full Day School (FDS) yang lagi ramai di perbincangkan belakangan ini. Meski demikian, ia tidak ingin mengomentari aspek pendidikannya karena ia merasa bukan ahli pendidikan.?

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS Jangan Bikin Muhammadiyah-NU Bertengkar

Nadirsyah mengomentari hubungan NU dan Muhammadiyah yang menurut dia, melalui masalah FDS ini, jangan sampai jadi pintu masuk mengacak-acak relasi kedua ormas besar di Indonesia.?

“Ini jangan digiring pada pertarungan keduanya. Kita semua berkepentingan agar PP Muhammadiyah dan PBNU kompak dan rukun menjaga NKRI. Kalau dibiarkan saja, ini jadi bola liar,” katanya melalui status Facebook dan twitt di Twitter yang diakses PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Selasa (15/8).?

Menurut dia, PBNU bereaksi soal FDS itu tentu wajar saja karena dikhawatirkan ini mengganggu keberlangsungan Madrasah Diniyah (Madin) di lingkungan NU. Sementara ? kebijakan Mendikbud tentang FDS layak dikritik.?

“Tapi ingat ini kebijakan pemerintah. Jangan dilihat ini kebijakan menteri yang orang Muhammadiyah,” tegasnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jadi, lanjutnya, semua kritikan FDS itu diarahkan kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, bukan diarahkan kepada Muhammadiyah. NU merasa dirugikan lalu kritik Mendikbud wajar saja. Tapi reaksi PP Muhammadiyah yang secara terbuka membela Mendikbud mengundang tanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Apa kerugian PP Muhammadiyah kalau FDS dibatalkan, dan apa keuntungannya kalau diteruskan? Kenapa Muhammadiyah total mendukung FDS?” tanyanya. "Di saat NU merasa dirugikan oleh FDS, kenapa Muhammadiyah malah mendukung FDS? Ini pertanyaan para Kiai NU,” lanjutnya.?

Menurut dia, NU dan Muhammadiyah tidak boleh melihat Mendikbud sebagai orang Muhammadiyah. Mendikbud itu representasi pemerintah. Ini harus dipilah. Jadi, ia memohon isu FDS jangan disikapi sebagai pertarungan Muhammadiyah dan NU. Namun, harus dilihat sebagai protes NU kepada Mendikbud sebagai representasi pemerintah.

“Kengototan Mendikbud di saat Presiden Jokowi sedang menyiapkan Perpres tentu mengagetkan. Kenapa FDS jalan terus? Kenapa tidak menunggu Perpres?” tanyanya lagi

Reaksi keras NU mengindikasikan bahwa Kemendikbud belum tuntas menyosialisasikan konsep FDS. Konsultasi dengan masyarakat diabaikan.Karena itulah saat ini PBNU sudah mengeluarkan instruksi ke jajarannya untuk menentang pemberlakuan FDS. PWNU Jatim langsung bereaksi meresponnya. Sejumlah kiai yang kalem dan adem mulai bersuara tegas akan kebijakan Mendikbud soal FDS ini. Mendikbud sudah memancing kegaduhan.

“Saran saya Presiden Jokowi membuat pertemuan dg PBNU dan PP Muhammadiyah serta Mendikbud dan Menag untuk cari jakan keluar bersama. Semoga ada kompromi dan jalan keluar bersama agar isu FDS ini tidak disamber pihak lain yang ingin mengacak-acak relasi Muhammadiyah dan NU,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah

Beirut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Konflik Suriah yang telah berlangsung selama 22 bulan telah mengakibatkan sekira 250.000 pengungsi Palestina yang berada di negara itu memutuskan pergi meninggalkannya.

Demikian laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi.? Badan PBB urusan Bantuan dan Pekerjaan (UNRWA) mengatakan 20.000 dari sekitar 250.000 pengungsi Palestina telah meninggalkan Suriah menuju ke negara tetangga, Libanon, dan hampir 3.500 yang lain menuju Jordania.

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

250.000 Pengungsi Palestina Tinggalkan Suriah

Setidak-tidaknya 400.000 pengungsi Palestina membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan 13 orang tewas dalam kekerasan di dan sekitar Damascus selama sepekan terakhir, lapor UNRWA.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Delapan anggota UNRWA sendiri telah ditangkap atau telah hilang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sementara semua warga sipil di Suriah menanggung beban akibat aksi kekerasan, situasi saat ini bagi warga Palestina di Suriah sungguh luar biasa," kata Komisaris Jenderal UNRWA, Filippo Grandi, dalam sebuah pernyataan pekan lalu.

"Mereka dua kali menjadi pengungsi," kata Grandi.

Konflik Suriah, yang dimulai sebagai pemberontakan damai terhadap Presiden Bashar al-Assad pada Maret 2011 dengan cepat berubah menjadi perang sipil skala penuh yang telah menewaskan lebih dari 60 ribu orang, menurut hitungan PBB.

UNRWA mengatakan, mereka membutuhkan 91 juta dolar AS untuk mengatasi krisis kemanusiaan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ratusan warga menerima sembako murah pada acara bakti sosial yang dilaksanakan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (26/3).

Kegiatan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dadapan, Kecamatan Sedan dan Desa Mojokerto Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang itu, panitia membagikan sebanyak 800 paket sembako yang berisi gula, minyak goreng, mie instan dan sabun.

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim mengatakan, bahwa pramuka ini bagian dari pada santri, IPNU dan IPPNU juga bagian dari santri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pramuka bagian dari santri, IPNU-IPPNU juga bagian dari santri. Maka kita harus menanamkan cinta alam, pengembangan pribadi dan menggalakkan sosial," ungkap Muhtar yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Sedan.

Ia melanjutkan, bahwa ini merupakan media yang ideal untuk menggarap mereka (peserta didik), bagaimana didalam dirinya tertanam jiwa intelektual, jiwa sosial dan cinta lingkungan.

Salah satu warga penerima paket sembako, Suminah mengungkapkan sangat senang menerima paket sembako. Ia mengatakan bahwa ini dapat meringankan beban perekonomian warga.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Terima kasih kepada panitia. Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan," kata warga Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan yang kini berusia 62 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Nasional, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi Fatayat NU yang melahirkan anak-anak hebat calon pemimpin. Ia bangga kota Surabaya mendapat amanah sebagai tempat kongres perempuan muda NU.

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakde Karwo: Perempuan Bagian Penting Pembangun Bangsa

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo mengatakan hal tersebut pada saat didaulat memberikan sambutan selaku tuan rumah pada upacara pembukaan Kongres ke-15 Fatayat di GOR Surabaya, Sabtu (19/9).

"Judul atau tema kongres ini sangat tepat. Ini sesuai dengan prestasi Jawa Timur yang enam kali berturut-turut mendapat juara di bidang gender. Ini merupakan penghormatan kepada perempuan agar lebih berkeadaban," ujar gubernur yang disambut aplaus hadirin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pakdhe Karwo, sapaan akrabnya, mewartakan setidaknya ada 836 perempuan di Jatim yang mendapat hibah untuk mengembangkan ekonomi. Program ini untuk meningkatkan kesejahteraan single parent di wilayah Jawa Timur agar hidupnya lebih berkeadaban.

"Nah, lagi-lagi ini sama dengan tema kongres Fatayat hari ini. Kami sepakat bahwa perempuan menjadi bagian penting untuk membangun bangsa ini," tandasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bagi dia, perempuan juga memiliki persoalan tentang kematian ibu dan anak. Ini juga patut diperhatikan oleh Fatayat. "Pekerjaan kita makin berat, di saat terjadi reses ekonomi. Jangan sampai defisit. Ini tugas perempuan juga. Bagaimana kita bisa mengerem belanja agar tidak membengkak," ajaknya.

Selain Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya, hadir juga dalam upacara pembukaan tersebut senior Fatayat Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubayd, Dr Hj Sri Mulyati Asrori, Hj Fatma Saifullah Yusuf. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Foto: Gubernur Jatim Soekarwo saat berbincang dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan tokoh perempuan Nursyahbani Katcasungkana di sela Kongres Fatayat, Sabtu (19/9)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah