Jumat, 27 Oktober 2017

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedutaan Besar Damaskus terus melakukan repatriasi warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Air. Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

“Karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah. Oleh sebab itu bagi oknum yang terus-menerus mengirimkan tenaga kerja wanita Indonesia ke Timur Tengah, khususnya ke Suriah harus ditindak tegas, karena terang-terangan melanggar undang-undang dan perikemanusiaan,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/8).

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Sementara itu, PF Protkons I, Makhya Suminar mengatakan, Pemerintah telah menutup pengiriman TKI ke Timur Tengah, apalagi ke Suriah yang tengah dilanda konflik. Oleh karena itu, para TKI yang akan pulang diingatkan agar tidak mudah terkena bujuk rayu agen atau sponsor yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi untuk dikirim ke Timur Tengah. Karena pada akhirnya janji manis tersebut hanya akan berakhir pada permasalahan yang berkepanjangan di shelter KBRI Damaskus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin kemarin KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi gelombang ke-277 kepada 25 orang WNI/TKI ke Indonesia secara langsung via Bandara Damascus International Airport. Para TKI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB yang berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus, Henri Toga Sinaga.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berikut daftar nama repatrian:

1. Adelah bt Yakub Sarin, Tangerang;

2. Asirah binti Muksin, Benten;

3. Darminih bt Casban Asmir, Karawang;

4. Enday bt Tarwan Kasan, Karawang;

5. Erna Harja, Sukabumi;

6. Eyeh Bt Tarmidi Marhani, Sukabumi;

7. Ika Mulyati Apud, Cianjur;

8. Iswati bt Usman Abidin, Dompu NTB;

9. Julekha bt Rohadi Kasnadi, Brebes Jateng;

10. Junenah bt Jupri Jahara, Serang;

11. Kasminah binti Sarkim, Tangerang;

12. Komariah bt Mamun Suganda, Karawang;

13. Lilik Tajudin, Majalengka;

14. Lusi Ariyani bt Slamet Eriyanto, Jakarta;

15. Megawati bt Sumardi Hamzah, Dompu NTB

16. Muliati bt Munir Kamal, Lombok Tengah NTB;

17. Nurhayati bt Pua ahmad Ikhsan, Ende NTB;

18. Ropiah bt Amin Kandi, Purwakarta;

19. Sema bt Kusan Sunip, Sumbawa NTB;

20. Sriwahyuni bt Jumantre Misbah, Lombok Timur NTB

21. Sugiatmi bt Sarijan karya, Probolinggo, Jawa Timur;

22. Sulimah binti Madsahri Cilacap;

23. Sunaya Mukasan, Indramayu;

24. Susilawati bt Kaswan Mustopa, Karawang;

25. Tafriyah bt Abdullah Dulsamad, Indramayu.

Dengan pemulangan sebanyak 25 WNI/TKI ini, maka sampai dengan 8 Agustus 2016 masih terdapat 27 WNI/TKI di shelter KBRI Damaskus tengah diperjuangkan hak-haknya dan jumlah yang ditampung di shelter masih terus bertambah setiap harinya. Sejak tahun 2012 silam, KBRI Damaskus telah merepatriasi 12.455 WNI dari Suriah dalam 277 gelombang. Sepanjang tahun 2016 ini, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 204 WNI/TKI dari Suriah yang terbagi dalam 7 gelombang. Sebanyak 59 dari 204 WNI/TKI tersebut diduga kuat merupakan korban perdagangan orang. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Pesantren, Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mengarungi mahligai rumah tangga, tentu tak luput dari gelombang dan juga dalam perjalanannya tidak sedikit menemui onak dan duri. Sehingga di tengah perjalanan, bahtera itu kadang kandas dan berakhir di meja perceraian. Tentu, hal hal tersebut tidak kita inginkan, untuk itu perlu mewaspadai adanya penyakit nikah.

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Tiga Penyakit Perusak Rumah Tangga

Atas dasar itu Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun mengingatkan, ada tiga penyakit nikah yang bisa memporakporandakan kehidupan rumah tangga. Sebagaimana dikatakannya saat mengisi forum bimbingan mental bagi PNS Kabupaten Brebes di Pendopo Bupati, Jumat (27/1).

Penyakit itu tumbuh, katanya, pertama, ketika suami mencari nafkah yang tidak halal. Hasil yang tidak halal bisa mengakibatkan keluarga menjadi tidak tentram. Termasuk keturunannya juga tidak akan berhasil, sulit mencapai kesuksesan. “Sepahit apa pun, kita harus mencari nafkah dengan hasil yang halal,” ajaknya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bekerjalah dengan sekuat tenaga agar diperoleh hasil yang maksimal dan halal. “Kalau cuma bertopang dagu, bermalas-malasan maka ‘yang siang nanti makan bubur lauknya urab’, suami nganggur, istrinya lari ke Arab,” ucap Kiai disambut tertawa hadirin.

Penyakit kedua, kurang menghibur istri dan tidak menghargai istri. Seorang istri, tidak bisa dipandang sebelah mata meskipun ketika dinikahi suami mengetahui berbagai kelemahan yang dimilikinya. Walaupun istri tidak bisa masak seperti warung sebelah, katanya, tetap harus kita puji bahwa masakan istrilah yang paling enak sedunia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ketika Nabi menghadapi Aisyah tidak menyediakan lauk dan Aisyah berkata hanya ada cuka, maka Nabi berucap bahwa sebaik-baik lauk adalah cuka,” ujar Kiai Subhan menceritakan sebuah kisah.

Penyakit ketiga, lanjutnya, suami-istri meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya. Bila di dalam rumah tangga Muslim tidak mendirikan shalat lima waktu, maka keresahan batin akan terus bergolak. Akibatnya, rumah tangga menjadi goyah, perkawinan tidak bermakna.

Kewajiban lainnya yang perlu diperhatikan, yakni dengan lebih banyak bersedekah dan ngaji. Dengan shalat, sedekah, dan ngaji maka penyakit nikah tidak akan menempel.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes ini mengajak kepada para lajang untuk segera menikah dengan memperhatikan penyakit nikah. Jangan takut tidak mendapatkan rezeki, jangan takut dengan kenikmatan yang abadi, berupa istiqamah dalam memegang tali Allah SWT.

“Sejarah membuktikan, tidak ada bujang sugih (kaya). Wujudkanlah rumahku adalah surgaku, dengan membina keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” pungkasnya.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo mengungkapkan, berdasarkan data dari Pengadilan Agama Brebes terjadi kasus perceraian selama tahun 2015 sebanyak  5.600. Tahun 2016 meningkat menjadi 6600, dan Januari 2017 ini ada 570 kasus perceraian di Brebes. “Mayoritas, dipicu karena persoalan dunia terbalik, yakni banyak warga Brebes yang menjadi TKI/TKW,” tuturnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 26 Oktober 2017

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah muncul keputusan dibawa pulang dari Turki ke Indonesia pada Selasa, 21 Februari 2017, jenazah KH A Nafi’ Abdillah bakal mendapat “kapling” peristirahatan terakhir istimewa. Yakni di dekat pusara Almaghfurlahuma KH Abdullah Salam dan Nyai Hj Aisyah.

Informasi tentang lokasi makam sebelumnya disampaikan Mujibur Rachman Ma’mun, keponakan almarhum. “Insya Allah, jenazah beliau akan sampai di Kajen pada Selasa malam Rabu, jam 21.00 atau 22.00. Dan langsung dimakamkan di tempat beliau duduk ini, wonten ngandape Mbah Kakung,” tulis Gus Mujib pada foto Kiai Nafi’ yang ia unggah di Facebook, Ahad (19/2) malam.

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Nadhif Abdul Mudjib, salah satu putra menantu almaghfurlah Kiai Nafi’, membenarkan hal tersebut. Gus Nadhif mengkonfirmasi hal tersebut di sela perhelatan tahlil malam pertama di kediaman almarhum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Njih (betul). Posisi Abah agak ke arah selatan bersandingan dengan Mbah Nyai Aisyah, istri Mbah Dullah,” ujar Gus Nadhif saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (19/2), melalui telepon pintar.

Almarhum Kiai Nafi’, lanjut dia, meninggalkan satu orang istri, Hj Mahmudah, beserta delapan anak, dua putri dan enam putra. Berturut-turut: Junnatun Muhassonah, Ni’ma Diana, Muhammad Abbad, Nur Dihyah, Muhammad Alauddin Luthfi, Wasi’ Hilmy, Muhammad Athoillah, dan Halim Shidqi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Gus Nadhif, Kiai Nafi’ hingga akhir hayatnya masih aktif mengasuh Pesantren Mathali’ul Huda Polgarut Selatan (PUSAT) untuk santri putra dan Ponpes Al-Husna untuk putri. Selain itu, almarhum juga aktif mengajar di Madrasah Mathali’ul Falah Kajen dan mengaji di Ahad pagi untuk ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Malam pertama sepeninggal almarhum, di kediamannya di kompleks Pesantren Al-Husna digelar pembacaan tahlil yang diikuti ratusan santri dan ribuan jamaah dari sekitar Kajen. “Malam ini, kami tahlil pertama di ndalem beliau yang sederhana,” ujarnya.

Sebelumnya, Kiai Nafi’ dinyatakan meninggal dunia akibat sakit jantung setelah kelelahan usai melaksanakan umroh dilanjutkan lawatan ke Uzbekistan dan Turki. Rombongan mendarat di bandara internasional Istanbul, Jumat (17/2) sore waktu setempat.

Turut serta dalam rombongan tersebut sejumlah keluarga inti almarhum, antara lain Hj Mahmudah (istri), Gus Rozaq (putra menantu), Hj Ishmah (adik), dan sang adik ipar, KH Ulinnuha Arwani Kudus. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Aswaja, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga NU diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan meskipun saling berbeda soal pandangan politik. KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) mengatakan hal ini di hadapan pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedan, Rembang, Jawa Tengah, Senin (9/9).

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Gus Ghofur menyampaikan, sebagian masyarakat dengan mudah terprovokasi oleh keadaan yang ditimbulkan situasi politik menjelang pemilihan umum. Nahdliyin diimbau mengendalikan diri dari sikap yang merusak keharmonisan antarsesama.

“Sebagai warga yang menjujung tinggi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, kita harus bisa menentukan sikap tenggang rasa dan saling menghormati,” ucapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Putra Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair ini mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang arti perbedaan dalam hal menentukan pilihan. Maka, ia mengajak masyarakat bisa keluar dari kondisi semacam ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, ketua MWCNU Sedan Muhktar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog bersama Gus Ghofur untuk memperluas kesadaran warga NU dalam menghadapi pemilihan legislatif 2014 mendatang.

Muhtar berharap perbedaan tidak menjadikan Warga NU terpecah belah dan tercerai berarai hanya demi memenuhi ambisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa

Tuban, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rangkaian demi rangkaian acara haul masyayikh Pondok Pesantren Manbail Futuh berjalan lancar. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, sejak hari Kamis (18/05) tercatat ada banyak kegiatan seperti takhtimul quran (bin-nadzhar &bil-ghoib) tahlil bersama (MI, Mts, MA), khitan massal dan kegiatan bakti sosial. Tahlil akbar dan pengajian umum (21/05) pun menjadi puncak dari acara tahunan yang biasanya juga dimanfaatkan untuk ajang silaturrahim para alumni.?

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa

Yang menjadi pembeda adalah kiai yang menyampaikan mauidzoh dan tema atau pesan yang disampaikan.

"Islam Pesantren... ya Islam Indonesia." Itulah salah satu pesan penting dari mauidzoh hasanah oleh KH Nashiruddin di haul malam itu (21/05). Meski terbilang lama, uraiannya mengenai peran penting pendidikan ala pesantren menyedot perhatian para hadirin yang memenuhi halaman dan beberapa ruang kelas pesantren yang didirikan oleh almaghfurlah KH Fatchurrohman bin Abu Said ini.

Sumbangsih pesantren sangat besar bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam mendidik (akhlak) masyarakat. Perjuangan dakwah (talim-tadib) ala kiai pesantren adalah khas nan lembut (hasanah).?

"Salah satu khas para kiai pesantren (Nahdlatul Ulama) meski tinggi ilmunya tetapi tidak kereng (red: kenceng, kasar), ada rasa sayang terhadap umat. Telaten dan halus dalam membimbing masyarakat," ujar Mbah Nashir.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Walhasil, pesantren sejak lama berusaha menjadi solusi bagi kehidupan. Dengan begitu jebolan tradisi pendidikan khas Nusantara tersebut seakan dituntut siap ngemong umat. Mengenai ini Kiai asal Sendang Senori Tuban tersebut mengingatkan bahwa para santri bisa berdakwah dengan cara apa saja, yang baik; tidak harus jadi muballigh atau kiai. Menurutnya "ngak mesti wong alim iku kiai, gak mesti kiai iku alim," kata kuncinya adalah memberi manfaat, bukan masalah.

Dalam menjelaskan cara kiai pesantren mendidik masyarakat, Mbah Nashir mengutip salah satu syair dalam burdah "wan nafsu kat-thifli in tuhmilhu syabba ala -- hubbir rodloi wa in tafthimhu yanfathimi". Salah satu metode dakwah salafuna-sholih dalam istilah Jawa adalah nyapih. Sebagaimana lazimnya ibu nyapih anaknya dari air susu (ASI) tidak dengan kekerasan, tetapi justru harus dengan kasih sayang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam acara yang dihadiri santri, alumni, dan berbagai pihak (Ketua tanfidziah PCNU Tuban, TNI, PolriI, dan unsur lain) tersebut, Kiai yang pernah nyantri pada Sayyid Maliki (Makkah) ini menegaskan peran perjuangan kiai-santri untuk bangsa tercinta, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Sudah semestinya apresiasi dan rasa terima kasih patut dialamatkan pada mereka, oleh pemerintah dan segenap anak bangsa ini.

Dari lamanya gerakan dakwah pendidikan pesantren yang hasanah lah kemudian terbentuk NU; jamiyah yang mengajarkan cinta tanah air. Lebih dari itu, sumbangsih pesantren amatlah besar bagi bangsa-negara ini. Tradisi pendidikan pesantren yang baik harus dipertahankan.?

"Tentu pendidikan pesantren bukan tanpa kekurangan. Dan sekarang bisa terus dibenahi," pungkas Kiai Nashirudin.

Setelah ngaji muhasabah dan berusaha meneladani atas perjuangan (kiai-santri) pesantren acara pun diakhiri dengan mendoakan pesantren dan muassis Manbail Futuh serta para masyayikh: KH Hisyam Ismail, Kiai Mizan Abdullah, KH Bisyrul Chafi Sholeh, KH Ali Machrus, KH Muslih Abdur Rohim, KH Abdul Hannan Hisyam, KH Hafash Hisyam, KH Masram Shofwan, dan lainnya. Almaghfur lahum, wa lahum al-Faatihah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, RMI NU, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat ini teknologi menjadi gaya hidup dan perburuan. Adapun media sosial menjadi fasilitas yang paling diminati publik untuk mengakses informasi dan berita terkini.?

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq Faqih pada acara workshop yang diselenggarakan LDNU di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2).

Mudahnya dalam mengakses informasi tersebut menjadi bahaya jika pengguna media sosial yang tidak punya landasan agama yang kuat.?

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya komentar-komentar negatif yang bersliweran di media sosial.

“Teknologi dikuasai oleh orang yang tidak berilmu agama itu akan menghancurkan,” kata Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan bahwa agama butuh teknologi untuk menyebarkan Nasrud Dakwah dan teknologi juga butuh etika agama agar tidak dipakai orang untuk mem-bully dan memfitnah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya bilang berkali-kali agar jangan ada orang menggunakan mimbar dakwah menjadi mimbar fitnah. Kita harus memperkuat Ahlussunnah wal Jamaah, bukan Ahlulfitnah wal Jamaah,” tegasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Sampang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memberikan bantuan awal kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada Ahad (28/2). Bantuan diserahkan melalui Pengurus Cabang LPBINU Kabupaten Sampang.

Bantuan tersebut berupa paket makanan, air minum dan pembalut wanita untuk 750 orang. Rencananya akan didistribusikan ke empat lokasi yaitu Desa Tanggumong, Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar. Empat lokasi tersebut dipilih berdasarkan jumlah dan besarnya dampak yang ditimbulkan.

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Seperti diketahui, sejak Jumat, 26 Februari? siang, sedikitnya 13 desa dan kelurahan di Kabupaten Sampang dilanda banjir disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga sungai Kemuning meluap ke pemukiman penduduk. Kondisi tersebut diperparah kondisi laut yang pasang, sementara posisi Kota Sampang lebih rendah dari permukaan laut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut data dari BPBD Sampang hingga Sabtu malam (27/2) tak kurang dari 11.468 KK atau kurang lebih 34.225 jiwa terdampak langsung oleh banjir tersebut. Rata-rata rumah mereka terendam setinggi 1 hingga 2 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, masyarakat dan berbagai pihak termasuk PC LPBI NU Sampang beserta Keluarga Besar NU Sampang telah mendirikan sejumlah posko dan membagikan sejumlah bantuan. Bupati Sampang juga telah menetapkan status tanggap darurat banjir yang berlaku hingga 12 Maret 2016.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menyambut bantuan dari PP LPBI NU, Ketua PC LPBI NU Sampang, Mohamad Jailani, mewakili penerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan PP LPBI NU ini sangat diperlukan dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.

PC LPBI NU Sampang sendiri telah membuka posko dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Mengingat besar dan luasnya dampak bencana banjir, PC LPBI NU Sampang juga berharap bantuan dari semua pihak untuk dapat didistribusikan di daerah terdampak banjir di Sampang.

Begitu juga Pengurus PCNU Kabupaten Sampang KH Sholahurrabbani mengucapkan terima kasih kepada PP LPBI NU, dan akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak banjir di Sampang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah