Kamis, 26 Oktober 2017

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah muncul keputusan dibawa pulang dari Turki ke Indonesia pada Selasa, 21 Februari 2017, jenazah KH A Nafi’ Abdillah bakal mendapat “kapling” peristirahatan terakhir istimewa. Yakni di dekat pusara Almaghfurlahuma KH Abdullah Salam dan Nyai Hj Aisyah.

Informasi tentang lokasi makam sebelumnya disampaikan Mujibur Rachman Ma’mun, keponakan almarhum. “Insya Allah, jenazah beliau akan sampai di Kajen pada Selasa malam Rabu, jam 21.00 atau 22.00. Dan langsung dimakamkan di tempat beliau duduk ini, wonten ngandape Mbah Kakung,” tulis Gus Mujib pada foto Kiai Nafi’ yang ia unggah di Facebook, Ahad (19/2) malam.

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimakamkan di Kajen, Kiai Nafi’ Dapat “Kapling” Istimewa

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Nadhif Abdul Mudjib, salah satu putra menantu almaghfurlah Kiai Nafi’, membenarkan hal tersebut. Gus Nadhif mengkonfirmasi hal tersebut di sela perhelatan tahlil malam pertama di kediaman almarhum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Njih (betul). Posisi Abah agak ke arah selatan bersandingan dengan Mbah Nyai Aisyah, istri Mbah Dullah,” ujar Gus Nadhif saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (19/2), melalui telepon pintar.

Almarhum Kiai Nafi’, lanjut dia, meninggalkan satu orang istri, Hj Mahmudah, beserta delapan anak, dua putri dan enam putra. Berturut-turut: Junnatun Muhassonah, Ni’ma Diana, Muhammad Abbad, Nur Dihyah, Muhammad Alauddin Luthfi, Wasi’ Hilmy, Muhammad Athoillah, dan Halim Shidqi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Gus Nadhif, Kiai Nafi’ hingga akhir hayatnya masih aktif mengasuh Pesantren Mathali’ul Huda Polgarut Selatan (PUSAT) untuk santri putra dan Ponpes Al-Husna untuk putri. Selain itu, almarhum juga aktif mengajar di Madrasah Mathali’ul Falah Kajen dan mengaji di Ahad pagi untuk ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Malam pertama sepeninggal almarhum, di kediamannya di kompleks Pesantren Al-Husna digelar pembacaan tahlil yang diikuti ratusan santri dan ribuan jamaah dari sekitar Kajen. “Malam ini, kami tahlil pertama di ndalem beliau yang sederhana,” ujarnya.

Sebelumnya, Kiai Nafi’ dinyatakan meninggal dunia akibat sakit jantung setelah kelelahan usai melaksanakan umroh dilanjutkan lawatan ke Uzbekistan dan Turki. Rombongan mendarat di bandara internasional Istanbul, Jumat (17/2) sore waktu setempat.

Turut serta dalam rombongan tersebut sejumlah keluarga inti almarhum, antara lain Hj Mahmudah (istri), Gus Rozaq (putra menantu), Hj Ishmah (adik), dan sang adik ipar, KH Ulinnuha Arwani Kudus. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Aswaja, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga NU diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan meskipun saling berbeda soal pandangan politik. KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) mengatakan hal ini di hadapan pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedan, Rembang, Jawa Tengah, Senin (9/9).

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Gus Ghofur menyampaikan, sebagian masyarakat dengan mudah terprovokasi oleh keadaan yang ditimbulkan situasi politik menjelang pemilihan umum. Nahdliyin diimbau mengendalikan diri dari sikap yang merusak keharmonisan antarsesama.

“Sebagai warga yang menjujung tinggi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, kita harus bisa menentukan sikap tenggang rasa dan saling menghormati,” ucapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Putra Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair ini mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang arti perbedaan dalam hal menentukan pilihan. Maka, ia mengajak masyarakat bisa keluar dari kondisi semacam ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, ketua MWCNU Sedan Muhktar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog bersama Gus Ghofur untuk memperluas kesadaran warga NU dalam menghadapi pemilihan legislatif 2014 mendatang.

Muhtar berharap perbedaan tidak menjadikan Warga NU terpecah belah dan tercerai berarai hanya demi memenuhi ambisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 25 Oktober 2017

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa

Tuban, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rangkaian demi rangkaian acara haul masyayikh Pondok Pesantren Manbail Futuh berjalan lancar. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, sejak hari Kamis (18/05) tercatat ada banyak kegiatan seperti takhtimul quran (bin-nadzhar &bil-ghoib) tahlil bersama (MI, Mts, MA), khitan massal dan kegiatan bakti sosial. Tahlil akbar dan pengajian umum (21/05) pun menjadi puncak dari acara tahunan yang biasanya juga dimanfaatkan untuk ajang silaturrahim para alumni.?

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Miliki Peran Penting untuk Bangsa

Yang menjadi pembeda adalah kiai yang menyampaikan mauidzoh dan tema atau pesan yang disampaikan.

"Islam Pesantren... ya Islam Indonesia." Itulah salah satu pesan penting dari mauidzoh hasanah oleh KH Nashiruddin di haul malam itu (21/05). Meski terbilang lama, uraiannya mengenai peran penting pendidikan ala pesantren menyedot perhatian para hadirin yang memenuhi halaman dan beberapa ruang kelas pesantren yang didirikan oleh almaghfurlah KH Fatchurrohman bin Abu Said ini.

Sumbangsih pesantren sangat besar bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam mendidik (akhlak) masyarakat. Perjuangan dakwah (talim-tadib) ala kiai pesantren adalah khas nan lembut (hasanah).?

"Salah satu khas para kiai pesantren (Nahdlatul Ulama) meski tinggi ilmunya tetapi tidak kereng (red: kenceng, kasar), ada rasa sayang terhadap umat. Telaten dan halus dalam membimbing masyarakat," ujar Mbah Nashir.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Walhasil, pesantren sejak lama berusaha menjadi solusi bagi kehidupan. Dengan begitu jebolan tradisi pendidikan khas Nusantara tersebut seakan dituntut siap ngemong umat. Mengenai ini Kiai asal Sendang Senori Tuban tersebut mengingatkan bahwa para santri bisa berdakwah dengan cara apa saja, yang baik; tidak harus jadi muballigh atau kiai. Menurutnya "ngak mesti wong alim iku kiai, gak mesti kiai iku alim," kata kuncinya adalah memberi manfaat, bukan masalah.

Dalam menjelaskan cara kiai pesantren mendidik masyarakat, Mbah Nashir mengutip salah satu syair dalam burdah "wan nafsu kat-thifli in tuhmilhu syabba ala -- hubbir rodloi wa in tafthimhu yanfathimi". Salah satu metode dakwah salafuna-sholih dalam istilah Jawa adalah nyapih. Sebagaimana lazimnya ibu nyapih anaknya dari air susu (ASI) tidak dengan kekerasan, tetapi justru harus dengan kasih sayang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam acara yang dihadiri santri, alumni, dan berbagai pihak (Ketua tanfidziah PCNU Tuban, TNI, PolriI, dan unsur lain) tersebut, Kiai yang pernah nyantri pada Sayyid Maliki (Makkah) ini menegaskan peran perjuangan kiai-santri untuk bangsa tercinta, bahkan jauh sebelum kemerdekaan. Sudah semestinya apresiasi dan rasa terima kasih patut dialamatkan pada mereka, oleh pemerintah dan segenap anak bangsa ini.

Dari lamanya gerakan dakwah pendidikan pesantren yang hasanah lah kemudian terbentuk NU; jamiyah yang mengajarkan cinta tanah air. Lebih dari itu, sumbangsih pesantren amatlah besar bagi bangsa-negara ini. Tradisi pendidikan pesantren yang baik harus dipertahankan.?

"Tentu pendidikan pesantren bukan tanpa kekurangan. Dan sekarang bisa terus dibenahi," pungkas Kiai Nashirudin.

Setelah ngaji muhasabah dan berusaha meneladani atas perjuangan (kiai-santri) pesantren acara pun diakhiri dengan mendoakan pesantren dan muassis Manbail Futuh serta para masyayikh: KH Hisyam Ismail, Kiai Mizan Abdullah, KH Bisyrul Chafi Sholeh, KH Ali Machrus, KH Muslih Abdur Rohim, KH Abdul Hannan Hisyam, KH Hafash Hisyam, KH Masram Shofwan, dan lainnya. Almaghfur lahum, wa lahum al-Faatihah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, RMI NU, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat ini teknologi menjadi gaya hidup dan perburuan. Adapun media sosial menjadi fasilitas yang paling diminati publik untuk mengakses informasi dan berita terkini.?

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama Butuh Teknologi dan Teknologi Butuh Agama

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq Faqih pada acara workshop yang diselenggarakan LDNU di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2).

Mudahnya dalam mengakses informasi tersebut menjadi bahaya jika pengguna media sosial yang tidak punya landasan agama yang kuat.?

Hal tersebut ditandai dengan banyaknya komentar-komentar negatif yang bersliweran di media sosial.

“Teknologi dikuasai oleh orang yang tidak berilmu agama itu akan menghancurkan,” kata Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melanjutkan bahwa agama butuh teknologi untuk menyebarkan Nasrud Dakwah dan teknologi juga butuh etika agama agar tidak dipakai orang untuk mem-bully dan memfitnah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya bilang berkali-kali agar jangan ada orang menggunakan mimbar dakwah menjadi mimbar fitnah. Kita harus memperkuat Ahlussunnah wal Jamaah, bukan Ahlulfitnah wal Jamaah,” tegasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Sampang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memberikan bantuan awal kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sampang, Jawa Timur pada Ahad (28/2). Bantuan diserahkan melalui Pengurus Cabang LPBINU Kabupaten Sampang.

Bantuan tersebut berupa paket makanan, air minum dan pembalut wanita untuk 750 orang. Rencananya akan didistribusikan ke empat lokasi yaitu Desa Tanggumong, Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rongtengah dan Kelurahan Gunung Sekar. Empat lokasi tersebut dipilih berdasarkan jumlah dan besarnya dampak yang ditimbulkan.

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBINU Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Sampang

Seperti diketahui, sejak Jumat, 26 Februari? siang, sedikitnya 13 desa dan kelurahan di Kabupaten Sampang dilanda banjir disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga sungai Kemuning meluap ke pemukiman penduduk. Kondisi tersebut diperparah kondisi laut yang pasang, sementara posisi Kota Sampang lebih rendah dari permukaan laut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut data dari BPBD Sampang hingga Sabtu malam (27/2) tak kurang dari 11.468 KK atau kurang lebih 34.225 jiwa terdampak langsung oleh banjir tersebut. Rata-rata rumah mereka terendam setinggi 1 hingga 2 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, masyarakat dan berbagai pihak termasuk PC LPBI NU Sampang beserta Keluarga Besar NU Sampang telah mendirikan sejumlah posko dan membagikan sejumlah bantuan. Bupati Sampang juga telah menetapkan status tanggap darurat banjir yang berlaku hingga 12 Maret 2016.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menyambut bantuan dari PP LPBI NU, Ketua PC LPBI NU Sampang, Mohamad Jailani, mewakili penerima bantuan mengatakan, bantuan yang diberikan PP LPBI NU ini sangat diperlukan dan sangat membantu masyarakat yang terdampak banjir.

PC LPBI NU Sampang sendiri telah membuka posko dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Mengingat besar dan luasnya dampak bencana banjir, PC LPBI NU Sampang juga berharap bantuan dari semua pihak untuk dapat didistribusikan di daerah terdampak banjir di Sampang.

Begitu juga Pengurus PCNU Kabupaten Sampang KH Sholahurrabbani mengucapkan terima kasih kepada PP LPBI NU, dan akan segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak banjir di Sampang. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Sunnah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 24 Oktober 2017

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Demi tingkatkan sistem kompetisi seri nasional, panitia pusat LSN mengadakan pengarahan Liga Santri Nusantara di ruang Asrama Haji Yoyayakarta, Sabtu (22/10) malam. Pertemuan ini diikuti oleh semua pelatih, manager dan koordinator region dari 32 tim yang? masuk seri nasional.

Dalam pengarahan umum tampak hadir Direktur Torabica Championship Joko Driono, Manager Kompetisi LSN M Kusnaeni. Pada pengantarnya M Kusnaeni mangatakan bahwa LSN kali ini dijadikan sebagai kompetisi profesional seperti adminnistrasi, lapangan, dan hal lain.

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan

Kusnaeni juga memberikan pengertian terkait sukses prestasi dalam LSN. "Artinya kita harapkan liga santri dapat keluar pemain-pemain terbaik nasional bahkan ke depan kita harapkan Liga Santri tidak lagi bergantung kepada negara dengan kompetisi yang profesional," terangnya.

Seperti telah diketahui Seri Nasional menggunakan sistem setengah kompetisi dengan memberikan ruang yang lebih banyak kepada peserta lolos ke seri nasional. "Seri nasional ini pestanya kalangan pesantren karena berbarengan dengan hari santri nasional," imbunya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kusnaeni mengatakan bahwa liga santri ini menularkan virus-virus positif seperti sopan santun. Hal yang demikian merupakan nilai yang terpenting dari sebuah kompetisi liga santri "Bagaimana kita tetap bisa menjaga martabat pesantren, juara tak harus jadi tujuan utama," jelas Cak Kus.

Jokodriono mengapreasisi gelaran liga santri yang di dalamnya ada nilai ritual sepakbola yang cukup menjadi warna baru di Indonesia. "Perkembangan luar biasa dari sisi jumlah liga santri. Harapannya ke depan akan mewarnai persepakbolaan nasional," sambutnya. (Red Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Cerita, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 23 Oktober 2017

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat

Ngawi,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelantikan anggota DPRD periode 2014-2019 disambut aksi demonstrasi puluhan mahasiswa, Senin 25/08). Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut 45 wakil rakyat menandatangani kontrak moral. Sebab mereka menilai kinerja dewan sebelumnya tidak banyak memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Ngawi.

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat

Dalam aksi tersebut mereka tidak hanya berorasi, tapi juga membawa poster yang berisi pesan moral. Namun, mahasiswa berhadapan dengan pintu tertutup. Petugas sengaja menutup pintu masuk menuju Pendapa Wedya Graha, tempat dilakukan pengambilan sumpah janji anggota DPRD periode 2014-2019. Beberapa nekat naik ke atas gerbang dan berorasi sambil meneriakan yel-yel.

Wakhid Hariadi, koordinator aksi mendesak para wakil rakyat merealisasikan janji politiknya pasca diambil sumpah dan janjinya. Dia mengingatkan agar mereka benar-benar bekerja secara profesional dan pro rakyat. ‘’Pelantikan memiliki makna yang sakral dan mendalam sebagai penentu nasib rakyat,’’ ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PMII menyodorkan kontrak moral yang berisi kesediaan anggota dewan baru untuk memiliki komitmen memajukan pembangunan ekonomi dan pendidikan, senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat, lebih pro rakyat, merealisasikan kepentingan rakyat dengan amanah, jujur, profesional, kredibel dan transparan.

PMII juga serta mendorong anggota DPRD agar merealisasikan kontrak politiknya, dan transparansi anggaran serta fungsi legislasinya. Mendesak anggota agar tidak berpraktik korupsi, kolusi serta nepotisme. ‘’Produk hukum, kebijakan serta program yang dilaksanakan harus pro rakyat,’’ tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sayangnya, tidak ada satupun anggota DPRD baru yang menandatangi kontrak moral tersebut. Usai pengambilan sumpah janji, para wakil rakyat buru-buru pulang. Mereka juga menggunakan pintu keluar depan sekretariat daerah. Sehingga tidak bertemu massa yang berkumpul di pintu masuk pendapa. ‘’Kalau mereka tidak mau menandatangani kontrak moral, sudah terlihat jika mereka tidak mau memajukan Ngawi,’’ katanya.

Meski begitu, PMII mengancam akan mendatangi gedung dewan. Mereka akan melakukan sweeping agar anggota DPRD mau menandatangani kontrak moral tersebut. Jika tidak berhasil, mahasiswa akan datang lagi dengan massa yang lebih besar. ‘’Kami tidak main main,’’ tegas Wakhid.

Ketua DPRD sementara Dwi Rianto Jatmiko mengatakan menerima masukan dari kalangan mahasiswa itu. Tanpa diminta pun, pihaknya sudah komitmen berjuang untuk kepentingan rakyat. Hal itu sudah dibuktikan dengan meningkatnya anggaran perbaikan infrastruktur jalan yang setiap tahunnya di atas 40 persen. Dewan juga fokus pada program dan kebijakan di bidang kesehatan dan pendidikan. ‘’Karena tiga hal tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dan selalu kami perjuangkan agar mendapat prioritas,’’ katanya. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, Khutbah, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah