Selasa, 24 Oktober 2017

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Demi tingkatkan sistem kompetisi seri nasional, panitia pusat LSN mengadakan pengarahan Liga Santri Nusantara di ruang Asrama Haji Yoyayakarta, Sabtu (22/10) malam. Pertemuan ini diikuti oleh semua pelatih, manager dan koordinator region dari 32 tim yang? masuk seri nasional.

Dalam pengarahan umum tampak hadir Direktur Torabica Championship Joko Driono, Manager Kompetisi LSN M Kusnaeni. Pada pengantarnya M Kusnaeni mangatakan bahwa LSN kali ini dijadikan sebagai kompetisi profesional seperti adminnistrasi, lapangan, dan hal lain.

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Sistem Kompetisi, Manajer LSN Sampaikan Pengarahan

Kusnaeni juga memberikan pengertian terkait sukses prestasi dalam LSN. "Artinya kita harapkan liga santri dapat keluar pemain-pemain terbaik nasional bahkan ke depan kita harapkan Liga Santri tidak lagi bergantung kepada negara dengan kompetisi yang profesional," terangnya.

Seperti telah diketahui Seri Nasional menggunakan sistem setengah kompetisi dengan memberikan ruang yang lebih banyak kepada peserta lolos ke seri nasional. "Seri nasional ini pestanya kalangan pesantren karena berbarengan dengan hari santri nasional," imbunya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kusnaeni mengatakan bahwa liga santri ini menularkan virus-virus positif seperti sopan santun. Hal yang demikian merupakan nilai yang terpenting dari sebuah kompetisi liga santri "Bagaimana kita tetap bisa menjaga martabat pesantren, juara tak harus jadi tujuan utama," jelas Cak Kus.

Jokodriono mengapreasisi gelaran liga santri yang di dalamnya ada nilai ritual sepakbola yang cukup menjadi warna baru di Indonesia. "Perkembangan luar biasa dari sisi jumlah liga santri. Harapannya ke depan akan mewarnai persepakbolaan nasional," sambutnya. (Red Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Cerita, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 23 Oktober 2017

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat

Ngawi,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelantikan anggota DPRD periode 2014-2019 disambut aksi demonstrasi puluhan mahasiswa, Senin 25/08). Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menuntut 45 wakil rakyat menandatangani kontrak moral. Sebab mereka menilai kinerja dewan sebelumnya tidak banyak memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Ngawi.

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ngawi Desak DPRD Pro Rakyat

Dalam aksi tersebut mereka tidak hanya berorasi, tapi juga membawa poster yang berisi pesan moral. Namun, mahasiswa berhadapan dengan pintu tertutup. Petugas sengaja menutup pintu masuk menuju Pendapa Wedya Graha, tempat dilakukan pengambilan sumpah janji anggota DPRD periode 2014-2019. Beberapa nekat naik ke atas gerbang dan berorasi sambil meneriakan yel-yel.

Wakhid Hariadi, koordinator aksi mendesak para wakil rakyat merealisasikan janji politiknya pasca diambil sumpah dan janjinya. Dia mengingatkan agar mereka benar-benar bekerja secara profesional dan pro rakyat. ‘’Pelantikan memiliki makna yang sakral dan mendalam sebagai penentu nasib rakyat,’’ ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PMII menyodorkan kontrak moral yang berisi kesediaan anggota dewan baru untuk memiliki komitmen memajukan pembangunan ekonomi dan pendidikan, senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat, lebih pro rakyat, merealisasikan kepentingan rakyat dengan amanah, jujur, profesional, kredibel dan transparan.

PMII juga serta mendorong anggota DPRD agar merealisasikan kontrak politiknya, dan transparansi anggaran serta fungsi legislasinya. Mendesak anggota agar tidak berpraktik korupsi, kolusi serta nepotisme. ‘’Produk hukum, kebijakan serta program yang dilaksanakan harus pro rakyat,’’ tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sayangnya, tidak ada satupun anggota DPRD baru yang menandatangi kontrak moral tersebut. Usai pengambilan sumpah janji, para wakil rakyat buru-buru pulang. Mereka juga menggunakan pintu keluar depan sekretariat daerah. Sehingga tidak bertemu massa yang berkumpul di pintu masuk pendapa. ‘’Kalau mereka tidak mau menandatangani kontrak moral, sudah terlihat jika mereka tidak mau memajukan Ngawi,’’ katanya.

Meski begitu, PMII mengancam akan mendatangi gedung dewan. Mereka akan melakukan sweeping agar anggota DPRD mau menandatangani kontrak moral tersebut. Jika tidak berhasil, mahasiswa akan datang lagi dengan massa yang lebih besar. ‘’Kami tidak main main,’’ tegas Wakhid.

Ketua DPRD sementara Dwi Rianto Jatmiko mengatakan menerima masukan dari kalangan mahasiswa itu. Tanpa diminta pun, pihaknya sudah komitmen berjuang untuk kepentingan rakyat. Hal itu sudah dibuktikan dengan meningkatnya anggaran perbaikan infrastruktur jalan yang setiap tahunnya di atas 40 persen. Dewan juga fokus pada program dan kebijakan di bidang kesehatan dan pendidikan. ‘’Karena tiga hal tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dan selalu kami perjuangkan agar mendapat prioritas,’’ katanya. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, Khutbah, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Begini Cara HTI Berkembang di Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkembang mulus di negara ini. Kelompok tersebut, saat ini, menurut Zuhairi Misrawi menjelaskan, sebagaimana klaim mereka, ada sekitar 2 juta juta pengikut di Indonesia.?

Begini Cara HTI Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara HTI Berkembang di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara HTI Berkembang di Indonesia

Menurut aktivis dari Muslim Moderate Society itu, HTI berkembang baik di Indonesia karena ada pembiaran dari pemerintah sehingga mereka dengan leluasa menjalankan aktivitasnya tanpa hambatan.

Zuhari menjelaskan hal itu pada Seminar Kebangsaan bertema “Pembubaran HTI dan Amanat Konstitusi Kita” yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur di gedung PBNU, Jakarta, Senin (10/7). ? ?

Kedua, lanjut Zuhairi, dalam gerakannnya, HTI menggunakan isu yang sangat cerdas, yaitu antikapitalisme dan liberalisme. Mereka selalu mengkritik Barat, terutama Amerika dan sekutunya yang melakukan praktik tidak menguntungkan terhadap Islam termasuk di Timur Tengah.?

Isu tersebut sangat gampang diterima oleh kalangan Islam kelas menengah yang baru belajar Islam dan kalangan aktivis kampus yang tak memiliki latar belakang agama yang mendalam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara ketiga, untuk membubarkan organisasi tersebut ditentang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). “Kontras, Imparsial tidak setuju pembubaran HTI karena dianggap melanggar HAM,” jelasnya. ?

Zuhairi menambahkan, faktor lain yang menyebabkan HTI berkembang dengan adalah agresivitas mereka dalam menyampaikan ide-idenya. “Di Jakarta, hampir tak ada masjid yang tak mendapatkan buletin jumat HTI,” katanya.?

Turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi kali ini Kepala Densus 99 Satkornas Banser Nuruzzaman dan praktisi hukum Sholeh. Acara yang dimoderatori jurnalis CNN Budi Adi Putro ini juga dihadiri Ketua PC GP Ansor Jakarta Timur Mahmud Muzoffar. (Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Quote, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

Tasikmalaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menginisiasi dakwh kreatif, melalui pembelajaran internet pada anakmuda khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

"Dakwah kreatif lewat internet. Kami belajar menulis, belajar seluk beluk internet. Internet kini sudah masuk ke saku anak-anak muda. Bahaya kalau mereka tidak bisa mengambil manfaat, jadi konsumen saja," jelas Fikry Syamsie kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah siang tadi (6/11).

Fikry mengaku, awalnya rekan-rekan IPNU ragu dengan mewujudkan program dakwah kreatif, tapi karena terus didesak keadaan, maka dilaksanakan juga. PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya menggalang sepulah aktivis IPNU untuk menyiapkan peluncuran program tersebut.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berbekal semangat dan cita-cita, peluncuran program Dakwah Kreatif digelar, di Pondok Pesantren Manarul Hikam, Kampung Tampiaan Ciseda Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, 14 Oktober 2012. 150 orang dari 24 pesantren menghadiri peluncuran acara tersebut. Para peserta rata-rata berumur 15-22 tahun. Sebagian mereka anggota IPNU atau IPPNU, santri pesantren dan sebagian sekolah umum. Yang bersarung, bercelana, yang pakai kerudung berkumpul, tekun duduk dari pukul delapan hingga lima sore, menerima materi dan indormasi. Mereka betah duduk lesehan di ubin, memandangi layar kecil dibentangkang di aula pesantren.?

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang pertama kali buat saya, meskipun tadinya saya kira ini adalah acara yang klasik, tapi setelah saya diam beberapa saat banyak ilmu yang saya dapat terutama dalam bidang teknologi,”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, KH Chobir ketua RMI Jawa Barat, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pada peserta bahwa yang paling penting adalah bagaimana kita memilih teknologi yang mana yang menguntungkan bagi kita.?

"Kuncinya adalah mencari dan belajar dan terus belajar karena orang yang berilmu tidak pernah berhenti untuk belajar, karena semakin ilmu itu digali semakin kita tidak tahu, jadi filosofinya ilmu itu adalah rendah hati. Nabi Muhammad SAW bersabda orang yang pintar dan banyak ilmunya dan dia merasa pintar maka dia itulah yang termasuk orang bodoh," jelas Kiai Chobir yang juga salah satu pengasuh Pesantren Cipasung.?

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kab. Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, sebetulnya acara tersebut bermula dari obrolan ringan di antara rekan-rekan IPNU dan para santri. "Kita sering para santri dan anak-anak remaja ngobrol tentang status di facebook, tapi kita lebih banyak main-main saja. Eman-eman kalau tidak ditemani. Sebetulnya kata kuncinya yang menemani, dakwah terlalu berat, meski akhirnya kita pakai juga. Semoga kami belum terlambat," paparnya.

Program IPNU tersebut didukung oleh Pengurus Cabang NU Kab. Tasikmalaya, Pikiran Rakyat, dan pesantren. "Kami Senang semua mendukung. Tapi kami juga deg-degan, cemas dengan sikap konsistensi rekan-rekan," ujar Fikry Syamsie.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Makam, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 22 Oktober 2017

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah

Bandung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Lebih dari 500 orang dari berbagai kelompok agama dan sosial mengikuti acara Dialog Kemanusiaan dan Buka Bersama Dra. Sinta Nuriyah Wahid, M. Hum. di halaman SD Santo Yusup Jln. Jawa Bandung, Selasa (16/7) sore. 

Dalam dialog bertema "Puasa: Sekolah untuk Kesabaran dan Kejujuran", Sinta mengatakan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, agama, golongan, dan kelompok. 

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Warga Ikuti Buka Bersama Sinta Nuriyah

Sebagai saudara sebangsa dan setanah air, kata istri KH Abdurrahman Wahid tersebut, segala perbedaan itu seharusnya tidak menjadi alasan bangsa Indonesia untuk saling menyakiti satu sama lain. Sebaliknya, sebagai saudara seharusnya bangsa Indonesia hidup rukun dan saling menghargai.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ramadhan merupakan momen tepat untuk menunjukkan toleransi kita terhadap umat beragama lain. Terbukti sekarang kita bisa berkumpul di sini, dengan perbedaan kita masing-masing, untuk mendukung saudara kita muslim yang sedang beribadah puasa," ungkapnya.

Pastor Yohanes Surono, OSC dari Tim Pastores Gereja Katedral – Bandung mengaku sangat bersyukur atas berlangsungnya acara ini. Ini merupakan acara kumpul "keluarga" dalam bentuk yang lebih luas. Tim pastoris pastor suwono berharap kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan antarumat beragama, sehingga tercipta kedamaian bagi semua di manapun mereka berada.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sekretaris GP Ansor Kota Bandung yang menjadi salah seorang panitia, Ujang Miftahudin mengutarakan, kegiatan yang digelar secara rutin di berbagai daerah di Bandung ini dihadiri oleh perwakilan dari lintas agama, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, serta penganut aliran kepercayaan. 

Lintas statuta sosial kelompok masyarakat yang datang juga sangat beragam, dari mulai anak jalanan, tukang parkir, pemulung, pejabat publik, akademisi, aktifis lintas agama, komunitas otomotif, hingga perwakilan kampung adat. 

“Acara ini diharapkan terciptanya toleransi, humanisasi, ini sebagai wujud pengamalan nilai-nilai ajaran Aswaja seperti tasammuh (toleransi), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) dan i’tidal (keadilan). Mari kita ciptakan Bandung yang damai, bandung yang plural,” pungkasnya. 

Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sholawat, Warta, Pemurnian Aqidah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Fragmen, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ribuan pemuda dan warga Nahdliyin memadati alun-alun kota dan halaman Masjid Agung Sidoarjo, Sabtu (28/5) malam. Perhatian mereka tersedot ke perayaan hari lahir GP Ansor yang diramaikan dengan pementasan drama kolosal mengenang tokoh NU Sidoarjo KH Mukmin.

Pemerintah dan wakil rakyat setempat tampak memberi dukungan penuh atas kegiatan yang dipelopori GP Ansor Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Saifullah dan Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan beserta pejabat teras setempat hadir di tengah-tengah acara.

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin

Bahkan Saifullah menjadi aktor dalam Ishari dan drama kolosal sejarah KH Mukmin. Bersama Sullamul Hadi, Saifullah tampak bersemangat menghadirkan keteladanan KH Mukmin selaku ulama NU Sidoarjo.

"Keteladanan KH Mukmin yang tiada lelah memberdayakan masyarakat dan mendidik umat melalui spirit ke-NU-an, mesti kita hidupkan dalam menjalani kehidupan ini," tegas Saifullah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keesokan harinya, GP Ansor Sidoarjo melanjutkan acara harlah dengan Rijalul Ansor dan bakti sosial. Puluhan anak yatim beserta fakir miskin diberi sembako dan kebutuhan hidup keseharian lainnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Amalan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah