Minggu, 22 Oktober 2017

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Fragmen, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 21 Oktober 2017

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ribuan pemuda dan warga Nahdliyin memadati alun-alun kota dan halaman Masjid Agung Sidoarjo, Sabtu (28/5) malam. Perhatian mereka tersedot ke perayaan hari lahir GP Ansor yang diramaikan dengan pementasan drama kolosal mengenang tokoh NU Sidoarjo KH Mukmin.

Pemerintah dan wakil rakyat setempat tampak memberi dukungan penuh atas kegiatan yang dipelopori GP Ansor Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Saifullah dan Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan beserta pejabat teras setempat hadir di tengah-tengah acara.

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sidoarjo Jadi Aktor Kolosal Keteladanan Kiai Mukmin

Bahkan Saifullah menjadi aktor dalam Ishari dan drama kolosal sejarah KH Mukmin. Bersama Sullamul Hadi, Saifullah tampak bersemangat menghadirkan keteladanan KH Mukmin selaku ulama NU Sidoarjo.

"Keteladanan KH Mukmin yang tiada lelah memberdayakan masyarakat dan mendidik umat melalui spirit ke-NU-an, mesti kita hidupkan dalam menjalani kehidupan ini," tegas Saifullah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keesokan harinya, GP Ansor Sidoarjo melanjutkan acara harlah dengan Rijalul Ansor dan bakti sosial. Puluhan anak yatim beserta fakir miskin diberi sembako dan kebutuhan hidup keseharian lainnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Amalan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peminat Membludak, Tiket Mudik Gratis Bareng NU Ludes dalam Dua Jam

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Program Mudik Gratis Bareng NU yang digelar setiap tahun oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membawa magnet tersendiri bagi para perantau di Jakarta dan sekitarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini panitia penyelenggara terpaksa menolak sebagian pendaftar karena keterbatasan kuota.

Peminat Membludak, Tiket Mudik Gratis Bareng NU Ludes dalam Dua Jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Peminat Membludak, Tiket Mudik Gratis Bareng NU Ludes dalam Dua Jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Peminat Membludak, Tiket Mudik Gratis Bareng NU Ludes dalam Dua Jam

Seperti terlihat pada Ahad (19/6), ribuan orang menyesaki halaman dan sebagian ruang depan gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Pendaftaran yang dibuka pada pukul 09.00 WIB mesti ditutup dua jam kemudian karena jumlah kursi yang tersedia sudah penuh.

“Kami mohon maaf kepada para pemudik yang tidak tertampung dalam kuota kali ini, karena keterbatasan kursi yang tersedia,” kata panitia penyelenggara yang juga Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid PBNU (LTM PBNU) H Ibnu Hazen di Jakarta, Ahad (19/6).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Program yang tahun ini dimotori LTM PBNU dan NU Care-LAZISNU ini menyediakan 28 bus yang seluruhnya memiliki fasilitas pendingin ruangan. Sedikitnya 1.650 kursi sudah terisi. Panitia akan menyediakan konsumsi saat pemberangkatan mudik bareng nanti.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bagi yang telah mendaftar, diharapkan datang kembali ke kantor PBNU pada tanggal 25 Juni 2016, pukul 09.00 WIB untuk pengambilan tiket. Calon peserta diharapkan membawa uang infak sebesar Rp20.000 untuk diserahkan kepada LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU). Menurut Ibnu, kebijakan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya sedekah di kalangan warga.

“Pada kesempatan itu, panitia juga berencana memberikan doorprize (hadiah) berupa Kartanu kepada 500 pemudik secara gratis, juga tabungan emas dari Pegadaian sebesar 0,16 gram kepada 100 orang,” ujarnya.

Selain menyelenggarakan program mudik gratis setiap tahun, panitia mendirikan posko mudik berbasis masjid. Jumlah posko mudik yang didirikan NU ada 27 titik dari Merak di Banten hingga Ketapang di Banywangi.



Sedianya pendaftaran sempat dibuka pada tanggal Sabtu (18/6) kemarin. Menurut Ibnu, karena banyaknya peserta di luar dugaan panitia, untuk kondisivitas, jadwal pendaftaran kemudian mudur menjadi hari ini, Ahad (18/6). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 20 Oktober 2017

Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengatakan, banyak kegiatan yang tidak dipraktikkan Rasulullah SAW bernilai sunnah di zaman sekarang. Tak semua perkara baik sejak masa Nabi hingga kini secara langsung dilaksanakan oleh Nabi.



Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Dilakukan Nabi, Bukan Berarti Tak Islami

Kiai Ishom mencotohkan, model peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jamak ditemukan di Tanah Air tidak serta merta berstatus bid’ah. Maulid Nabi secara substansial memiliki landasan yang kuat, meski dalam detail pelaksanaannya belum ada di zaman Rasulullah.?

Rasulullah sendiri, sambungnya, memperingati dan menyukuri hari lahirnya dengan cara berpuasa. Hal ini dapat dirujuk dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi.?

”Artinya, diwujudkan dengan perbuatan yang baik. Dan perbuatan yang baik itu tentu tidak hanya puasa. Boleh dengan mengundang orang berkumpul memakmurkan masjid, kemudian diisi bacaan shalawat, bacaan Al-Qur’an, menghadirkan kiai untuk memberikan mau’idhah hasanah tentang akhlak Nabi, kemudian ditutup dengan doa,” ulas Kiai Ishom saat ditemui di Jakarta, Rabu (9/1).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mengacu pada pandangan Sayyid Muhammad al-Maliki dalam Mafahim Yajib An Tushahhah, ia menjelaskan, model peringatan Maulid Nabi di Indonesia tergolong adat atau kebiasaan. Hal itu bagus dilaksanakan selama muatannya positif dan tidak mensyari’atkan perkara yang terlarang.

Qul bifadllillah wa birahmatihi fabidzalika falyafrahu. Jadi upaya kegembiraan umat Islam diwujudkan dalam bentuk peringatan maulid Nabi SAW,” imbuhnya.

Menurutnya, Maulid Nabi adalah bagian dari upaya umat Islam dalam menghargai sejarah. Rasulullah sendiri termasuk orang yang sangat peduli terhadap sejarah nabi-nabi terdahulu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Silakan ekspresikan cinta kepada Rasulullah SAW setinggi-tingginya selama tidak seperti orang Nasrani memuji Nabi Isa sebagai anak Tuhan,” katanya.

?

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel

Sudah menjadi rahasia umum barangkali, di tiap kelas baik di sekolah umum maupun madrasah, ada saja anak bandel atau nakal, meski dalam batas-batas tertentu. Misalnya, suka membuat onar, mengganggu teman dan membuat gaduh. Hal ini, sedikit banyak, tentu mengganggu proses pembelajaran di dalam kelas.

Menangani hal ini, ada berbagai cara yang dilakukan guru atau ustadz di kelas, mulai dari menghukum sampai mencibirnya sebagai contoh yang tidak baik untuk ditiru. Respon yang demikian ini, kadang tidak solutif. Alih-alih membuat sang anak berhenti, yang ada justru semakin bandel dan menjadi-jadi.

Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel

KH Saifuddin Zuhri (alm), selain sebagai tokoh pergerakan nasional, komandan milisi Islam Hizbullah dan mantan menteri agama RI, beliau juga dikenal sebagai pendidik. Dalam otobiografinya yang legendaris, Guruku Orang-orang dari Pesantren, ia banyak menceritakan pengalamannya dalam mendidik. Salah satu hal yang diungkapkan, adalah bagaimana cara seorang guru menangani murid yang bandel atau nakal.

“Anak yang bersangkutan dipanggil ke muka? kelas, diberi nasihat dan peringatan seperlunya. Atau menahan dia pada jam mengasoh (istirahat–red) untuk sekali lagi diberi nasihat dan peringatan. Atau dengan jalan aku panggil ke rumah. Aku tanyakan kepadanya, apakah cukup aku sendiri yang menasihati, atau biar aku serahkan kepada orang tuanya untuk dinasihati?” demikian tulis ayahanda Menag RI Lukman Hakim Saifuddin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya itu, jurnalis NU tersebut juga masih memberi opsi yang tak kalah jitu, dengan menulis sebagai berikut: “Ada lagi dengan cara lain. Anak itu aku dekatkan di hatiku. Aku panggil ke rumah untuk membantu pekerjaanku yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Misalnya aku ajak menyertai aku ke pasar membeli bibit tanaman dan dia kusuruh menemani aku menanam bibit itu di halaman rumahku. Pokoknya aku dekatkan dengan hatiku dan kuinsyafkan bahwa aku sangat sayang kepadanya,” tulisnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan demikian, ungkap Kiai Saifudin, pada umumnya ia berhasil menjadikan anak yang bandel, nakal, menjadi redam. Meski begitu, imbuhnya, tidak bisa sekaligus, memerlukan sedikit waktu dan kesabaran.

Dalam teori dan buku-buku, hal ini biasanya dibahas dalam psikologi pendidikan. Bagi anda para ustadz ataupun guru yang memiliki murid bandel – selain dengan doa – ada? baiknya menerapkan saran, anjuran dan kiat dari tokoh NU ini. Secara empirik, beliau telah membuktikan keberhasilannya dalam menaklukkan anak-anak yang membandel. Semoga berhasil. (Ahmad Naufa)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 18 Oktober 2017

Tutup Ramadhan dengan Berdoa

Oleh KH A Mustof Bisri

Siang demi siang dan? malam demi malam Ramadhan telah kita lalui. Kehidupan yang lain daripada yang lain telah kita jalani di bulan yang kita sebut bulan suci ini. Kita berdoa semoga kita mampu menyerap kesucian bulan ini. Mampu tidak hanya memaknai tapi sekaligus menghayati? puasa kita. Sehingga nilai tambahnya tidak hanya berupa ganjaran di akhirat, namun dapat merupakan peningkatan pribadi kita sebagai hamba-hamba mukmin yang tahu bersyukur.

Tutup Ramadhan dengan Berdoa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Ramadhan dengan Berdoa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Ramadhan dengan Berdoa

?

Kita berdoa semoga Ramadhan kali ini benar-benar? berhasil mendidik kita menjadi manusia yang lain, manusia yang tidak hanya menyadari kekhalifahannya, tapi sekaligus kehambaannya. Manusia yang saleh di hadapan Allah dan saleh di hadapan sesama manusia.

Kita berdoa dan berdoa,? karena agaknya memang hanya –berdoa-- itulah andalan kita selama ini. Apalagi bila mengingat sekian Ramadhan lepas begitu saja tanpa terlihat bekasnya pada pribadi kemusliman kita.? Muslim yang paling baik menurut? Pemimpin Agung kaum muslimin dan yang paling tahu tentang keIslaman, Nabi Muhammad SAW, ialah “Man salimal muslimuun min lisaanihi wayadihi.” Orang yang selalu menjaga agar lisan dan tangannya? tidak melukai sesama. Jadi bukan orang yang berkobar-kobar membela Islam dengan keganasan lisan dan tangannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

Kita berdoa; karena sekian Ramadhan terlewati begitu saja tanpa berhasil mendidik kita untuk menjadi manusia yang benar-benar jujur. Pendidikan jujur yang diberikan oleh puasa setiap Ramadhan, ternyata hanya berlaku –kalau pun berlaku— pada puasa pada bulan suci itu. Sebagaimana pendidikan rendah hati? dan kedermawanan? yang hanya terserap –kalau pun terserap--? tak seberapa dan sementara.? Kesombongan sebagai kaum yang merasa paling selamat, paling benar,? dan paling mulia di sisi Allah, masih sangat kental terasa; meski kebanyakan kita tidak merasa. Kedermawan kita juga masih sarat termuati pamrih tersembunyi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

Kita berdoa; karena agaknya kita tidak mampu percaya bahwa puasa Ramadhan telah kita jalani sebagaimana mestinya. Apalagi sikap kita terhadap puasa Ramadhan terkesan masih terpaksa dan di bawah sadar minta dihargai. Himbauan “menghormati Ramadhan” apa maksudnya,? kalau tidak si penghimbau ingin dibantu berpuasa atau ingin dihargai? Apakah Ramadhan butuh dihormati? Bukankah Ramadhan sejak awal sudah terhormat? Seolah-olah karena kita sudah mau berpuasa, mau mengekang nafsu dan syahwat, mau mengubah kehidupan yang sangat duniawi? menjadi kehidupan ruhani, maka kita harus dihargai dan minta imbalan. ?

?

Kita berdoa; karena kita belum bisa yakin bahwa? puasa kita telah berhasil menyeimbangkan diri kita sebagai manusia daging dan ruh, manusia dunia-akherat.? Apalagi sehari-hari di bulan suci ini, di samping tidak makan? tidak minum di siang hari dan ramai-ramai taraweh, acara-acara duniawi? yang bersifat daging rupanya tidak mau? begitu saja diabaikan.? Bahkan kepentingan-kepentingan? daging begitu lihai menyusup ke dalam? ‘amalan-amalan? ibadah’, seperti? menyusupnya? kepentingan-kepentingan politisnya? politisi? dalam agitasi kerakyatan dan keagamannya.? Ramainya tadarus bersaing dengan hiruk-pikuknya? acara badutan? tv yang sering kali tak jelas maksud dan tujuannya.

Untunglah masih ada doa. Maka marilah? kita berdoa semoga puasa dan amal ibadah kita diterima oleh Allah. Semoga kesalahan-kesalahan dan kekuarangan-kekurangan kita diampuniNya.? Semoga puasa Ramadhan kali ini benar-benar berhasil mendidik kita menjadi manusia yang seimbang: manusia yang hamba dan khalifah Allah; manusia yang daging dan ruh; manusia yang menyembah Tuhan dan mengasihi sesama hambaNya; manusia dunia-akherat. Amin.

?

Penulis kini adalah Mustasyar PBNU. Tulisan ini pernah dimuat di harian Suara Merdeka 8 September 2010



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 17 Oktober 2017

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Pembina Cabang PMII Cirebon Dr Ilman Nafi’a mengingatkan forum konferensi cabang sebagai wadah yang mengakomodasi kader terbaik PMII untuk memimpin. Menurut Ilman, di samping pembelajaran konferensi cabang PMII merupakan cermin dari komitmen kader PMII atas nilai-nilai pergerakan organisasi.

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Mabincab Dorong Kader Terbaik Nakhodai PMII Cirebon

Konfercab ialah sarana menentukan kepemimpinan sehingga memberikan peluang untuk menempatkan kader-kader pilihan sebagai pemimpin di PMII," kata Ilman pada Konfercab ke-38 PMII Cirebon di gedung KNPI kota Cirebon, Rabu (8/10).

Seluruh kader PMII, pesan Ilman, perlu menyamakan persepsi dan pandangan terkait arah gerakan PMII Cirebon terutama parihal pengaruh politik praktis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Konfercab juga harus menjadi momentum pembelajaran untuk menghindarkan diri dari praktik politik praktis, apalagi menjadi boneka kaum elit politik," pesan Ilman. (A Imam Baehaqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah